
"Gimana kalo TOD?" Ucap Anton semangat merespon bebeb Putri kesayangannya. Putri menimang dan menganggukkan kepala setuju, membuat Anton tambah kegirangan.
Rean menganggukkan kepala ikut setuju dengan ide Anton. "Tapi muka muka kaya lu kalo ngasih tantangan suka buat frustasi orang ton." Jawab Rean tau dengan sifat temannya itu.
"Khusus Anton puter botol aja." Kata Irfan membuat Anton memukul kepalanya pelan.
"Tapi gakpapa kali, malah itu kan yang buat seru." Ucap Rena ikut setuju dengan ide Anton. Zoya bertepuk tangan heboh di tempatnya. "Asal gak yang aneh aneh gue sitip ikut."
"Boleh boleh." Ucap Seren senang membayangkan game yang sepertinya seru dan asik.
Aileen menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Gue gak tau yang kalian bahas, emang TOD apaan?"
"Lo selama ini tinggal di hutan amazon Al?" Tanya Anton tidak percaya dengan Aileen, mana mungkin di tahun moderen saat ini masih ada yang tidak tahu dengan permainan itu.
"Al ??" Ucap Seren dengan wajah terkejutnya. Erike menyikut pelan lengan Seren.
"Serius, gue gak tau itu game yang kaya gimana." Katanya lagi membuat Danu mengambil ancang-ancang untuk memberi Aileen penjelasan. "Tidak, ini tidak mungkin. Sangat tidak bisa dipercaya." Timpal Anton membuat Danu menghela napas karena tidak jadi mengeluarkan kalimat penjelasan yang sudah ia siapkan. Rasanya Danu ingin memberikan pukulan hangat tepat di bibir Anton.
"Kalo gak tau ya gak usah maen!" Ucap Oksa sinis. "Simpel!" Tambahnya lagi dengan nada yang kasar.
Laura menoleh tajam ke arah Oksa. "Lah Aileen kan emang gak bilang kalo dia mau ikutan."
"Kan bisa dijelasin dulu, gak makan waktu lama elah. Gitu doang!" Ucap Adel yang sudah kesal dengan ucapan Oksa yang menurutnya kasar.
"Dia yang gak tau kenapa gue yang harus pusing!!" Kata Putri tak kalah sinis menatap Laura dan Adel.
Aileen terdiam tidak memberikan ekspresi apapun. "Eh anjir punya kuping dipakek buat dengerin orang!" Respon tajam Rena membuat Oksa terdiam dan membuat Putri memberikan kode lirik-lirikan kepada Lena.
Rena seperti akan mengamuk di tempatnya. "Kalo lo gak paham sama omongan orang, minimal diem!! Paham gak lo sama bahasa manusia?!" Tambahnya lagi memanas.
Tiba-tiba Putri berdiri dan ingin membalas ucapan Rena karena tak terima. Tapi Rena cepat-cepat ikut berdiri menatap Putri dengan mata yang tak kalah tajam. "Masih gak paham? Perlu gue jelasin lagi?!"
Aileen ikut berdiri dan menggenggam tangan Rena untuk membuat Rena tenang. "Ren, udah yuk duduk lagi." Ucapnya dengan nada yang lembut. "Put, udah yaa." Tambahnya lagi membuat Putri duduk dan mengomel pelan di tempatnya. Dengan mata yang masih melotot tajam ke arah Putri, Rena ditarik duduk oleh Rean dan Rean memberi isyarat kepadanya untuk tenang.
Angga memijat keningnya pusing melihat kelakukan teman-temannya yang tidak bisa akur. "Please lah woi, acara ini buat apa kalo kalian masih kekeh dengan ego kalian masing-masing?"
"Gak ada abisnya." Tambahnya lagi membuat yang lain diam.
Aileen mengambil posisi untuk berbicara. "Gue gakpapa gak ikutan dulu, selama kalian main kan nanti gue bisa paham dan bisa gabung ke kalian."
"Gak perlu ada yang diributin lagi ya, oke?" Ucapnya penuh dengan kehati-hatian agar tidak membuat Rena maupun Putri tersinggung.
