FIGHTING DISKA #HappyTeens

FIGHTING DISKA #HappyTeens
FD chapter 6


__ADS_3

Karena orang lain hanya bisa melihat tanpa bisa merasakan, dan hanya bisa menghakimi tanpa mengetahui kebenarannya.


➡➡➡


Diska sarapan pagi dengan sangat terburu buru.


Bukan tanpa alasan.


Semua tentu karena Diska marathon nonton drama korea dari episode delapan sampai tamat di episode ke enam belas.


Di tambah, baper semalaman hingga membuat Diska bangun kesiangan dan harus mengandalkan Beni untuk di mintai tolong agar memberinya tumpangan.


Tahu sendirilah gimana Diska.


Sedangkan si Pinky mana bisa di andalkan? Bagaimanapun nasib si Pinky hampir sama kayak nasib Diska. Sama sama suram dan tidak punya harapan lagi.


Masih mending Diska, masih di izinkan keluar rumah meski hanya sekedar untuk membeli permen di swalayan depan kompleks. Tapi masih bisa di katakan untung, dari pada nasib si Pinky yang jauh lebih parah.


Soalnya Pinky terpenjara sepi di garasi, lebih tepatnya di kandangin sama si Papa.


Tidak perlu di tanya, semua tentu karena nilai jelek, nilai buruk, serta nilai rendah yang Diska peroleh dari hasil ulangan kemarin.


Ya mau gimana lagi? Keputusan Papa mana bisa di negosiasi??


Diska menelan roti berselai cokelat dengan sangat cepat, dan kemudian meminum susunya sampai habis tidak tersisa. Baru setelahnya, Diska berlari sekuat tenaga ke halaman, membuka pagar dan segera berlari lagi.


Namun apa yang di sebut dengan sudah kesandung jatuh pula itu benar dan nyata adanya, karena Diska sudah mengalami semuanya sekarang.


Diska terlambat.


Beni sudah terlanjur tancap gas pake mode pol. Membuat Diska berlari sangat kencang dan dengan terpaksa harus meminjam kekuatan berlari super milik tinky wingky untuk mengejar Beni.


Hah?? Tinky Wingky??


Gak tahu ah. Diska menggeleng tidak mau memikirkan itu semua. Entah itu kekuatan Tinky Wingky atau siapapun, itu tidak lagi penting untuk sekarang.


Yang terpenting sekarang adalah..


Gunung kan ku daki..


Lautpun akan ku seberangi..


Hanya untuk.. MENGEJAR BENI SAMPAI DAPAT..


"Ben.. Beni..."


Namun Beni sama sekali tidak merespon. Membuat Diska terpaksa harus kembali berlari dan terus berlari.


"Tungguin gue dong.. Woy.."


Diska mengejar Beni dan di tambah dengan teriakan toa supernya.


Beni menghentikan motornya seketika, merasa terpanggil dengan suara seorang wanita yang entah sejak kapan terus saja memanggil namanya, Beni menoleh ke belakang, dan sesaat kemudian Beni mengelus dada, bersyukur jika itu ternyata bukan setan dan justru mendapati Diska yang sedang terengah engah di tengah jalan.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Beni segera membalikan laju motornya dan menghampiri Diska.


Beni membuka helmnya.


"Lo kenapa Dis?? Ada perlu sama gue??"


Tanya Beni seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Ini darurat, Ben. DA-RU-RAT.."


Ucap Diska yang sengaja mengeja kata darurat dengan keras seraya merapikan kembali seragam sekolahnya yang sedikit berantakan akibat mengejar Beni yang sudah jauh meninggalkannya.


"Lo cantik hari ini, Dis."


"Eh peak, gue lagi serius tahu."


Beni meringis.


"Okey okey okey. Darurat apa sih? Mama lo melahirkan??"


"Mama gak lagi hamil, Beni."


Ucap Diska seraya menoyor kepala Beni.


"Gue mau nebeng, sampai depan doang."


Tanpa di suruh, Diska segera naik ke atas motor Beni.


Nebeng sampai depan??


Beni kembali memikirkan ucapan Diska yang mengatakan nebeng sampai depan.


