
Joshua kembali ke tempat duduk nya untuk meneruskan riset nya, Sharon berjalan menghampiri Joshua dan berdiri di belakang nya. Dia melihat buku yang sedang di buka Joshua menampilkan gambar jantung dan bagian bagian nya. Dia menarik kursi dan duduk di sebelah Joshua.
“Joshua....kenapa kamu ada di perpustakaan jam segini ? harusnya kan kamu ada kelas ?” Tanya Sharon.
“Aku terlambat datang ke kampus, tadi kebetulan ada sedikit urusan, jadi aku memutuskan tidak hadir di pertemuan dan sambil menunggu jam mata kuliah selanjutnya, aku ke perpustaakaan.” Jawab Joshua.
“Oh begitu, kamu sepertinya sedang meneliti soal jantung....” Balas Sharon sambil menunjuk buku nya.
“Ya benar, aku ada tujuan tersendiri....” Balas Joshua.
“Kalau boleh tahu, apa itu ?” Tanya Sharon.
“Aku bertekad ingin membuat jantung sintetis yang bisa menggantikan organ aslinya.” Jawab Joshua.
Sharon sedikit terkejut mendengar ucapan Joshua, tapi karena yang mengatakan nya Joshua dan dia sudah tahu kemampuannya, dia menjadi tergelitik,
“Apa yang kamu akan perbuat sekiranya kamu berhasil ?” Tanya Sharon.
“Wah....banyak, tujuan utamanya, ada yang ingin ku selamatkan, tapi kalau sampai bisa aku membuatnya, akan banyak anak anak muda yang lahir dengan jantung lemah tertolong tanpa mengandalkan donor.” Balas Joshua.
“Hmmm menarik, aku juga mahasiswi kedokteran, jadi aku mengerti, tapi apa mungkin kita menggantikan organ milik manusia dengan organ ciptaan manusia.” Balas Sharon.
“Begini Sharon, aku tidak bilang menggantikan seluruh organnya, penyebab lemahya jantung ada macam macam, misal ukuran vena pulmonalis yang terlalu kecil atau terlalu lebar yang menyebabkan terhambatnya atau berlebihan nya aliran darah yang mengandung oksigen dari paru paru sehingga berpengaruh pada saat darah mengalir ke seluruh tubuh atau Katup Atrioventrikular yang tidak berkerja sempurna sehingga mengganggu aliran darah dari serambi menuju bilik, bisa kita perbaiki dengan menggantinya dengan bagian dari jantung sintetis....” Ujar Joshua.
“Jadi maksudmu, kita membuat jantung tiruan persis dengan jantung asli berikut bagian bagian nya dan mengganti bagian bagian jantung manusia dengan bagian jantung tiruan dengan operasi jantung ?” Tanya Sharon.
“Benar sekali...” Jawab Joshua.
“Mengoperasi jantung, membuka jantung nya dan mengganti bagian di dalam nya ? wow...dokter yang melakukan nya harus memiliki kemampuan amat sangat luar biasa...mustahil Joshua, jantung terus berdetak walau di bius sekalipun.” Balas Sharon.
“Benar, itulah makanya sebelum mulai operasi kita harus tahu dulu bagian jantung yang rusak dengan ct scan, jadi tepat pada sasaran.” Balas Joshua.
“Hah...ct scan tidak bisa melihat bagian dalam jantung kan ?” Tanya Sharon.
“Ah benar juga....di bumi jaman ku bisa....aku keceplosan...” Pikir Joshua karena sadar ketika mendengar pertanyaan Sharon.
“Ah benar juga....tapi biasanya kalau jantung lemah, umumnya ada saluran atau katup yang tidak berkerja dengan baik atau menempel sejak lahir.” Balas Joshua.
__ADS_1
“Hmmm....pembahasan ini menarik, seandainya kita wujudkan bersama gimana ?” Tanya Sharon.
“Eh...maksud kamu apa Sharon...?” Tanya Joshua.
“Kita wujudkan, aku akan panggil beberapa ahli di negara ini untuk meneliti bersama mu dan mengerjakan nya bersama mu. Dengan begini kita bisa menolong orang lebih banyak kan ?” Tanya Sharon.
“Um...kenapa kamu mau membantu ku ?” Tanya Joshua sedikit curiga.
“Aku suka tantangan dan kalau berhasil ini akan menjadi terobosan di bidang kedokteran yang di lakukan keluargaku....” Jawab Sharon yang tanpa ragu mengutarakan niatnya.
“Ah jadi itu alasan nya....dasar yakuza...dia mau menguasainya. Ah tapi masa bodoh, yang ada di otak ku hanyalah Philia.” Pikir Joshua, kemudian dia kembali melihat Sharon.
“Hmm...boleh saja, sepertinya aku senang kalau ada yang bisa membantu, aku jadi bisa mencapai tujuan ku lebih cepat....tapi aku jadi merasa memanfaatkan mu...apa tidak masalah dengan keluargamu ?” Ujar Joshua.
“Hahaha...sama kan, aku juga memanfaatkan mu, kita saling memanfaatkan demi tujuan kita dan kebaikan bersama, tidak ada salah nya kan...” Ujar Sharon.
“Baiklah, aku mengerti, terima kasih Sharon.” Balas Joshua.
“Sama sama, oh aku ada kelas, aku duluan ya, nanti kita bicarakan lagi, nomor kamu berapa ?” Tanya Sharon sambil berdiri dan mengeluarkan smartphone nya.
