
Setelah kejadian hari itu, kehidupan Joshua berubah total, sekarang dia tempatkan di halaman rumah, Tristan membuatkan rumah khusus yang hanya bisa di pakai untuk tidur, seperti seekor binatang peliharaan. Dia sama sekali tidak boleh masuk ke dalam rumah kecuali ke wilayah para pelayan dan dapur. Walau di perlakukan sebagai binatang, Joshua yang memiliki tekad baja terus berkuliah karena selain untuk mencari cara menyembuhkan Philia, dia juga bertekad untuk meneruskan pekerjaan papanya.
Keadaan di kampus juga tidak kalah memprihatinkan, Joshua kerap di bully oleh para seniornya yang merupakan kaki tangan Tristan di kampus nya. Dia sering di suruh suruh, di pukuli sampai di telanjangi dan fotonya di sebar di sosial media. Setiap hari pulang ke rumah, ada saja bagian tubuhnya yang memar dan lebam, biasanya dia langsung di rawat oleh Sophie dan suaminya yang merupakan security bernama Alfons. Sementara dia terus di siksa, Amira dan Tristan hidup dengan bergelimpangan harta, mereka sering mengadakan pesta di rumah dan mengundang tamu tamu penting yang merupakan pejabat negara, mereka kerap memperlihatkan peliharaan mereka yaitu Joshua kepada tamu tamu nya yang pada akhirnya menertawakan nya.
Anak Amira yang bernama Marie, sering membawa teman sekolah pria nya yang merupakan preman sekolah datang ke rumah, biasanya mereka langsung masuk ke dalam kamar dan keluar dengan wajah yang puas. Tidak hanya satu pria yang pernah di bawa Marie kerumah, dia sering membawa pria pria lain yang bahkan terlihat lebih tua dari nya. Dalam 3 bulan terakhir, Marie sudah berganti ganti pria sebanyak 12 orang, yang selalu masuk ke dalam kamarnya dan melakukan hal yang tidak bisa di ucapkan oleh kata kata. Sampai suatu hari, selagi Joshua berada di dalam “kamar” yang ada di halaman dan sedang membaca buku milik Philia yang di berikan Calvin padanya,
“Keluar kamu jongos....” Teriak Amira dari depan “kamar” nya sambil menggbrak atap nya.
Joshua yang tidak tahu apa apa, menyimpan bukunya di tempat rahasia yang ada di dalam “kamar” nya dan kemudian dia keluar, begitu di luar, Amira langsung menampar wajahnya dan membuat Joshua yang lemas karena jarang makan jatuh ke tanah,
“Kamu....kamu....siapa yang menyuruh kamu menyentuh Marie....” Teriak Amira sambil menunjuk Joshua yang jatuh dengan wajah sangat marah.
“Apa ? maksudnya apa ? aku tidak berbuat apa apa pada Marie.” Ujar Joshua sambil memegang pipinya.
“Bohong....Marie hamil, dia bilang kamu yang memperkosanya....mau berkilah apa lagi kamu....” Balas Amira.
Medengar suara ribut di halaman, Alfons dan Sophie langsung menghampiri Amira yang sedang marah marah di depan Joshua.
“Aku tidak berbuat apa apa.....aku selalu di sini....aku tidak pernah masuk ke dalam.” Teriak Joshua.
“Baik, kalau kamu tidak mau mengaku.....”
Amira berjalan masuk ke dalam rumah, tak lama kemudian, dia keluar dari dalam rumah sambil menarik tangan Marie dan membawanya ke hadapan Joshua. Tristan mengikuti nya dari belakang sambil membawa stik golf milik nya.
__ADS_1
“Marie...cepat katakan, siapa yang menghamili mu...” Teriak Amira.
Marie melihat Joshua, dia langsung mengangkat tangan nya dan menunjuk Joshua yang ada di depan nya. Melihat Marie menuduhnya, tentu saja Joshua langsung membela dirinya karena dia tidak pernah merasa melakukan nya,
“Bohong....aku tidak pernah berbuat apa apa...dia berbohong....” Teriak Joshua.
“Diam jongos....” Tristan yang memegang stik golf langsung mengayunkan stik nya ke pinggang Joshua dengan kencang.
Joshua yang di pukul langsung jatuh dan memegang pinggang nya yang terasa sangat sakit. Amira mengambil stik golf nya dan mengangkatnya ingin memukul Joshua, tapi Alfons langsung menghalanginya dan Sophie memeluk Joshua yang terjatuh,
“Kalian berdua minggir, atau kalian berdua ku pecat...” Teriak Amira.
