Dr Josh and his sleeping wife

Dr Josh and his sleeping wife
Chapter 19


__ADS_3

Juan dan Alfons turun ke sel tahanan untuk menemui Joshua, di antar oleh Rando. Tanpa bicara lagi, Rando langsung membukakan pintu jeruji dan mempersilahkan Joshua keluar, Philia langsung melompat memeluk Joshua. Alfons dan Juan yang melihat nya tersenyum,


“Dokter, masalah dengan polisi sudah di bereskan, tuntutan mertua tiri anda sudah di selesaikan.” Ujar Juan,


“Kok bisa pak Juan ?” Tanya Joshua bingung.


“Saudari Marie menemui dokter Robert dan langsung bicara dengan ku di telepon setelah tahu anda di tangkap polisi. Maaf, baru bisa membebaskan anda tengah malam begini.” Jawab Juan.


“Terima kasih sekali pak Juan, mau membantu ku.....” Ujar Joshua sambil menjabat tangan Juan.


“Dokter ?” Tanya Philia.


“Ah....nanti ku ceritakan...” Jawab Joshua.


Kemudian Joshua menoleh ke dalam sel, dia melihat Alex duduk di kursi sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya.


“Pak Juan, boleh aku minta tolong kepada mu sekali lagi ?” Tanya Joshua.


“Silahkan, jangan sungkan sama saya, katakan saja...” Jawab Juan.


Langsung saja Joshua menceritakan kasus yang menimpa Alex kepada Juan. Setelah itu, Juan masuk ke dalam sel dan berbicara dengan Alex. Tak lama kemudian, Joshua melihat Alex menangis dan Juan menepuk nepuk pundaknya. Joshua tersenyum melihatnya, setelah Juan kembali keluar, mereka naik ke atas. Ketika sampai di atas, “Brak.” Pintu depan kantor polisi di buka dengan kencang, Tristan dan Amira masuk ke dalam kantor polisi, mereka melihat Joshua yang sedang merangkul Philia baru keluar dari basement bersama dengan Juan dan Alfons.


“Heh jongos, kenapa kamu keluar ?” Tanya Amira dengan suara kencang.


“Kurang ajar, siapa yang membebaskan mu ? ada yang bisa jelaskan kenapa tuntutan kami di cabut ?” Tanya Tristan berteriak.


“Biar aku jelaskan, anak anda yang bernama Marie sekarang berada dalam perlindungan ku, dia sudah menceritakan sebagian besar masalahnya, walau dia belum mengatakan siapa dalang sebenarnya di balik kehamilan nya. Jadi kalau anda bersikeras menuduh dokter Joshua, saya akan menganjurkan kepada dokter Joshua untuk menuntut anda...” Jawab Juan.


“Siapa kamu, jangan sok suci membela orang bersalah ya, kalau memang anakku ada bersama mu, mana ? aku mau ketemu....” Ujar Amira.


“Maaf, saat ini saudari Marie tidak mau menemui anda. Dari keterangan yang dia berikan kepada saya, sepertinya dia mengira anda juga terlibat, semua akan jelas ketika saya menemuinya dan dia menceritakan semuanya.” Balas Juan.

__ADS_1


“Kurang ajar, siapa kamu sebenarnya.....” Teriak Amira.


Tapi lengan Amira langsung di tarik oleh Tristan untuk pergi meninggalkan kantor polisi, alasannya karena Tristan mengetahui siapa sebenarnya Juan. Walau begitu, matanya memandang sinis terhadap Joshua dan Philia di sebelahnya, sepertinya walau kali ini kalah, dia masih belum menyerah. Setelah Tristan dan Amira pergi, barulah Joshua dan Philia keluar dari kantor polisi bersama Alfons yang menjaga mereka. Juan belum keluar karena ada beberapa berkas yang harus dia urus di dalam,


“Kamu sudah jadi dokter Kyo...eh...Josh ?” Tanya Philia.


“Ah panjang ceritanya, sebenarnya aku belum jadi dokter.....tapi, Kyosuke adalah dokter berpengalaman hehe.” Jawab Joshua.


“Oh begitu, aku mengerti kalau begitu hehe.” Balas Philia.


Alfons yang mendengar percakapan mereka sedikit bingung dan tidak mengerti, tapi dia tidak mau mencari tahu dan bertanya karena menghargai privasi keduanya. Setelah Juan selesai, mereka berjalan bersama menuju mobil yang terparkir agak jauh, Juan berniat mengantar mereka ke rumah karena sudah tengah malam dan tidak ada kendaraan lain. Di jalan, Juan menceritakan kalau Tristan menyuap komisaris untuk menangkap Joshua, setelah tahu kasus nya, ayah Sharon dan juga adik dari Paolo yang bernama Frankie menegur komisaris dan mengancam akan memecatnya dengan melapor kepada menteri pertahanan dan keamanan.


