
Tokyo, Jepang, tahun 2063, di sebuah rumah sakit terbesar dan terkenal, di dalam ruang operasi yang tertutup dan lampu di atas pintu menyala, menandakan ruang sedang di gunakan untuk operasi,
“Pisau bedah dan gunting.” Ujar seorang dokter yang sedang melakukan operasi bedah.
Seorang perawat di samping nya memberikan pisau bedah dan gunting operasi kepada dokter. Dengan hati hati dan perlahan, dokter mulai menggores jantung pasien yang berdetak lemah supaya tidak berhenti, dengan hati hati dia memasukkan gunting ke dalam dan memotong beberapa saluran yang menghambat kerja jantung.
“Pinset.....” Ujar dokter lagi setelah menaruh gunting nya di nampan.
Perawat memberikan pinsetnya, dengan hati hati dokter mengangkat beberapa arteri jantung yang tersumbat dan menggantinya dengan arteri buatan. Setelah itu dia mengeluarkan mencabut kait yang membuka jantung nya dan mengambil jarum yang sudah di steril dan di masukkan benang di ujung nya. Dengan keterampilan tangan nya yang luar biasa, dokter itu menjahit kembali jantung menjadi utuh seperti sedia kala. Setelah itu dia menutup jaringan nya dan menjahit dada pasien yang terbuka. Seorang perawat membersihkan keringat dokter supaya tetesan keringatnya tidak mengganggu konsentrasi nya. Dalam waktu 4 setengah jam, operasi akhirnya selesai dan sukses.
Dokter menghela nafas panjang di balik maskernya sambil menaikkan kedua tangan nya yang memakai sarung tangan berlumuran darah
“Berhasil dokter, detak jantung anak ini kembali normal....” Ujar seorang perawat.
“Bagus....terima kasih kerja keras kalian semua.....” Balas dokter.
“Kyo-sensei memang luar biasa...tidak salah semua mengatakan kalau Kyo-sensei adalah tangan dewa, organ rawan yang tidak semua bisa menjahitnya sensei bisa melakukan nya.” Ujar seorang perawat sambil sedikit bertepuk tangan.
“Jangan membesar besarkan, aku hanya melakukan apa yang harus ku lakukan. Tolong awasi pasien, kalau ada reaksi atau gejala yang ganjil langsung panggil aku...” Ujar dokter Kyo sambil membuka sarung tangan nya dan pakaian hijaunya.
Setelah itu, dokter Kyo melangkah ke pintu keluar dan membuka pintunya. Dia langsung di sambut oleh pihak keluarga pasien yang sudah menunggu di luar dengan cemas.
“Bagaimana anak saya dok ?” Tanya seorang pria paruh baya.
“Operasinya berhasil, Mikio-kun sekarang sudah baik baik saja dan tidak perlu menunggu donor jantung lagi...” Jawab Kyo.
“Tapi, diagnosa dokter lain sebelum nya yang mengatakan kalau dia hanya bisa hidup sampai umur 17 bagaimana dok ?” Tanya seorang wanita dengan cemas.
“Tenang saja, kalau tidak ada gejala apa apa, selama enam bulan, hasil diagnosa itu di abaikan saja...papa dan mama tidak perlu cemas, Mikio-kun sudah bisa beraktifitas seperti biasa, tapi tolong jangan lakukan aktifitas aktifitas yang memacu kerja jantung dengan berat untuk sementara waktu dan rajin kontrol selama enam bulan ini...” Jawab Kyo sambil tersenyum.
Mendengar perkataan dokter Kyo yang melegakan hati, kedua orang tua pasien langsung menangis dan saling berpelukan, mereka langsung menyalami dokter yang sudah menolong anak mereka.
“Terima kasih Kyosuke-sensei....terima kasih....” Ujar ayah Mikio sambil menjabat tangan Kyosuke dan menangis walau senyum lebar menghiasi wajah nya.
