
Calvin langsung mengeluarkan smartphone dari saku nya, dia menekan nekan smartphone dan meletakkan nya di telinga, kemudian terdengar seorang mengangkat telepon nya, dia menggunakan speaker supaya Joshua mendengar isi pembicaraan nya.
“Halo Calvin, ada apa ?” Tanya seorang pria di telepon.
“Bukan ada apa kan, anak mu ada di depan ku sekarang dan dia bingung, kamu tidak memberitahu apa apa padanya ya....” Teriak Calvin.
“Ah...Joshua sudah sampai rupanya....baguslah....” Jawab pria itu.
“Astaga kamu Johan, walau kita teman lama tapi jangan begini juga dong, kasihan kan anakmu, datang kesini dalam kondisi bingung....sekarang jelaskan semuanya padanya....” Teriak Calvin.
“Haaah....iya iya, Joshua, kamu dengar, mulai hari ini Calvin adalah mertua mu ya, anaknya adalah istrimu, kalian sudah di nikahkan dari sejak kalian kecil, kamu ingat kan waktu itu....ah benar juga, kamu baru 1 tahun, jelas tidak ingat. Yah pokok nya begitu ya....papa masih ada kerjaan, papa tutup ya, bye...tuuut...tuuut...”
“Um....aku belum jawab apa apa....” Ujar Joshua.
“Haduuuh....memang begitu papamu.....ya sudah lah, biar om saja yang jelaskan.” Balas Calvin.
Akhirnya Calvin menjelaskan, kalau mereka sudah mengikat Joshua dengan putri semata wayang Calvin yang bernama Philia dalam pernikahan di antara kedua orang tua ketika keduanya baru berumur 1 tahun. Tujuan nya untuk mempererat persahabatan dan menjadi saudara.
“Waduh, aku benar benar tidak ingat apa apa om.....” Balas Joshua sambil memegang kepala dengan kedua tangan nya.
“Wajar kalau kamu tidak ingat apa apa, aku pernah bertemu dengan mu satu kali ketika kita makan malam bersama dan menandatangani perjanjian pernikahan kalian berdua.....sekarang sudah paham kan...” Ujar Calvin.
“Tapi om, aku masih mau kuliah....aku mau jadi dokter.” Ujar Joshua.
“Aku tahu, makanya aku suruh ke kota ini supaya kamu masuk universitas kedokteran yang paling bagus seantero negeri ini...aku tidak minta kamu untuk langsung menjadi suami dan bekerjan demi memenuhi keluarga mu kelak, aku justru mau kamu mengejar mimpi mu....” Ujar Calvin.
__ADS_1
“Begitu ya om.....aku masih bingung....” Jawab Joshua menunduk.
“Yah wajar lah, papamu memang kelewatan tidak memberitahu apa apa padamu. Tapi aku mengerti, dia sedang berusaha mencari obat untuk menyembuhkan anak ku Philia dan menantunya.” Ujar Calvin.
“Eh...memang Philia sakit apa om ?” Tanya Joshua.
Calvin terdiam, dia sedikit menunduk dan menopang dagunya dengan kepalan tangan nya dan berpikir, kemudian dia berdiri,
“Ikut aku....” Ujar nya.
Joshua berdiri, mereka keluar dari ruang tamu dan masuk ke dalam rumah, Calvin mengajak Joshua pergi ke basement, ketika turun, Joshua merasakan hawa dingin yang menusuk tulang tapi dia tetap mengikuti Calvin yang berjalan di depan nya. Setelah berjalan menelusuri lorong yang dingin, akhirnya mereka sampai di sebuah pintu yang terbuat dari baja, Calvin menekan kata sandi di alat yang berada persis di sebelah pegangan pintu dan “Cklek.” Kunci yang menutup pintu itu terbuka. Calvin mengajak Joshua masuk ke dalam, begitu sampai di dalam, Joshua sedikit kaget, dia melihat sebuah tabung pendingin besar berisi seorang gadis berparas cantik dan berambut hitam yang sedang tertidur di dalam tabung.
“Dialah istrimu....Philia...” Ujar Calvin.
Joshua memandangi wajah Philia yang tidur di dalam tabung pendingin. Dia maju mendekat dan memegang tabungnya. Muncul perasaan aneh di hatinya yang belum pernah dia rasakan sebelum nya. Air matanya tiba tiba menetes tanpa dia sadari dan mulutnya terbuka.
