ES & API

ES & API
Kerja Kelompok


__ADS_3

Jam sudah nunjukkan jam 2 dan


Bel pulang berbunyi...


KRINGGG!!!


Kami bertiga berkumpul di tempat duduknya Arvin.


"Gimana vin? Jadi kan?" Tanya Citra.


"Iya" Jawab Arvin sambil membereskan bukunya.


"Eh maaf nih, Aku nyusul aja nanti!"


Saut Gilang sambil gelisah melihat HP nya.


"Kenapa, Mau jemput pacar?" Tanya Citra.


"Nggak kok, Aku ada urusan bentar"


"Yaudah deh, tapi nanti nyusul yah"


"Iya, udah dulu yah"


"Eh bentar, Kamutau rumahnya Arvin kan?"


"Tau, kan aku kemarin yang nyaranin ke rumah Arvin"


"eh tapi nanti nyusul kesana ya, kalo nggak aku coret nama kamu dari tugas"


"Iya cerewet banget, kayak ibu tirinya cinderella" Jawab gilang sambil lari keluar kelas.


Disana hanya ada aku dan arvin


Suasana jadi sepi dan rasanya canggung


Bangku bangku kosong seakan menertawakan Citra yang hanya berdiri menunggu arvin selesai membereskan semua bukunya.


Selesai membereskan buku Arvin langsung menuju pintu.


"Eh mau kemana?" Saut Citra.


"Ini jadi kerja kelompok gak sih!" Jawab Arvin kesal.


"Kok aku nggak diajak?"


"Ya ikutin aku lah"


"Ya kamu bilang kek, Kamu pikir aku itu bayanganmu apa yang ngikutin kamu tanpa beritahu?" Jawab Citra sambil lari menuju Arvin.


"yaudah ayo buruan!" jawab arvin sambil jalan keluar kelas.


"Ini kita ke rumah lu jalan kaki?"


"Aku bawa motor"


Saat kami sudah sampai di parkiran


Sekolah ternyata arvin hanya bawa satu helm.


"Lah terus aku gimana vin, nggak usah pake helm nih?"


"Siapa yang mau boncengin kamu? " Kata Arvin sambil memakai helm.


"Terus?"


"Kamu lari lah, ngikutin aku dari belakang"


"Kamu udah gila kali yah?" Kata Citra sambil menendang bagian ban motor arvin


"Yaudah kamu bawa motor, Aku jalan aja"


Jawab Arvin sambil turun dari motornya.


"Eh ya jangan gitu lah, kan aku gak tau rumah kamu" Jawab Citra karena merasa gak enak.


"Kamu ribet yah" Jawab Arvin setelah menghela nafas.


"Otak kamu yang geser" Jawab Citra yang sudah merasa sangat kesal.


Kebetulan di tengah perang dunia ke 3.


Ada Toni lewat.


Toni adalah teman Citra saat smp dulu, dia selalu bawa 2 helm saat sekolah karena setelah pulang sekolah toni biasanya jemput pacarnya di sma sebelah.


"Toni, Pinjem helm dong" Pinta Citra.


"Gk ah, aku mau jemput doi" Jawab Toni sambil mengkerutkan keningnya.


"Ayolah ton deket kok, cuma ke rumah Arvin aja"


"Arah mana?" Tanya Toni sambil melihat Arvin.


"Gang sembilan" Jawab Arvin


"Searah donk, yaudah nih" sambil memberikan helm.


Ditengah perjalanan menuju rumah Arvin. Citra hanya diam saja, serasa naik motor sendiri karena arvin seperti biasanya, susah diajak ngobrol.


Akhirnya kami pun sampai dirumah Arvin.

__ADS_1


Toni nggak matiin mesin motornya dan ingin buru - buru jemput doinya.


"Sini helmnya, udah telat nih jemputnya"


"Nih, Terima kasih Toni" Jawab Citra sambil memberikan helm.


"Lain kali, Kalo mau pacaran bawa helm sendiri dong" Kata Toni setelah menggambil helm


"Ini kerja kelompok tau" Saut Citra.


