
Sebelum dua makhluk tukang ribut itu semakin bermasalah, Elena membawa mereka ke dalam kamarnya.
Lis keluar dari saku baju Elena begitu mereka sampai.
"Untung saja aku sembunyi di dalam bajumu. Kalau mereka tahu, bisa tambah gawat."
"Kenapa begitu?" tanya Hotaru.
"Ras peri sepertiku memiliki kekuatan cahaya yang bisa membantu partner yang telah kami pilih. Karena itu, kami memilih hidup bersembunyi dari musuh yang ingin menangkap serta memanfaatkan keahlian yang kami miliki." jawab Lis.
"Sepertimu...maksudnya?"
"Hey, bocah. Bangsa peri itu bermacam-macam. Ada Elf, Dwarf, dan masih banyak lagi. Peri kecil seperti kami disebut sebagai Fairies."
Lis menggerutu kesal, "Aku mengerti alasan kepergian mereka dari hutan itu. Tapi, aku paling tidak suka dengan Elf saat mereka pergi begitu saja ketika pemimpin kami menghilang."
"Kenapa kalian tidak ikut pergi?" tanya Elena.
Wajah Lis berubah, "Bukan tidak ingin, melainkan tidak bisa. Kau ingat perkataan ibu, kan?"
"Maaf, tidak seharusnya aku seperti itu," Elena menyesal karena dia menanyakan hal yang salah.
"Sudahlah, tidak usah di pikirkan. Setidaknya keadaan sudah membaik dan ini berkat dirimu, Elena."
"Be-begitu ya," Dia tersenyum kikuk karena masih belum yakin dengan hal itu.
"Ayo, kutunjukkan sesuatu."
"Apa itu—WAAA!"
"Selamat datang di dimensiku!" Elena membawa mereka ke dalam cincin ruangnya.
Lis terpesona melihat pemandangan yang begitu menyegarkan matanya. Dia menarik nafas pelan dan tersentak ketika menyadari sesuatu.
"Wah, tempat ini kaya dengan energi ya. Aku merasa nyaman saat disini."
"Jangan beritahu siapapun tentang hal ini ya," balas Elena.
"Kau pikir aku ini apa?"
"Pengganggu?" tanya Hotaru dengan santai.
Lis mendelik ke arahnya, "Gadis ini benar-benar...!" gumamnya sambil menahan emosi.
Elena menghela nafas kasar, "Lanjutkan saja kegiatan kalian. Aku ingin menemui Kak Liu."
Mereka langsung terdiam dan ikut dengannya.
Sampailah di suatu tempat dimana Elena tercengang ketika dia melihat para manusia yang selamat sedang berlatih dan di awasi oleh Liu.
"Hm, ternyata yang menjadi budak mereka itu perempuan ya," ucap Hotaru.
Elena mengendikkan bahunya, "Yah, kau bisa mengambil contoh dari pangeran itu," timpalnya dengan santai.
Liu menghampiri mereka, "Akhirnya kalian datang juga dan...siapa makhluk kecil ini?" Dia melihat pendatang baru yang masuk bersama Elena.
"Dia temanku, Lis dari bangsa Fairies. Itu...Kak Liu, apa yang kau lakukan dengan mereka?"
"Seperti yang kau lihat."
"Seharusnya kau membiarkan mereka istirahat, Kak. Mereka pasti melemah karena darahnya sudah di hisap oleh para vampir itu." Elena tidak habis pikir dengan Liu.
Liu tertawa kecil, "Aku tahu kok. Tentu saja aku membantu mereka memulihkan diri. Setelahnya, mereka memintaku untuk menceritakan segala hal yang terjadi juga bertanya tentang penyelamat mereka. Seketika mereka langsung bilang ingin berlatih dan menjadi kuat sepertimu," jelasnya.
Elena memegang kepalanya yang berdenyut, "Huft, jadi bagaimana hasilnya?"
"Perkembangannya cukup pesat. Karena mereka bisa membaca dan menulis, jadi memudahkanku untuk mengajari mereka tentang pengobatan. Lalu, mengeluarkan potensi yang tersembunyi dan jadilah seperti saat ini."
Elena hanya bisa pasrah mendengar jawaban Liu, "Yahh, ini kesalahanku karena menitipkan mereka padamu, Kak," suara tawa Liu semakin keras yang membuat mereka segera menoleh ke arah Elena dan menghampirinya.