“Aku hanya melakukan tugasku....baiklah, aku tinggal dulu, sekitar 2 jam lagi, selesai kontrol, Mikio-kun akan di pindahkan ke ruang rawat inap. Aku permisi dulu...” Ujar Kyosuke.
Kyosuke melangkah pergi, walau hatinya senang dan puas, tapi wajahnya terlihat datar dan tidak tersenyum. Dia melangkah menuju ke ruang kantornya, setelah di dalam dia langsung duduk di meja kerja nya, dia melihat sebuah foto yang ada di meja, foto usang yang berisi foto dirinya yang masih sma dengan dandanan yang urakan dan berambut cepak pirang bersama dengan seorang wanita yang sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit dan berwajah ceria dengan alat tertanam di dada nya. Mereka terlihat saling merangkul dan akrab,
__ADS_1
“Yuki, aku berhasil....lagi. Seorang anak sma yang di vonis sama sepertimu, sekarang sudah selamat.....” Ujarnya dalam hati sambil tersenyum melihat fotonya.
Dia mengambil bingkai foto di meja dan melihatnya dari jarak dekat, jarinya mulai mengusap wajah gadis yang di panggil nya Yuki itu. Di wajah nya tampak kesedihan yang mendalam dan air mata keluar dari sisi matanya yang sudah tampak berkerut. Tiba tiba pintu kantornya di ketuk, seorang pria yang sudah terlihat tua dengan rambut yang keseluruhan nya putih, masuk ke dalam.
“Kyosuke...terima kasih, kamu memang hebat....maaf ya memanggil mu yang sudah mau pensiun di hari libur.” Ujar pria itu.
“Hahaha jangan terlalu memuji ku Honda.....aku masih sama seperti sma dulu....” Jawab Kyosuke.
“Tapi aku benar benar mohon maaf, hari ini.....harinya Yuki-chan....” Balas Honda.
“Tidak apa apa Honda, aku yakin Yuki pasti mengerti, kamu kayak tidak kenal dia saja, aku senang bisa membantu.... masa pensiun ku masih 3 tahun lagi, direktur rumah sakit....hahaha.” Balas Kyosuke berusaha ceria walau Honda mengerti perasaan Kyosuke yang sebenarnya.
Honda berjalan menghampiri Kyosuke, dia mengambil kursi dan duduk di sebelah meja Kyosuke. Dia juga memandang foto yang sudah di taruh kembali oleh Kyosuke di mejanya.
“Kamu masih simpan foto itu. Sudah berapa tahun ya sejak itu....” Ujar Honda.
“Hmm sekitar 40 tahun ya....sekarang saja aku sudah berumur 57 tahun....” Balas Kyosuke.
“Dan masih lajang, apa kamu tidak punya pikiran untuk menikah sama sekali ?” Tanya Honda.
“Tidak, aku sudah merasa cukup bisa seperti ini.....ilmu kedokteran bisa move on, tapi mohon maaf, hatiku tidak bisa move on hahaha....”
“Ah sudahlah, gimana kalau sekarang kita minum keluar...bersama Yuki.” Ajak Kyosuke.
“Wah ide bagus.....aku ajak Saki istriku sekalian ya....” Ujar Honda.
“Wah dia sekarang ada di sini ?” Tanya Kyosuke.
“Kebetulan dia sedang di kantorku.....aku panggil dia sebentar supaya dia turun kesini.” Ujar Honda sambil mengeluarkan smartphonenya.
Setelah itu, Kyosuke, Honda dan Saki yang sudah berkumpul, berjalan keluar dari rumah sakit, sebuah mobil panjang hitam menjemput mereka. Kemudian mobil itu mengantar mereka ke sebuah restoran yakiniku yang ada di pusat pertokoan sederhana. Ketiganya turun dari mobil dan masuk ke dalam.
