
Joshua akhirnya bermalam di dalam sel, seorang polisi yang menolong membawakan kotak p3k, membawakan makan malam bagi Joshua dan Alex yang masih tertidur.
“Dokter, ini makanan nya sekalian untuk yang sedang tertidur itu....” Ujarnya sambil meletakkan nampannya di bawah kemudian mendorong nya masuk.
Joshua mengambil nampan nya kemudian meletakkan nya di meja kecil yang hanya satu satunya di dalam sel, persis di sebelah toilet. Polisi itu berbalik dan bersiap pergi, tapi Joshua memanggil nya,
“Tunggu pak polisi, boleh aku bertanya siapa nama anda ?” Tanya Joshua.
“Namaku Rando...” Ujar Rando yang berhenti melangkah karena di panggil.
“Kenapa anda menolong kami pak Rando ?” Tanya Joshua.
“Karena semua ini salah....semenjak komisaris di ganti, banyak penjahat yang terlepas dan orang tidak bersalah malah di tangkap....aku tidak suka melihatnya, tapi aku tidak bisa bertindak dan berbuat apa apa...” Jawab Rando.
“Begitu ya pak....terima kasih ya pak Rando, sudah membantu kita tadi...” Balas Joshua sambil tersenyum.
“Sama sama dokter, saya permisi dulu....” Balas Rando.
Setelah Rando keluar, Joshua mulai mengambil nampan nya dan memakan makanan nya, dia menoleh melihat Alex yang masih tidur.
“Syukurlah masih ada polisi yang jujur seperti pak Rando tadi....paling tidak aku tahu tidak semua orang di sini buta hukum....” Pikir Joshua.
Tak lama kemudian, Alex terbangun, dia duduk di tempat tidurnya dan berusaha berdiri, tapi karena kakinya masih sakit, dia terjatuh dan Joshua menangkap nya, kemudian mendudukkan nya lagi di tempat tidur. Joshua mengambilkan makanan untuk Alex dan membawakan kepadanya.
“Terima kasih dokter....” Ujar Alex.
“Sama sama.....sebenarnya apa yang terjadi dengan mu ?” Tanya Joshua.
Joshua melihat penampilan Alex yang memang seperti preman, dia memakai anting dan berambut pirang. Di wajahnya terlihat kalau hidup Alex sangatlah keras sehingga membuatnya susah tersenyum. Sambil menikmati makanan nya, Alex menceritakan apa yang terjadi, ketika dia baru pulang dari pekerjaan paruh waktu nya di bengkel mobil, dia melihat seorang pria berkerudung berlari ke arah dirinya, karena pria itu mencurigakan dan dia mendengar teriakan seorang wanita yang mengejarnya, Alex menghentikan pria itu dengan cara menendang kakinya sampai terjatuh, ketika Alex menghampiri pria itu, pria itu melepas jaket nya dan melemparkan nya kepada Alex berserta tas tangan milik seorang wanita. Lalu dia melarikan diri, ketika Alex berdiri,
“Itu dia pak....” Teriak seorang wanita menunjuk dirinya.
Polisi langsung menghampirinya, awalnya karena Alex tidak merasa bersalah, dia menghampiri polisi sambil membawa jaket dan tas tangan kepada polisi, tapi wanita itu malah menuduhnya kalau Alex jambretnya dan polisi langsung membekuknya tanpa mendengarkan ucapan nya. Karena tidak mau di tangkap sebab dia adalah mantan narapidana, Alex berontak dan berusaha lari, tapi seorang polisi malah menembak kakinya dan kemudian menangkap nya. Setelah itu, Alex di bawa ke kantor polisi dan di masukkan ke sel kemudian bertemu Joshua.
“Hmm berarti kalau begitu semua adalah salah paham...” Balas Joshua.
__ADS_1
“Benar dok, aku tidak bersalah, tapi aku tidak bisa menyalahkan ibu itu, dia tidak tahu wajah penjambret nya....tapi seharusnya polisi bertanya dulu, aku kan mengembalikan tas dan memberikan jaketnya.” Balas Alex.
