ES & API

ES & API
Perasaan


__ADS_3

KRINGGG...


Bel pulang sudah berbunyi.


Citra segera membereskan barangnya dan bergegas menuju Gilang untuk membahas laporan tentang pembuatan miniatur.


"Gilang, kapan kita buat laporan miniatur?" Tanya Citra ke Gilang.


"Terserah sih, Kapan aja aku bisa kok" Kata Gilang.


Saat Citra sedang berbicara dengan Gilang, tiba-tiba Arvin lewat dan Citra menghalangi jalan Arvin.


"Minggir!" Kata Arvin.


"Bentar vin, kapan kita buat laporan miniaturnya?" Tanya Citra ke Arvin


"Semakin cepat, makin bagus" Kata Gilang.


"Besok aja" Kata Arvin.


"Dirumah kamu lagi ya!" Kata Citra.


"Nggak, Kita kerjakan di perpustakaan pas jam istirahat besok" Tolak Arvin.


"Gimana lang, kamu setuju?" Tanya Citra ke Gilang.


"Aku oke aja sih, Aku pulang dulu ya" Kata Gilang bergegas menuju keluar kelas.


Citra masih terlihat diam dan masih menghalangi jalan keluar Arvin.


"Nggak bisa minggir?" Kata Arvin.


Citra masih menghalangi jalan Arvin dan melihat bekas tamparan buku di wajah Arvin.


"Kalo masih sakit, kompres pake air dingin ya biar nggak tambah parah" Kata Citra sambil memegang wajah Arvin.


Dina memasuki kelas dan melihat Citra memegang wajah Arvin, Arvin yang menyadari kehadiran Dina langsung menepis tangan Citra dan bergegas menuju keluar kelas.


"Dina, ayo pulang" Ajak Citra.


Citra menarik tangan Dina untuk menuju keluar area sekolah. Rasa penasaran Dina membuatnya risih dan berpikiran aneh kepada Citra.


Saat melewati lorong kelas yang sepi, Dina menghentikan langkahnya dan bertanya kepada Citra.


"Kamu tadi ngapain sama Arvin?"


"Nggak ngapa-ngapain kok, udah ayo buruan nanti mama kamu nungguin lama" Kata Citra sambil tersenyum.


Citra dan Dina memasuki mobil dan menuju perjalanan pulang, saat di tengah perjalanan Dina yang masih penasaran menagih janji Citra yang ingin memberitahunya.

__ADS_1


"Kapan mau cerita?"


"Nanti aja" Kata Citra sambil mengkode Dina bahwa masih ada mamanya di sini.


"Ah alasan kamu" Kata Dina ngambek ke Citra.


"Dina, nanti jadikan ke mall?" Tanya mamanya Dina.


"Iya, eh Citra kamu mau ikutan nggak?"


Saat Dina menanyai Citra, tiba-tiba HP Citra berdering. Mamanya memberi tahu bahwa Mama dan Papanya akan pergi ke acara pernikahan. Citra meminta izin untuk ikut ke mall bersama Dina dan mamanya, permintaan itupun disetujui oleh mamanya.


"Oke, Jadi kita langsung pergi ke mall aja ya!" Kata Mamanya Dina.


"Iya" Jawab bersamaan Citra dan Dina.


Saat sudah sampai mall, Mamanya Dina menyuruh Citra dan Dina untuk makan dulu sedangkan mamanya akan berbelanja.


Mamanya Dina berjalan menjauh dan Dina masih mengajukan pertanyaan yang sama ke Citra tentang Arvin.


"Aku tadi lihat kamu loh, di UKS berduaan sama Arvin dan tadi pulang sekolah kamu berduaan di kelas sama Arvin. Sebenarnya kamu sama Arvin itu ada apa sih, jelasin dong kejadiannya?" Kata Dina memaksa Citra.


"Iya"


Citra menjelaskan semua kejadiannya ke Dina mulai dari Perpustakaan sampai kejadian di UKS tadi.


"Kamu pikir apa? Aku ini cewe yang nggak aneh-aneh ya" Kata Citra sambil menyenggol Dina.


"Tapi kamu nggak ada apa-apa sama Arvin kan?"


