
Rainy balik badan, lalu memeluk Arnold dengan erat. Arnold pun mengeluarkan air matanya yang selalu ia tahan selama bertahun-tahun, ia menangis di pundak sang adik dengan tangisan yang membuat Rainy ikut merasakan luka pria tersebut.
"Selama ini Kakak yang selalu menjadi penenang bagiku, sekarang aku sudah bahagia, dan sekarang saatnya kakak juga bahagia."
"Bukan hanya Kakak yang ingin melihat aku bahagia, tapi sebaliknya, aku juga ingin melihat Kakak bahagia," ucap Rainy.
"Kakak pahlawan Rainy, jadi Rainy mohon ... ! Carilah kebahagiaan Kakak, Kakak tidak perlu memikirkan kebahagiaan Rainy lagi, karena Rainy sudah punya segalanya, Cinta, kasih sayang, dan segalanya telah aku miliki."
"Hanya satu keinginan Rainy yang belum terwujud," ucap Rainy seraya melonggarkan pelukannya dari sang Kakak.
Arnold pun menghapus air matanya, lalu menatap Rainy intens. "Apa keinginanmu yang belum terwujud? Katakan, kakak pasti akan mengabulkan keinginanmu!" ucap Arumi.
Rainy tersenyum melihat reaksi sang Kakak saat mengatakan keinginannya yang tidak terwujud. Rainy pun menangkup kedua pipi pria itu seraya menarik kedua sudut bibirnya.
"Bukankah sudah kukatakan tadi pada Kakak? Rainy hanya ingin Kakak bahagia, sama seperti Kakak yang menginginkan kebahagiaan Rainy!" ucap Wanita itu tersenyum.
"Aku pasti akan bahagia, Rain! Aku pasti bahagia!" Arnold memegang sebelah pipi sang adik sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
"Sini Kak!" Rainy menarik pergelangan tangan sang kakak dan mengajaknya kembali duduk di kursi panjang di taman rumah mewah tersebut.
Arnold pun duduk di samping Rainy sambil menyadarkan kepalanya pada bahu sang adik, lalu ia memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit.
"Katakan apa yang Kakak rasakan selama ini! Kenapa Kakak bisa seperti ini?" tanya Rainy.
"Entahlah ... Kakak hanya menyesal karena terlambat menyadari perasaan kakak, hingga kakak benar-benar kehilangannya."
"Kakak juga menodai orang yang kakak cintai hingga membuat Kakak merasakan penyesalan yang teramat dalam hingga saat ini!" ucap Arnold yang masih menyandarkan kepalanya di bahu sang adik.
"Rainy tidak tahu ingin berpendapat apa, Kak. Selama ini Kakak yang menjadi sandaran bagi Rainy, selama ini Kakak lebih tahu mana yang terbaik dan mana yang tidak, Rainy hanya ingin menjadi pendengar setia Kakak, tempat keluh kesah Kakak, karena Kakak lebih tahu jalan mana yang harus Kakak tempuh!" ucap Rainy tersenyum sendu.
"Sifat Arumi sama sepertimu, cara bicara, cara tersenyum dan cara menutupi kesedihan juga sama, hanya bedanya kamu lebih terbuka jika kakak curiga, sedangkan dia tidak, karena aku tidak pernah menyadari bahwa perasaannya melebihi kasih seorang adik pada kakak kandungnya!" ucap Arnold tersenyum kaku.
"Bangkitlah Kak! Carilah Kak Arumi kembali, kalau Kakak hanya diam bagaimana Kakak bisa menemukannya?" Rainy tersenyum seraya menatap sang Kakak dengan tatapan teduh.
"Kakak sudah berusaha. Tapi sepertinya dia sudah bahagia dengan kehidupan barunya, dan kakak tidak ingin mengusik kebahagiaannya!" ucap Arnold tersenyum.
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika seandainya yang terjadi tidak seperti yang Kakak bayangkan? Bagaimana jika Kak Arumi sama seperti kakak, sama merasakan apa yang Kakak rasakan, bahkan mungkin lebih menderita daripada Kakak?" Arumi menatap Kakaknya lekat.
Deg
Arnold menoleh seraya menatap sang adik dengan wajah terkejut. "Tidak, tidak mungkin, karena dia bilang pada Kakak sebelum dia pergi bahwa dia akan menikah dengan orang lain, jadi tidak mungkin kalau dia terlantar!" ucap Arnold.
"Bagaimana jika itu hanya alasan Kak Arumi untuk menghindari Kakak? Bukankah Kakak tidak menemukannya saat Kakak menyusulnya ke Surabaya?" tanya Rainy menyerang Arnold dengan praduganya.
Deg
"Kenapa kau mengatakan itu?" tanya Arnold.
"Biasanya Kakak cerdas, tapi kenapa Kakak seperti orang bodoh saat menjalani hidup Kakak sendiri?" jawab Rainy dengan pertanyaan juga.
"Ya, aku bodoh ... aku bodoh ... Kakak tersesat dan bingung kakak harus melangkah kemana, hingga kakak hanya bisa berdiam diri seperti saat ini!" ucap Arnold dengan mata sendunya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...TBC...