"Nona...."
"Hm, bagaimana keadaan kalian?"
"Berkat Guru Liu, kesehatan kami sudah stabil dan bisa beraktivitas seperti semula. Jika bukan anda yang meminta beliau untuk menyelamatkan kami, mungkin kami sudah mati menjadi seonggok sampah yang telah dikuras darahnya." jawab salah satu gadis.
Elena merasa bersalah ketika melihat jumlah mereka yang tidak lebih dari 15 orang. Dia pun menundukkan kepalanya, "Maafkan aku yang tidak bisa menyelamatkan rekan kalian," ucapnya lirih.
"Angkatlah kepala anda, Nona. Kami memang merasa sedih karena tidak bisa menyelamatkan mereka. Tapi setidaknya, harapan mereka untuk hidup telah sampai kepada kami yang selamat. Karena itu, biarkan kami bersamamu, Nona."
"Selain itu, kami dengar darinya kalau anda lah yang menghancurkan makhluk terkutuk itu. Teman kami pasti akan merasa tenang saat mengetahui kalau dendam mereka sudah terbalaskan," balas yang lainnya.
Elena tersenyum lembut mendengar perkataan mereka, "Apa kalian punya nama?"
"Ah...itu...Kami memang berencana untuk mengubah nama kami yang sekarang, tapi...Guru bilang..."
Elena mengangguk mengerti, "Kak Liu...." Dia menatapnya dengan dalam.
"Kupikir akan lebih baik jika kau yang memberi mereka nama yang baru." Liu menghindari tatapan Elena yang menusuk.
Liu berdehem, "Kalau begitu, aku akan meminta para 'hewan' kontrakmu untuk menemui tuannya."
"Hah?" tanya Elena yang tidak mengerti maksudnya. Liu langsung melesat karena tidak mau dicerca banyak pertanyaan olehnya .
"Nona Liu benar-benar ya..." Hotaru tertawa kecil.
Elena berpikir sejenak, "Hm, baiklah. Aku akan memberi kalian marga Xiao."
"Aku mengambilnya dari salah satu buku kuno. Seharusnya tidak masalah kan?" batinnya.
"Dan..." Dia menunjuk gadis yang pertama bicara dengannya, "Namamu Xiao Yi. Yang lainnya bisa berunding untuk menentukan nama masing-masing."
Elena dan yang lainnya mundur beberapa langkah dan memberikan waktu bagi para gadis itu.
"Melihat pribadi Kak Liu, dia tidak akan membiarkan orang asing masuk begitu saja. Aku yakin dia pasti sudah membuat mereka melakukan sumpah setia," batinnya.
Elena menggelengkan kepalanya saat memikirkan tindakan Liu. Kemudian, dia tersenyum tipis melihat antusiasme dari mereka yang membuat Lis heran, "Kenapa?"
"Aku hanya tidak menyangka kalau gadis-gadis itu akan merelakan kebebasan yang mereka idamkan hanya untuk melayaniku," jawab Elena pelan.
Hotaru menepuk bahunya, "Aku merasakan ketulusan dari mereka. Jadi, hargailah itu, Elena," ucapnya mencoba menghibur.
"Nona!!! Kami sudah mempunyai nama masing-masing!" teriak Xiao Yi dengan semangat sambil melambaikan tangannya. Mereka langsung menghampiri nonanya dan memberitahu nama yang baru.
Elena tertawa kecil, "Baiklah, latihan hari ini sudah cukup. Kalian bisa beristirahat."
"Kalau begitu, kami akan kembali ke kamar yang telah disediakan oleh Guru Liu. Kami permisi, Nona," ucap Xiao Ling.
Mereka pergi dengan tawa yang begitu lepas di wajahnya masing-masing. Hotaru yang melihat mereka begitu ceria segera menundukkan kepalanya.
"Hotaru!!! Kami tidak akan kalah denganmu-uphh" teriak Xiao Yi yang langsung disumpal mulutnya oleh teman-temannya.
"Haha, maaf ya Nona karena sudah membuat keributan," ucap Xiao Jiu dengan tawa canggung.
"Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan." Setelahnya mereka langsung menyeret Xiao Yi yang ingin melanjutkan perkatannya. Hotaru termenung sejenak.