Di dalam, pemilik restoran yang sudah kenal dengan mereka membukakan ruangan khusus untuk mereka supaya tidak terganggu pengunjung lain. Tak lama kemudian pesanan datang, Kyosuke menuangkan minuman untuk Honda, Saki dan dia meminta sebuah gelas kosong untuk Yuki. Setelah itu, dia mengangkat gelasnya,
“Operasi hari ini sukses....bersulang.” Ujarnya sambil mengangkat gelas nya.
“Bersulang...” Balas Honda dan Saki.
__ADS_1
“Pling.” Gelas pun beradu, ketiganya kemudian menghadap ke gelas yang sedirian di sebelah Kyosuke. “Pling.” Ketiga nya mengadu gelas mereka dan bersulang ke gelas yang sudah di isi sake untuk Yuki.
“Tenang saja ya di atas sana Yuki-chan, suami mu aman....” Canda Saki.
“Hahaha kamu memang tidak berubah Saki-chan...” Balas Kyosuke.
“Iya lah, Yuki-chan sahabatku satu satunya dulu....” Balas Saki lagi.
“Hahaha benar juga, kita dulu pernah ke taman bermain berempat ya waktu kelas 2 sma....” Ujar Honda.
“Iya, tapi waktu itu, kamu dan Kyo-kun masih jadi gangster....hehehe..” Ujar Saki.
“Benar...dan tak lama setelahnya, Yuki mulai di rawat di rumah sakit....” Balas Kyosuke.
“Aduh...maaf Kyo-kun, aku tidak bermaksud mengingatkan mu...kamu sih mancing mancing.” Ujar Saki sambil menyikut Honda.
“Maaf Kyo, aku tidak peka....” Ujar Honda.
“Ah Tidak apa apa kok, lagipula kalau kalian seperti ini, Yuki biasanya marah kan...hahaha.” Ujar Kyosuke.
“Ah iya....maaf Yuki-chan...” Ujar Saki sambil mengatupkan tangan ke gelas Yuki.
Ketiganya minum dan makan dengan ceria. Mereka mulai saling bercerita dan mengenang masa lalu. Hari sudah menjelang malam, mereka pun keluar dari restoran karena restoran sudah mau tutup.
“Kamu bisa pulang sendiri Kyo ?” Tanya Honda.
“Tidak masalah, rumah ku dekat kok dari sini....” Balas Kyosuke.
“Hati hati Kyo-kun, kamu mabuk kan....” Tambah Saki yang menggandeng Honda.
“Tenang saja, aku masih bisa jalan....sudah ya aku duluan....” Ujar Kyosuke pamit.
Kyosuke berbalik dan berjalan sedikit terhuyung huyung, Honda dan Saki yang melihat nya sedikit khawatir, tapi karena mereka mengenal sifat Kyosuke yang kalau sudah bilang dia bisa, dia pasti menolak bantuan dari siapapun, mereka tidak bergerak dan hanya melihat.
“Kyo-kun.....dia masih setia dengan Yuki-chan ya.....Yuki-chan juga, mencintai Kyo-kun sampai akhir...aku salut kepada keduanya...” Ujar Saki sambil merebahkan kepalanya di pundak Honda dan melihat Kyosuke yang sudah berjalan menjauh dari mereka.
“Iya, aku juga salut.....kalau ada pasien yang berpenyakit sama seperti Yuki-chan, dia pasti turun tangan walau pasien dari keluarga tidak mampu dan tidak sanggup membayar, sudah berapa banyak anak muda yang ber jantung lemah dan di vonis hidup hanya sampai umur 17 atau 18 tahun selamat karena dia.” Ujar Honda.
__ADS_1
“Aku tahu, aku yakin Yuki-chan pasti bangga sama Kyo-kun......hiks...hiks....aku sedih sayang....” Ujar Saki sambil memeluk Honda dan menangis.
Honda tidak berkata apa apa, dia hanya memandang Kyosuke yang sedang berjalan menjauh dari mereka dan memeluk Saki.