ES & API

ES & API
UKS


__ADS_3

Beberapa menit setelah lama menunggu di ruang UKS, akhirnya Arvin merlihat ada gerakan kecil di tangan yang menandakan dia mulai sadar. Citra mulai bangun dari tempat tidurnya sambil menggosok-gosokkan mata dengan tangannya.


"Ini dimana?" Kata Citra kebingungan sambil melihat sekitar.


"UKS" Jawab Arvin.


"Kenapa aku ada disini? Dimana Dina? Loh kok kamu yang ada disini?"


Arvin tidak menghiraukan pertanyaan dari Citra, Arvin langsung berdiri dan meletakkan bukunya di meja lalu mengambilkan Citra minum.


Arvin memberikannya gelas berisi minuman,tapi ditolak oleh Citra.


Citra hanya diam sambil menaruh perasaan curiga dengan Arvin, Citra berusaha untuk berdiri sambil berpegangan tempat tidur.


"Kalo masih pusing tiduran aja dulu, kena suttle kok aja pingsan" Kata Arvin


"Jadi kamu ya. .. aduh kepalaku" Kata Citra yang ingin membentak Arvin tapi kepalanya masih pusing.


Citra kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur, Terlihat Arvin juga kembali membaca bukunya yang dia ambil tadi dan suasana kembali menjadi sunyi.


"Vin lagi baca apa?" Tanya Citra.


"Nggak" Kata Arvin langsung menutup bukunya.


"Kamu kalo mau baca, baca aja aku gak ganggu kok" Kata Citra.


Citra memalingkan pandangannya berlawanan dengan Arvin, setelah beberapa menit tidak ada suara dari Arvin.


Citra kembali membalikkan pandangannya ke arah Arvin untuk melihatnya.


Arvin tetap ada di posisi itu sambil kembali membaca bukunya. Tenggorokan Citra mulai kering dan terasa tidak nyaman, rasa haus setelah olahraga baru dirasakan Citra sekarang. Citra berusaha menggapai minumannya yang telah di letakkan Arvin di atas meja sebelah tempat tidur, tapi tangan Citra terlalu pendek untuk menggapainya.


Arvin pun langsung mengambilkannya.


"Ini ada racunnya ya? Ambilkan aku yang baru!" Kata Citra sambil melihat ke arah air minum yang diambilkan oleh Arvin.


"Cerewet. minum itu aja, lagian untuk apa aku meracunimu"


"Lebih baik aku tidak minum" Tolak Citra.


Citra meletakkan kembali minuman itu di meja sebelah tempat tidurnya. Arvin kembali membaca buku dan membiarkan Citra untuk tidak meminum air itu. Rasa haus Citra semakin menjadi karena tenggorokannya terasa sangat kering.


Citra berusaha untuk bangkit dari tempat tidurnya untuk mengambil minuman yang baru


KRINGGG!!!


Bel waktu istirahat berbunyi.


"Eh ini jam pelajaran terakhir yah" Tanya Citra.


"Belum, ini bel istirahat ja"


"Yah masih lumayan lama dong"


"Kamu pura pura yah?" Kata Arvin yang curiga.


"Ya nggak lah, aku mending ikut pelajaran daripada disini bersamamu" Kata Citra sambil memberikan tatapan benci ke Arvin.


Arvin hanya diam dan tak mau berdebat lagi dengan Citra. Disisi lain Citra juga kasihan dengan Arvin yang daritadi


Lagi lagi arvin hanya diam dan tak menjawab


Tak lama kemudian Dina dan Dina datang dengan Leo.


"Gimana cit udah enakan belum?" Tanya Dina.


"Udah agak lumayan sih, tapi masih terasa pusing. Eh Leo kok kamu juga ikutan?" Jawab Citra.


"Iya tadi dibilangin Dina kalo kamu sakit di UKS" Jawab Leo.


"Eh cit celana kamu sobek tuh!" Kata Dimas.


"Eh yang bagian mana?" Jawab Citra sambil malu dan ingin segera menutupinya.


"Tenang, cuma bagain bawah sampe dengkul doang kok" Jawab Dina.


"Emang gimana ceritanya sih kok sampai pingsan?" Tanya Leo penasaran.


"Kena suttle kok" Jawab Dimas dengan santai.