"Nggak ada sih"


"Yaudah kalo gitu"


"Aku suka sama Arvin"


"Apa?" Kata Dina yang tersedak minumnnya karena terkejut dengan perkataan Citra.


Dina menarik napas dan segera memulihkan keadaannya. Citra bingung dengan Dina yang begitu terkejut saat berbicara tentang itu.


"Kamu kenapa sih Din?" Kata Citra sambil memberikan tisu ke Dina.


"Kamu gila ya?" Kata Dina sambil membersihkan bibirnya.


"Memangnya kenapa?" Tanya Citra kebingungan.


"Kamu bisa suka sama orang se dingin Arvin? kamu nggak lihat dia itu suka nggak peduli sama orang lain, kok bisa kamu suka sama dia?"


"Aku juga nggak tahu, tapi dia orangnya baik kok" Kata Citra sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kamu sakit ya?" Kata Dina sambil menaruh tangannya ke Citra untuk mengecek suhu tubuhnya.


"Nggak kok" Kata Citra sambil menepis tangan Dina.


"Leo, Kak Saka, Kak Andri dan laki-laki lainnya itu kurang baik apa sama kamu, mereka juga ganteng dan keren? Arvin yang sudah jelas selalu bikin marah dan dingin itu kenapa kamu bisa suka? sadar dong Citra kamu itu populer di sekolah" Kata Dina sambil mengoyang-goyangkan tubuh Citra agar tersadar.


"Aku juga nggak tahu Dina, hatiku selalu merasa nyaman di sebelah Arvin dan pikiranku selalu memikirkan Arvin"


"Terserah kamu, aku peringatin ke kamu sekali lagi bahwa Arvin itu orangnya dingin"


"Aku bakal jadi Api untuk mencairkan Es di hati Arvin, Aku tahu kok Arvin orangnya itu baik" Kata Citra sambil menggengam tangannya.


"Terserah kamu deh, ayo makan" Kata Dina yang mulai menyerah memperingatkan Citra.


Setelah makan, Citra dan Dina menemui Mamanya Dina yang sudah selesai berbelanja. Mereka menuju ke mobil dan berjalan menuju rumahnya Citra untuk mengantarkan Citra pulang terlebih dahulu.


Di dalam mobil terlihat Dina yang kecewa dengan Citra karena tidak mendengarkan omongannya.


"Dina kenapa?" Kata Mamanya Dina yang sedang menyetir.


"Nggak tahu tante, dia ngambek terus" Kata Citra sambil tertawa kecil ke arah Dina.


"Ma, masa Citra suka sama..."


"Dina" Kata Citra sambil menutup mulut Dina untuk menghentikan ucapan Dina.


Mamanya Dina terseyum menahan tawa sambil menyetir, melihat kelakuan Dina dan Citra.


Citra dan Dina masih saling berdebat sambil berbisik saat berada di mobil.


"Kalian ini ada apa sih?" Kata Mamanya Dina yang mulai risih melihat Dina dan Citra berbisik-bisik sambil melihat kaca spion.


"Nggak ada kok tante" Saut Citra.


Citra mulai risih dengan omelan Dina yang terus menasehatinya, Citra mulai mengalihkan pembicaraannya dengan Dina.


Dina masih tidak mau membicarakannya yang lain dan tidak menghiraukan Citra saat membahas tentang hal yang lain.


Saat sudah sampai di depan rumah Citra. Citra pamit ke mamanya Dina dan langsung bergegas masuk rumahnya.


"Citra, pikirkan baik-baik ya!" Teriak Dina dari kaca Mobil.


Citra tertawa dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menutup gerbang rumahnya melihat ke arah Dina.


"Nggak!" Teriak Citra sembari tersenyum dan menjulurkan lidahnya ke Dina untuk mengejeknya.


Mobil Dina dan mamanya sudah pergi menjauh, Citra berjalan masuk ke rumahnya sambil memikirkan pendapat Dina tentang Arvin.


Citra tetap yakin bahwa dia tidak salah memilih seseorang, Arvin memang orang yang berhati dingin, tapi saat berada di dekatnya hati Citra terasa berbeda dari biasanya. Citra yakin akan bisa merubah hati dingin yang ada pada Arvin dan Citra akan melihat senyumannya suatu saat nanti meskipun itu akan terasa sulit baginya.

__ADS_1


__ADS_2