“Semoga saja....aku tidak mimpi.....tunggu ya Philia.....” Gumam Joshua dalam hati sambil menunduk, kedua tangan nya yang terpaut di atas meja menopang kening nya.
Setelah itu, Joshua melihat jam nya dan dia berdiri, dia mengembalikan semua buku yang dia ambil dan menaruh nya kembali di rak. Selesai menaruh semua buku, dia berjalan keluar dari kelas untuk menuju ke kelas tempat mata kuliah selanjutnya.
*****
Selesai kuliah, Joshua berjalan keluar kampusnya, tiba tiba sebuah mobil hitam mencegatnya, kaca jendela bagian belakang mobil terbuka, ternyata yang berada di dalam mobil adalah Sharon.
“Ayo naik Josh....aku antar....” Ujar Sharon.
“Eh...tidak usah Sharon, aku sudah biasa jalan kaki, lagipula aku mau mampir ke toko bunga di depan.....” Ujar Joshua.
“Oh kamu mau beli bunga, ayo sekalian, aku bantu carikan, untuk siapa ?” Tanya Sharon.
“Um...untuk mediang istri ku...hari peringatan nya.” Jawab Joshua berkilah.
Secara teknis, Joshua berbohong sebab kondisi Philia yang tidur tidak bisa di bilang masih hidup atau sudah mati. Tapi kalau di lihat secara mata telanjang, memang Philia sepertinya sudah mati karena tidak bernafas dan tubuhnya di awetkan. Tapi dia bersikap biasa saja, walau hatinya minta maaf kepada Philia. Dia tidak mau Sharon yang sebenarnya karena terlalu beresiko dan dia belum percaya Sharon 100%. Tapi Sharon sepertinya tidak ingin menggali lebih dalam, dia malah membuka pintu nya,
__ADS_1
“Oh begitu, baiklah....ayo naik....” Ujar Sharon.
Karena takut menolak, akhirnya Joshua naik ke dalam mobil, mereka langsung jalan, banyak mahasiswa yang melihat nya dan mulai bergosip, karena sebenarnya Sharon cukup terkenal di kampus. Sepanjang perjalanan, keduanya berbincang bincang tentang pembahasan mereka di perpustakaan, Sharon membawa Joshua ke sebuah toko bunga langganannya yang terletak cukup jauh dari kampus, ketika sampai di sana, dia membantu memilihkan bunga untuk Joshua. Setelah selesai membeli bunga, Sharon sempat mengajak Joshua makan di restoran yang cukup mewah sambil berbincang bincang, kemudian, ketika sudah malam, Sharon mengantar Joshua ke rumah nya yang ternyata dekat dari restoran mewah langganannya. Joshua turun dari mobil, Sharon membuka jendela nya.
“Sampai besok Josh...nanti ku kabari ya...” Ujar Sharon.
“Baik Sharon, sampai besok, terima kasih, kamu malah membayari bunga bunga ini...” Balas Joshua yang membawa seikat bunga tulip biru dan sekuntum bunga matahari.
“Sama sama, aku senang bisa membantu, baiklah, selamat malam....” Ujar Sharon.
“Selamat malam Sharon....” Balas Joshua.
Mobil Sharon berjalan menuju gerbang komplek, sementar Joshua masuk ke dalam rumah nya. Ketika sampai di dalam,
“Tuan ?” Tanya seorang security yang berlari menghampiri gerbang.
“Paman Alfons.....kamu di bebaskan ?” Tanya Joshua.
“Iya, seorang pria bernama Juan membebaskan aku.....aku senang bisa kembali, aku juga sudah ke rumah sakit, Sophie sudah sadar tapi dia masih terlihat bingung, menurut dokter dia masih harus tinggal di sana beberapa bulan lagi.” Ujar Alfons.
Langsung saja Joshua memeluk Alfons yang ada di depan nya dan Alfons juga membalas memeluknya, kemudian mereka berdua masuk ke dalam setelah menutup gerbang. Di dalam, Joshua mengajak Alfons duduk di dalam dan mulai berbincang bincang. Joshua menjelaskan siapa Juan kepada Alfons yang menurut Alfons membebaskan nya,
“Tapi bagaimana dia bisa tahu ya ?” Tanya Joshua.
“Menurut tuan Juan, dia di beritahu oleh dokter Robert karena istri ku Sophie mengigau menyebutkan namaku, lalu dokter menanyakan hal itu kepada Sophie ketika bangun dan menurut dokter Sophie langsung menangis lalu bercerita semuanya, tapi tiba tiba kepalanya sakit dan sekarang dia tidak ingat lagi.”
“Hmm begitu ya, tante Sophie baru habis di operasi, kondisinya masih belum stabil, tentu saja pikiran nya juga masih belum pulih, tapi tidak masalah paman, tunggu beberapa bulan lagi, dia akan pulih seperti semula...aku berani jamin itu.” Balas Joshua.
“Aku mengerti tuan....baiklah, aku keluar dulu tuan....besok keponakan ku akan kesini untuk menggantikan istriku sementara.” Balas Alfons.
“Oh baiklah, paman juga istirahat saja dulu....jangan memaksakan diri...” Balas Joshua.
“Iya tuan, terima kasih...” Balas Alfons.
Setelah Alfons keluar, Joshua langsung menuju basement, membawa bunga bunga yang dia beli. Dia memasukkan bunga bunga itu ke dalam vas dan meletakkannya di depan tabung.
“Lihat Yuki....bunga kesukaan mu....” Ujarnya sambil duduk bersila di depan tabung dan di depan bunga bunga yang dia taruh.
__ADS_1