Dr Josh and his sleeping wife

Dr Josh and his sleeping wife
Chapter 14


__ADS_3

Sementara itu, di kampus, Joshua yang sudah sampai berlari ke kelasnya, di depan kelas dia melihat mata kuliah nya sudah mulai dan dosen sudah menjelaskan materinya di depan,


“Aku terlambat...tidak enak masuk di tengah seperti ini....aku ikut mata kuliah berikutnya saja....”


Akhirnya Joshua urung untuk masuk ke dalam, dia berjalan menuju perpustakaan untuk mencari informasi dengan pengetahuan yang sudah dia ketahui. Begitu masuk ke dalam perpustakaan, dia tidak melihat ada orang satupun, bahkan petugas perpustakaan nya juga tidak ada,


“Hmm...tidak apa apa kali ya aku masuk....” Pikirnya.


Joshua masuk ke dalam, dia langsung menuju rak rak buku yang berjumlah banyak dan tersusun rapi di dalam perpustakaan. Dia menuju seksi operasi dan pembuatan tangan juga kaki palsu. Dia ingin mencoba membuat jantung buatan menurut pengetahuan dari kehidupan masa lalu nya. Selagi mengambil buku, dia mendengar suara di ruang sebelah dekat rak tempat dia berdiri. Dia mendekatkan telinganya ke pintu, di dalam terdengar suara dua orang, pria dan wanita yang sedang terengah engah, karena dia tahu apa yang mereka sedang perbuat, Joshua langsung menjauh, dia mengambil buku yang di perlukannya dan pergi meninggalkan rak itu.


“Duh, ga di bumi, ga di sini, semua manusia sama saja....ga boleh lihat tempat sepi langsung berkembang biak.” Pikir nya sambil berjalan.


Setelah mengambil beberapa buku lagi yang sesuai dengan topik yang dia cari, Joshua duduk dengan tenang di kursi yang memang di sediakan untuk pengunjung yang ingin membaca buku. Dia mengeluarkan sebuah buku catatan dari dalam tasnya yang berisi catatan mengenai kapsul pembeku dan bahan bahan yang dia susun sendiri untuk membuat jantung buatan. Dia membuka lembaran kosong dan bersiap siap menulis sambil mulai membaca buku yang dia ambil. Setelah beberapa menit dia membaca,


“Ternyata benar, ilmu kedokteran di dunia ini, seperti di bumi antara tahun 2011 sampai 2025, masih sangat jauh dengan jaman ku....sayangnya aku tidak terlalu paham komponen untuk membuat jantung buatan, andai saja ada contoh jantung manusia asli.....” Ujar Joshua.


Selagi Joshua berpikir, tiba tiba pintu tempat dia mendengar suara tadi terbuka, seorang wanita yang sepertinya mahasiswi keluar dari dalam sambil merapikan pakaian nya. Wanita itu buru buru meninggalkan perpustakaan tanpa menoleh sama sekali, tak lama kemudian seorang pria yang juga seperti nya mahasiswa tingkat atas keluar, dia menoleh dan melihat Joshua sedang duduk membaca sambil menulis. Pria yang berwajah tampan tapi bengis itu langsung tersenyum meremehkan, dia menghampiri Joshua,


“Hooo....rupanya ada manusia tidak berguna di sini....” Ujar nya.


Joshua hanya melirik saja dan dia meneruskan membaca buku nya sambil menulis beberapa istilah yang asing baginya. Tiba tiba, “Brak.” Pria itu menggebrak meja persis di atas buku yang sedang di tulisi oleh Joshua. Kemudian dia menunduk dan medekatkan wajah nya ke wajah Joshua dengan marah.


“Hei....jangan mengacuhkan ku, kamu tahu kan akibatnya kalau kamu mengacuhkan ku...” Ujar nya dengan geram.


“Mau apa kakak senior ?” Tanya Joshua.


“Aku tidak senang nada bicaramu, bangun kamu......atau aku sobek buku ini...” Ujar pria itu sambil meremas buku catatan Joshua.