“Aku tahu, memang dalam situasi tadi harus ada kambing hitam untuk menjaga citra polisi, nanti kalau aku sudah keluar, aku bantu deh mencari pelakunya...” Balas Joshua.
“Terima kasih dok, aku tidak boleh di tangkap lagi, aku masih dalam masa bebas percobaan, aku residivis....” Balas Alex.
“Kamu baru keluar dari penjara ?” Tanya Joshua.
Alex tidak menjawab, dia mengangguk dan menunduk, wajahnya terlihat tidak tenang dan sedikit ketakutan. Tapi karena Alex tidak bercerita, Joshua tidak ingin bertanya lebih lanjut lagi,
“Aku tidak tahu alasan nya apa kamu di penjara, tapi kurasa kamu bukan orang jahat....jadi tidak usah di pikirkan.” Ujar Joshua.
“Terima kasih dok, baru anda dan bos saya di bengkel yang bicara begitu sama saya...” Balas Alex.
Karena hari sudah malam, Alex minta Joshua tidur di tempat tidurnya sementara dia tidur di kursi yang hanya ada satu satunya di dalam sel, alasannya karena dia sudah cukup lama tidur dan gantian dengan Joshua. Walau tidak enak hati karena Alex sebenarnya masih terluka, tapi karena di paksa oleh Alex, akhirnya Joshua membaringkan dirinya di tempat tidur. Joshua berbaring sambil melihat langit langit di atasnya,
“Dulu di kehidupan lalu aku juga pernah di penjara ya.....” Gumamnya dalam hati.
Dia ingat dulu dia pernah di tangkap polisi karena perang antar geng ketika dia masih kelas 1 sma. Dia juga ingat, waktu itu ketika Yuki mengetahui kalau dia di penjara, Yuki langsung datang ke kantor polisi dan membuat heboh seisi kantor polisi, karena Yuki tidak mau pulang dan minta di masukkan ke dalam sel bersama dirinya. Akhirnya para polisi menyerah dan membiarkan Yuki duduk di depan sel sampai pagi menemani dirinya.
“Haha Yuki, bagaimana kalau kamu tahu aku di penjara lagi sekarang ? jangan jangan kamu membuat heboh lagi....”
“Kyo-kun.....” Teriak seorang gadis.
“Hehehe....ya, seperti itulah Yuki dulu...dia main teriak dan langsung mengguncang guncang jeruji sel.....”
“Brak...brak...brak.....Kyo-kun.....” Teriak gadis itu lagi.
“Hehehe benar, seperti itu........eh....”
Joshua yang sadar langsung duduk. Matanya langsung melotot, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Philia ada di depan selnya sedang mengguncang guncang jeruji dengan wajah yang sangat cemas.
“Phi...Philia ?” Tanya Joshua.
“Iya...ini aku Kyo-kun.....aku sudah di jelaskan semuanya sama pak Alfons....” Ujar Philia.
__ADS_1
Joshua langsung duduk dan turun dari tempat tidurnya, Alex juga langsung berdiri tapi tidak bergerak. Joshua berlari ke jeruji, tangannya langsung memegang tangan Philia yang terasa sangat dingin.
“Hah....kamu bangun ? sejak kapan ?” Tanya Joshua.
“Tadi siang, aku lihat kamu di tangkap oleh polisi dari dalam rumah.....” Jawab Philia.
Philia bercerita, kalau dia tiba tiba bangun di dalam kapsul pendingin dan dia kedinginan, kemudian dia turun dari kapsul, dia melihat bunga yang di letakkan Joshua di depan kapsul, bunga bunga yang dia sukai sewaktu di kehidupan nya dulu,
"Kyo-kun ?" Ujarnya ketika melihat bunga bunga itu.