"Gara-gara si Alvin" Saut Dina sambil menujuk ke Arvin.


"Oh jadi kamu yang bikin Citra pingsan?"


Kata Aldi sambil memegangi kerah baju Arvin.


"Kamu bisa santai nggak?" Jawab Arvin.

__ADS_1


"Dim kamu bantuin lerai " Kata Dina sambil menyenggol Dimas yang sedang diam.


"Nanti aja, pas mereka pukul-pukulan baru aku lerai"


"Kamu mau ku pukul?" Kata Dina ke Dimas.


"Eh udah dong gue malah tambah pusing nih" Kata Citra yang kebingungan mencari cara melerai mereka.


"Iya" Kata Leo sambil melepaskan tangannya dari kerah baju Arvin.


"Kalo gitu aku bisa istirahat gak?" Kata Dimas dengan polos.


"Yaudah sana" Kata Citra


"Kalo anak ini macam-macam lagi, bilang ke aku aja"


"Maksud kamu apa?" Saut Arvin sambil menatap dingin wajah Aldi.


"Udah kalian berdua keluar sana" Kata Dina.


Arvin dan Aldi akhirnya keluar ruangan UKS dan suasana UKS sudah menjadi tenang.


"Din kamu nggak istirahat?" Tanya Citra.


"Gak deh, Aku disini aja nungguin kamu. Nanti mereka berdua kesini lagi terus ribut deh."


"Pas pelajaran fisika ada tugas nggak?"


"Ada, banyak banget tapi kamu masih sakit gini masih mikirin tugas aja. Tidur aja dulu biar pusingnya hilang"


"Bosen"


"Lari lagi aja di lapangan"


"Ih kamu"


"Oh iya cit, maaf yah nanti pas pulang aku nggak bisa nemenin kamu. Aku mau kelompok buat ngerjain miniatur"


"Iya, gapapa "


"Oh iya gimana tugas miniatur sama kelompok kamu?" Tanya Dina penasaran.


"Belum ngerjain sih, masih nentuin konsep. Nanti kerja kelompoknya di rumah Arvin"


"Kamu nggak salah tempat? Kenapa gak dirumah kamu aja?"


"Rumahnya paling deket dari sini, Jadi aku sama Gilang setujunya dirumah Arvin"


"Enggak, Tapi kata Gilang dia tinggal dideket sini kok"


"Oh yaudah deh" Kata Dina dengan menghela nafas.


Citra dan dina mengobrol asik berdua di ruang UKS. Datanglah arvin yang membawa tas citra.


"Cit nih tas kamu" Kata Arvin sambil menunjukkan tas citra yang dia bawa.


"Ngapain kamu bawa kesini?" Tanya Dina.


"Celana olahraga yang dipake citra robek, jadi mending ganti dengan seragam."


"Terima kasih ya vin" Kata Citra yang masih terbaring di tempat tidur UKS.


"Tapi kamu nggak buka tasnya Citra kan? Kenapa nggak bajunya aja yang dibawa kesini?" Tanya Dina


"Makanya aku bawa tasnya kalo aku ambil bajunya aja nanti dikira yang macem-macem. Lagian tinggal 2 jam pelajaran lagi"


"iya aku tahu kamu peduli sama Citra, Terima kasih ya Arvin" jawab dina sambil mengambil tas yang dipegang arvin.


"Cerewet" Kata Arvin saat berjalan keluar ruangan UKS.


"APA?" Teriak Dina.


"Udah din, jangan marah marah terus" kata Citra sambil mengelus tangan dina dan berusaha menenangkannya.


"Itu orang kayak punya hati apa ya? Kerjaannya nyakitin hati orang terus"


"Kamu lebih parah malah titipin aku ke dia"


"hehehe. Kan aku ada jadwal presentasi" Jawab Dina sambil senyum senyum malu.


"Oh iya aku ganti baju dulu ya din"


Setelah selesai ganti baju kami berdua pun melanjutkan pembicaraan sambil bergurau.


Pembicaraanku dengan dina di ruang UKS membuat waktu terasa cepat berlalu dan sampai akhirnya bel pulang berbunyi.


"Permisi mbak, ini ruangan UKS nya mau ditutup" Kata Petugas UKS.