Citra mengamati lingkungan disekelilingnya dan baru menyadari ternyata Arvin meninggalkannya sendirian di depan gang itu.


Citra langsung lari masuk ke gang itu dan mencari Arvin.


"EH LU UDAH GILA YAH?" Tanya Citra sambil membentaknya.


"Kenapa lagi sih?" Jawab Arvin sambil memarkirkan motornya di depan rumahnya.


"Ya kamu bilang dulu kek kalo mau duluan atau nggak tujukkin rumah kamu dulu. kalo aku tersesat gimana?"


"Tersesat? Gang ini jalannya cuma lurus" Jawab Arvin dengan santai.


" Kamu bisa nggak sih, nggak ngajak berantem dulu?"


"Ayo masuk" Kata Arvin yang melerai pertengkarannya dengan Citra.


"Iya" Jawab Citra sambil melepas sepatu..


Citra nggak habis pikir, orang sedingin Arvin itu kadang bisa jadi baik dan kadang jadi sangat dingin. Yang Citra pikirkan "apakah Arvin hanya baik pas dia habis bikin masalah aja atau gara-gara hatinya panas mikirin masalah terus es di hatinya jadi leleh terus dia jadi baik?Tapi kalo dia dingin berarti hatinya kembali jadi beku?"Pikiran itu terus terngiang di kepala Citra.


Setelah memasuki rumah Arvin.


Rumahnya sangat rapi. meskipun kecil bisa dibilang kayak kos, karena cuma ada satu ruangan dan kamar mandi tapi penataannya rapi.


"Vin rumah kamu ada siapa aja?" Tanya Citra sambil menaruh tasnya.


"Nggak ada" sambil menghela nafas.


"Orang tua kamu dimana?"


Arvin hanya diam saja dan saat itu terjadi ada yang berteriak dan mengejutkan Citra dari belakang.


"WOYYY!" Ternyata gilang datang.


"Maaf ya, telat" Tanya gilang.


"Gila kamu, Jantungku serasa mau copot tau" Kata Citra yang kaget dengan kejutan Gilang.


"Iya maaf, sudah sampai mana nih?"


"Ini baru mau ngerjain" Jawab Citra sambil mengeluarkan laptop dan alat tulis.


"Ini kita susun konsepnya dulu, besok baru kita bikin miniaturnya gimana?" Tanya Citra.


"Oke deh" Jawab Gilang.


"Sekalian pembagian beli peralatan buat bikin miniaturnya" Kata Citra.


"Jadi cuma susun konsep aja ?" Kata Arvin.


"Iya, sama pembagian beli material buat miniatur" Jawab Citra dengan polos.


"Kenapa gak di sekolah aja tadi?"


"Ya kan gak ada waktu vin"


"Jam istirahat?"


"Aku kan udah bilang, kalo aku nggak mau gangguin kalian pas jam istirahat"


"Ribet" Jawab Arvin dengan muka dinginnya.


"YAUDAH, BIKIN AJA SENDIRI!" Kata Citra dengan marah.


"Kok jadi berantem sih?" Kata Gilang yang berusaha melerai mereka.


Arvin dan Citra masih saling menatap tajam satu sama lain.


"Kalian laper nggak?" Kata Gilang berusaha mengalihkan suasana.


"Nggak" Jawab kompak Citra dan Arvin.


"Cie, Akhemmm" Sindir Gilang.


"Fokus ngerjain aja"


"Aku beli cemilan dulu ya?" Tanya Gilang.


"Iya nih, pake uangku aja" Kata Citra sambil memberikan uang.


"Yaudah, Aku pergi beli dulu"


Citra dan Arvin segera menyusun konsep dan membagi pembelian material untuk membuat miniatur. Citra mengerjakan dengan cepat karena ingin segera pergi dari rumah Arvin.


Setelah Citra dan Arvin selesai mengejakan, Akhirnya Gilang datang membawa cemilan.


"Kok lama banget sih lang?" Tanya Citra.


"Bannya bocor tadi, Eh tugasnya sudah sampai mana?"


"Udah selesai" Jawab Citra.

__ADS_1


"Beneran? Cepet banget"


"Kamu yang belinya kelamaan"


"Yaudah tinggal makan doang ka" Tanya Gilang dengan gembira.