Kemudian dia melihat banyak berkas berserakan dan buku catatan milik dirinya tergeletak di meja, dia mengambil bukunya dan melihat seseorang sedang membacanya, dia juga melihat pena di dalam buku catatan itu, ketika membacanya ada tulisan Joshua yang mengatakan kalau dia akan menyelamatkan Yuki kali ini. Awalnya Philia tidak percaya kalau Joshua adalah Kyosuke, tapi setelah membaca catatan nya, dia yakin kalau Joshua adalah Kyosuke karena tulisannya menggunakan huruf kanji jepang dan isinya tentang hal pribadi yang hanya di ketahui Kyosuke dan dirinya. Kemudian dia berlari keluar dari basement dan naik ke atas, dari dalam rumah dia melihat banyak orang yang tidak di kenalnya kecuali Alfons di depan pagarnya, dia melihat seseorang di tangkap dan di bawa ke kantor polisi.
Ketika Alfons masuk ke dalam pagar dan menguncinya, buru buru dia menghampiri Alfons yang kaget setengah mati melihat Philia berdiri di depan nya. Setelah itu Alfons menceritakan siapa sebenarnya Joshua, hubungan dengan dirinya dan kemana papanya, Alfons juga memperlihatkan foto Joshua kepada Philia, setelah melihat foto Joshua, Philia tersenyum dan memeluk smartphone milik Alfons karena ada beberapa bagian di wajah Joshua yang mirip dengan Kyosuke dan membuatnya yakin kalau Joshua adalah Kyosuke. Dia menangis bahagia, bersyukur karena Joshua mau bersama dengan nya dan sifat Joshua benar benar sama seperti Kyosuke yang sangat dia kenal. Tapi dia langsung menyadari kalau pria yang di tangkap polisi adalah Joshua , dia langsung bertanya, begitu Alfons bercerita tentang Joshua yang di tangkap oleh polisi atas tuduhan yang tidak dia lakukan, Philia langsung lari ke kamarnya, mengganti pakaiannya dan minta Alfons mengantar dirinya ke kantor polisi.
“Berarti kamu tahu sekarang...kalau aku.....” Ujar Joshua.
“Tahu...Kyo-kun....aku kangen sama kamu Kyo-kun.....” Teriak Philia sambil memeluk Joshua di belakang jeruji dan menangis.
“Tapi kok kamu bisa masuk ke sini ?” Tanya Joshua.
“Seorang polisi bernama Rando yang mengijinkan aku ke sini, sekarang dia berjaga di atas...” Jawab Philia.
Joshua menitikkan air mata, dia langsung mendekap tubuh Philia di depan nya dengan erat walau di batasi oleh jeruji besi. Tapi setelah itu, dia sadar, kalau Philia yang masih berumur 16 tahun terbangun, berarti dia hanya punya waktu satu tahun untuk menyembuhkan nya. Wajah Joshua langsung berubah, dia mendorong tubuh Philia menjauh sedikit dan melihat wajah Philia.
“Aku harus keluar dari sini....tidak ada waktu lagi...” Gumam Joshua.
“Tenang saja, pak Alfons sekarang sedang mengurusnya bersama orang yang bernama pak Juan, tadi sebelum kesini, pak Alfons menelpon pak Juan dan dia berkenalan dengan ku di telepon.” Ujar Philia.
“Tapi...kamu....kamu kan....” Ujar Joshua.
“Tenang saja....aku masih punya waktu satu tahun lebih.....dua bulan lagi aku baru berulang tahun yang ke 16, jadi masih ada 1 tahun 2 bulan lagi....sampai aku berumur 17....” Balas Philia sambil memegang pipi Joshua.
“Ah benar juga....aku belum tahu ulang tahun mu kapan....aku hanya tahu 2 tahun lalu kamu di masukkan ke dalam kapsul....” Ujar Joshua.
“Iya, tapi aku senang....kita bisa ketemu lagi di dunia ini....kali ini...aku mau selalu bersamamu....” Ujar Philia.
__ADS_1
“Aku akan menolongmu, pasti....sekarang aku bisa.....aku yakin.” Ujar Joshua.
Akhirnya dia kembali memeluk tubuh Philia yang juga memeluknya di balik jeruji. Alex yang melihat semua itu terduduk dan tersenyum.