Dr Josh and his sleeping wife

Dr Josh and his sleeping wife
Chapter 13


__ADS_3

Beberapa hari setelah nya, Joshua berniat pergi ke kampusnya untuk mengikuti pelajaran demi kelulusan nya, sebelum pergi, dia menyempatkan diri turun ke basement untuk menemui Philia yang ada di dalam tabung,


“Philia, aku pergi dulu, nanti pulang ku bawakan bunga ya.....sampai nanti.” Ujar Joshua sambil memegang kaca tabung nya.


Setelah itu, dia kembali ke atas dan setelah mengunci pintu, dia keluar dari rumah. Seperti biasa, Joshua berjalan kaki menuju kampus nya walau letak kampus nya agak sedikit jauh dari komplek tempat dia tinggal. Dia berjalan sambil mendengarkan musik dari smartphone nya menggunakan earphone. Dia melihat ke langit,


“Hari yang cerah.....kalau di pikir pikir, kehidupan ku sebagai Kyosuke di jepang dan kehidupan sekarang tidak ada bedanya, hanya saja dulu aku ke makam sebelum berangkat kuliah, sekarang aku ke basement.....kali ini pasti....tunggu ya Yuki.” Ujar Joshua dalam hati nya.


Selagi berjalan, tiba tiba beberapa orang berlari melewati nya, dia melihat ke depan, ternyata di depan nya ada kerumunan di depan sebuah restoran. Karena penasaran, dia melepas earphone nya dan bertanya kepada salah seorang pria yang sedang melihat ke dalam,


“Permisi pak, ada apa ?” Tanya Joshua.


“Maaf pak, aku sediri tidak tahu.....” Jawab pria itu.


Karena terlalu ramai dan terlalu banyak orang, Joshua mengurungkan niatnya untuk mencari tahu, dia melewati kerumunan dan terus berjalan, ketika dia mau memasang kembali earphone nya,


“Tolong....apa ada dokter di sini ? atau bidan ? tolong....” Teriak seorang pria yang baru keluar dari dalam restoran.


Langkah Joshua terhenti, dia berbalik, tapi hatinya berkecamuk antara menolong dan pergi menjauh, akhirnya karena sifatnya yang memang baik dan senang menolong orang lain, dia melangkah kembali ke kerumunan.


“Mungkin aku bisa bantu....” Ujarnya sambil mengangkat tangan.


“Anda dokter ? cepat ikut saya ke dalam, kondisi nya sudah gawat.” Ujar pria yang ternyata manager restoran itu.


Pria itu langsung menarik tangan Joshua dan membawanya ke dalam restoran menerobos orang banyak. Pria itu membawa Joshua masuk ke kantor karyawan, sepanjang jalan ke dalam, dia melihat banyak sekali air kekuningan dan darah berceceran di jalan. Ketika masuk ke dalam, dia melihat seorang pelayan wanita yang sedang hamil dan pingsan terbaring di sofa. Kaki nya sudah membuka dan perutnya sudah teramat besar, sepertinya dia berusaha melahirkan tapi tidak kuat atau ada masalah. Joshua menaruh tasnya, dia langsung memeriksa pelayan yang pingsan itu. Dia memegang kening pelayan itu, membuka matanya yang terpejam dan membuka mulutnya, kemudian dia memeriksa perut pelayan itu, dia melihat ada yang bergerak di dalam perut nya.


“Ini gawat....dia tadi memaksa untuk melahirkan secara normal ya ?” Tanya Joshua.

__ADS_1


“I..iya dok, tadi ketuban nya pecah dan ada pendarahan, kemudian dia mengerang kesakitan, lalu dia bilang mau melahirkan, kita sudah telepon ambulan, tapi armadanya masih berada di luar, jadi mau tidak mau kita harus menunggu....” Ujar seorang pelayan paruh baya yang sepertinya mencoba membantu pelayan yang sedang hamil itu.


Joshua melihat pinggang pelayan itu, ternyata pinggang nya kecil dan agak sulit untuk melahirkan normal dalam kondisi seperti itu, dia melihat sekeliling, kemudian dia berdiri dan membuka tas nya, dia memeriksa barang bawaan nya. Kemudian,


“Di sini ada kotak p3k ?” Tanya Joshua.


“Ada dok.....mau buat apa ?” Tanya manager.


“Bawa kesini, aku butuh pisau dan nampan, tolong panaskan pisaunya menggunakan kompor....sampai memerah, lalu bawa es yang banyak, baskom berisi air dan handuk tebal.....cepat.” Ujar Joshua.


“Ba..baik dok...kalian dengar kan, cepat kerjakan...” Teriak manager.


Para pelayan, koki dan asisten dapur langsung berpencar mencari dan membawakan barang barang yang di minta oleh Joshua. Setelah itu, dia mengosongkan meja kerja yang ada di ruangan itu dan menaruh bantalan sofa di atasnya, dia menyusunnya sehingga nampak seperti tempat tidur,


“Bantu aku memindahkan nya ke sana....” Ujar Joshua.


