
Suatu hari, ketika Joshua pulang dari sekolah, dia melihat beberapa mobil berada di depan rumah nya yang besar itu. Dia masuk ke dalam, security dan pelayan sudah menjadi ramah terhadapnya karena dia sudah tinggal selama enam bulan di sana dan baik pada mereka. Joshua menanyakan ada apa kepada security,
“Pak, ada apa ? kenapa banyak mobil ?” Tanya Joshua.
“Oh itu tuan, istri baru tuan besar datang untuk mulai tinggal di rumah ini bersama putri nya.” Jawab security.
“Hah...istri baru papa ? kok aku tidak tahu....” Ujar Joshua.
“Oh tuan belum tahu ya.....coba saja masuk ke dalam tuan....” Balas security.
Joshua berlari masuk ke dalam rumah, begitu sampai didalam, dia melihat seorang wanita cantik bersama anak perempuan nya yang masih memakai seragam sekolah sma duduk di ruang tamu dan sedang berbincang dengan Calvin. Ketika Calvin melihat Joshua berada di pintu ruang tamu,
“Josh, masuk, kenalkan ini Amira istri ku dan anak nya Marie....”
Begitu memperhatikan wajah wanita bernama Amira itu, Joshua langsung ingat, wanita itu adalah wanita yang di temuinya ketika keluar dari stasiun yang turun dari taksi yang dia naiki.
“Oh anak muda itu.....kita bertemu lagi rupanya...” Ujar Amira.
“Iya, bu....” Balas Joshua.
“Loh kalian sudah saling kenal ?” Tanya Calvin.
“Aku bertemu dia ketika turun dari taksi dan dia mengambilkan dompetku yang tertinggal di taksi, dia anak mu Calvin ?” Tanya Amira.
“Ah dia menantu ku, dia datang dari kota Thules.” Ujar Calvin.
“Oh Thules ya......” Ujar Amira sambil menutup mulutnya menggunakan kipas.
Dia langsung melihat Joshua dari atas ke bawah kemudian ke atas lagi dengan pandangan yang tajam. Sedangkan anaknya yang bernama Marie terlihat acuh saja sambil menaikkan kaki ke meja dan memainkan smartphone nya. Karena melihat menantunya di sini sedangkan anak nya tidak, Amira bertanya,
“Lalu anak mu mana Calvin ?” Tanya Amira.
“Dia sudah meninggal....” Ujar Calvin sambil mengedipkan mata pada Joshua.
Joshua mengerti maksud Calvin, sebab sebaiknya Amira dan anak nya tidak perlu mengetahui kondisi Philia yang ada di ruang bawah tanah. Setelah itu, Amira dan anak nya mulai tinggal bersama dengan Calvin dan Joshua. Kehidupan mereka terlihat bahagia, sampai sebulan kemudian sebuah tragedi menghancurkan kebahagiaan itu. Calvin dan Johan papa dari Joshua yang sedang melakukan perjalanan bisnis karena Johan menemukan obat untuk menyembuhkan Philia di negara lain, meninggal akibat pesawat yang di tumpangi mereka jatuh ke dalam laut dan tidak ada satu penumpang pun yang selamat, jasad mereka tidak di temukan. Selesai mengadakan upacara pemakaman bagi ayah dan ayah mertuanya, Joshua pulang ke rumah nya. Kehidupan nya mulai berubah, Amira yang sekarang resmi menjadi istri papa mertuanya, berbuat semena mena di rumah nya.
Kamar milik Joshua dan Philia sekarang di jadikan kamar milik Marie anak nya, sedangkan Joshua di tempatkan di kamar pelayan. Amira tidak mengetahui kalau sebenarnya Philia masih hidup di basement yang di kunci menggunakan sandi, dia sudah yakin kalau semua harta Calvin jatuh ke dalam genggaman nya dan Joshua adalah pengganggu baginya. Pelayan dan security yang sudah akrab dengan Joshua tetap melindungi nya kalau Amira marah marah kepada Joshua. Suatu hari, empat bulan dari pemakaman Calvin, ketika Joshua pulang dari kuliah, dia melihat sepasang sepatu pria berada di depan ruang tamu, dia masuk ke dalam,
“Heh....pelayan lewat samping, siapa yang suruh kamu masuk lewat sini...” Teriak Amira.
Joshua kaget, karena dia melihat Amira sedang berada di pelukan laki laki pemilik sepatu yang terlihat necis dan kaya raya.
__ADS_1
“Siapa dia bu.....” Ujar Joshua.
“Hah....berani kamu bertanya ya...bukan urusan kamu kan ?” Tanya Amira.
“Jelas ini urusan aku, ini rumah ku, rumah papa mertua ku, rumah istri ku.....aku punya hak bertanya.” Jawab Joshua.
“Papa mertua ? Istri ? semua yang kamu sebutkan sudah meninggal, rumah ini milik ku, karena aku istri sah nya.....” Ujar Amira.
“Hei sayang, dia itu menantu mantan suami mu ?” Tanya pria yang sedang memeluk Amira.
“Iya sayang, padahal papa mertua nya, papa nya dan istrinya sudah meninggal semua, dia tidak punya hak apa apa di sini...” Ujar Amira sambil mengelus pipi berewok pria di sebelah nya.
Mendengar ucapan Amira, pria itu langsung saja berdiri dan berjalan menghampiri Joshua yang masih berdiri di depan pintu, dia langsung menjulurkan tangan nya,
“Namaku Tristan, aku calon suami Amira dan calon ayah Marie....salam kenal.” Ujar nya dengan wajah sombong menyebalkan.
“Dia ini dokter loh, terkenal lagi, ratu saja sudah menjadi langganan nya, benar kan sayang ?” Ujar Amira sambil merangkul lengan Tristan.
