FIGHTING DISKA #HappyTeens

FIGHTING DISKA #HappyTeens
FD chapter 18


__ADS_3

Happy reading.


➡➡➡


Malam hari di Rumah Diska.


Diska, Beni dan Naga telah menunggu di ruang tamu dengan gelisah sejak sepuluh menit yang lalu.


Apalagi sejak Papa meminta Diska agar segera mempersiapkan diri secara mental untuk menyambut guru Les baru pengganti Pak Fuadin, membuat Diska tidak lagi memiliki semangat untuk belajar.


Entah ucapan Naga atau Beni yang akan menjadi kenyataan. Antara Seo Joon oppa atau yang lebih buruk sekalipun dari Pak Fuadin, Diska tentu harus menerima konsekuensinya dengan siap sedia.


Waktu terasa sangat lambat. Seperti menunggu giliran untuk di mangsa oleh para gladiator di tengah arena. Diska bahkan berasa seperti tengah membeli lotre, entah itu rezeki dan musibah yang akan keluar. Namun sayangnya, hanya Tuhan yang tahu.


Meskipun begitu, Diska mencoba untuk menetralkan perasaannya sebaik mungkin. Dan mencoba untuk tidak peduli dengan omongan Papi yang mengatakan harus mempersiapkan mental. Lagipula mental Diska bahkan lebih kuat daripada baja.


Kemungkinan terburuknya adalah guru Les kali ini lebih buruk seribu kali lipat dari Pak Fuadin.


Sudah jelas.


Setidaknya jika hati kecil Diska sudah berbicara, maka untuk kemungkinannya adalah nyata.


Tok.. tok.. tok..


Mendengar suara ketukan pintu, membuat Diska, Beni dan Naga saling bertukar pandangan tanpa berniat untuk membukanya.


Beberapa detik kemudian Bi Marni keluar dari dapur, membuka pintu dan mempersilahkan tamu untuk segera masuk.


Diska menelan ludah sekali lagi, berdoa semoga kali ini nasib baik memihak padanya, serta memberinya kesempatan untuk bisa menikmati pelajarannya dengan baik.


Diska menghitung dalam hati.


Tiga.. Dua.. Satu..


Dan...


"OMG."


Sesosok pria tampan tertangkap penglihatan Diska, Diska mengerjapkan matanya sampai beberapa kali.


"Ini tidak mungkin." Diska kembali menggelengkan kepala seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Ternyata Beni benar hingga dua ratus lima puluh persen bahwa guru Les kali ini memang tidak kalah tampan dari Seo Joon oppa.


Serius.


Diska terpesona hingga titik dimana Diska tidak berkedip bahkan hampir menjatuhkan mata dan hatinya di sini, detik ini juga.


Diska menelan ludah, serta mengagumi sosok rupawan seorang guru Les kali ini. Bahkan bisa di pastikan jika Diska rela begadang semalam suntuk untuk belajar Sains dan Matematika jika pengajarnya adalah seorang pria tampan, muda dan juga sangat mempesona.


Diska kembali menggigit bibirnya, bagaimana mungkin jika sosok tampan ini bisa membawa Diska terbang hanya dengan melihatnya pada pandangan pertama? Ya Tuhan, makhluk indah macam apa ini? Dan dari mana asalnya yang sebenarnya?


"Lo kalah, Ga, mana duit lo?"


Suara Beni membuyarkan lamunan Diska.


Diska segera menoleh ke arah sumber suara, dan mendapati Naga sedang mengeluarkan uang berwarna merah hingga lima lembar dari dompetnya dan segera menyerahkannya kepada Beni.


"Thank, Ga."

__ADS_1


Ucap Beni menerima uang Naga, Beni mencium uang itu sekilas dan kemudian memasukannya ke dalam saku celananya.


"Tobat gue, nyesel gue taruhan sama lo, gue jadi kehilangan uang jajan gue selama seminggu."


"Alah, lima ratus ribu doang? Perhitungan amat sih? Lagian siapa suruh ngajak gue taruhan untuk hal mudah kayak gini?"


"Berisik lo, marah gue, marah."


"Bodo amat, mau marah mau kagak, itu gak ada hubungannya sama gue."


"Gue jadi curiga, lo pasti udah tahu tentang guru Les ini sebelumnya kan?"


Beni menggelengkan kepala.


"No, gue cuma pake feeling, lo kan tahu sendiri kalo feel gue udah bilang 'YES' maka kemungkinannya adalah IYA."


Diska tertegun melihat ini.


Ini apa lagi?


"Lo berdua ngapain sih?"