__ADS_1


"Iya kak, Citea kamu bisa bangun kan ?" Kata Dina ke Citra.


"Bisa kok" Jawab Citra sambil berdiri dan langsung mengambil tasnya.


"Oh iya, aku mau langsung berangkat kerja kelompok dulu ya cit"


"Iya deh"


Kebetulan arvin lewat didepan ruang UKS saat Citra dan Dina baru keluar ruangan itu.


"Vin" Sapa Dina memanggil Arvin.


Arvin langsung menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya kearah Dina dan Citra.


"Bisa bantuin nggak" Tanya Dina ke Arvin.


"Din apaan lagi sih?" Tanya Citra ke Dina sambil menunjukkan ekspresi marah.


"Bisa jagain Citra nggak sampai dia pulang?"


"Akh yang nganter pulang?" Tanya Arvin sambil berjalan mendekati mereka berdua.


"Nggak kok, dia nanti pesen taxi online. Kebetulan aku ada kerja kelompok nih buru-buru jadi aku takut ada apa apa sama Citra"


"DINA" Teriak Citra memarahi Dina.


"Udah cit daripada kamu ada apa-apa, Kalo gitu aku pergi dulu ya. Vin titip Citra" Kata Dina yang tergesa gesa lari keluar sekolah.


"Mau aku anterin sampe rumah?" Kata Arvin menawari Citra.


"Nggak usah deh" Jawab singkat Citra.


Leo pun muncul di belakang mereka dan langsung menyapa citra dan menanyainya kabar.


"Hy, Gimana cit udah enakan?"


"Iya udah lumayan"


"Mau pulang bareng aku nggak?"


"Rumah kamu arahnya berlawanan dari rumah aku" Jawab citra yang masih terasa pusing dan memegangi kepalanya.


"Aku mau sekalian beli buku deket rumah kamu"


"Nggak usah deh"


"Gapapa, kan sekalian"


"Kalo nggak mau jangan dipaksa" Saut Arvin.


"Emang kenapa? Kamu udah berani sama aku?" Kata Leo dengan mendorong arvin.


"Udah dong, Aku mau naik taksi online aja" Kata Citra.


"Terus si brengsek ini ngapain nganterin kamu?"


"Aku cuma nganterin Citra sampe naik taksi online. Disuruh Dina takut Citra ada apa apa" Saut Arvin.


"Udah Aldi, Kamu pulang aja duluan aja. taksi onlinenya udah sampe didepan sekolah kok"


"Oke" Kata Aldi sambil berjalan menjauh menuju parkiran sekolah.


Citra dan Arvin sudah sampai di depan pagar sekolah dan mencari pengemudi taksi online yang sudah dipesan citra.


"Itu taksi onlinenya" Kata Citra sambil menunjuk mobil yang sedang terparkir.


Setelah Citra memasuki mobil. Arvin mengedor gedorkan kaca mobil pengemudi dan menyuruhnya keluar.


Entah apa yang mereka omongkan diluar mobil, Citra tidak ingin mengetahuinya karena kepalanya sudah mulai pusing gara gara pertengkaran Arvin dan Leo tadi.


Akhirnya setelah selesai berbicara, pengemudi taksi online ini akhirnya masuk mobil dan menjalankan mobilnya ke arah rumahku.


Ditengah perjalanan menuju rumahku akhirnya aku penasaran dengan apa yang di obrolkan Arvin dengan pengemudi ini.


"Pak tadi ngobrol tentang apa ya sama temen saya?"


"Gak ada apa apa kok" Jawab santai Pengemudi Taksi online itu sambil menyetir mobil.


Setelah sampai dirumah, Citra membayar taksi online itu.


"Ini Pak, 40 ribu kan?" Kata Citra sambil menyodorkan uang ke Pengemudi Taxi online.


"Nggak usah mbak, udah dibayar sama mas yang tadi"


"Oh iya, Terima kasih ya pak"


"Iya"

__ADS_1


Citra memasuki rumah dan masih terpikir bahwa ternyata obrolan Arvin dengan si pengemudi itu tentang membayar ongkos taksi onlinenya.


Disisi lain ini membuatnya tenang karena aku tahu yang mereka obrolkan tadi, tapi Citra merasa kasihan dengan Arvin karena dia masih merasa bersalah dengannya.


__ADS_2