ES & API

ES & API
Beli Bahan


__ADS_3

Pagi ini rencananya Citra akan berangkat ke toko untuk membeli bahan membuat miniatur.


Terdengar suara ketukan pintu di kamar Citra.


"Citra, kamu sudah bangun" Kata mamanya Citra sembari mengetuk pintu.


Citra akhirnya terbagun dan melihat jam dinding kamarnya sudah melewati pukul 6.


Citra langsung membuka pintu dan langsung berlari ke kamar mandi.


"Citra, kamu hari ini libur kan?" Tanya Mama yang membuat langkah Citra menuju kamar mandi terhenti.


"Oh iya, Citra lupa"


"Yaudah kalo kamu mandi dulu gapapa!"


"Nggak deh, Citra malas mandi" Kata Citra sambil berjalan ke arah kamarnya.


"Kamu jaga rumah ya, Mama mau pergi ada urusan"


"Papa udah berangkat ya ma?"


"Iya"


Citra teringat tentang membeli bahan miniatur untuk besok.


"Ma, Besok aku mau buat miniatur sama temen-temen untuk tugas sekolag. Mama bisa nggak anterin Citra beli bahan?"


"Kamu beli sendiri aja ya, mama mau berangkat sekarang. Kalo kamu mau ikut mama anterin tapi pulangnya sendiri"


"Iya, Aku berangkatnya bareng sama mama aja"


"Tapi makan sama mandi dulu"


"Nggak deh, mama berangkat aja dulu"


"Kamu ini selalu susah dibilangin kalo disuruh mandi pas liburan"


Citra hanya tersenyum sambil berjalan memasuki kamar.


"Ma aku boleh bawa mobil nggak?"


"Nggak, Kamu belum punya SIM"


"Yaudah deh aku naik ojek online aja"


"Yaudah mama pergi dulu"


"Iya ma"


Citra kembali bermalas-malasan di tempat tidurnya sambil mendengarkan lagu.


setelah jam 10 Citra membereskan tempat tidurnya lalu makan dan bersiap untuk membeli bahan miniatur ke pasar naik ojek online.


Setelah membeli semua barang di pasar, Citra berjalan keluar area pasar dan mengecek daftar bahan yang sudah dibelinya karena takut ada yang ketinggalan.


BRUAKKK!!!...


Citra menabrak orang yang sedang membawa barang.


"Dek gimana sih?" Tanya Orang yang ditabrak Citra.


"M..maaf Pak" Kata Citra yang terjatuh dan memegangi kakinya yang terluka.


Orang itu terus memarahi dan membentak Citra. Citra hanya diam karena kakinya luka jadi sulit untuk berdiri. Tiba-tiba ada Arvin yang membantu Orang itu.


"Sudah pak, Biar saya bantu"


Orang itu berhenti berbicara dan setelah barangnya terkumpul orang itu langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Arvin, makasih ya"


"Kamu ngapain disini?" Tanya Arvin.


"Beli bahan untuk buat miniatur besok, kalo kamu ngapain disini?"


Arvin menurunkan badannya dan memegangi kaki Citra yang sakit.


"Masih bisa jalan nggak?" Tanya Arvin.


"Sudah coba aku gerakin tapi rasanya masih sakit banget"


"Kamu kesini sama siapa?"


"Sendirian"

__ADS_1


"Bawa mobil atau motor?" Kata Arvin sambil kembali berdiri.


"Nggak, Aku tadi kesini naik ojek online"


"Aku anterin pulang ya?"


"N...Nggak usah deh, Aku naik ojek online aja"


"Yaudah kalo gitu" Kata Arvin berjalan keluar area pasar.


"ARVIN!!!" Teriak Citra.


Arvin hanya membalikkan badan ke arah Citra


"Ada apa?"


"Bantu aku, k...kakiku nggak bisa digerakin" Kata Citra Sambil berusaha berdiri.


Arvin berjalan mendekati Citra dan langsung memeriksa kakinya.


"Kenapa pake sepatu hak tinggi?"


"Emang nggak boleh?"


"Kalo memang pendek nggak usah dipaksain, Kalo jatuh kayak gini malah repot"


"Kamu mau ngomel terus apa bantu sih?"


"Bisa berdiri nggak?"


"Sakit"


"Aku anterin pulang ya?"


"Kamu bawa helm? Nanti kamu nyuruh aku lari dari belakang lagi kayak waktu itu"


"Aku bawa mobil"


"APA?" Citra Terkejut mendengar bahwa Arvin membawa mobil.


"Kenapa?"


"Beneran? Kamu udah punya SIM?"


