ES & API

ES & API
Apa?


__ADS_3

Pada saat jam istirahat pertama, Dina mendadak ada urusan yang harus membuat dia meninggalkan Citra. Menurut Dina urusannya akan sedikit lebih lama, itu yang membuat Citra memilih untuk menunggu Dina di perpustakaan.


Sesampainya Di perpustakaan, Citra tidak mengambil buku untuk dibaca dan hanya duduk terdiam di bangku perpustakaan.


Kak Vino yang kebetulan lagi di perpustakaan dan melihat Citra duduk termenung. Kak Vino merupakan Ketua OSIS tahun lalu, dia juga kenal dekat dengan Citra.


"Citra" Sapa Kak Vino.


"Hah, ada apa?" Kata Citra terkejut.


"Kenapa diem aja?" Tanya Kak Vino.


"Eh kak Vino, nggak apa apa kok kak" Kata Citra sambil tersenyum tipis ke arah Kak Vino.


"Oh iya, dengar-denger kamu ikutan lomba tari antar sekolah Se Provinsi ya?" .


"Iya kak"


"Kapan itu?" Kata Kak Vito sambil memilih buku.


"Bulan agustus kak"


Kak Vito yang sedang memilih buku hanya menggangukkan kepalanya. Citra kembali memilih buku untuk di baca.


"Akhirnya ketemu juga" Kata Kak Vito sambil menggangkat buku itu.


"Buku apa itu Kak" Kata Citra dengan rasa penasaran.


"Buku fisika!" Kata Kak Vito dengan nada Bahagia.


"Memangnya apa bedanya dengan buku fisika yang lain" Kata Citra yang sama sekali tidak tertarik dengan buku itu.


"Buku ini ada soal-soal lengkap tentang fisika kelas 3. Aku pernah baca buku ini, disini pas aku kelas 1, untung buku ini masih ada karena pelajarannya cocok banget"


Citra hanya terdiam melihat tingkah aneh kakak kelasnya itu, Kak Vito terlihat senang sekali seperti mendapatkan hadiah dari undian tujuh belasan tahun lalu saat dia mendapatkan satu buku.


"Kalo gitu, aku duluan ya Cit" Kata Kak Vito berjalan menuju penjaga perpustakaan.


"Iya kak"


Setelah menemukan buku yang ingin dibaca, Citra menuju ke tempat duduk dan duduk di sebelah Kiki.


"Citra, buku yang kemarin kamu cari disini, aku sudah menemukannya" Kata Bobby.


"Buku novel cerita tentang petualang saat di hutan ya?" Tanya Citra sambil menutup bukunya yang baru saja dia buka.


"Iya, nih bukunya" Kata Bobby sambil memberikan bukunya ke Citra.


"Makasih ya bob"


Citra senang karena buku yang ia cari sudah ditemukan,tapi saat citra menerima buku terlihat Kiki yang hanya membaca tanpa suara dan terlihat sedang tidak bersemangat.


"Kamu kenapa Ki?" Tanya Citra.


"Nggak ada apa-apa kok" Kata Kiki setelah menghela napas sedikit panjang.


Citra mengkode ke Bobby untuk menanyakan tentang ada apa dengan Kiki, tapi Bobby juga tidak tahu tentang masalah apa yang sedang dihadapi oleh Kiki.


Citra membuka buku yang diberikan Bobby tadi. Setelah Citra membuka beberapa lembar, Dina datang ke perpustakaan dan menemui Citra.


"Hai Cit" Sapa Dina ke Citra dengan perasaan sangat bahagia.


"Apa sih!" Kata Citra merasa kesal dengan Dina.

__ADS_1


"Kamu marah ya?" Tanya Dina sambil melihat Dina dengan penuh senyuman.


"Kamu lama sih!" Kata Citra yang tidak melihat Dina melainkan tetap melihat ke arah bukunya.


"Iya maaf, tapi Cit aku bawa kabar gembira tau"


"Kabar apa?" Kata Citra dengan nada yang sama sekali tidak tertarik dengan berita itu.


Saat Dina mau menyempaikan berita itu, tiba-tiba Kiki menutup bukunya dengan kencang dan berdiri dari tempat duduknya lalu mengembalikan buku setelah itu pergi keluar perpustakaan. Melihat ekspresinya Kiki terlihat bahwa Kiki sepertinya sedang marah.


"Kenapa Kiki?" Tanya Citra ke Bobby.


"Iya, nggak seperti biasanya sih? mungkin lagi dapet" Kata Bobby.


"Hah!Dapet!" Saut Dina.


"Dapet masalah, udah ya aku mau nyusul Kiki dulu"


Bobby pergi menyusul kiki yang keluar ke perpustakaan. Citra kembali membaca bukunya dan tidak menghiraukan Dina yang sedang tersenyum lebar melihat Citra dari samping.


"Kamu nggak mau dengar beritanya?" Tanya Dina berusaha membuat Citra penasaran.


"Nggak tertarik" Tolak Citra dengan singkat.


"Ada yang sedang ditembak!"


"Siapa? Orangnya mati nggak?"


"Citra, aku ini serius"


"Siapa yang ditembak? Diterima nggak?"


