Dr Josh and his sleeping wife

Dr Josh and his sleeping wife
Chapter 9


__ADS_3

Joshua berjalan dengan cepat dan dia langsung membuka pintu kamar, dia menoleh dan melihat Marie melihat dirinya dengan pandangan yang sedih, dia menoleh lagi,


“Pulanglah, aku tidak mau melihat mu disini....” Ujar Joshua sambil melangkah masuk.


“Kak Joshua....ada hal penting yang mau aku katakan padamu...” Ujar Marie yang berdiri dan melompat ke depan pintu.


“Tidak ada yang perlu dibicarakan....pulang....” Ujar Joshua sambil menutup pintu.


“Aku tahu ada basement di rumah dan di dalam nya ada istri kakak....” Teriak Marie.


Pintu yang sudah mau menutup, berhenti, Joshua kembali membuka pintunya dan menarik tangan Marie supaya dia masuk ke dalam. Ketika pintu sudah di tutup, Joshua langsung menggebrak dinding pintu, persis di sebelah kepala Marie dengan kencang dan wajah yang sangat geram.


“Kamu tahu soal itu, lalu sekarang kamu mau mengancam ku...iya ?” Tanya Joshua dengan geram.


Wajah Joshua sudah menjadi merah, giginya mengertak saking geramnya, tangan nya mengepal dan siap menghantam Marie di depan nya. Tapi Marie memejamkan mata dan pasrah atas tindakan yang akan di lakukan Joshua terhadap dirinya. Melihat sikap Marie, Joshua akhirnya bertanya,


“Apa yang kamu tahu soal itu ?” Tanya nya.


Marie mengatakan, dua minggu setelah Calvin di nyatakan meninggal dan di makamkan, Marie masuk ke ruang kerja Calvin, dia mencari cari barang berharga milik Calvin karena di suruh mamanya dan dia melakukan nya ketika Joshua sedang berada di kampus, tanpa sengaja, dia menemukan secarik kertas di bawah meja kerja bertuliskan sederet angka. Selain itu, dia juga menemukan sebuah rancangan kapsul pendingin yang di masukkan ke dalam amplop coklat yang di tempel di bawah meja kerja. Awalnya dia tidak mengerti apa kegunaan berkas itu dan arti dari secarik kertas itu, tapi dia tetap menyimpan nya di ruang kerja di tempat dimana dia menemukan nya.


Ketika turun ke bawah, dia mendengar pembicaraan mamanya dengan pria yang bernama Tristan. Marie mengetahui apa tujuan mama nya dan Tristan masuk ke rumah Calvin, yaitu mencari teknologi mutakhir yang di ciptakan oleh doktor Johan Verden. Ketika Tristan menjabarkan detail teknologi itu, Marie langsung mengerti kalau yang dia lihat di ruang kerja itu adalah teknologi yang di maksud, karena dia tidak senang terhadap Tristan, dia langsung naik lagi dan mengamankan amplop itu, secarik kertas yang ada bersama dengan amplop itu dia kantungi dan dia membawanya.

__ADS_1


Keesokan harinya, tanpa sengaja, dia melihat Sophie turun ke basement, dia mengikuti Sophie dan mengamati nya dari jauh. Dia bersembunyi dan menunggu Sophie keluar dari basement. Setelah itu, dia masuk ke dalam dan menemukan pintu yang di kunci oleh kunci yang menggunakan sandi. Awalnya dia mencoba sembarang angka untuk membukanya, setelah berkali kali mencoba akhirnya dia menyerah dan kembali ke atas. Tapi karena rasa penasarannya yang besar, akhirnya dia setiap hari turun ke bawah dan mencobanya terus. Sampai suatu hari, ketika dia merogoh kantung nya, dia menemukan secarik kertas yang dia ambil di ruang kerja.


Dengan bergegas, Marie turun ke basement dan mencoba kombinasi angka yang tertera di secarik kertas tersebut. Ternyata yang tertulis di secarik kertas itu memang sandi yang di pakai untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka, dia mengintip ke dalam dan dia melihat teknologi yang di maksud Tristan ada di depan matanya dalam keadaan berfungsi dengan baik. Marie masuk ke dalam mendekati kapsul pendingin di depan nya, dia melihat ada seorang wanita cantik yang tertidur di dalam nya. Ketika dia membaca keterangannya, dia mengetahui kalau wanita itu adalah anak dari papa angkatnya dan istri dari Joshua.


