
Arnold langsung pergi ke kantornya setelah mengganti pakaian. Pria itu langsung menemui Arumi di ruangannya.
Wanita itu pun tersenyum setelah melihat kedatangan Arnold, karena ia sudah menunggunya sejak pria itu menghubunginya .
Sementara Arnold melangkah menuju kursi kebesarannya dengan Arumi yang duduk di kursi seberang pria tersebut.
"Ada apa, Kak?" tanya Arumi tersenyum. Wanita itu menatap Arnold yang masih mengatur nafasnya.
Arnold menghela nafas, lalu menatap wajah Arumi intens. "Kenapa matamu bengkak?" Arnold menjawab pertanyaan Arumi dengan pertanyaan setelah memperhatikan wajah sahabatnya tersebut.
Deg
Arumi mencoba bersikap biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu di antara keduanya. "Entahlah … Sepertinya ada serangga yang menggigitnya tadi malam," ucap Wanita itu tersenyum.
"Tapi kamu seperti orang yang habis menangis? Apa semalam terjadi sesuatu?" tanya Arnold menatap Arumi dengan kening yang mengerut.
"Se - semalam … semalam …" jawab Arumi gelagapan.
"Semalam kenapa?" tanya Arnold yang makin penasaran dengan tingkah Arumi yang tampak menyembunyikan sesuatu.
"Hm … Hm ... " jawab Arumi bingung.
__ADS_1
"Aku lupa, terakhir yang aku ingat aku membawamu ke kamar hotel dan setelah itu aku tidak ingat apapun." Arnold tidak mengalihkan tatapannya dari Arumi.
"Kamu kemana? Kenapa bisa aku yang tidur di kamar hotel itu? Kamu juga pergi tanpa pamit," Arnold menyerang Arumi dengan beberapa pertanyaan.
"Aku pulang tadi malam, Kak! Iya, aku pulang!" jawab wanita cengengesan.
"Pulang?" tanya Arnold yang semakin mengerutkan kening.
"Kapan kamu sadar?" tanya Arnold lagi.
"Hm … aku bangun saat Kakak sudah tidur di kamar hotel itu. Karena kita bukan suami istri jadi aku memilih pergi meninggalkan Kak Arnold di sana!" ucap wanita itu dengan senyum kaku.
Arnold terus menatap Arumi dengan wajah penuh curiga. "Kenapa Kak Arnold menatapku seperti itu?" tanya Arumi seraya mengalihkan tatapannya.
"Jadi Kakak tidak percaya padaku? Bukankah kita sahabat? Sebagai seorang sahabat seharusnya kita harus saling percaya. Jika Kakak seperti ini maka sama saja Kakak tidak mempercayaiku!" ucap Arumi dengan wajah kesal.
Arnold tersenyum melihat wajah kesal Arumi. "Baiklah, aku percaya padamu. Tidak seharusnya aku seperti ini. Maafin aku!" ucap Arnold menatap wajah Arumi lembut.
"Tapi kamu harus janji padaku, kamu harus cerita jika ada sesuatu yang penting, aku sudah menganggapmu sama seperti Rainy~ adikku, dan rasa rinduku padanya terobati saat dekat denganmu," ucap Arnold.
"Terima kasih, Kak!" jawab Arumi tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu aku permisi ke ruanganku dulu, Kak!" pamit wanita itu tersenyum.
Arnold mengangguk, lalu Arumi pun beranjak dan melangkah meninggalkan ruangan pria itu dengan langkah cepat.
Setelah itu Arumi langsung pergi ke toilet dan menutup pintu, lalu menangis di balik pintu dengan tangisan pilunya.
"Tidak, aku tidak boleh cengeng, aku harus kuat. Lagi pula cinta tidak harus memiliki, cukup bisa mengenal orang sebaik Kak Arnold saja aku sangat bersyukur, karena tanpanya mungkin aku sudah tiada." Arumi tersenyum, lalu mencuci mukanya.
Sementara Arnold hendak ingin menghubungi Doni untuk mencari tahu tentang kebenaran, namun ia urungkan karena teringat dengan ucapan Arumi, bahwa seorang sahabat harus mempercayai ucapan sahabatnya, hingga ia mengurungkan niatnya.
"Jika aku mencari tahu kembali, berarti aku tidak mempercayai Arum, baiklah aku harus percaya. Apapun yang dia sembunyikan aku yakin itu yang terbaik!" gumam Arnold.
Setelah itu, Arnold melanjutkan kegiatannya. ia membuka laptop dan mengecek berkas-berkas yang bertumpukan di meja kerjanya tersebut.
Namun, ketikannya terhenti saat bayangan ia melakukan sesuatu dengan Regita, kembali melintas di pikirannya.
"Tidak, tidak! Aku harus menanyakan semua ini pada Regita bahwa apa yang aku alami hanyalah mimpi."
"Mungkin saja aku melakukan hubungan itu setelah kepergian Arumi. Aku harus menanyakan ini Pada Gita untuk memastikan semuanya, jika dia tidak ada di hotel itu mungkin saja apa yang ku alami benar-benar mimpi!" gumam pria itu seraya membereskan berkas-berkasnya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut.
...🌺🌺🌺🌺🌺...
__ADS_1
...TBC...