"Enak banget, nggak kerja apa-apa"


"Hehehe, Udah yuk makan" Kata Gilang


Citra dan Gilang memakan cemilan itu, berbeda dengan Arvin yang hanya diam membaca buku dan sama sekali nggak menyentuh cemilan yang dibawa Gilang.


"Vin nggak ikut makan?" Tanya Gilang ke Arvin.


"Udah kenyang" Jawab Arvin sambil membalikkan halaman bukunya.


"Yaudah ku habisin ya" Kata Gilang sambil mengunyah cemilan dimulutnya.


"Gilang, kamu belum makan dari kemarin ya? Aku baru makan 1, tapi kamu udah hampir ngabisin semua" Kata Citra.


"Laper cit"


Tak terasa waktu begitu cepat, jam sudah menunjukkan jam 5 sore. Cemilan yang dibawa Gilang sudah habis di makannya sendiri.


"Udahan dulu ya" Kata Arvin sambil memakai jaketnya


"Oke deh" Saut Gilang.


"Memangnya kamu mau kemana vin?" tanya Citra yang penasaran.


Arvin hanya diam dan mengemasi tas yang akan dia bawa.


"Yaudah, Aku balik dulu ya!" Saut Gilang.


"Enak ya, makan terus pulang duluan" Saut Citra ke Gilang


"Citra, Mau bareng aku nggak?" Kata Gilang.


"Rumah kamu sama rumah aku itu lawan arah, nanti kamu kejauhan lagi"


"Oh iya"


"Eh sabtu ini kan libur, jadi jangan lupa buat beli bahan miniatur yang udah dibagi. Nanti minggunya kita udah mulai bikin miniaturnya" Kata Citra.


"Iya cit, Bagian ku mana? " Kata Gilang.


"Ini" Kata Citra sambil memberikan


"Yaudah, aku pulang dulu ya" Kata Gilang sambil berjalan keluar.


"Kamu pulang naik apa?" Tanya Arvin sambil mengemas barang barangnya.


"Naik ojek online, gue nunggu di depan gang aja" jawab Citra sambil berjalan keluar.


Citrapun memesan ojek online dan ternyata drivernya masih lumayan jauh. Citra menunggu di depan gang.


"Masih lama" Tanya Arvin yang tiba tiba datang dari gang dengan mengendarai motornya.


"Dapet driver yang lumayan jauh" Jawab Citra sambil melihat HP.


"Oh" Jawab Arvin sambil mematikan mesin motornya.


"Eh kamu ngapain,Nggak jadi berangkat ?" Tanya Citra.


"Nungguin kamu naik ojek"


"Eh nggak usah, kamu berangkat aja gapapa?"


Arvin hanya diam dan tidak menanggapi omongan Citra.


"Vin"


"Ada apa?"


"Makasih ya, yang waktu itu" Kata Citra yang membahas tentang kejadian Taxi online yang dibayar oleh Arvin.


Lagi-Lagi Arvin hanya diam dan tak menjawabnya.


"Masih lama ya?" Tanya Arvin.


"Bentar lagi nyampe kok, kalo mau berangkat berangkat aja aku gapapa kok" jawab Citra dengan rasa canggung.


Citra sudah merasa canggung dengan Arvin karena menunggu hanya berdua dan Arvin hanya diam saja


"Kenapa ditungguin sih?"


"Disini rawan, jadi jangan sendirian"


"Kamu takut aku diculik?"


"Nggak lah, cewe cerewet kayak kamu mana mungkin diculik. Paling habis di culik kamu dibalikin lagi, gara gara kuping penculiknya jebol"


"Vin, Memangnya kamu mau kemana sih?" Tanya Citra yang masih penasaran.


"Itu ojeknya bukan?" Tanya Arvin sambil menunjukkan ojek yang sedang berhenti.


"Iya, Vin jawab dulu pertanyaanku"


"Udah, kamu buruan pulang biar nggak kemaleman"


"Iya, makasih vin" Kata Citra sambil tersenyum ke Arvin.

__ADS_1


__ADS_2