Tanya Diska setengah jengkel karena telah membuyarkan lamunan indahnya gara gara mendengar suara keributan Naga dan Beni.


Beni dan Naga meringis.


"Biasa, urusan anak cowok, gak usah kepo."


"Terus maksud lo apaan? Pake duit segala?"


"Ini.. anu.. itu Dis.."


Naga tergagap.


Naga hanya meringis serta menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


Diska sudah menduga ini.


Sudah sangat jelas jika Naga dan Beni menjadikan guru Les Private Diska sebagai taruhan. Wah.. wah.. wah.. gak waras nih anak berdua.


'Mesti di kasih pelajaran nih.'


Gumam Diska dalam hati. Diska sudah mengangkat kedua tangannya berencana untuk menoyor kepala Naga dan Beni, hingga sebuah suara mengagalkan aksi jahil Diska.


"Hallo, perkenalkan, nama saya Hexa, saya adalah guru Les Private untuk gadis bernama Diska."


Adalah suara merdu seorang yang mengaku bernama Hexa, bahkan suaranya pun sangat enak di dengar.


Diska, Naga dan Beni sontak berhenti dari perdebatannya dan mulai memperhatikan Guru Les kali ini lekat lekat.


Sedetik kemudian, Diska berdiri dari duduknya, berjalan mendekat ke arah Hexa dan segera mengulurkan tangannya.


"Hallo Pak Hexa, gue Diska Trysila, gadis cantik, murah senyum, tidak sombong dan rajin menabung yang akan menjadi murid les Bapak hari ini dan juga seterusnya."


Krik.. krik.. krik..


Sepuluh detik.. (Sunyi)


Tiga puluh detik.. (masih hening)

__ADS_1


Satu menit kemudian.


"Ehm," Hexa berdehem untuk menghilangkan kecanggungan serta mengulurkan tangan untuk membalas jabatan tangan Diska.


"Okey okey, bisa kita mulai proses belajarnya? Diska Trysila? Kalau kalian?"


Tanya Hexa bergantian melihat Diska, Beni dan Naga.


"Kita disini cuma mengawasi Diska, Pak? Soalnya Diska suka ka..."


Diska segera menginjak kaki Beni yang hampir membuka aib Diska di depan Pak Hexa serta memberikan Beni sebuah seringai iblis.


Beni yang mendapat kode dari Diska hanya bisa pasrah, pertanda jika kejujuran tidak berlaku saat ini. "Gak ada apa apa, Pak. Bapak bisa lanjutkan."


Hexa mengangguk.


"Baiklah jika seperti itu."


"Ayo duduk dulu Pak."


Diska menarik paksa tangan Hexa untuk duduk di sebelahnya.


"Bapak mau minum apa? Teh, kopi, juice atau susu?"


Beni dan Naga tertegun melihat ini.


Memang sangat ajaib manusia rubah yang satu ini, kadang bisa menjadi baik dalam sekejap dan kemudian menjadi buruk dalam detik berikutnya. Sangat hebat.


Memang, baik dan buruk itu sebenarnya satu almameter. Kadangkala bisa baik menjadi Malaikat dan kadang juga bisa buruk menjadi **** ngepet.


Juga prestasi paling membanggakan yang pernah Diska sandang sepanjang hidup Diska adalah Drama Queen.


Beni dan Naga berakhir dengan bertepuk tangan secara kompak, sangat mengagumi kinerja Diska dalam hal bersandiwara.


Sangat hebat.


Diska sama sekali tidak memperdulikan Naga dan Beni lagi, because it's time to have fun.


"Tidak perlu."


Jawab Hexa singkat.


"Terus Bapak maunya apa?"


"Memulai proses belajarnya sekarang."


"Okey okey, kalau itu mau Bapak gue gak bisa nolak lagi."


Hexa mulai mengeluarkan buku cetak tebal tentang Sains dan juga sebuah Laptop dari dalam ranselnya.


Diska terus saja memperhatikan wajah tampan Hexa sepanjang waktu tanpa berkedip dan tidak ingin melewatkan satu detik pun.


"Jadi Diska, saya.."


"Pak, gak perlu formal di sini, Bapak santai aja, okey?"


"Okey, okey, jadi gue disini hari ini untuk memenuhi panggilan Pak Wijaya agar memberikan bimbingan belajar kepada Diska pada mata pelajaran Sains dan Matematika. Ada yang mau di tanyakan?"


Hexa bertanya seraya menjatuhkan pandangan pada ketiga remaja di hadapannya.

__ADS_1


Diska mengangkat tangannya.


"Gue mau nanya Pak? Apa Bapak seorang Guru?"


__ADS_2