Ditinggalkan Di Malam Pertama

Ditinggalkan Di Malam Pertama
Arnold Dan Arumi


__ADS_3

Malam harinya


Arnold kini benar-benar mempersiapkan semuanya, pria itu mengundang Penghulu dan beberapa saksi untuk menikahi Arumi.


Sky dan Rainy yang telah membantu mempersiapkan semuanya hingga kini impian Arnold dan Arumi akan menjadi kenyataan.


Pelangi juga datang menghadiri pernikahan itu, dan kini ia tumbuh menjadi sosok remaja yang sangat cantik.


Bintang mendekati sang Kakak, lalu tersenyum menatap kakaknya tersebut. "Kakak kenapa tidak berkedip melihat Om Arnold menikah?" tanya Bintang polos.


Pelangi menoleh menatap adik kesayangannya tersebut. "Aku senang Dek melihat sepasang orang yang saling mencintai bersatu dalam ikatan pernikahan!" ucap Pelangi seraya menatap adik kandungnya sekilas.


"Kalau kakak seneng ya kakak tinggal nikah saja!" ucap Bintang dengan wajah polosnya.


"Suatu hari Kakak pasti nikah, Dek! Dan Kakak harap orang yang bersanding dengan kakak itu Om Awan. Aku tidak perduli meskipun kita terpaut dalam jarak umur yang sangat jauh, tapi aku sudah berjanji padanya bahwa aku akan selalu menunggunya sampai dia kembali, tapi seandainya dia sudah menikah, ya berarti Dia memang bukan jodoh kakak!"


Pelangi tersenyum seraya menatap Arnold dan Arumi yang hendak melakukan ijab kabul. Penghulu mengulurkan tangannya pada Arnold, dan Arnold pun menerima jabatan tangan penghulu.


Acara ijab kabul pun di mulai hingga semua saksi berteriak sah dalam ruangan tersebut. Rasa haru yang di rasakan Arnold dan Arumi kini kian membuncah.


Bertahun-tahun berpisah dan tanpa Arnold tahu bahwa ia memiliki buah hati dengan Arumi, kini semuanya terungkap dan mereka bertemu dengan cara tanpa di duga, hingga akhirnya mereka bersatu dalam ikatan pernikahan.


Setelah acara ijab kabul selesai, kini Penghulu dan para saksi pernikahan Arnold dan Arumi langsung meninggalkan tempat tersebut.


Hingga akhirnya di rumah itu tersisa keluarga kecil Rainy dan Arnold. Sky pun berpamitan pulang dengan Rainy dan anak-anaknya.

__ADS_1


Namun, Rainy menghentikan langkahnya saat akan keluar dari ruang keluarga, lalu menoleh pada Arjuna yang menatap kedua orang tuanya yang duduk bersebelahan di sofa.


"Arjuna, boleh Tante bicara sebentar dengan Juna?" tanya Rainy seraya menatap Arjuna dengan senyum lembutnya.


Arjuna pun menoleh menatap Rainy bingung. "Boleh Tan, bicara saja!" ucap Arjuna dengan wajah polosnya.


"Sini Tante bisikin!" Panggil Rainy dengan senyum lembutnya.


Arjuna pun beranjak, lalu melangkah mendekati Tantenya tersebut. Sementara Arnold dan Arumi hanya tersenyum melihat Arjuna dengan yang masih terus memasang wajah cuek.


"Tante mau bicara apa?" tanya Arjuna begitu ia berdiri dihadapan Rainy.


Rainy pun tersenyum mendengar pertanyaan keponakannya tersebut. Lalu, wanita itu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi badan Arjuna. Lalu, Rainy mendekatkan wajahnya pada telinga bocah kecil itu.


"Ini rahasia kita, jangan katakan pada Daddy apalagi mommy tentang ucapan Tante!" ucap Rainy tersenyum.


Arjuna memutar bola mata malas, dan memegang dagunya memikirkan tentang ucapan Tantenya tersebut.


"Baiklah, malam ini aku ikut Tante, tapi aku tidak ingin tidur dengan Tante, apalagi sama anak-anak Tante!" ucap Arjuna.


"Iya, Sayang! Di rumah Tante banyak kamar kosong, nanti Arjuna tinggal milih mau tidur di mana," ucap Rainy tersenyum lembut.


Arjuna pun menoleh, menatap kedua orang tuanya yang juga menatap dirinya dan Rainy. "Pa, Ma ... Malam ini aku ikut Tante Rainy!" pamit Arjuna dengan wajah datar.


"Iya, hati-hati Sayang!" jawab Arnold tersenyum.

__ADS_1


Sementara Arumi pasrah, ia juga tersenyum menatap putranya yang masih memasang wajah datar.


Putranya tersebut sikapnya memang beda dengan anak-anak pada umumnya hingga membuatnya terlihat lebih dewasa.


Rainy pun memegang pergelangan tangan Arjuna, menuntunnya dan membawa pergi keponakannya tersebut.


Arnold pun langsung mengangkat tubuh Arumi setelah keadaan rumah itu senyap. Ia membawa Arumi menuju kamarnya dengan Arumi yang mengalungkan tangannya pada pria itu.


Kebahagiaan yang dirasakan pengantin baru itu kini tidak bisa mereka ungkapkan dengan kata, rasa sedih yang selalu menghiasi hari-hari Arumi kini berubah menjadi kebahagiaan yang kian membuncah karena akhirnya ia bisa bersatu dengan orang yang sangat ia cintai.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...END ...


...Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 🥰...


...Maaf jika terkesan buru-buru ya, Sayang. ...


...Soalnya Author masih punya tanggungan di sebelah. ...


...Bulan depan Insya Allah, Othor akan kembali fokus di sini ❤️...


...Mohon dukungannya, dukungan kalian sangat berarti bagi Othor ...


...I Love you My Readers 😘 ...

__ADS_1


__ADS_2