Disaat seperti ini Anton tidak berani mengeluarkan kata-kata. Dia tidak berada dipihak Rena maupun Putri, karena yang satunya adalah wanita kesayangannya dan yang satunya lagi adalah temannya.
"Ngapa dah ton muka lu." Ucap Irfan membuat Anton nyengir polos.
Zoya melirik wajah tegang Anton dan terbahak dengan keras. "Yang berantem siapa yang tegang siapa hahaha." Tawa khas Zoya sontak membuat beberapa dari mereka ikut tertawa.
"Jiwa Anton udah tenang di Jepang." Ucap Erike membuat yang lain tertawa. "Aku adalah manusia yang cinta dengan kedamaian." Jawab Anton dengan nada yang dibuat-buat. "Cukup tatap wajahku, maka kalian akan menemukan ketentraman hidup." Tambahnya lagi membuat Danu dan Irfan membungkam bibir Anton dengan paksa.
"Kalo gak jadi maen, gue bawa lagi botolnya." Ucap seseorang yang tidak tahu sudah berapa lama berdiri di belakang mereka.
Aileen menoleh ke sumber suara dan kaget melihat sosok Raga yang ia kenal sebagai pria pemalas sedang memegang botol kaca yang tidak tau dari mana ia dapatkan.
__ADS_1
"Yes, we need it." Ucap Laura senang melihat Raga membawa botol.
"Gas udah gas ayok lah." Teriak Zoya kegirangan karena permainan sebentar lagi akan dimulai.
Aileen mundur untuk memberi Raga tempat. "Raga sini." Kata Aileen membuat Anton tersenyum curiga. "Apa ton, kenapa?" Ucap Aileen tahu dengan maksud dari ekspresi Anton.
"Gue kan gak ikutan jadi Raga aja yang duduk sini." Tambahnya lagi membuat Anton menganggukkan kepalanya mengerti, ekspresinya tadi masih melekat di wajahnya, membuat Aileen memutar bola matanya malas.
"Gue mau gue yang muter botol pertama." Ucap Putri membuat yang lain menoleh. "Setelah ada yang kepilih, orang itu yang akan puter botol ini dan seterusnya kaya gitu." Tambahnya lagi memberikan instruksi.
"Ya kok lo yang ngatur!" Jawab Rena membuat Aileen menyikut lengannya pelan. "Renaa, udah dong nanti gak akan sesuai sama rencana awal kita." Bisiknya pelan membuat Rena terdiam meredam emosinya.
Putri tidak perduli lagi dengan apa yang dikatakan Rena. "Buat lingkaran sekarang ya woi." Ucapnya lagi memberikan instruksi. Tidak mau membuat suasana menjadi memanas lagi, mereka mengikuti instruksi yang diberikan Putri.
Hanya Aileen dan Joshua yang tidak masuk ke dalam formasi lingkaran itu. Aileen duduk di belakang diantara Rena dan Raga. Sedangkan Joshua masih setia di tempatnya asik bermain game.
"Gue mulai ya." Ucap Putri membuat yang lainnya tidak sabar.
"Eh bentar bentar." Jawab Laura cepat-cepat. "Kita kan belom atur rulesnya gimana."
"Iyanya, pantes aja kaya ada yang kurang." Timpal Seren. "Jadi mau gimana hukumannya?" Katanya lagi membuat Rena bersuara.
"Gimana kalo misalkan kita nih ya, dapet tantangan tapi kita gak mau ngelakuin, nah hukumannya minum air putih 3 liter sekaligus?"
"Gak berat juga gak mudah." Tambahnya lagi.
"Hmm bisa bisa." Jawab Angga setuju. "Berlaku juga untuk yang gak mau jawab kalo dapet pertanyaan."
Aileen di tempatnya tertawa polos kebingungan dengan apa yang sedang mereka bicarakan.
"Halah 3 liter, cowok sehat kaya gue mah 5 liter juga." Belum selesai dengan kalimatnya, Anton sudah mendapatkan toyoran pelan dari Danu.