Karena dia takut dan tidak mau berlama lama di bawah, dia berlari keluar dari basement, tapi baru saja dia sampai di atas, Tristan memergokinya, Marie tidak mengatakan apa apa kepada Tristan dan akhirya membuat Tristan turun ke bawah karena Marie yang tidak mau mengatakan apa apa, dia menemukan pintu itu tapi tidak bisa membukanya. Ketika dia bertanya pada Marie bagaimana cara membukanya, Marie tidak mengatakan apa apa, Tristan langsung menggeledah Marie dan menemukan secarik kertas di kantung Marie, sebelum sempat Tristan membacanya, Marie menyambar kertasnya dan langsung memasukkan ke mulutnya kemudian menelannya.


Tristan menjadi murka, dia langsung memukul Marie, memperkosanya dan merekam aksinya di basement persis di depan pintu yang tertutup. Setelah itu, Marie hidup dalam terror, setiap malam Tristan datang ke kamarnya dan menyiksanya sambil terus memperkosanya, walau begitu, Marie tetap tidak mau memberitahu Tristan sandi untuk masuk ke ruangan itu. Tristan menyebarkan foto dan video Marie yang dia rekam kepada para preman di sekolahnya, sehingga para preman itu setiap hari minta jatah kepada Marie bahkan sampai mengikuti nya ke rumah, selain itu dia juga menjajakan Marie kepada kolega dan teman teman nya. Ketika Marie ketahuan hamil, Tristan melimpahkan semua kesalahan nya kepada Joshua. Malam nya, ketika Tristan berada di kamar Marie, dia minta Marie menggugurkan bayi di dalam kandungan nya dan dia memberinya uang.


Joshua melihat wajah Marie dan gestur tubuhnya, dia yakin Marie tidak bohong, karena Joshua sudah terbiasa bertemu orang di kehidupan masa lalu nya, sehingga paling tidak dia bisa membedakan orang itu bohong atau tidak. Dia menyadari kalau sebenarnya Marie juga korban, jadi dia tidak menyalahkan Marie yang menunjuk dirinya semalam,


“Aku percaya.....terima kasih sudah melindungi Philia. Mama mu tahu soal ini ?” Tanya Joshua.


“Hmm berarti yang di katakan Sophie semalam benar ya....” Balas Joshua.


“Iya kak, dia berusaha mengatakan itu kepada mama semalam....tapi dia malah di pukul.” Balas Marie.


“Jadi ? sekarang apa yang mau kamu perbuat ? menggugurkan kandungan mu ?” Tanya Joshua.


Marie terdiam, dia menunduk dan menangis sambil mengepalkan tangan nya. Joshua memegang kedua pundak Marie,


“Aku tahu ini berat, tapi jujur saja, aku lebih berharap kamu melahirkan anak mu nanti dan jangan menggugurkan nya.” Ujar Joshua.

__ADS_1


“Iya kak...aku juga ingin nya seperti itu...tapi....aku harus kemana.” Balas Marie yang terlihat sangat kebingungan.


Tiba tiba pintu ruangan gawat darurat di buka, seorang wanita berpakaian perawat berdiri di depan pintu sambil bertolak pinggang,


“Perawat Natalie, siap membantu dokter Joshua....serahkan saja padaku...” Ujarnya.


Joshua dan Marie menatap Natalie yang sepertinya baru datang kembali ke rumah sakit dan langsung ke kamar Joshua.


“Hah...maksudnya apa lagi ?” Tanya Joshua.


“Maaf, tapi aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian....dan kira kira aku tahu ceritanya, aku bersedia menolong, dik Marie, kita ke desa ku, kamu akan tenang di sana.” Ujar Natalie.


“Benarkah....boleh kak ?” Tanya Marie menoleh kepada Joshua.


“Natalie, benar kamu mau bantu dia ?” Tanya Joshua.


“Benar, aku pernah merasakan berada di posisi yang sama....aku mengerti perasaan nya.” Ujar Natalie.


Karena melihat Natalie yang terlihat jujur dan meyakinkan, juga karena tidak ada pilihan lain, Marie setuju untuk pergi ke desa tempat tinggal Natalie.  Sebelum pergi, Joshua memberikan secarik kertas pada Marie berisi nomor smartphone nya dan minta Marie meninggalkan smartphone nya di ruangan nya. Dia juga minta supaya Marie membeli smartphone baru dan nomor baru, kemudian menghubungi nomornya. Setelah itu, Natalie mengatakan cuti beberapa hari kepada kepala perawat dan langsung pergi bersama dengan Marie menuju desanya. Setelah keduanya pergi,


“Aku harus mencari cara memindahkan Philia ke tempat yang jauh lebih aman dari di rumah....” Pikir Joshua.

__ADS_1


__ADS_2