Saat Citra menanyakan hal itu, Dina hanya terdiam dan tidak kembali tersenyum ke arah Citra.


"Ditanyain malah diem aja" Kata Citra kesal karena Dina tidak menghiraukan pertanyaannya.


"Ayo dong beritahu aku, siapa orangnya?"Kata Citra sambil melihat kearah Dina.


"Giliran nggak dikasih tahu dan dibiarin penasaran aja, kamu baru mau lihat aku" Kata Dina marah.


"Iya maafin aku, ayo dong beritahu aku"


Disaat Citra mulai penasaran dengan berita yang sedang dibawakan oleh Dina, Bel sekolah berbunyi tanda jam pelajaran sudah mulai.


KRINGGG!!!


"Yah udah masuk, ayo buruan kembaliin bukunya lalu kita kembali ke kelas" Kata Dina berusaha mengalihkan pertanyaan Citra tadi.


"Tapi beritahu aku dulu tentang..."


"Udah kembaliin dulu bukunya, nanti keburu pelajarannya mulai" Kata Dina memotong pembicaraan Citra.


Setelah selesai mengembalikan buku yang baru saja Citra baca, Citra mencari Dina yang sudah tidak ada di tempat tadi.


"Citra ayo!" Kata Dina yang sudah berada di depan pintu perpustakaan.


"Tungguin" Kata Citra sambil berlari menyusul Dina.


Disaat perjalanan menuju ke kelas, Dina tidak memberitahu Citra tentang berita yang tadi.


Saat berada di depan kelas terlihat Arvin yang baru masuk ke kelas.


"Tadi kemana? Tumben nggak ke Perpustakaan?" Tanya Citra ke Arvin.

__ADS_1


"Bukan urusanmu" Kata Arvin sambil terburu-buru masuk ke kelas.


Setelah beberapa jam pelajaran berlalu, akhirnya bel jam istirahat kedua berbunyi. Citra dan Dina menuju ke kantin, tapi Citra terus mengawasi Arvin dari jauh saat berjalan menuju ke Kantin. Arvin terlihat berjalan menuju ke perpustakaan.


"Nanti ke perpustakaan yuk!" Ajak Citra.


"Karena ada Arvin?" Tanya Dina.


"Nggak kok!" Bantah Citra sambil mengalihkan pandangannya dari Arvin.


"Itu Arvin ke perpustakaan" Kata Dina sambil menunjuk kearah Arvin.


"Udah ah, ayo ke kantin" Kata Citra yang mulai salah tingkah.


Setelah Citra dan Dina menyelesaian urusan perutnya di kantin. Mereka langsung berjalan menuju ke Perpustakaan, tapi disana tidak terlihat ada Arvin.


"Citra, kok orangnnya nggak ada ya?" Tanya Dina menyindir Citra yang ingin bertemu Arvin.


"Aku cuma mau baca buku kok" Jawab Citra sambil pergi berjalan untuk memilih buku.


Jam istirahat kedua pun telah selesai, tapi Arvin tidak kunjung mendatangi perpustakan sekolah. Saat di kelas pun tidak ada tanda-tanda dari Arvin, Citra mengira Arvin sedang ada urusan dengan ekskulnya. Guru yang sedang mengajar mencari Arvin dan menanyakan ke semua murid tapi tidak ada yang tahu sampai jam bel pulang berbunyi.


KRINGGG!!!


"Arvin kemana ya?" Tanya Dina.


"Nggak tahu, udah jangan bahas Arvin" Jawab Citra.


"Kenapa kamu marah, aku nggak bermaksud nyindir kamu ya!"


"Udah ah, Dina ikut aku ke ruang latihan tari dulu yuk!"


"Mau ngapain?"


"Ada buku gerakan tari yang harus aku pelajari tertinggal disana"


"Yaudah ayo buruan, mama kamu udah nungguin di luar sekolah"


Setelah mengambil buku itu, Citra melihat Leo dan teman-temannya yang berjalan dari belakang sekolah.


"Dina kesana bentar yuk!" Ajak Citra.


"Ngapain sih?" Tanya Dina.


"Perasaan aku nggak enak"


"Kurang garam mungkin" Kata Dina dengan nada bercanda.


Citra mengecek di area belakang sekolah dan melihat Arvin yang jalan tertatih-tatih dengan wajah yang sudah babak belur.


"Arvin, kamu kenapa?" Tanya Citra yang mulai panik.


"Kamu berantem ya sama Leo? Ayo ikut aku ke UKS"


"Nggak perlu" Tolak Arvin.


"Dina kalo kamu pulang duluan, pulang aja dulu sama mamaku. Aku mau ngerawat Arvin ke UKS dulu"


"Aku bantu kamu Cit, mama kamu udah aku chat kok"


"Ayo Vin, bersihin lukamu dulu" Kata Citra.


"Nggak usah, aku sudah bilang aku nggak apa-apa" Tolak Arvin dengan nada yang membentak Citra.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih?" Tanya Citra.


"Kamu bisa nggak sih jauhin aku?" Tanya Arvin sambil menatap Citra dengan tajam.


__ADS_2