Ditinggalkan Di Malam Pertama

Ditinggalkan Di Malam Pertama
Hantu makan orang


__ADS_3

Ke esokan harinya, Adit datang untuk menjemput Arumi, ia ingin mempertemukan Arumi dengan keluarganya setelah ia memberi kabar pada seluruh keluarganya tak terkecuali Regita.


Setelah beberapa menit menunggu di ruang tamu, Arumi keluar dari kamarnya dan melangkah mendekati pria tersebut. Lalu, ia duduk di seberang Adit seraya menatap pria itu dengan senyum kakunya.


"Dit, apakah aku boleh mengajak Arjuna?" tanya Arumi seraya menatap Adit lekat.


"Aku tidak tega jika harus meninggalkan dia di apartemen ini, aku takut dia nekat keluar!" ucap Arumi tersenyum.


Adit membalas senyuman Arumi sambil menganggukkan kepalanya. "Arjuna juga harus ikut karena dia juga akan menjadi anakku, jadi dia harus mengenal keluargaku," ucap Adit.


Arumi pun juga tersenyum mendengar jawaban pria itu. Ia merasa beruntung karena mempunyai calon suami yang sangat baik dan bisa menerima Arjuna sebagai putranya.


"Terima kasih, Dit!" ucap Arumi yang masih mengembangkan senyum.


"Kamu terlalu banyak berterima kasih setiap berbicara denganku, padahal apa yang kulakukan adalah sesuatu yang memang harus kulakukan untuk calon istri dan anakku!" ucap Adit lembut.


Arumi merasa bersalah pada pria itu karena ia belum bisa mencintai Adit karena hatinya tidak bisa berpaling dari ayah dari anaknya tersebut.


"Apa yang bisa ku ucapkan padamu selain 'Terima kasih?" tanya Arumi seraya menatap pria itu dengan senyum lembutnya.


Adit semakin mengembangkan senyumnya mendengar pertanyaan orang yang dicintainya. "Kamu tidak perlu mengatakan apapun, kamu bisa menerimaku saja, itu sudah menjadi sebuah keberuntungan bagiku!" ucap Adit seraya menatap Arumi lekat. Sementara Arumi mengalihkan tatapannya karena merasa aneh di tatap pria itu.

__ADS_1


"Mom, Juna sudah siap!" ucap Arjuna yang baru keluar dari kamarnya. Bocah kecil itu menatap sang mama dengan senyum yang mengembang.


"Kamu bisa mandi sendiri, Nak?" tanya Adit seraya menatap Arjuna yang melangkah mendekat pada Arumi.


"Iya, Om!" jawab Arjuna dengan senyum yang mengembang.


"Ya sudah, ayo kalau kalian sudah siap!" ajak Adit seraya menatap Arjuna dan Arumi bergantian.


Arumi pun menganggukkan kepalanya seraya menarik pergelangan tangan Arjuna, menuntun putra kecilnya itu menuju mobil Adit.


Adit pun membukakan pintu mobil untuk Arjuna dan Arumi. "Mama duduk di belakang saja sama Juna. Juna pengen tiduran di pangkuan Mommy!" ucap Arjuna seraya menatap Arumi dengan wajah memohon.


Arumi menatap Adit, ia merasa tidak enak pada pria itu, karena jika Arumi duduk di belakang, maka pria itu akan terlihat seperti sopir.


"Kamu nggak apa-apa duduk di depan sendiri?" tanya Arumi tersenyum kaku.


"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Adit balik.


"Tau nih Mama, sekarang siang hari, jadi mana mungkin ada hantu, hantu itu datang hanya dalam kegelapan, Ma! Lagian, nggak ada ceritanya hantu makan orang hidup!" ucap Arjuna dengan wajah polosnya.


Adit semakin mengembangkan senyumnya mendengar ucapan bocah kecil itu.

__ADS_1


"Rasanya aku tidak percaya kalau Arjuna umur 5 Tahun, Rum! ucap Adit seraya menatap Arjuna yang melangkah masuk ke dalam mobil.


"Kenapa begitu?" tanya Arumi dengan kening yang mengerut serta senyum yang selalu terlukis di bibirnya.


"Setiap ucapan yang dia lontarkan, pasti cara bicaranya seperti orang dewasa. Aku jadi penasaran, siapa papanya Arjuna?" ucap Adit tanpa sadar.


Deg


Arumi terkejut mendengar ucapan Adit, wanita itu tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya, karena papa dari sang buah hati tidak pernah tahu bahwa ia memiliki seorang putra dengan wanita itu.


"Mama, ayo masuk!" teriak Arjuna yang menunggu Arumi di mobil tersebut.


Arumi yang melamun, kini lamunannya buyar karena panggilan dari putranya tersebut. "Iya, Sayang!" jawab Arumi.


"Ya sudah, aku masuk dulu!" ucap Arumi pada Adit yang masih berdiri di samping mobilnya tersebut.


Adit pun menganggukkan kepalanya, mempersilahkan wanita itu masuk. Lalu, Adit menutup pintu mobil itu dan mengitari mobilnya untuk duduk di kursi kemudi.


Setelah itu, Adit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hingga membuat Arumi dan Arjuna merasa nyaman berada di mobil pria itu.


❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


TBC


__ADS_2