Dr Josh and his sleeping wife

Dr Josh and his sleeping wife
Chapter 6


__ADS_3

Keesokan harinya, Kyosuke terbangun di apartemen nya, dia memegang kepalanya yang pusing karena mabuk semalam,


“Aduh....pusing juga ya, ternyata aku sudah tidak kuat minum hahaha...” Ujar nya dalam batin nya.


Dia turun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju kamar mandi, setelah membasuh wajahnya, dia memakai kemeja dan jasnya bersiap siap pergi. Dia keluar dari apartemen nya dan turun ke bawah. Dengan gagah dia berjalan menuju ke kuil yang berada di dekat apartemen nya dengan membawa sebuah buket bunga berwarna putih, sekotak coklat dan sebotol sake di tas kertas nya. Dia berjalan melewati kuil dan tiba di tempat pemakaman yang berada di sebelah kuil itu. Sebelum naik, dia melihat beberapa motor di parkir di depan pemakaman,


“Anak anak itu lagi....” Pikirnya.


Dia melangkah menaiki tangga, sampai di atas, wajahnya langsung berubah menjadi marah, karena dia melihat ada tiga siswa sma yang sepertinya sedang bolos sekolah, merokok dan minum minuman keras persis di depan makam yang ingin di kunjungi nya. Tanpa pikir panjang, dia menaruh tasnya dan mengambil sapu yang tersender di dekat tempat mengambil ember dan air. Dia menghampiri siswa siswa itu.


“Hei.....ngapain kalian disini...” Teriak nya.


Melihat Kyosuke mendekati mereka, ketiganya menoleh dan berdiri, mereka mendekati Kyosuke yang berjalan menuju ke arah mereka.


“Hah...kita disini sedang bersenang senang. Mau apa kakek ?” Tanya seorang siswa yang berambut pirang dan wajah penuh dengan anting berdiri menantang di depan Kyosuke.


Tanpa basa basi, Kyosuke mengibaskan sapunya ke arah mereka dan berteriak “Pergi....” kepada mereka. Ketiga siswa yang kaget itu langsung mundur,

__ADS_1


“Kakek ini gila, main pukul saja, ayo pergi....” Teriak siswa ber anting tadi.


Ketiganya lari meninggalkan Kyosuke, tapi Kyosuke melempar sapunya dan mengenai salah seorang siswa sma itu di kakinya dan membuatnya jatuh. Siswa itu berdiri dan menoleh kepada Kyosuke dengan pandangan marah, tapi dia ikut berlari bersama dengan teman teman nya turun ke bawah. Setelah itu, Kyosuke berjalan ke tangga tempat dia naik dan mengambil lagi kantungnya, kemudian dia mengambil ember dan mengisinya dengan air. Dia berjalan kembali ke makam yang sebelum nya di jadikan tempat duduk oleh para siswa sma tadi.


“Maaf Yuki....banyak pengganggu...” Ujar Kyosuke sambil menyirami makam Yuki dengan air di ember.


Setelah selesai menyiram dan membersihkan makam Yuki menggunakan sapu, Kyosuke duduk di depan makam Yuki, dia mengatupkan tangan nya dan berdoa di depan makam. Selesai berdoa, dia mengeluarkan botol sake dan dua buah gelas kertas yang dia bawa, dia menuangkan sakenya dan menaruh satu gelas kertas di depan nisan, lalu dia meletakkan buket bunga dan sekotak coklat di depan nisan Yuki persis di sebelah gelas plastik.


“Yuki, maaf kemarin aku tidak datang, karena harusnya kemarin white day, aku bawakan kamu coklat kesukaan mu....” Ujar nya sambil mengangkat gelas nya.


Kyosuke minum sake yang di tuangnya, dia teringat sewaktu Yuki berada di rumah sakit ketika kelas 2 sma bertepatan pada saat white day, hari itu dia juga terlambat sehari datang menemui Yuki karena berkelahi dan terluka, dia baru datang keesokan harinya dalam keadaan wajah lebam. Dia masih ingat kata kata Yuki, “Tidak apa apa, Kyo-kun, tapi kamu jangan berkelahi seperti ini lagi, aku tidak mau kamu terluka, lebih baik kamu terus bersama ku di sini...lagipula, bukankah enakan bersama aku hehehe.” Ujar Yuki dengan ceria sambil memegang wajah lebam Kyosuke yang memberikan coklat terlambat 1 hari kepadanya. Saat itu, Kyosuke sama sekali tidak menyangka, kalau white day itu adalah white day mereka yang terakhir, sebab tahun depan nya, Yuki meninggal pada hari white day di umur 18 tahun. Sejak itu, Kyosuke merayakan white day dengan mengunjungi makam Yuki sampai sekarang.


