Ditinggalkan Di Malam Pertama

Ditinggalkan Di Malam Pertama
Nikmat yang terlarang


__ADS_3

Arnold membelai pipi Arumi yang ia kira Regita. Lalu, pria itu tidur di samping Arumi dengan mata yang terus menatap wajah Arumi dengan sudut bibir yang terangkat ke atas.


"Aku mencintaimu, Gita. Aku mencintaimu!" Pria itu mengelus pipi Arumi hingga wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya. Lalu wanita itu menoleh hingga membuat mata keduanya bertemu.


Kesadaran Arumi kembali pulih, namun berbeda dengan Arnold~ pria itu semakin meracau tidak jelas. 


Arumi pun hendak bangkit dari tempat tidur tersebut, namun Arnold menarik tubuh wanita itu hingga Arumi jatuh pada dada bidangnya.


Dan saat Arumi mendongak, tatapannya bertemu dengan netra Arnold, pria itu tersenyum menatap wajah wanita itu, yang membuat Arumi juga ikut menarik kedua sudut bibirnya.


"Aku mencintaimu," ucap Arnold dengan menatap wajah Arumi penuh cinta hingga membuat wanita itu dipenuhi dengan kebahagiaan. 


Setelah itu Arnold membalik tubuh Arumi hingga wanita itu berada di bawah kungkungan pria tersebut.


"Aku mencintaimu," ucap Arnold kembali hingga membuat Arumi tersenyum dengan wajah yang merona merah.


"Aku juga mencintaimu," ucap Arumi dengan pancaran wajah yang dipenuhi dengan kebahagiaan.

__ADS_1


Arnold pun tersenyum, lalu semakin mendekatkan bibirnya pada bibir wanita itu, hingga bibir keduanya tersentuh dengan sempurna yang membuat Arumi memejamkan matanya tanpa sadar. 


Perlahan tapi pasti, Arnold semakin memperdalam lumatannya hingga membuat nafas keduanya tersengal. 


Arnold semakin menurunkan ciumannya dengan tangan yang meraba-raba ke seluruh area sensitif Arumi, dan pada malam itu pun mereka merasakan nikmat dunia yang terlarang.


Arnold menatap wajah Arumi setelah mereka melakukannya, dan mengecup kening wanita itu penuh kelembutan.


"Terima kasih, Sayang!" 


"Aku sangat mencintaimu Gita, sangat mencintaimu!" ucap Arnod. 


Bagaikan disambar petir di siang bolong, Arumi sangat terkejut mendengar ucapan Arnold hingga membuat wanita itu diam tanpa kata. Sedangkan Arnold langasung ambruk di samping wanita itu dan memejamkan matanya hingga terbawa ke alam mimpi. 


Arumi pun bangkit dari tempat tidurnya, lalu menghapus air matanya yang terus jatuh tanpa bisa ia cegah.


"Tidak, aku tidak boleh rapuh. Kak Arnold tidak sengaja melakukan ini, aku harus mengembalikan penampilan Kak Arnold agar Kak Arnold tidak curiga kalau kita pernah melakukan hubungan terlarang ini." Arumi memakai bajunya kembali dengan Air mata yang terus mengalir. 

__ADS_1


Setelah itu ia memakaikan pakaian Arnold perlahan hingga pria itu kembali rapi dan mengambil sprei kasur yang ada noda merahnya dan menggantinya dengan yang baru dengan meminta pada pelayan hotel tersebut.


Setelah itu, Arumi meninggalkan hotel dengan membawa luka yang mendalam. 


__________


Ke esokan harinya.


Arnold mengerjap-ngerjapkan matanya, ia melihat sekelilingnya. Ia terkejut hingga membuat pria itu langsung beranjak setelah mengingat kejadian-kejadian yang ia alami. 


"Tidak, aku tidak mungkin meniduri Regita." Arnold melihat bajunya yang terlihat masih utuh, dan melihat Sprei, mencari bukti bahwa ia tidur dengan seorang wanita di kamar hotel tersebut. 


Namun, ia tidak menemukan bukti apapun hingga membuat pria itu bernafas dengan lega.


"Syukurlah … aku hanya mimpi, " ucap Arnold seraya mengelus dadanya.


"Tapi aku harus memastikan ini semua pada Arumi, aku ingin menanyakan padanya karena terakhir yang aku ingat, aku mengantarnya ke kamar hotel ini, tapi malah aku yang ketiduran!" ucap Arnold seraya beranjak dari tempat tidur itu. 

__ADS_1


...🌺🌺🌺🌺🌺...


...TBC...


__ADS_2