__ADS_1
Elena memegang tangannya, "Sekarang kau tidak sendirian lagi, Hotaru. Tidak ada yang mengabaikan ataupun menghinamu lagi. Jadi, anggaplah mereka seperti keluargamu serta saling melindungi satu sama lain."
Lis mendengus, "Jangan lupakan aku!"
"Hehehe, siapa yang bisa melupakan makhluk pendek sepertimu, hm?" tanya Hotaru yang merasa tenang melihat mereka berdua.
"Walaupun kau menyebalkan, aku akan menghajar siapapun yang telah menyakitimu," tekad Lis.
Hotaru tersenyum tipis, "Terima kasih, Lis..." lirihnya.
Elena merasa senang melihat mereka yang akur walaupun selalu bertengkar karena hal sepele. Dia jadi teringat dengan adiknya yang selalu menempel padanya dan akan rewel jika berpisah dengannya walau sesaat.
"Elenaaaaa!!!!!!" teriak Lis.
"A-ah, ya...kenapa?" Dia kaget mendengar teriakannya.
"Tidak biasanya kau melamun seperti ini. Apa ada masalah?" tanya Hotaru khawatir.
"Aku hanya teringat beberapa hal. Tidak perlu khawatir—ah, itu mereka," Dia melihat Liu bersama para hewan spiritual dengan wujud manusia mereka yang membawa....seorang anak kecil.
"Kak...kau tidak menculiknya kan?" tanya Elena dengan horor.
Liu memelototinya, "Enak saja! Aku bukan pedofil!"
"Lalu?"
"Biar saya yang menjelaskannya, Nona," ucap Naga Yin yang sedang menggendong anak itu.
"Menurut Tetua—," Liu langsung menoleh ke arahnya, "Maksud saya Master Liu, dia adalah hasil hubungan terlarang antara manusia dengan vampir. Ibunya mati karena dibunuh oleh ayah anak ini dan keluarganya," ucapnya. Dia merasa gugup ketika Liu memandangnya dengan penuh arti.
"Izinkan kami untuk merawat anak ini, Nona," pinta Ular biru.
Elena mengangguk, "Tidak masalah. Asalkan kalian bisa menyayanginya dengan tulus." Mata mereka berbinar saat mendengar persetujuan darinya.
"Uhhh..." Anak laki-laki yang berada di gendongan Naga Yin terbangun dan tersenyum lebar melihat Elena.
"Jiejie!" Elena tersentak.
"Panggilan itu artinya kakak kan ya?" batinnya.
"Ibu angkat, aku ingin digendong olehnya..."
"Tapi..." Naga Yang khawatir nonanya keberatan.
Elena tersenyum lembut, "Kemarilah." Anak itu langsung melompat ke arahnya.
"Siapa namamu, anak manis?"
"Mereka hanya memanggilku anak haram atau manusia busuk, jiejie."
"Jahat sekali!" pikir mereka.
"Hm, bagaimana kalau Xiao Anming?"
"Iya-iya, aku suka!"
Elena mengacak rambut Anming lembut, "Apa kalian ingin kuberi nama juga?" tanyanya sambil menatap yang lain.
"Kami akan merasa terhormat jika anda bersedia, Nona," ucap Harimau Emas.
"Hm, sebaiknya nama depan mereka kusamakan dengan yang lainnya," gumam Elena.
"Nama paman harimau, Xiao Jin. Untuk paman dan bibi naga, aku mengambil nama berdasar wujud kalian. Xiao Yin dan Xiao Bai. Lalu, Xiao Tian untuk paman ular. Apa tidak masalah?"
Elena tersenyum lembut, "Syukurlah kalau begitu, Paman."
"Mereka adalah temanku, Hotaru dan Lis. Ming'er, perkenalkan dirimu pada mereka ya."
"Baik, Jiejie," Elena menurunkan Anming dengan perlahan.
"Namaku adalah Xiao Anming. Anak yang paling tampan sedunia. Senang bertemu dengan kalian, Jiejie cantik dan mungil."
Hotaru dan Lis tertawa kecil melihat tingkah lucunya, "Senang bertemu denganmu juga, Anming."
"Ming'er, pergilah bermain bersama mereka. Aku masih ada urusan," ucap Elena.
Mata Xiao Anming berbinar, "Ayo, Kak. Kita pergi bermain." Dia menarik Hotaru pergi. Lis merengut, "Hey, tunggu aku!!!"