“Aku mulai....tolong pegangi kepalanya supaya lurus menghadap ke atas.” Ujar Joshua.


Dia mulai menaruh es es yang banyak di perut bagian bawah yang sudah membesar itu. Setelah perut menjadi dingin dan kebal, dia langsung membuka perutnya menggunakan pisau yang sudah di steril dengan di panaskan, kemudian, dia mulai mengeluarkan bayi yang ada di dalam perut secara perlahan, posisi bayi di dalam perut dalam keadaan sungsang yaitu posisi kepala di atas dan kaki di bawah, di tambah pinggang pelayan itu yang kecil membuat sang bayi sedikit terjepit. Sehingga memang dari awal mustahil untuk proses kelahiran normal dan membuat ibunya pingsan.  Dengan sangat hati hati, Joshua menarik bayi nya keluar melalui perut yang berlubang.


“Oeeek...oeeeek...oeeek....” Seorang bayi laki laki sehat lahir, setelah menarik keluar ari ari nya, Joshua memotong tali pusarnya menggunakan pisau yang sudah steril untuk mencegah infeksi, kemudian dia mengambil alkohol dari kotak p3k untuk membersihkan luka di perutnya mecegah infeksi. Setelah itu, dia mengeluarkan jarum dan benang dari tasnya dan menutup kembali luka di bagian bawah perut yang sudah mengempis dengan cepat.


Setelah selesai, Joshua langsung memeriksa kondisi pelayan yang pingsan, dia menghitung detak jantung dan denyut nadi nya, setelah semua nya normal. Dia melihat jam tangan nya dan operasi darurat yang di lakukan memakan waktu dua setengah jam. Joshua menghela nafas karena lega tugas nya sudah selesai,


“Baiklah, sekarang ibu dan anak sudah selamat, tolong langsung segera ke rumah sakit untuk mendapat kan perawatan lebih lanjut....” Ujarnya.


Tapi tidak ada yang menanggapi nya, karena semua yang ada diruangan, mulai dari manager, para pelayan, dua orang koki dan para asisten dapur semua bengong melihat dirinya.

__ADS_1


“Haah..lagi lagi...tolong dengarkan aku, begitu ambulan datang, tolong langsung bawa dia dan bayinya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut....dengar dong.” Teriak Joshua.


“Ah maaf dokter....terima kasih sekali dokter...” Ujar manager.


“Baiklah, aku pergi....aku harus kuliah.” Balas Joshua.


“Eh.....nanti dulu dok, kalau di tanya sama pihak rumah sakit bagaimana ?” Tanya manager.


“Bilang saja sudah lahir......bye.”


Joshua langsung lari keluar dari restoran sambil melepas sarung tangan dan membuang nya. Sementara di dalam,


“Eh ada yang tahu tidak nama dokter tadi ? kayaknya kita lupa tanya namanya....” Ujar manager.


Para pelayan, koki dan asisten koki menggelengkan kepala, tidak ada satu orang pun yang terpikir untuk bertanya nama dokter di depan mereka. Tak lama kemudian ambulans datang, para petugas medis langsung membawa pelayan yang masih belum sadarkan diri dan bayi nya ke rumah sakit untuk di rawat, manager restoran selaku penanggung jawab, ikut mengantar pelayan itu di ambulans. Sesampai nya di rumah sakit terbesar di kota, Stephen  sedang bertugas di ruang gawat darurat, setelah manager menceritakan apa yang terjadi, Stephen memeriksa pelayan yang masih tidak sadarkan diri tapi wajah nya terlihat tenang dan memeriksa kondisi bayi nya yang sehat, di letakkan di dalam inkubator. Begitu melihat jahitan di perut pelayan itu,


“Manager, boleh tanya ? dokter yang mengoperasi ibu ini seperti yang kamu ceritakan tadi, ciri cirinya memiliki rambut hitam berantakan dan orang nya tinggi, benar tidak...” Ujar Stephen.


“Um..iya dok, benar, tubuhnya lumayan tinggi dan kekar.....” Ujar manager.


“Hahahaha....baiklah, aku tahu dokter itu, tapi tolong rahasiakan ya, dia orang nya rendah hati dan tidak mau populer.” Ujar Stephen.


“Aku mengerti, pantas dia langsung lari tadi, katanya mau kuliah...memang siapa dia sebenarnya dok ?” Tanya manager penasaran.


“Maaf tapi aku tidak bisa mengatakan nya, hanya saja kalian beruntung dia ada di dekat sana ketika kejadian.....” Jawab Stephen.


“Dokter yang misterius ya dok....” Balas manager.

__ADS_1


“Hahaha benar, misterius dan hebat...” Balas Stephen.


__ADS_2