Dia berdiri dan mengusap bagian depan batu nisan Yuki yang lebih tinggi dari dirinya,


“Aku....kangen pada mu Yuki....sudah lama sekali kita tidak bertemu, aku ingin memeluk mu....” Ujar Kyosuke sambil menitikkan air mata.


Kenangan demi kenangan tentang Yuki memenuhi benak nya, dia mengingat senyumnya, tawanya, tangan nya yang hangat, rambutnya yang tertiup angin dan wajah cantiknya yang selalu memandangnya. Selagi terpejam di depan makam, tiba tiba, Kyosuke merasakan nyeri teramat sangat di pinggangnya, dia menoleh dan melihat seorang siswa sma berada di sampingnya dengan pisau tertancap di pinggang nya,

__ADS_1


“Hehehe....gimana kalau kamu menyusul kekasihmu kakek.....” Ujar siswa itu dengan pandangan mata yang tidak fokus.


Kyosuke mengenali kalau siswa itu yang sebelum nya duduk di makam Yuki dan menurutnya menodai makam Yuki, dia langsung menyambar ember di samping nya dan memukulkan nya ke kepala siswa itu sampai siswa itu jatuh dan melepaskan pisau yang menancap di pinggang nya. Siswa yang kepalanya berdarah terhantam ember yang masih ada sedikit air di dalam, langsung ketakutan dan lari tunggang langgang turun ke bawah. Kyosuke berbalik dan terduduk menyender kepada nisan Yuki. Dia melihat ke atas,


“Wah sudah setua ini masih saja ada yang mengincarku....hahaha....” Ujar nya.


Darah terus mengalir keluar, dia sengaja menekan pisau itu supaya pendarahan berhenti walau rasa sakitnya sangat luar biasa. Karena kehilangan banyak darah dan sakit yang luar biasa, pandangan Kyosuke mulai kabur, dia menoleh dan melihat sekeliling, tidak ada orang satu pun yang berada di makam. Pikiran nya mulai melayang, dia mengingat masa mudanya yang sama seperti siswa sma yang menusuknya barusan, pemuda urakan yang menjadi anggota gangster bahkan sempat terlibat dengan yakuza dan hidup serabutan, meninggalkan Yuki yang merupakan teman masa kecil nya yang sering keluar masuk rumah sakit karena jantungnya yang lemah, menderita sendirian. Titik balik kehidupan nya ketika Yuki meninggal dan hatinya di penuhi penyesalan sampai detik ini,


“Kalau saja aku di beri kesempatan....aku ingin sekali menolong Yuki dan mendampinginya.....aku menyesal Yuki....maafkan aku.....kalau saja, kalau saja aku saat itu fokus menjadi dokter..kalau saja aku mempunyai kemampuan seperti sekarang...aku bisa menyelamatkan mu...maafkan aku Yuki.” Ujarnya di dalam batin sambil meneteskan air mata.


Akhirnya karena sudah tidak kuat bergerak lagi, dia pun pasrah, tangannya yang memegang pisau untuk menekannya terlepas dan terkulai lemas,


“Hehe Yuki...sepertinya sebentar lagi kita akan bertemu....tunggu aku ya....aku akan datang menemui mu....aku mencintai mu Yuki.....selamanya....” Ujarnya lemas.


Kyosuke akhirnya memejamkan mata dengan senyum menghiasi wajahnya, sebelum kesadarannya hilang, dia mendengar suara Honda dan Saki memanggil dirinya dan langkah kaki orang berlari menuju ke arah nya, tapi dia sudah tidak bisa membuka mata lagi dan kesadaran nya pun hilang. Honda dan Saki yang datang ke makam Yuki untuk berziarah, berlari menghampiri Kyosuke, mereka terlambat sedikit, Kyosuke sudah tiada terduduk bersender ke batu nisan Yuki dengan wajah yang tenang dan senyum menghiasi wajah nya.


“Kyo-kun....” Saki menangis tersedu sedu dan memeluk Honda.

__ADS_1


“Kyo......sekarang kamu bebas, kamu bisa bertemu Yuki-chan sekarang.....” Ujar Honda sambil memeluk Saki.


Setelah itu, keduanya memanggil ambulans dan polisi untuk menyelidiki siapa yang menusuk Kyosuke. Beberapa hari setelahnya, penusuk Kyosuke di tangkap, rupanya saat menusuk Kyosuke, siswa sma itu sedang mabuk karena memakai narkoba dan sulit di mintai keterangan. Honda dan Saki mengadakan pemakaman untuk Kyosuke, dokter yang mendapat julukan tangan dewa meninggal dunia, seluruh pasien yang pernah di tolong oleh Kyosuke datang ke pemakaman Kyosuke untuk berkabung. Setelah itu, Honda memakamkan Kyosuke di sebelah makam Yuki supaya mereka bisa bersama selamanya.


__ADS_2