“Pecat saja kami nyonya besar....tuan tidak salah...aku berani membela tuan.” Balas Alfons.
Tiba tiba Tristan mengambil stik golf dari tangan Amira dan menghantam kepala Alfons sampai Alfons jatuh terpelanting sambil memegang kepalanya, melihat suami nya jatuh tentu saja Sophie langsung menghampiri suami nya dan stik golf langsung mendarat di kepalanya membuatnya jatuh pingsan seketika. Amira menoleh kepada Tristan dengan wajah antara percaya atau tidak,
“Benar apa yang di katakan Sophie barusan ?” Tanya Amira kepada Tristan.
“Mana mungkin benar sayang, mereka memfitnahku, benar tidak Marie....” Ujar Tristan sambil melirik Marie dengan pandangan tajam.
Marie yang ketakutan hanya bisa mengangguk dan tidak menjawab. Joshua yang sudah bangkit berdiri tapi masih berlutut melihat bahasa tubuh dan wajah Marie yang mengatakan kalau hal itu benar, Tristan langsung menoleh pada Joshua yang terlihat sedang menatap Marie dan mengangkat kerah nya.
“Kamu benar benar keji ya....berani nya kamu memperkosa putri nyonya mu sendiri...” Ucap Tristan.
__ADS_1
“Aku....tidak....melakukan....nya.....” Balas Joshua yang tercekik dengan terbata bata.
Tristan melepaskan Joshua jatuh ke tanah dan tanpa kasihan dia langsung menghantam kepala Joshua dengan stik golf nya. Joshua jatuh ke tanah dengan kepala berdarah, tapi ketika Tristan ingin meneruskan aksinya, tiba tiba Alfons bangkit dan membekuk Tristan, kemudian dia memukuli Tristan yang sudah membuat pingsan istrinya dengan tangan nya. Melihat Tristan di pukuli, Amira langsung mengambil smartphone nya dan menelpon polisi. Joshua yang sudah sempoyongan, akhirnya jatuh terlungkup ke tanah dengan kepala yang masih mengeluarkan darah.
“Phillia.......” Ujarnya dengan perlahan dan akhirnya dia pingsan.
Tak lama kemudian, polisi dan ambulans datang ke rumah, para polisi langsung membekuk Alfons yang mengamuk sedangkan petugas medis menolong Joshua dan Sophie yang pingsan dan membawanya ke ambulans untuk di bawa ke rumah sakit, mereka juga menolong Tristan yang luka luka karena di pukuli oleh Alfons di dalam rumah dan para polisi minta keterangan dari Amira dan Marie yang merupakan saksi mata kejadian.
Di perjalanan, para perawat memberi pertolongan pertama pada Joshua dan Sophie yang kepalanya berdarah, mereka menghentikan pendarahan nya dan membalutnya dengan perban, setelah itu mereka membaringkan lagi keduanya di tempat tidur darurat yang ada di dalam ambulans. Beberapa saat kemudian, ambulans sampai ke rumah sakit dan keduanya di bawa ke ruang gawat darurat. Di dalam ruang gawat darurat, para dokter dan perawat yang memeriksa Joshua menjadi sedikit bingung dan tertegun, sebab Joshua mengigau, dia mengucapkan kata kata yang tidak pernah di dengar sebelum nya. Mereka melihat mata Joshua yang terpejam bergerak gerak, berarti dia sedang bermimpi di dalam pingsan nya.
“Apa artinya kata kata itu dok ?” Tanya seorang perawat.
“Aku tidak tahu, aku baru pernah mendengar kata kata itu...seprtinya dia bermimpi....” Ujar dokter yang sedang bertugas di unit gawat darurat.
“Sama dok, aku juga baru dengar, apa sebaiknya kita rekam dok ?” Tanya perawat.
“Rekam saja, kita pelajari nanti...” Balas dokter.
Tak lama kemudian, tubuh Joshua mulai bergerak, tangan nya mengangkat ke atas dan kembali terkulai lemah, mulutnya mengucapkan sepatah kata,
“Yuki.....” Kata yang di ucapkan Joshua dan di rekam oleh para perawat.
Analisa dokter benar, Joshua memang bermimpi, tapi bukan sekedar mimpi, dia bermimpi tentang kehidupan masa lalu nya.
__ADS_1