Dr Josh and his sleeping wife

Dr Josh and his sleeping wife
Chapter 16


__ADS_3

Seminggu kemudian, Joshua dan Alfons pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Sophie. Ketika sampai di sana, Joshua melihat Amira berada di depan kamar Sophie,


“Tuan, sebaiknya tuan tunggu di sini dulu, aku tidak tahu kenapa nyonya besar datang ke sini....” Ujar Alfons mencegah Joshua maju.


“Tidak apa apa om, kita bersama saja.....” Balas Joshua.


Mereka berjalan menuju kamar Sophie, Amira yang melihat Joshua dan Alfons berjalan menuju kamar, langsung menyeruduk menghampiri Joshua. Dia langsung melayangkan tangan nya ke pipi Joshua, tapi Alfons menangkap tangan nya.


“Lepas....heh jongos, dimana Marie ? kamu kemanakan anak ku...” Teriak Amira sambil mendorong tangan Alfons yang memegang tangannya.


“Maaf bu, aku tidak tahu Marie kemana....aku ke sini mau menjenguk tante Sophie.” Balas Joshua dengan tenang.


“Jangan banyak bicara, buka kamarnya, aku mau bicara sama pelayan tidak berguna itu, kemarin dia membelamu, aku juga akan menyeretnya ke polisi.....dari tadi aku tidak di ijinkan masuk oleh perawat di dalam.” Ujar Amira.


“Kalau memang tidak di ijinkan masuk, berarti aku juga mengurungkan niat untuk menjenguk nya, ayo om kita pergi....” Ujar Joshua langsung berbalik bersama Alfons.


“Kamu jangan main main ya, aku akan mengadukan mu ke polisi atas tuduhan pemerkosaan dan penculikan....dengar tidak kamu Jongos, satpam dan pelayan tidka tahu diri itu juga terlibat....” Teriak Amira menahan Joshua yang pergi..


“Nyonya besar tolong jangan bicara yang tidak tidak, sudah jelas suami anda yang mengancam dan memperkosa putri anda, saya bisa buktikan dan istri saya saksi mata.” Ujar Alfons yang geram mendengar ucapan Amira dan juga karena dia tahu siapa pelaku sebenarnya.


“Apanya, aku sudah bertanya kepada Tristan, dia memergoki si jongos ini menarik Marie ke kamarnya di halaman....si jongos ini juga menghampiri Marie di sekolah dan menyebarkan video nya, aku punya bukti nya, Tristan berani bersumpah ketika mengatakan nya, jangan kamu pikir, kamu bisa lolos dari masalah ini....” Ujar Amira.


Joshua dan Alfons saling melihat satu sama lain, keduanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Amira, mereka tidak tahu harus tertawa atau marah, akhirnya Joshua menjawab,

__ADS_1


“Silahkan saja tuntut dan buktikan bu, saya tidak bersalah, lagipula apa benar Tristan adalah suami ibu ?” Tanya Joshua sambil tersenyum karena dia memergoki Tristan berciuman di basement dengan orang lain dan juga karena mendengar cerita Marie.


“Kamu.....” Tangan Amira mengangkat seraya berteriak kencang.


Sebelum sempat tangan Amira bergerak menampar Joshua untuk yang kedua kalinya, seorang security rumah sakit membekuknya, Amira berteriak teriak dengan kencang seraya di bawa oleh para petugas security, rupanya teriakan Amira memancing para pengunjung, pasien dan perawat yang ada di sana dan salah satu dari merekalah yang melaporkan kepada security.


“Awas kamu jongos, kamu akan aku tuntut....kembalikan Marie....kembalikan....” Teriak Amira histeris sambil di seret oleh petugas security.


“Huh ada ada saja...ayo tuan, kita masuk ke dalam....” Ujar Alfons.


“Iya om....” Balas Joshua.


Keduanya berjalan menuju kamar, Alfons mengetuk pintunya, terdengar suara langkah kaki dari dalam dan berhenti persis di depan pintu,


“Aku suami Sophie yang menjadi pasien di sini, aku datang bersama tuan Joshua.” Jawab Alfons.


Pintu langsung di buka, ternyata yang menahan pintu adalah Natalie yang sudah kembali bekerja di rumah sakit. Dia mempersilahkan Alfons dan Joshua masuk ke dalam. Begitu sampai dalam, Joshua sedikit kaget karena melihat Marie ada di sana dan bersembunyi di sebelah tempat tidur Sophie, dia juga kaget melihat perut Marie yang tidak ada perubahan dan sedikit mengempis. Setelah Joshua dan Alfons masuk, Natalie menutup pintu nya.


