
"Siang semua ... !"
Regita berdiri di ambang pintu dengan senyum yang merekah.
Deg
Arumi terkejut melihat kedatangan Regita, wanita itu melangkah mendekati keluarganya, lalu ia mengerutkan kening saat melihat Arumi dan Arjuna.
"Kak Adit, apakah dia calon istri Kakak?" tanya Regita seraya menatap Arumi intens. Lalu ia duduk di salah satu tempat duduk yang masih kosong.
"Iya, dia calon istri dan anakku!" ucap Adit dengan senyum tulusnya.
"Entahlah, aku merasa aku pernah bertemu dengan calon istri kakak sebelumnya, tapi aku lupa!" ucap Regita dengan bibir yang tertarik ke atas.
Deg
Arumi terkejut setelah mendengar ucapan Regita, meskipun sebelumnya ia dan Arnold belum pernah menjalin hubungan, tapi entah kenapa ia merasa grogi saat bertemu dengan wanita yang pernah menjadi kekasih Arnold itu.
"Aku Regita, kalau Kakak ipar namanya siapa?" tanya Regita dengan senyum yang mengembang.
Arumi pun membalas senyuman Regita dengan wajah kakunya. "Aku Arumi!" jawab Arumi.
Deg
"Sekarang aku ingat dia siapa?" Regita menatap Arumi dengan senyum kakunya.
Lalu, wanita itu beralih menatap Arjuna yang duduk di samping Arumi. "Apa dia anak kandung kakak ipar?" tanya Regita seraya menatap Arjuna lembut.
"Iya Tante! Namaku Arjuna!" jawab Arjuna dengan wajah datar.
"Kamu tampan sekali, Nak!"
"Wajahmu juga sangat mirip dengan Arnold, aku yakin kamu adalah putranya meskipun aku tidak tahu itu!" Regita membatin seraya menatap Arjuna intens.
"Kenapa Tante? Apa ada yang aneh dengan Arjuna?" tanya Arjuna seraya menatap Regita dengan alis yang dinaikkan sebelah.
"Tidak apa-apa, Sayang? Tante hanya terpesona melihat wajah tampan Arjuna," jawab Regita.
"Apa Regita menyadari bahwa wajah Arjuna mirip dengan wajah Kak Arnold? Ah, tidak-tidak, itu tidak mungkin!" Arumi membatin seraya menatap Regita dengan senyum kaku.
"Mana suamimu, Git?" tanya Adit seraya menatap adiknya intens.
__ADS_1
"Suamiku masih di luar, Kak! Menunggu seseorang yang katanya ingin menemui Kak Brata karena ada sesuatu yang sangat penting tentang kerjasama," jawab Regita.
"Siapa?" tanya Brata seraya menatap adik iparnya penuh tanya.
"Nanti Kak Brata tau sendiri! Kalau tidak salah dia ingin membicarakan kerja sama tentang perusahaan di Singapore!" jawab Regita dengan senyum kakunya.
"Kamu suruh tunggu di sini saja! Nanti biar dia langsung masuk jika sudah sampai!" Ryan menyela ucapan Regita dan menantunya tersebut.
"Baik, Dad!" jawab Regita.
Lalu, wanita itu mengambil ponsel di tas yang ia bawa. Lalu, setelah itu ia menghubungi Regan menyuruhnya masuk atas perintah sang Daddy.
"Siapa suami Regita? Apakah Kak Arnold?" batin Arumi dengan jantung yang berdetak tak karuan.
"Selamat siang semua!" ucap Regan yang muncul dari balik pintu setelah Regita menghubunginya.
"Sini, Sayang!" Regita tersenyum menatap suaminya penuh cinta, hingga membuat Arumi bingung melihatnya.
"Jadi Kak Arnold menikahi wanita yang ada di TV beberapa Minggu lalu? Sekarang aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi di sini, tapi aku bersyukur, setidaknya Kak Arnold dan Regita sama-sama bahagia, selain itu aku juga tidak perlu bertemu Kak Arnold terlalu sering jika dia tidak menikah dengan Regita!"
"Kak Arum, Kak Arum tidak apa-apa?" tanya Regita seraya menatap Arumi yang selalu menatapnya aneh.
Deg
Seketika perasaan bersalah muncul kembali dari pria itu setelah melihat Arumi, dan rasa bersalahnya semakin besar saat melihat seorang anak kecil di samping Arumi dengan wajah yang sangat mirip dengan Arnold.
"Dia siapa?" tanya Regan seraya menatap Arumi dengan wajah pucat.
Regita tersenyum kaku saat melihat sang suami yang berwajah pucat, ia tahu pasti apa yang dirasakan suaminya tersebut.
"Dia Kak Arumi, calon kakak iparku!" jawab Regita dengan wajah tertunduk.
"Maksudnya?" tanya Regan seraya menoleh pada sang istri.
"Dia calon istri Kak Adit," jawab Regita.
Tanpa di sadari oleh semua orang ada seseorang yang terkejut mendengar ucapan Regita dari ambang pintu.
"Tidak ... ! Itu tidak mungkin," ucap seorang pria dengan wajah terkejut.
Semua orang reflek menatap arah suara itu, seorang pria yang baru tiba di rumah tersebut.
__ADS_1
"Kak Arnold?" Seketika air mata Arumi menetes melihat orang yang dicintainya muncul tiba-tiba.
Wanita itu reflek berdiri dan melangkah mendekati pria itu karena rasa rindu yang ia tahan selama bertahun-tahun, ia melupakan segalanya dan tidak sadar dengan keadaan sekitar.
Begitupun dengan Arnold, pria itu juga melangkah mendekati Arumi, lalu memeluk wanita itu dengan begitu eratnya.
Sepasang orang yang saling mencintai itu saling berpelukan melupakan orang di sekitarnya dengan suara tangisan pilu dari kedua orang tersebut.
Arumi terus menangis terisak-isak dengan Arnold yang juga menangis seraya memejamkan mata menikmati kerinduan yang mendalam pada wanita itu.
"Aku merindukanmu, Arum! Aku sangat merindukanmu!" ucap Arnold dengan air mata yang membanjiri wajahnya.
"Aku juga, Kak! Aku juga sangat merindukanmu!" jawab Arumi tanpa sadar dengan keadaan sekitar.
Sementara Adit tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, ia meneteskan air matanya melihat orang yang ia cintai memeluk dan dipeluk pria lain di hadapannya.
Regan dan Regita yang mengetahui tentang perjalanan kisah sepasang orang yang saling mencintai itu juga ikut menangis dengan Regita yang menyandarkan kepalanya pada Regan.
Ryan, Roy dan Rani yang terkejut memilih diam dan mencoba memahami apa yang terjadi.
Sementara Putri langsung mengepalkan tangannya melihat pemandangan itu, ia tidak terima melihat sang adik dipermainkan oleh Arumi.
Namun, ia masih memilih diam menyaksikan itu, sementara Brata dan Regina hanya saling melirik karena mereka tidak mengetahui tentang yang terjadi.
Arjuna yang juga bingung dengan sikap mommynya yang tiba-tiba menangis dan tiba-tiba memeluk seorang pria yang tidak ia kenali, ia melangkah mendekati kedua orang yang berpelukan itu.
"Mommy ... !" Panggil Arjuna dengan kening yang mengerut.
Arnold dan Arumi menoleh pada Arjuna, dan mereka pun reflek melepaskan pelukannya setelah melihat seorang anak kecil yang berdiri seraya menatap keduanya.
"Dia siapa?"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 🥰
Jangan lupa like komen and Vote seikhlasnya 🙈
Miss you ❤️
__ADS_1