ES & API

ES & API
Pipi


__ADS_3

Citra tetap berdiri di perpustakaan dan hanya termenung memikirkan kejadian tadi.


Melihat Citra yang hanya berdiri diam. Bobby menyenggol Kiki dan membisikinya


"Kiki lihat Citra, Dia kenapa ya?"


"Kamu sih, malah ngomong gitu tadi" Kata Kiki menyalahkan Bobby.


"Maaf" Jawab Bobby.


"Citra, Kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Kiki ke Citra.


Citra masih terlihat masih diam dan tidak menjawab pertanyaan Kiki.


Kiki menepuk kedua tangannya untuk menyadarkan Citra yang sedang merenung.


"Eh, ada apa Ki?" Tanya Citra terkejut dengan tepukan tangan Kiki.


"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Kiki.


"Nggak apa-apa kok" Kata Citra yang terlihat lemas sambil melihat ke arah Arvin.


"Duduk dulu Cit" Kata Kiki sambil menarik bangku agar memudahkan Citra untuk duduk.


Citra memalingkan padangan dari Arvin lalu duduk di samping Kiki yang tengah membaca buku.


Kiki melihat Citra yang masih termenung, Kiki tahu bahwa Citra masih memikirkan hal yang tadi.


"Yang tadi jangan di pikirin terus" Kata Kiki ke Citra.


"iya" Jawab Citra dengan lesu.


"Memangnya Kak Sinta suka gangguin kamu ya?" Kata Bobby.


"Iya setiap aku ketemu sama kak Sinta, dia dan teman-temannya selalu gangguin aku. Padahal aku ngerasa nggak pernah punya masalah sama dia, selama ini juga aku selalu menahan emosi dan berusaha memaafkan kak Sinta dan teman-temannya"


"Mungkin masalahnya bukan tentang perilaku kamu ke Kak Sinta tapi tentang Kak Saka sama kamu" Kata Kiki sambil menutup buku yang dia baca.


"Maksudnya? Aku nggak ada apa-apa sama Kak Saka"


"Katanya sih kalian terlihat dekat waktu ekskul, Kak Saka kan ikut ekskul bulu tangkis yang tempatnya dekat dengan ekskul tari dan yang lain suka lihat kamu deket sama Kak Saka saat selesai ekskul"


"Terus hubungannya sama Kak Sinta apa?" Kata Citra.


"Kak Sinta itu suka sama Kak Saka, ya intinya dia cemburu sama kamu Cit"


Citra langsung menundukkan kepala, menempelkan kepalanya ke meja.


Kiki mengambil buku yang Citra ambil tadi lalu memberikannya ke Citra.


"Citra, Mending kamu baca buku ini aja. Kamu kan belum selesai bacanya" Kata Kiki sambil memberikan buku itu ke Citra.


Citra mengangkat kepalanya dari meja lalu mengambil buku yang diberikan Kiki.


Setelah mengambil bukunya Citra sama sekali tidak membuka halamannya dan hanya terdiam dan memandangi buku yang diberikan oleh kiki.

__ADS_1


Bobby yang melihat hal itu langsung menyenggol badan Kiki.


Kiki hanya menyuruh Bobby untuk diam dan membiarkan Citra untuk menenangkan pikirannya.


"Aku mau ngembaliin buku ini dulu ya" Kata Citra sambil berdiri dan meninggalkan tempat duduknya.


"Iya" Jawab Kiki.


Setelah selesai mengembalikan buku, Citra berniat untuk kembali ke kelasnya. Tetapi Citra melihat Arvin yang menggerakkan rahangnya dan sesekali mengusap pipinya membuat Citra semakin merasa bersalah ke Arvin.


"Arvin, masih sakit ya?" Kata Citra ke Arvin.


Arvin langsung berhenti menggerakkan rahangnya lalu lebih memilih untuk diam dan tidak menghiraukan Citra.


"Arvin, makasih sudah bantuin aku tadi"


Arvin tetap untuk tidak menghiraukan Citra.


Citra duduk di sebelah Arvin dan melihat lebih dekat pipi Arvin yang terkena tamparan keras tadi.


Arvin mulai risih dengan Citra yang melihatnya terus-menerus. Arvin menoleh ke arah Citra dan Citra langsung memegang pipi Arvin.


"Pipi kamu merah, sepertinya ini masih sakit ya?" Tanya Citra sambil mengelus-elus pipi Arvin.