“Hmm...pak Frankie itu siapa ? aku baru pernah dengar...” Ujar Joshua.


“Dia adalah adik dari Paolo Marlini, dia juga ayah dari Sharon Marlini dan menteri kesehatan di negara ini. Dia memiliki otoritas untuk menegur komisaris karena jabatannya, alasannya adalah pelakunya seorang dokter yang cukup terkenal dan korbannya adalah mahasiswa kedokteran.” Balas Juan.


“Benar juga, Tristan berani menyuap komisaris karena mengandalkan gelar dan kepopulerannya, kalau sampai terbongkar akan memperburuk citra dokter.” Balas Joshua.


Setelah sampai di depan rumah, Joshua, Philia dan Alfons turun dari mobil, Juan berpamitan dan langsung pergi. Di dalam kamar,


“Josh....siapa sebenarnya kedua orang di kantor polisi yang berbuat jahat sama kamu ?” Tanya Philia.


“Um...yang wanita adalah mama tiri kamu....dia istri kedua papamu, waktu papamu meninggal, dia menikah lagi dengan laki laki yang tadi, namanya Tristan.” Jawab Joshua.


“Hah....berarti dia mertua kamu juga dong, kok jahat banget....” Balas Philia.


“Um...dia ada maksud tertentu saja, aku tidak apa apa kok, kamu jangan khawatir ya.” Ujar Joshua khawatir membuat Philia marah karena berpengaruh pada jantungnya.


“Aku mengerti, yang penting masalah nya sudah beres. Lalu, bisa ceritakan setelah aku meninggal di kehidupan lalu ? kamu hidupnya bagaimana ? punya anak berapa ?” Tanya Philia.


Joshua menceritakan kehidupan lalunya, dari dia belajar giat dan berkuliah di fakultas kedokteran universitas ternama sampai menjadi dokter spesialis yang bekerja di rumah sakit milih ayah Honda yang di teruskan olehnya. Dia juga menceritakan kalau Honda dan Saki menikah, kemudian di karuniai anak 3 orang dan langgeng sampai tua. Dia juga bercerita tentang dirinya sendiri sampai dia meninggal.

__ADS_1


“Hik....hik....hik....maafkan aku....” Ujar Philia menangis.


“Loh kamu kenapa menangis ?” Tanya Joshua.


“Kamu tidak menikah karena aku.....” Jawab Philia.


“Hahaha bukan Yuki, bukan karena kamu, aku yang memilih tidak mau menikah, mengerti ya, sudah ah jangan nangis.” Balas Joshua sambil merangkul Philia.


“Benarkah ?” Tanya Philia.


“Iya benar, tanya saja sama Honda dan Saki, mereka menjodohkan aku berapa kali dulu dengan teman teman mereka hahahaha.” Jawab Joshua.


“Trus kenapa kamu ga mau ?” Tanya Philia lagi.


“Aku tidak terpikir kesana, lagipula hatiku sudah beku dengan kamu di dalam nya.” Jawab Joshua.


“Aaaaah....jadi gara gara aku kan....” Balas Philia.


“Hahaha bukan, tapi gara gara kita.....yah kamu ada andil juga sih sedikit hahaha.” Canda Joshua mencairkan suasana.


“Huuuh....dasar....ga berubah dari dulu....” Balas Philia sambil memukul mukul Joshua perlahan.


Setelah itu, Joshua juga menceritakan kehidupannya di dunia baru mereka, dari dia kecil, mamanya meninggal, sampai dia besar dan berkuliah di kota. Kemudian di kota bertemu dengan mertuanya dan tinggal bersamanya. Joshua juga menceritakan pertemuannya dengan Robert, Stephen, Natalie, Paolo, Juan dan Sharon.


“Kamu hebat Kyo-kun....tidak seperti dulu, aku bangga hehehe...” Balas Philia sambil merebahkan kepalanya di pundak Joshua.


“Hahaha....tapi aku senang, walau sudah di isekai, kamu tidak berubah...” Balas Joshua.


“Ah benar juga, kita di isekai, tanpa fantasi sama sekali hahaha...” Balas Philia.


Keduanya tertawa sambil saling merangkul, Joshua melihat wajah Philia yang sedikit sedih, dia tahu apa yang sebenarnya di pikirkan Philia karena dia sangat mengenal sifatnya yang selalu menutupi perasaan nya dengan tawa. Joshua merangkul erat Philia, sambil mengelus pipinya menggunakan tangannya, di hatinya dia berjanji akan menyembuhkan penyakit Philia.

__ADS_1


__ADS_2