Setelah mereka menjauh, aura Elena berubah drastis dan menatap lima orang dewasa di depannya dengan datar, "Bisakah kau jelaskan situasi mereka padaku, Kak Liu?"
"E-eh, maksudmu situasi apa?" tanya Liu balik dengan gugup.
"Apa yang telah kau lakukan sampai aku bisa melihat simbol kontrak baru pada mereka?" Elena.
"Itu...ehm..."
"Ini adalah satu-satunya cara yang kami tahu, Nona," balas Xiao Jin.
"Maksudmu?"
"Begini ceritanya, Nona. Sebelum kami di jadikan hewan kontrak, tempat tinggal kami yang berada di dimensi lain di hancurkan oleh seorang pria berambut hitam panjang. Kami yang merupakan penjaga dari dimensi itu dijadikan tahanan olehnya." jelas Xiao Yang.
"Setelah itu, dia memasukkan kekuatan gelapnya dan menyerahkan kami kepada salah satu penyihir yang merupakan anak buahnya. Kami pun berpindah tangan dan berakhir pada muridnya yang telah anda bunuh," Xiao Jin menambahkan.
"Hal yang paling menyedihkan bagiku adalah saat dia membunuh anak kami begitu saja tanpa memberi kesempatan apapun untuknya. Karena itu saat aku melihat Ming'er, aku merasa dia seperti anak kami yang terlahir kembali," balas Xiao Yin sambil menangis ketika mengingat anaknya yang malang. Suaminya, Xiao Bai mencoba menguatkan Yin yang belum bisa melupakannya.
"Apa kalian mendengar siapa nama orang yang melakukan semua itu?" tanya Elena.
"Kalau tidak salah, Kuro...apa ya. Maaf, nona. Kami tidak begitu mengingatnya."
Wajah Elena semakin datar, "Dia lagi!"
"Apa anda mengenalnya?" tanya Xiao Bai.
"Yah, bisa dibilang dia musuh besarku."
"A-ah, begitu ya." Xiao Jin tidak menyangka kalau musuh nonanya sama dengan mereka.
Elena berhasil mengambil kesimpulan, "Jadi, Kak Liu ingin melepaskan rantai yang membelenggu mereka dari kekuatan gelap orang itu?"
Liu mengangguk, "Benar, Elena. Tapi sayangnya, itu belum sempurna."
"Aku akan melakukannya. Tapi, apa kalian benar-benar bersedia?"
"Tentu saja, Nona," jawab Xiao Yang.
Elena menghela nafas, "Kak Liu, aku tidak bisa membuat penghalang di sekitar sini. Jadi, tolong ya." Liu mengangguk dan membuat formasi yang mencegah siapapun masuk.
Kemudian, Elena menyempurnakan tanda kontrak pada mereka. Tanpa dia sadari, wujudnya berubah drastis. Rambutnya putih bersinar, iris matanya kuning dengan pupil vertikal. Selain itu, ada satu tanduk panjang berwarna biru serta simbol bulan sabit di dahinya.
Perubahan itu membuat mereka termasuk Liu menunduk karena aura penguasa menguar darinya.
"Dia...siluman? Kalau begitu, kenapa aku merasakan kekuatan suci dan aura jahat secara bersamaan?" pikir Xiao Yin.
Walaupun Liu sudah mengetahuinya, dia tetap kesulitan menahan aura kuat itu. Kemudian, Elena melepaskan segala ikatan mereka dari kekuatan gelap Kurotsugi dengan elemen cahayanya.
__ADS_1
"Aku, Arthemis Selena de Alexander menjadikan kalian sebagai hewan kontrakku. Lepaskan masa lalu kelam kalian dan buatlah masa depan yang cerah."
"Keinginan anda adalah perintah bagi kami, Nona. Kami tidak akan berkhianat pada anda yang telah membebaskan kami dari mereka."
Cahaya tersebut menghilang tanda kontrak telah berhasil dibuat. Wujud Elena sudah kembali seperti semula.
Dia terbatuk-batuk, "Darah...Ugh!" Badannya pun ambruk.
"Nona!!!" Xiao Jin berhasil menangkapnya. Begitu juga mereka yang panik melihatnya pingsan
Liu melepaskan penghalangnya dan menghampiri Elena yang tidak sadarkan diri.
"Master, apa yang terjadi pada nona? Kenapa dia pucat sekali? tanya Xiao Yin.