“Eh...kamu bicara apa Joshua....” Ujar Calvin di sebelah nya yang bingung mendengar ucapan Joshua.
“Oh tidak om.....maaf, tapi aku merasa mengenal nya sejak lama....” Balas Joshua.
“Hahaha memang kamu sudah kenal dia, kan waktu itu kamu memang sudah bertemu dia waktu umur 1 tahun...sekarang kalau di hitung, kamu dan Philia sudah berumur 18 tahun kan, waktu yang cukup lama......” Ujar Calvin tertawa.
“Oh hahaha...benar juga ya om....” Balas Joshua kepada Calvin. Tapi di dalam hatinya, "Bukan itu maksudku om....aku sendiri tidak tahu kenapa aku bilang Yuki.....entah kenapa aku sangat mengenal gadis ini.....air mataku kenapa menetes seperti ini." Pikir Joshua bingung sambil membersihkan air matanya sambil memandangi tabung di depan nya.
“Ada yang mau aku perlihatkan padamu.....”
__ADS_1
Calvin berjalan menuju meja yang berada di sebelah tabung besar itu, dia mengambil sebuah buku catatan yang berada di atas meja, kemudian dia memberikan nya pada Joshua. Ketika membuka buku itu, Joshua sama sekali tidak mengerti isi buku itu karena di tulis menggunakan bahasa yang berbeda dari yang dia tahu.
“Um...buku apa ini om ?” Tanya Joshua.
“Itu buku yang di tulis Philia 2 tahun lalu sebelum dia masuk ke dalam tabung. Terus terang, om juga tidak mengerti arti tulisan nya, tapi sebelum masuk, dia sempat bicara sama om.....suatu hari akan datang orang yang bisa membaca buku mengenai dirinya. Begitu katanya....” Jawab Calvin.
“Hmm....begitu ya.....” Balas Joshua.
“Jadi bagaimana menurut mu, kamu tidak keberatan kan menjadi suami Philia ?” Tanya Calvin.
Mendapat pertanyaan seperti itu dari Calvin, Joshua kembali menoleh melihat Philia yang tidur di dalam tabung, dia mengamati nya dan menoleh melihat buku yang di tulisnya.
“Kalau boleh tahu, dia sakit apa om ?” Tanya Joshua.
“Begini, dia lahir dalam kondisi jantung yang lemah, aku sudah mengobati nya sampai keluar negeri tapi tidak ada yang bisa mengobati nya, diagnosa dokter dokter yang ku temui, Philia hanya bisa hidup sampai umurnya mencapai 17 tahun, itulah sebab nya papamu, Johan mengusulkan pada ku untuk membuatnya tidur di kapsul pembeku supaya waktu tidak berjalan sementara dia berusaha mencari obatnya.” Jawab Calvin.
Joshua terdiam, dia mendekat ke kapsul besar yang berada di depan nya, dia kembali memegang kapsul dengan telapak nya, setelah merenung sebentar, dia berbalik menatap Calvin.
“Baiklah om, saya bersedia menjadi suaminya, saya juga akan berkuliah di universitas kedokteran, saya akan mencari cara bagaimana memulihkan kondisi jantung nya supaya Philia bisa hidup dengan normal.” Ujar nya.
Mendengar perkataan Joshua, Calvin tersenyum dan matanya mulai berkaca kaca, dia langsung memeluk Joshua yang lebih tinggi dari padanya.
“Terima kasih anak ku, panggil aku papa, mulai hari ini aku adalah mertuamu...” Ujar Calvin.
“Baik....papa.....” Balas Joshua.
__ADS_1
Enam bulan pun berlalu, Joshua menjalani kehidupan nya sebagai mahasiswa di universitas yang tidak jauh dari komplek elit tempat nya tinggal, dia terkadang berkonsultasi dengan dokter dan para senior mengenai penyakit yang di derita istrinya. Walau belum membuahkan hasil, dia tidak putus asa dan terus mencari, alasan kenapa Joshua berusaha keras, itu karena dia merasa pernah mengenal Philia jauh sebelum dia di lahirkan. Rasa penasaran dan keingin tahuan nya sangat besar, sebab dia merasa akrab dengan Philia walau belum pernah saling berbicara satu kalipun dengan nya. Dia terus membuka buka buku yang dititipkan padanya oleh Calvin yang katanya di tulis Philia sebelum di tidurkan.