Melihat buku catatan nya di remas sampai sobek, Joshua langsung mendorong pria itu sampai ke membentur ke meja sebelah dan melepaskan bukunya,


“Heee berani kamu sekarang ya....makan ini.”


Pria itu maju dengan mengarahkan tinju ke wajah Joshua. Dengan sigap Joshua menaikkan tangan nya menangkis tinju pria itu dengan jurus karate yang dia pelajari di kehidupan masa lalu nya, tapi karena tubuhnya lebih kurus walau kekar dari pria itu, Joshua terpental menghantam meja di sebelahnya dan jatuh ke bawah.


“Ugh....tubuh ini....lemah....” Gumam Joshua dalam hatinya sambil berusaha bangkit.


“Hah...segitu doang rupanya, kupikir sudah berani melawan, sudah kuat.....” Ujar pria itu mengejek sambil berjalan maju menghampiri Joshua.


Pria itu berdiri di depan Joshua, dengan kedua tangannya dia mencengkram kedua sisi kerah pakaian Joshua dan mengangkatnya.


“Kamu pikir kamu siapa hah....berani berani menantangku....kamu tahu kan aku ini siapa....” Ujar pria itu.

__ADS_1


Pria itu melemparkan Joshua lagi sampai menghantam dinding, dia kembali maju dan mengangkat kaki untuk menendang wajah Joshua, tapi tiba tiba,


“Hei, berhenti....” Teriak seorang wanita.


“Haah....” Pria itu menoleh melihat seorang wanita yang sepertinya juga mahasiswa, berparas cantik walau wajahnya terlihat marah, sedang berlari menghampiri Joshua.


Wanita itu langsung mendorong pria yang berada di depan Joshua dan jongkok melihat keadaan Joshua. Pria itu tidak terima, dia langsung menjenggut rambut wanita itu, tapi tiba tiba,


“Lepaskan tangan mu.....” Sebuah pistol menempel di pipinya dari belakang. Ternyata wanita itu membawa pengawal bertubuh kekar, berjanggut dan berambut putih.


Pria itu langsung mengangkat tangan nya, wanita itu membantu Joshua berdiri dan mendudukan nya di kursi, sementara pengawal wanita itu membuat pria itu berlutut di hadapan Joshua. Wanita itu menoleh melihat pria itu dan menoleh kembali melihat Joshua,


“Mau anda apakan manusia macam dia ini dokter ?” Tanya wanita itu.


“Eh...kenapa panggil aku dokter ?” Tanya Joshua bingung.


“Ah benar juga, kenalkan, namaku Sharon Marlini, aku keponakan dari Paolo Marlini yang dokter selamatkan kemarin, aku melihat aksi dokter karena aku ada di dalam salah satu mobil saat itu.”  Jawab Sharon.


“Oh...begitu ya.....” Ujar Joshua kaget.


“Hah dokter ? manusia tidak berguna itu dokter ? hahahaha yang benar saja, hei cantik, sebaik nya kamu main sama aku saja, namaku Harris aku anak dokter Gared penerima nobel, aku kaya raya loh, gimana ?” Ujar pria itu.


“Kamu anak dokter Gared ? bagus, Alfred, pecat dan bunuh dokter itu berserta keluarganya, sisakan dia saja....” Ujar Sharon sambil melihat sinis ke arah Harris.


“A..apa ? siapa kamu perempuan gila ?” Tanya Harris itu.


“Pernah dengar Marlini grup ?” Tanya Sharon sambil tersenyum sinis dengan kaki naik ke kening Harris itu.


“Marlini grup ? aku tidak pernah dengar.....” Teriak Harris itu.


“Hooo baiklah....”


Sharon menurunkan kaki nya dan mengambil smartphone nya, kemudian dia menelpon seseorang, Sharon terlihat marah dan membentak orang yang jadi lawan bicara nya di telepon. Tak lama kemudian, Sharon menempelkan smartphone nya ke telinga Harris yang di paksa berlutut,


“Halo...” Sapa Harris itu.