"Ton, sekali lagi ngomong tugas lo cuma puter botol aja ya." Ucap Laura lelah dengan tingkat PD yang Anton punya.
"Gimana untuk pertanyaan sama tantangannya? Kita kan belom buat?" Tanya Fanya pelan.
Laura menepuk jidatnya pelan. "Nah iya bego banget sampe kelupaan, malah ini yang paling penting."
"Fanyaaa, makasih banget nih ya udah diingetin." Tambah Laura tersenyum manis. "Gue butuh pulpen dong sama kertas, nanti masing-masing dari kita buat satu pertanyaan sama satu tantangan terus kita gulung." Tambahnya lagi membuat Aileen langsung berdiri. "Gue ambil dulu Ra, tunggu." Katanya lagi sambil berlari terburu-buru.
"Oh iya butuh jar juga gak sih untuk naro gulungan kertasnya biar nanti enak tinggal ambil aja gitu?" Tanya Adel membuat Laura mengangguk.
"Dua jar kalo bisa, satu untuk tantangan satu lagi untuk pertanyaan." Kata Resi, Vero berdiri dari tempatnya. "Gue aja yang nyusulin Aileen." Ucapnya tiba-tiba membuat Putri menoleh dan memberikan ekspresi cemburu.
Vero berjalan pelan memasuki rumah Aileen. Tidak ada siapapun di dalam sana. Mungkin Aileen masih mengambil pulpen dan kertas. Vero menunggu Aileen di dekat tangga.
Dengan terburu-buru Aileen berlarian menuruni tangga sambil membawa satu pack pulpen dan buku. "Al pelan pelan." Ucapnya membuat Aileen kaget. "Loh Vero? Ngapain?" Tanyanya masih ngos-ngosan.
Aileen berjalan pelan menghampiri Vero. "Ada jar?" Tanyanya membuat wajah Aileen yang bodoh semakin terlihat bodoh.
"Buat naro gulungan kertas." Tambah Vero membuat Aileen paham. "Oh jar, ada ada disana." Kata Aileen memimpin Vero ke arah dapur. "Dua Al."
Setelah mendapatkan semuanya, Aileen memberikan barang-barang yang dibutuhkan kepada Laura.
__ADS_1
"Thanks Al, Ro." Ucap Laura ramah.
Laura membagikan kertas dan pulpen kepada yang lain. Tak terkecuali kepada Aileen. "Lo juga tulis." Kata Laura membuat Aileen kebingungan. "Ra, gue gak ngerti."
"Pertanyaan dan satu tantangan, oke. Apapun itu bebas terserah lo." Jawab Laura yang saat ini fokus menulis pertanyaan yang sudah ia pikirkan dari tadi.
"Tulis tulis aja Al." Kata Rena membuat Aileen terpaksa berpikir untuk mencari pertanyaan. Sementara yang lain sedang sibuk menggulung kertas dan mulai memasukkan masing-masing ke jar yang sudah disiapkan.
Masih tersisah tiga manusia yang sedang sibuk dengan perkara pertanyaan. "Jangan nyontek bego." Ucap Irfan melihat Anton yang memiliki gelagat untuk mencontek pertanyaan Danu.
"Gue liat buat mastiin pertanyaan kita gak sama." Jawab Anton membela diri. Irfan yang selesai menggulung kertasnya cepat-cepat memasukkan kertas itu ke dalam jar. "Kreatif dikit sahabat." Tambah Danu yang selesai memasukkan kertas itu ke dalam jar.
"Lama lo." Keluh Putri menunggu Anton yang saat ini cepat-cepat menyelesaikan tulisannya. Ia tidak ingin terlihat buruk di depan Putri.
"Udah semua kan?" Tanya Putri yang sudah siap memutar botol. "Let's play beb." Teriak Anton dengan nada bahagia.
Putri memutar botol itu dengan kekuatan maksimal. Berharap orang yang ia incar akan mendapatkan botol itu. Berputar cukup lama, ternyata botol itu berhenti tepat di depan Laura.
