
Citra dan Mamanya menunggu didepan rumah Dina untuk berangkat bersama menuju ke sekolah, Hari ini mamanya Citra yang kebagian untuk mengantarkan Citra dan Dina ke sekolah.
"Hai tante" Kata Dina sambil masuk ke dalam mobil.
"Hai" Jawab mamanya Citra dengan senyum lebar.
Terlihat Citra yang sedang duduk dibelakang membawa 2 bekal makanan dan tersenyum saat Dina masuk Ke dalam mobil.
"Tumben kamu bawa bekal makanan 2?" Kata Dina dengan wajah heran.
"Disuruh mama" Kata Citra sambil mengalihkan pandangannya ke depan dan tersenyum tipis.
"Itu buat anak lak..."
"MAAA" Teriak Citra memotong pembicaraan mamanya.
"Citra, Mama kaget tahu"
"Maaf, Mama sih jangan kasih tahu Dina"
"Ada apa sih ini?" Kata Dina yang tampak kebingungan.
"Nggak ada apa apa kok"
"Apa Jangan-jangan kamu pengen jadi gendut? Makanya bawa bekal makanannya 2"
"Nggak lah"
"Citra beritahu aku dong!" Kata Dina sambil menarik tangan Citra dengan rasa penuh penasaran.
"Nanti pas di sekolah juga kamu tahu"
Dina masih penasaran karena Citra membawa 2 bekal makanan dan terus menerus tersenyum, Dina menahan rasa penasarannya hingga jam istirahat pertama di sekolahnya mulai.
"Kamu bawa bekal kan?" Tanya Citra ke Dina.
"Nggak bawa"
"Yah kok nggak bawa sih, padahal kan tadi malem udah aku ingetin lewat chat"
"Tadi buru-buru Citra, makanya lupa nyiapin bekal"
"Yaudah deh kalo gitu"
"Jadi lu bawa bekal 2, itu satunya buat aku?" Tanya Dina mengambil salah satu bekal makanan yang dibawa Citra.
"Nggak lah" Kata Citra merebut kembali bekal makanannya dari Dina.
"Terus kamu bawa bekal 2 itu, Satunya untuk siapa?"
"ARVIN!" Teriak Citra ke Arvin yang sedang lewat didepan mereka.
"Apa?" Tanya singkat Arvin.
"Maaf ya, kemarin aku nggak bisa ikutan kerja kelompok"
"Gapapa"
"Gimana miniaturnya? udah sampai mana?"
"Sudah jadi kok"
"Berarti tinggal nyusun laporan"
Arvin hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Arvin, Makasih ya untuk kejadian kemarin. Kebetulan mamaku bawa bekal buat kamu nih" Kata Citra memberikan salah bekal makanannya ke Arvin.
"Nggak usah" Tolak Arvin mengembalikan bekal makanan yang diberi Citra.
"Ini juga ada pemberian dari mamaku" Kata Citra sambil memberikan amplop berwarna putih ke Arvin.
"Uang?" Tanya Arvin.
"Iya, Nggak seberapa sih tapi terima ya"
"Nggak usah, Aku mau ke perpustaan" Tolak Arvin untuk kedua kali.
"Arvin, tolong terima ya" Pinta Citra ke Arvin.
Arvin hanya diam dan berjalan menuju luar kelas meninggalkan Citra dan Dina.
Dina yang melihat kejadian ini, langsung mengerti maksud dan tujuan Citra membawa 2 bekal makanan ke sekolah. Untuk lebih menyakinkan Dina akhirnya bertanya.
"Jadi ini semua untuk Arvin?" Tanya Dina.
"Iya" Jawab Citra lesu karena Arvin menolak semua pemberian Citra.
Dina tidak bisa membiarkan kejadian ini membuat Citra sedih, tanpa pikir panjang Dina melemparkan pulpen tepat ke arah Arvin. Pulpen itu mengenai kepala Arvin yang membuatnya kembali.
"Maksudnya apa?" Tanya Arvin sambil memegangi pulpen yang mengenai kepalanya.
"Kamu nggak ngehargain Citra apa? Dia bawain kamu bekal makanan yang dititipkan mamanya ke Citra buat kamu, Malah kamu tolak dengan mudah!" Kata Dina yang berdiri dari tempat duduknya untuk memarahi Arvin.
"Udah Dina!" Kata Citra sambil menarik Dina untuk duduk kembali.
"Nggak bisa begitu dong cit" Bantah Dina dengan memberi tatapan marah ke Arvin.
Saat Citra melihat Arvin, Arvinpun melihat Citra yang membuat Citra langsung mengalihkan pandangannya. Citra mendorong salah satu bekal makanan ke arah Arvin.