“Anak bodoh.......cepat minta maaf, jangan memperkeruh suasana, aku kehilangan pekerjaan karena kamu......” Teriak seorang pria yang marah di pengeras suara telepon.


“Papa....kenapa marah sama aku ? aku tidak salah....” Ujar Harris itu.


“Kamu tidak salah ? kamu sudah memukuli dokter Joshua dan menggoda nyonya Sharon, kamu masih bilang kamu tidak salah ?...mohon maaf nyonya Sharon, saya Gared Kosovki berikrar, mulai hari ini Harris Kosovki bukan anak saya lagi, saya mencabut nya namanya dari kartu keluarga dan dia sudah tidak punya hak untuk memakai nama keluarga saya, mohon jangan pecat saya dan pertahankan posisi saya sebagai kepala rumah sakit di kota Newport.” Ujar Gared.

__ADS_1


“Ok, aku mengerti....hei anak ayam, sudah dengar kan ?” Tanya Sharon.


“A..apa ? papa ? kenapa begitu papa ? memang aku salah apa papa ?” Teriak Harris bingung.


“Aku bukan papamu lagi.....jangan panggil papa lagi...panggil dokter Gared.” Ujar Gared tegas.


“Apa...jangan begini papa, biaya kuliah ku gimana ? rumah ku di kota ini gimana ? semua kartu kredit ku gimana ? papa ?” Tanya Harris kalut.


“Semua akan di kembalikan padaku, kalau kamu mau meneruskan kuliah, silahkan urus sendiri biayanya. Mulai hari ini, aku akan minta orang untuk mengeluarkan kamu dari rumah dan menutup semua kartu kredit mu. Selamat tinggal.” Ujar Gared sambil memutus telepon nya.


“Papa...papa...papaaaaa......” Teriak Harris.


Sharon mengambil kembali smartphone nya dan meminta Alfred pengawalnya melepaskan Harris. Dengan wajah penuh kemarahan dan dendam, Harris menoleh ke arah Joshua yang sedang duduk,


“Semua gara gara kamu.....”


Harris melangkah maju dengan tinju terhunus kepada Joshua yang dengan reflek mengangkat tangannya untuk menutupi wajah nya. Tapi Alfred yang berada di belakang nya langsung menendang kakinya sampai Harris jatuh tersungkur di kaki Joshua.


“Ini semua gara gara om Tristan.....uuuuh.....” Ujar Harris sambil memukul lantai.


“Hah Tristan ? apa hubungan kamu dengan Tristan ?” Tanya Joshua ketika mendengar nama Tristan di sebut.


“Buat apa aku kasih tahu kamu.....puihh....” Teriak Harris sambil meludahi Joshua.


“Hei, berani sekali kamu, Alfred, bawa dia, buat dia bicara....setelah itu seperti biasa...” Ujar Sharon.


“Baik nyonya...” Jawab Alfred.


Langsung saja Alfred membawa paksa Harris keluar dari perpustakaan, setelah itu, Sharon duduk di sebelah Joshua.


“Maaf dokter, ijinkan aku cari tahu soal yang kamu tanyakan tadi, aku tidak akan bilang ke om ku mengenai ini, nanti kalau aku sudah dapat info, aku memberi tahu kepada dokter...” Ujar Sharon.


“Um...Sharon, panggil aku Joshua saja, sebab sepertinya kita seumur, aku tidak enak kalau di panggil dokter, seperti yang kamu lihat, aku masih kuliah.” Ujar Joshua.


“Hehehe benar kata om, kamu sangat rendah hati ya Joshua....” Balas Sharon sambil tersenyum manis.


“Hehe iya....” Balas Joshua sambil mengusap bagian belakang kepalanya.


Di dalam hatinya, Joshua sedikit takut dengan Sharon yang terlihat jauh lebih brutal dari Paolo, paman nya.


“Kenapa di dunia yang kata Yuki  isekai ini ada yakuza jugaaaa...” Ujar nya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2