"Jin, Bai, Bawa dia ke tempat itu. Tian, panggil anak-anak dan temui kami disana. Kau ikut denganku, Yin'er."
"Baik, Master."
Mereka langsung melakukan tugasnya masing-masing dengan harapan bisa memulihkan keadaan nona mereka. Hotaru yang menemani Lis dan Anming bermain merasa dadanya sesak.
"Perasaanku tidak enak..." pikirnya.
Lis yang menyadari raut wajah Hotaru pun segera menghentikan permainannya, "Anming, kita sudah terlalu lama disini. Kita harus kembali atau mereka akan panik."
Belum sempat Anming menjawab, Xiao Tian menghampiri mereka dengan wajah panik.
"Ada apa, Paman?" tanya Hotaru.
"Ikut denganku sekarang. Nona...pingsan..."
Tanpa basa-basi, mereka langsung pergi mengikuti arah yang di tunjuk Xiao Tian. Begitu sampai, Hotaru langsung terduduk di dekat es tempat pembaringan Elena yang sudah di kelilingi oleh Xiao Bai dan lainnya.
Liu berusaha mengembalikan kondisi gadis itu yang dibantu oleh Yin. Ketika kekuatan Elena bocor, dia menyuruh mereka untuk sebisa mungkin menahannya. Karena jika dibiarkan, keadaannya akan semakin memburuk.
Anming ingin menghampiri jiejienya dan langsung di cegah oleh Lis, si peri mungil itu. Jadi, dia dan Hotaru hanya bisa memandang Elena dengan cemas.
"Master, lihat itu..."
Kalung sapphire Elena bersinar dan terdapat tulisan mantra kuno yang sulit dimengerti oleh mereka. Mereka segera berhenti saat cahaya berwarna ungu yang keluar dari kalungnya itu membungkus tubuh Elena. Tidak lama kemudian, dia pun membuka matanya perlahan.
"Nona..."
"Elena..."
Mereka membantunya duduk dengan perlahan.
"Hiks, jiejie!!" Anming langsung memeluknya dari samping.
"Maaf sudah membuatmu khawatir, Ming'er," ucap Elena sambil tersenyum.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Apa masih ada yang sakit?"
"Aku sudah membaik. Kalian lah yang seharusnya istirahat karena sudah membantuku," jawab Elena.
"Tapi, Nona..."
"Ini perintah dariku loh, Paman." Xiao Bai terdiam.
"Terima kasih atas usaha keras kalian dalam memulihkan keadaanku." balas Elena dengan senyuman yang teduh.
Liu mengelus rambut putihnya, "Jangan ceroboh seperti itu lagi ya. Efeknya masih ada loh."
Elena tertawa kecil, "Siap, Master."
"Ah, sepertinya di dunia luar sudah malam. Sebaiknya kau kembali, Elena," ucap Liu.
"Jiejie mau pergi?" tanya Anming.
"Hanya sebentar kok, Ming'er. Setelah urusanku selesai, kau bisa ikut denganku."
Setelah itu, Elena menitipkan Xiao Anming juga para gadis kepada mereka yang ada disana. Dia juga tidak lupa untuk mengubah rambutnya. Kemudian dia, Hotaru, dan Lis kembali ke kamar mereka di dunia luar.
Di tempat yang berbeda....
"Lapor, tuan."
"Hm?" tanya seorang pria yang sedang menikmati teh.
"Kerajaan Vampir yang bekerjasama dengan anda telah di hancurkan.
"Lalu?"
"Binatang spiritual milik anda juga menghilang bersamaan dengan kematian penyihir yang kita kirim."
Seseorang yang dipanggil Tuan pun menghancurkan cangkir yang di pegangnya, "Cepat cari tahu siapa dalangnya!"
"Ma-maafkan saya, tu-tuan. Tapi kami tidak menemukan jejak atau tanda kehidupan apapun disana. Semuanya sudah menghilang seolah tidak terjadi apapun."
"Sialan!!!!"
"Aku tidak akan mengampuni siapapun yang mencari masalah denganku!!!!"
...----------------...
Kenzo Thampson dan Evelyn
Vrey Thampson
Lis
Xiao Anming
Xiao Bai dan Xiao Yin
Xiao Jin
Xiao Tian
Sumber gambar : Pinterest
__ADS_1