“Loh...Marie, kok kamu ada di sini ?” Tanya Joshua kaget.


“Maaf kak, aku terpaksa ke sini...” Jawab Marie menunduk.


“Biar aku jelaskan....” Balas Natalie.

__ADS_1


Natalie menceritakan kenapa Marie kembali ke kota dan tidak tinggal di desa sampai melahirkan. Beberapa hari lalu, ketika Marie dan Natalie sedang pergi ke pasar yang ada di kota kecil di dekat desa, Tristan datang ke rumah Natalie untuk mencari Marie, dia dapat info dari teman Natalie yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit. Karena tidak tahu dan tidak mengerti di tambah bujuk rayu Tristan yang licik, teman Natalie memberitahu kalau Natalie ada di desa bersama teman nya yang bernama Marie dan memberikan alamat Natalie yang ada di desa. Ketika mereka pulang ke rumah Natalie selesai dari pasar, mereka bertemu Tristan yang sedang di jamu di dalam rumah oleh orang tua Natalie.


Marie langsung lari keluar ketika melihat Tristan ada di dalam rumah, tanpa menghiraukan orang tua Natalie, Tristan keluar untuk mengejar Marie. Tapi Natalie menghalangi Tristan, kemudian Tristan menawarkan sejumlah uang kepada Natalie supaya Natalie tidak mengganggu dirinya yang ingin membawa Marie pulang ke kota. Natalie menolak dan Tristan mulai bertindak kasar, melihat Tristan mengancam Natalie, orang tua Natalie tidak tinggal diam, mereka memanggil seluruh penduduk desa untuk mengusir Tristan dari desa. Karena tidak ada pilihan lain, Tristan pergi, tapi dia mengancam akan kembali untuk menuntut desa yang mengusirnya.


Setelah mengusir Tristan, Natalie pergi mencari Marie yang lari ke dalam hutan, dia menemukan Marie dalam keadaan pingsan dan darah keluar dari balik rok nya membasahi kaki dan sekitarnya. Natalie membawa Marie ke klinik terdekat untuk memeriksakan kandungan nya, ternyata Marie keguguran karena dia terjatuh di tambah stress akibat ketakutan yang luar biasa dan trauma. Setelah Natalie menceritakan semuanya kepada Marie mengenai Tristan yang di usir dan mengancam penduduk desa, Marie memaksa untuk kembali ke kota, walau penduduk desa tidak mengijinkan nya, alasannya karena Marie tidak mau menyusahkan penduduk desa dan orang tua Natalie.


“Begitu....orang itu benar benar keterlaluan, dia mengejarmu sampai desa itu mau apa coba...” Balas Joshua setelah mendengar cerita Natalie.


“Dia memberi tawaran uang kepadaku selagi di rumah ku, dia merayu ku untuk menjadi sekertaris pribadi nya, dia berani menjamin aku akan di sayang dengan di beri kemewahan dan tinggal di rumah yang sekarang dokter Joshua tinggali, tapi setelah dokter Joshua di tangkap polisi...orang tua ku juga mendengar, mereka saksinya.” Ujar Natalie.


“Tadi mama datang juga mengatakan kepada kak Natalie di balik pintu kalau mama mau melaporkan kak Joshua ke polisi kalau kakak sudah memperkosa aku dan menculik ku. Aku dengar dia bicara dengan kak Natalie....lalu dia berteriak teriak di lorong kepada kakak.” Tambah Marie.


Mendengar perkataan Natalie dan Marie, Sophie yang sedang berbaring, berusaha memaksakan diri untuk duduk di tempat tidurnya. Natalie yang melihat nya langsung membantu nya.


“Tenang saja tuan, selama aku masih hidup, tuan dan nyonya Marie aman...aku melihat jelas beberapa kali Tristan keluar dari kamar nyonya Marie. Aku akan bersaksi, jadi biarkan saja mereka melapor.” Balas Sophie.


“Sophie, kamu jangan memaksakan diri....” Ujar Alfons sambil merangkul Sophie.


“Aku tahu....” Balas Sophie.


“Berarti pangkal masalah nya adalah Tristan....” Gumam Joshua.


Mendengar ucapan Joshua, Marie terdiam, sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan. Tiba tiba pintu di ketuk, Natalie langsung menyembunyikan Marie di balik tirai, setelah melihat Marie sembunyi, Natalie memberi kode kepada Alfons untuk membukakan pintu. Joshua Sophie dan Natalie bersiap siap menyambut siapa yang datang.

__ADS_1


__ADS_2