"Eh anjir kenapa bisa gue." Ucap Laura kaget. "Silahkan dipilih mbak Lau, T atau D?" Jawab Rena membuat Laura berpikir sejenak.
"D aja udah Ra, D aja." Ucap Anton membuat Laura tak bisa berpikir. "T aja tapi Ra kalo mau gampang mah." Katanya lagi tak mau diam. "Pertanyaan gue paling mudah."
"Gue jamin Ra."
Tangan Laura mengarah perlahan dan mengambil salah satu kertas yang berada di dalam jar pertanyaan. "Okeeeeeee sippp pintarr kamuuu." Teriak Anton heboh karena Laura menuruti perkataannya.
"Pernah kiss sama siapa aja?" Ucap Laura membaca pertanyaan di kertas itu. "Woi siapa elah yang buat pertanyaan ini." Katanya lagi menatap satu persatu dari mereka.
Aileen yang tadinya serius memperhatikan jalannya permainan menutup mulutnya kaget. "Woaaaaa ... " Teriak mereka dengan tawa puas dan penasaran menunggu jawaban Laura.
"Dari mukanya Laura, siapin 3 liter air woi." Ucap Anton yang langsung dijawab cepat oleh Laura. "Bima, Reyhan, Bagas, Devan, Arjun, Deni, Yuda- Hmm." Laura berhenti sejenak kembali mengulik masa lalunya.
Mereka yang mendengar jawaban Laura terkaget-kaget karena banyak sekali mantan Laura, tidak hanya mantan tetapi laki-laki yang pernah berciuman dengannya. Jangankan itu, Laura sepertinya belum menyelesaikan jawabannya, membuat yang lainnya menganga tak percaya. "Laura, damn!" Ucap Anton heboh dan menggelengkan kepalanya takjub. "Would you be my teacher?" Katanya lagi dengan suara yang medok dengan bahasa Jawa.
"Mehan, Raga. Done." Ucap Laura dengan enteng. "Bukan Raga ini ye Al." Katanya lagi menoleh ke arah Aileen. Aileen hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya masih tak percaya dengan jawaban santai Laura.
Anton, Irfan, Danu, Aileen, Erike, Fanya, Adel, Rena, Lena, Seren dan Zoya bertepuk tangan heboh kegirangan dengan jawaban Laura. "Makasih buat yang udah nanya." Ucap Irfan menundukkan kepala sopan. "Ra, mulai detik ini jadikan saya muridmu." Katanya lagi membuat Anton membuka suara. "Gue duluan woi, dari tadi gue udah ngecupin itu."
"Enak aja kalian, gue kan Ra?" Ucap Danu tak mau kalah. Yang lain hanya bisa tertawa dengan tingkah tiga manusia aneh itu. "Udeh ya udeh lanjut." Kata Laura siap memutar botol. "Al masuk aja sini, udah ngerti kan?" Katanya lagi.
Aileen menganggukkan kepala dan bergeser maju mengambil posisi diantara Rena dan Raga. "Bisaan aja lo Al, duduknya sampingan Raga mulu." "Takut abangnya lepas ya Al hahaha." Ledek Fanya dan Zoya dengan tawanya yang heboh. Aileen hanya tertawa kecil malas menanggapi mereka.
Botol yang telah diputar mulai perlahan bergerak. Melewati satu persatu dari mereka, membuat para gadis C menelan ludah gugup.
Akhirnya botol itu berhenti tepat di depan Erike, membuat dirinya salah tingkah. Tanpa basa basi, Erike langsung merampas satu kertas dari jar tantangan karena takut jika ia akan terjebak oleh pertanyaan yang akan menyudutkan dirinya nanti.
"Hayoloh Ke." Ucap Rena menakut-nakuti Erike yang sedang membuka gulungan kertas itu.
"Satu pertanyaan satu tantangan. Oke good." Ucap Putri dengan wajah yang sangat menikmati permainan itu.
Erike membuka suara. "Say I love you ke Anton."
"Tau gue tau banget ini siapa yang buat." Katanya lagi melihat Anton yang sedang pura-pura bodoh.
__ADS_1
...****...