Arvin menepis tangan Citra lalu menutup bukunya.


"Jangan pikirkan aku, lebih baik kamu pikirkan bajumu yang basah itu" Kata Arvin sambil berjalan pergi mengembalikan buku.


Citra pergi keluar dari perpustakaan dan menunggu Arvin di luar.


"Apa-apa nih?" Kata Arvin sambil berusaha melepaskan tangan Citra yang menggenggam erat tangannya.


"Ikut aku ke UKS"


"Ngapain?"


"Aku kompres dulu pipi kamu pakai air dingin biar rasa nyerinya hilang"


"Nggak usah, pipiku udah nggak sakit kok. lagian habis ini juga bel masuk" Kata Arvin sambil melepaskan tangan Citra yang menggenggam.


"Bentar aja" Kata Citra sambil menarik kembali tangan Arvin menuju UKS.


Citra dan Arvin membuka dan memasuki ruang UKS, tidak ada satupun orang yang terlihat di dalam ruang UKS karena petugas UKS sedang istirahat.


Citra menyuruh Arvin duduk sedangkan ia mempersiapkan air dingin dan handuk untuk mengompres pipi Arvin yang terkena tamparan tadi.


Setelah selesai menyiapkan semuanya, Arvin ingin mengompres pipinya sendiri tanpa bantuan Citra.


"Aku kompres sendiri aja" Kata Arvin.


"Udah diam dulu" Kata Citra menolak permintaan Arvin.


Citra langsung duduk berhadapan dengan Arvin lalu mengompreskan ke bagian pipi Arvin.


Saat Citra mengompres pipi Arvin. Arvin memalingkan wajahnya dan sama sekali tidak melihat Citra, Hal itu membuat Citra mengerjai Arvin dengan menekan handuk yang mengompres pipi Arvin.

__ADS_1


"Argh..." Suara Arvin yang berusaha menahan sakit.


"Katanya udah nggak sakit" Kata Citra menyindir Arvin.


"Kamu sengaja ya?" Kata Arvin sambil melihat Citra.


"Orang sedingin kamu kalo marah lucu ya!"


Citra merasa sukses mengerjai Arvin.


Terlihat kerutan kecil di kening Arvin yang menandakan dia sedang marah saat melihat ke arah Citra.


Citra tersenyum tipis menahan tawa saat Arvin melihatnya.


"Apa?" Tanya Arvin sambil memalingkan wajahnya.


"Jangan kebanyakan gerak dong" Kata Citra sambil menekan handuk yang mengompres bagian pipi Arvin dengan sedikit keras.


"Argh...Kamu gila ya?" Kata Arvin sambil menepis tangan Citra yang memegang handuk.


"Iya Maaf, Arvin kenapa kamu bantu aku tadi?" Kata Citra sambil mencelupkan handuk ke air dingin.


Arvin melihat ke arah Citra dan diam beberapa saat lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Jam pelajaran mau mulai, lebih baik bereskan ini dan kembali ke kelas" Kata Arvin.


"Tunggu, Jawab pertanyaan ku dulu" Kata Citra sambil memeras handuk.


KRINGGG...


Bunyi bel masuk


"Kamu nggak bisa jawab pertanyaanku ya?Kenapa kamu selalu membantuku?" Kata Citra.


"Aku nggak pernah bantuin kamu tapi saat ada keramaian itu membuatku risih" Kata Arvin.


Arvin mengambil handuk dan tempat air dingin yang di pegang oleh Citra untuk dibereskan.


"Biar aku aja" Saut Citra.


Citra membereskan tempat air dan handuk sedangkan Arvin sudah keluar UKS.


Setelah selesai membereskan semuanya, Citra keluar UKS dan terkejut masih ada Arvin yang menunggunya di luar.


"Kamu ngapain masih disini?" Kata Citra sambil memakai sepatu.


"Lama" Kata Arvin sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Kamu sih nggak mau bantuin" Kata Citra.


"Katanya biar kamu aja" Kata Arvin sambil berjalan menuju ruang kelas dan meninggalkan Citra.


"Ya nggak gitu juga" Kata Citra sambil berdiri setelah selesai memakai sepatu.


Citra tersenyum melihat Arvin yang mendahuluinya menuju ke ruang kelas.

__ADS_1


Saat di perpustakaan Citra berpikir ini adalah hari yang buruk untuknya tapi tidak terlalu buruk baginya karena dia masih bisa tersenyum .


__ADS_2