Sudah jelas jika mereka berdua bersekolah di tempat yang sama, dan berangkat dari arah yang sama pula. Tapi kalo mengingat ucapan Diska, sepertinya ada yang tidak beres?? Tapi apa??


Uupss.. Oow..


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Beni mampu menemukan letak kesalahan Diska, yaitu pada kata depan.


Depan mana sih yang Diska maksud? Depan kompleks? Depan lampu merah? Depan KUA? Atau depan mana sih???


Beni menggelengkan kepala, menolak untuk memikirkan ini lebih lanjut. Beni melambaikan tangan dan menyerah tanpa syarat.


Beni segera melajukan motornya kembali menuju SMA Pelita, tempat mereka bersekolah.


Di tengah jalan.


"Ben, lo bisa pelanan dikit gak sih? Rok gue pendek, Ben? Kalo rok gue berkibar kibar kayak gini, ntar yang ada CD gue kelihatan."


Ucap Diska dengan memegangi rok dengan tangannya.


Mendengar ini, Beni segera menepikan motornya dan kemudian menghentikannya.


"Ben, kan belum nyampe sekolah? Kenapa berhenti di sini? Atau lo mau nurunin gue disini? Jangan dong Ben, gak baik ah pagi pagi udah jahatin anak gadis orang, mana gadisnya cantik dan baik hati macam gue lagi."

__ADS_1


"Ya kali, jangan suudzon gitu dong, Dis. Niat gue baek, lo pake jaket gue aja buat nutupin paha lo."


Ucap Beni seraya melepas jaket yang di kenakannya dan segera memberikannya kepada Diska.


Diska terkejut.


"Ya ampun, Ben. Sumpah mati, seumur hidup gue kenal sama lo, baru kali ini lo beneran baik banget sama gue. Sumpah demi laba laba hanyut, gue jadi terharu, Ben."


Ucap Diska menerima jaket Beni dan segera meletakkan jaket Beni pada pahanya sendiri.


"Gak usah lebay Dis. Sebenarnya dari dulu gue emang baek, tapi lonya aja yang gak nyadar dan gak pernah peka."


Beni kembali melajukan motornya membelah jalanan Ibukota.


"Emang si pinky kenapa? Sakit? Tumben banget pagi pagi buta udah ngejar ngejar gue?? Kangennya udah gak bisa di bendung?"


Beni menegaskan kata bendung dengan suara lantang.


"Waduk kali ah di bendung? Lo gak usah pura pura gak tahu deh? Lo kan paham sama gue, apa perlu gue ngulang lagi kejadian kemarin di depan lo langsung?"


"Ya elah, basa basi kali Dis. Lo sentimen banget sih jadi cewek? Pantes masih jomblo."


Beni tertawa cekikikan dengan ledekannya sendiri.


"Busyet, ngaca dong Ben? Kayak lo punya pacar aja? Lo kan sama kayak gue, satu nasib satu sepenanggungan. Sama sama jomblo."


"Idih, lo aja kali, gue mah ogah kalo harus satu nasib sama lo."


"Alah, bohong itu dosa lho Ben? Lo mau kena azab gara gara lo ngarep tapi malu untuk mengakui? Cieeee... Dasar jomblo dari lahir."


"Lo sama gue bedanya apa sih? Lo juga jomblo dari lahir kali? Masa iya, jomblo teriak jomblo?"


Tiba tiba mereka melepas tawa secara bersamaan dan mereka menyanyikan lagu single happy milik Oppie Andaresta dengan lantang.


Aku baik baik saja


Menikmati hidup yang aku punya


Hidupku sangat sempurna


Im single im very happy


Mengejar mimpi mimpi indah


Bebas lakukan yang aku suka


Berteman dengan siapa saja


Im single im very happy


Tanpa mmperdulikan tatapan orang lain yang mungkin merasa terrganggu dengan suara fals Diska dan Beni, atau justru mengaggap jika mereka berdua adalah anak aneh dari planet lain??


Entahlah, tapi biarkan saja, karena orang lain hanya bisa melihat tanpa bisa merasakan. Dan hanya bisa menghakimi tanpa mengetahui kebenarannya.

__ADS_1


__ADS_2