Joshua yang melihat tingkah keduanya menjadi geram, dia menunduk dan mengepalkan tangannya. Sebenarnya dia sangat ingin menghantam dua orang yang ada di depan nya, tapi dia berusaha maksimal menahan emosinya. Tristan yang terlihat sombong mengamati Joshua yang berdiri di depan nya, dia langsung bertanya kepada Joshua.
“Kamu....kuliah di unversitas kedokteran ya ?” Tanya nya.
“Iya, memang kenapa ?” Tanya Joshua.
“Tidak, papa Calvin yang membayarnya...” Jawab Joshua.
“Hmm...berhubung sekarang orang nya sudah tidak ada, berarti kamu kuliah karena di bayari oleh Amira, aku sarankan kamu berhenti, sebab percuma juga, orang seperti mu tidak akan bisa menjadi dokter..hehehe...” Ujar Tristan.
“Apa maksud mu pak, jangan bicara macam macam, papa Calvin yang membayar kuliah ku...” Teriak Joshua.
“Baiklah...sebentar ya....”
Tristan mengambil smartphone nya dari kantung nya, dia menelpon ke rektor universitas, menurut rektor biaya perkuliahan Joshua sudah empat bulan menunggak, kalau sampai bulan kelima tidak di bayar, maka Joshua akan di keluarkan dari universitas. Mendengar pembicaraan di smartphone yang memang sengaja di pasang speaker oleh Tristan, Joshua menjadi sangat kaget, berarti semenjak papa mertuanya meninggal, biaya kuliah nya tidak di bayarkan oleh Amira sepeserpun.
“Sudah dengar kan, sekarang bagaimana ?” Tanya Tristan yang merasa menang.
“Keterlaluan.....ibu bukankah sudah di beri pesan sama papa....untuk membayar kuliah ku....” Ujar Joshua.
“Ya, memang sudah di pesankan sama dia, tapi karena dia sudah tidak ada, buat apa aku membayarnya....sudahlah, berhenti saja, lagipula tidak berguna juga menyekolahkan sampah seperti mu.....” Ujar Amira sambil tersenyum sinis.
“Sayang, gimana kalau dia kita usir dari sini ?” Tanya Tristan sambil mencium pipi Amira.
__ADS_1
“Wah ide bagus sayang.....” Jawab Amira.
Joshua tertegun, yang dia khawatirkan bukan lah dirinya, melainkan Philia yang berada di ruang bawah tanah, tanpa memperdulikan harga dirinya, Joshua berlutut sampai menyembah kepada kedua orang di depan nya,
“Ku mohon, jangan usir aku dari sini....aku rela melakukan apa saja, asal jangan usir aku dari sini....” Ujar Joshua.
Amira langsung menoleh kepada Tristan dan keduanya langsung tertawa. Kaki Amira langsung naik dan menginjak kepala Joshua.
“Bagus, mulai sekarang kamu berhenti kuliah dan menjadi pelayan resmi di rumah ini....dan jangan coba coba kamu mendekati Marie....” Ujar Amira.
“I..iya bu...” Jawab Joshua.
“Heh...panggil nyonya.....” Teriak Amira.
Dengan menggigit bibirnya sampai berdarah, air mata bercucuran dan tubuh yang bergetar hebat, Joshua menjawab,
“Baik....nyonya....” Ujarnya perlahan.
“Tidak kedengeran....ulang....” Teriak Amira yang semakin kencang menginjak kepala Joshua.
“Baik...nyonya.....” Ucap Joshua sekali lagi.
“Dan mulai sekarang dia tinggal di sini, panggil dia tuan....” Ujar Amira sambil merangkul Tristan.
“Baik...nyonya...dan....tuan....” Balas Joshua dengan suara bergetar.
Mendengar ucapan Joshua, Amira dan Tristan tertawa kencang dengan kaki Amira tetap berada di kepala Tristan. Seorang pelayan paruh baya yang baik terhadap Joshua bernama Sophie, hanya bisa melihat dari balik pintu sambil menangis melihat Joshua di perlakukan sebagai sampai di depan nya. Setelah puas, Amira mengangkat kakinya,
“Oi jongos, karena kamu sudah bersumpah setia kepada ku, aku akan membayar kuliahmu selama ini sampai enam bulan kedepan....setelah itu, kamu cari biaya sendiri ya...kuliah kedokteran kan 10 tahun, kamu sudah berkuliah selama setahun, jadi 8 setengah tahun lagi, cari sendiri biayanya ya.....” Ujar Amira.
“Oh tapi jangan pikir kuliah mu bakal mulus loh, aku akan menelpon beberapa kolegaku untuk mengawasi mu, jadi sebaiknya kalau kamu mau menyerah, sekarang waktunya, bagaimana ?” Tanya Tristan menantang.
“Aku....akan tetap kuliah....aku punya tujuan....” Jawab Joshua dengan suara bergetar.
“Hah...ya sudah, silahkan saja....hahahahaha....” Tristan tertawa kencang.
Amira langsung menarik Tristan masuk ke dalam dan menuju ke dalam kamar, sementara Joshua masih berlutut dan menyembah, air matanya membasahi lantai. Sophie yang mengintip langsung masuk ke dalam dan menegur Joshua dari belakang.
“Tuan, ayo...aku bantu masuk ke dalam, mereka sudah pergi....ayo tuan, jangan di sini....aku mengerti perasaan tuan, aku mengerti tuan, ayo kita kedalam.” Bujuk Sophie sambil menangis.
“Waaaaaaaaaaah.....” Joshua berteriak sambil terus bersujud dan menangis melepaskan amarah nya.
__ADS_1
Sophie yang mendengar teriakan Joshua, tak kuasa menahan kesedihan nya, dia langsung memeluk tubuh Joshua dari belakang.