"Aku ambil" Kata Arvin mengambil bekal makanan yang Citra berikan.
"Tapi aku nggak mau ambil uang itu" Kata Arvin memotong pembicaraan Citra.
"Iya" Kata Citra sambil tersenyum.
"Ayo ke kantin, Nggak boleh tahu lama-lama dikelas pas jam istirahat" Kata Dina sambil menarik tangan Citra yang sedang membawa bekal makanan.
"Arvin, Kamu juga mau ikut ke kantin nggak?" Kata Citra.
Arvin menganggukkan kepala, yang menandakan Arvin setuju dengan ajakan Citra.
"Ayo" Ajak Citra sambil menarik tangan Arvin.
Mereka bertiga menuju kantin bersama, Saat sudah sampai di kantin Citra bertanya ke Arvin.
"Arvin kamu mau minum apa?" Tanya Citra.
Arvin tidak menjawab pertanyaan Citra dan langsung membeli sebotol air mineral.
"Dina kamu nggak cari makanan?" Tanya Citra.
"Iya cit, Kamu duduk duluan aja nanti aku nyusul"
"Iya"
Citra mencari tempat duduk, di depan Arvin masih tersisa 3 tempat duduk yang kosong. Citra langsung menuju kesana.
"Vin aku boleh duduk sini nggak?" Tanya Citra sambil menunjuk tempat duduk yang berada di hadapan Arvin.
"Iya" Jawab singkat Arvin sambil membuka tutup botol air mineral.
__ADS_1
Dina menuju tempat duduk dekat Citra yang masih kosong, Dina yang ingin sekali mengobrol dengan Citra merasa tidak enak karena ada Arvin di hadapannya. Suasana makan pada saat jam istirahat itu terasa sepi karena ada Arvin. Arvin menyelesaikan makanannya dengan sangat cepat.
"Citra, tempat bekalnya aku kembaliin saat sudah selesai dicuci ya" Kata Arvin.
"Nggak perlu vin, biar aku aja yang cuci" Kata Citra sambil mengambil tempat bekal makanan yang ada di Arvin.
"Iya" Jawab Singkat Arvin lalu berjalan keluar kantin.
"Citra, Sebenarnya ada apa sih?" Tanya Dina.
Citra menjelaskan ke Dina tentang semua kejadian yang dia alami pada saat Citra membeli bahan untuk msmbuat miniatur.
Saat mereka berdua selesai makan, Citra mengajak Dina untuk pergi ke perpustakaan sekolah.
"Dina, kamu mau temenin aku ke perpustakaan sekolah?" Ajak Citra.
"Mau ngapain?"
"Mau nanya ke kiki tentang soal fisika nomor 9 itu, Mau ikut nggak?"
"Nggak deh, aku mau diskusi laporan sama kelompokku"
"Yaudah deh aku sendirian aja"
"Duluan ya cit"
"Iya, hati-hati"
Citra memasuki ruang perpustakaan sekolah dan mencari kiki di tempat membaca. Terlihat ada Arvin yang sedang duduk disana sambil membaca buku.
"Hai vin" Sapa Citra ke Arvin.
Arvin tidak mempedulikan sapaan dari Citra dan terus fokus untuk membaca.
Citra yang mengetahui bahwa Arvin tidak mempedulikannya akhirnya pergi dan menuju ke Kiki dan Bobby.
"Hai ki, bob" Sapa Citra ke Kiki dan Bobby
"Eh ada apa cit?" Tanya Kiki.
"Mau tanya soal fisika nomor 9 ini" Kata Citra sambil memberikan lembaran kertas berisi soal.
"Ini kan soal minggu lalu yang kita kerjakan ki" Saut Bobby.
"iya ini lumayan susah, tapi aku udah tahu jawabannya kok" Kata Kiki
"Ajarin aku ya" Pinta Citra.
Kiki menjelaskan Citra cara mengerjakan soal fisika nomor 9 itu dan setelah selesai mengerjakan Citra ingin kembali ke kelas.
"Oh gitu ya caranya, Makasih ya ki" Kata Citra.
"Iya sama sama cit"
"Kalo gitu aku mau balik ke kelas dulu"
"Iya cit hati-hati"
Citra masih melihat ada Arvin disana yang sedang membaca buku.
"Vin duluan ya"
Arvin tetap tidak menjawab pertanyaan Citra dan masih membaca buku.
Citra berjalan keluar perpustakaan dan ingin kembali ke kelasnya. Saat baru keluar dari perpustakaan tiba-tiba ada yang berteriak memanggil Citra.
__ADS_1
"CITRA!" Teriak aurel.