"Nanti aja bahasnya, Waktuku nggak banyak"


"Kamu ngapain?" Tanya Citra.


"Ayo naik, daripada kamu maksa untuk jalan nanti bisa tambah parah"


"Nggak deh, Ayo bisa jalan kok"


"Udah ayo"


"Nggak ada cara lain?"


"Nggak ada, mau apa nggak? Kalo nggak aku pergi"


"Iya, Iya"


Akhirnya Citra menaiki punggung Arvin, Arvin menggendong Citra menuju mobil yang dia bawa.


"Ini mobil kamu vin?" Tanya Citra saat berada didalam mobil.


"Bukan"


"Terus mobil siapa?"


"Mobil Cafe"


"Mobil Cafe? Maksudnya gimana?


Arvin hanya diam dan menjalankan mobil yang dia bawa.


"Rumah kamu daerah mana?" Tanya Arvin sambil melihat Citra dari spion.


"Perumahan Asri, Deket sini kok!"


Disepanjang jalan menuju rumah Citra, Arvin dan Citra hanya diam dan tidak membahas apapun. Arvin juga tidak menyalakan musik yang membuat suasana di mobil menjadi hening dan canggung. Citra yang masih penasaran dengan keberadaan Arvin di pasar itu.


"Kamu kok bisa ada di sini vin?"


"Memang kenapa?"


"Ini kan jauh dari rumah kamu vin, kenapa kamu bisa sampai sini?"

__ADS_1


"Ada hal penting" Jawab Arvin dengan singkat.


"Arvin, kamu udah beli bahan buat miniatur kan?"


"Sudah"


"Oh, oke"


"Besok kalo masih sakit nggak usah ikut kerja kelompok dulu, Biar aku sama gilang aja"


"Iya, tapi aku usahain ikut kok"


"Terserah"


Dari kaca spion, Arvin melihat Citra masih memegangi kakinya yang sedang sakit dengan ekspresi menahan sakit.


"Masih sakit?" Tanya Arvin.


"Nggak kok" Jawab citra sambil tersenyum.


Arvin memberikan botol air mineral yang ada di mobilnya ke Citra.


"Nih minum dulu" Kata Arvin sambil memberikan air mineral ke Citra.


"Makasih ya vin" Kata Citra lalu meminumnya.


"Perumahan ini kan?" Tanya Arvin.


"Iya"


"Blok apa?"


"Blok D, Depan itu rumahku"


Setelah sampai didepan rumah Citra, Arvin langsung keluar dari mobil, membuka pintu mobil untuk Citra dan mengarahkan punggungnya ke arah Citra.


"Ayo" Kata Arvin sambil memposisikan diri.


Setelah Citra naik, Arvin langsung berjalan menuju rumah Citra. Setelah beberapa langkah Arvin pun berhenti.


"Rumah kamu ada orang?" Tanya Arvin.


"Nggak ada kok, Mama lagi pergi dan Papa lagi kerja. Oh iya ini kunci rumahku" Kata Citra sambil memberikan kunci rumahnya ke Arvin.


"Oh" Jawab Singkat Arvin dan berjalan masuk kerumah Citra.


"Disini aja vin" Kata Citra sambil menunjuk salah satu kursi di ruang tamu.


Setelah Arvin meletakkan Citra di kursi, Terdengar suara mobil yang sedang berhenti di rumah Citra.


"Itu suara mobilnya mama" Kata Citra sambil melihat arah luar.


"Kalo gitu, Aku pergi dulu ya!"


"Nggak mampir dulu vin?"


"Nggak" Jawab singkat Arvin sambil berjalan keluar rumah Citra.


Saat Arvin berjalan keluar rumah Citra, Mamanya Citra ada di depan pintu dan menyapa Arvin.


"Temennya Citra ya?" Tanya mamanya Arvin.


"Iya tante"


"Nggak mampir dulu?"


"Nggak tante, soalnya lagi buru-buru"


"ARVIN!" Teriak Citra dari depan pintu.


"Vin, nih bahan miniaturnya kamu bawa dulu. Kalo besok aku bisa ikutan kerja kelompok aku kesana" Sambungnya


"Iya"


"Kaki kamu kenapa Citra?"


"Habis jatuh ma"


"Gara-Gara anak ini?" Kata mamanya Citra sambil melihat ke arah Arvin.


"Bukan ma, nanti Citra ceritain"


"Tante, Saya permisi dulu" Kata Arvin sambil berjalan keluar rumah Citra.


"Makasih ya vin" Saut Citra.

__ADS_1


Arvin langsung bergegas berjalan menuju keluar rumah Citra karena masih ada yang harus diselesaikan Arvin.


__ADS_2