
Di tengah malam yang dingin nan sepi, ada seorang pemuda yang berjalan santai seorang diri di jalanan perumahan biasa. Dia memakai setelan hitam, topi pandora, dan sebuah tongkat yang dipucuk atasnya terdapat sebuah replika tengkorak berukuran kecil. Dia seperti berkabung dengan setelan itu, tetapi wajahnya malah berekspresi senang seperti sudah mengisap ekstasi.
Lama dia berjalan, dia kemudian mulai menggoyangkan bahunya dan pinggulnya. Lalu memutar-mutarkan tongkatnya dan mulai menari sebuah tarian. Tariannya begitu luwes dan pemuda itu sepertinya pro dalam tarian tersebut. Pemuda itu menjentikkan jarinya dan memainkan langkah kakinya. Seperti mengikuti alunan dalam hatinya, dia menarikan sebuah tarian yang gagah dan lincah.
Di tengah dia menari, terjadilah ledakan besar di belakang tubuhnya. Suara dari ledakan itu membuat semua kaca jendela perumahan itu pecah dan berserakan. Tetapi pemuda itu tetap apatis dan melanjutkan tariannya. Ledakan besar itu membuat beberapa rumah roboh dan jalan sekitarnya rusak berat.
Lalu dalam kepulan asap dalam ledakan itu, bangunlah sebuah monster yang berukuran 5 meter, bergigi tajam, dan badannya dipenuhi wajah-wajah orang yang kesakitan. Warna tubuh monster berwarna hitam, sehitam malam tanpa rembulan.
GROAAAR!!!!
Monster berteriak itu yang suaranya memberikan intimidasi itu pada mahkluk hidup. Teriakannya itu seperti teriakan pria, teriakan wanita, dan teriakan anak-anak yang tercampur menjadi satu dalam satu teriakan. Hal itu membuat suasana dalam perumahan itu sangat mencekam dan menyeramkan.
Lalu, di suatu rumah ada seorang kakek tua yang hanya berdiri di depan pintunya. Kulit dan wajahnya kaku serta tatapannya begitu kosong, seperti patung batu. Tetapi dia bukanlah sebuah patung batu, melainkan mahkluk hidup yang diambil jiwanya oleh monster itu.
Selain itu, ada juga seorang wanita yang duduk kursi di balkon depan rumahnya. Sama seperti kakek yang berdiri itu, dia menatap kosong ke depan tanpa peduli ledakan dan monster itu. Semua orang di perumahan itu semuanya sama keadaan seperti 2 orang itu dengan posisi yang berbeda-beda.
Mereka semua diambil jiwanya dalam posisi mereka masing-masing dan membuatnya mati, tetapi dengan cara tidak wajar.
"Ah, sudah waktunya...."
Pemuda itu berbalik dan tersenyum melihat monster yang ada di belakangnya.
Monster itu berjalan ke arahnya dan sepertinya berniat untuk melukai pemuda itu, tetapi pemuda itu menunjukkan jari telunjuknya ke monster itu dan monster itu berhenti berjalan.
"Diam mahkluk tak bernama! Kau akan kujadikan tumbal untuk yang mulia Lor Drakuen..."
Dia kemudian membuat lukisan rune-rune dengan cahaya dari telunjuknya yang dikumpulkan menjadi satu dan dibentuk menjadi sebuah bangun datar Hexagon. Lalu, Hexahon itu ia lempar ke perut monster itu dan dia berteriak, "Gigantic Dark Summon : Cerberus The Hell Guardian!!!"
Lalu keluarlah api biru dari hexagon itu dan monster itu mulai hancur dengan sebuah api berwarna biru tersebut. Monster itu berteriak kesakitan dalam proses penghancurannya.
Teriakannya begitu mengerikan, lebih mengerikam daripada sebelumnya. Kemudian di perut monster itu, muncul sebuah fluktuasi energi dan lama kelamaan fluktuasi energi itu kian membesar dan akhirnya muncul sebuah portal sebesar monster itu lalu menghancurkan secara penuh monster itu. Teriakannya itu berhenti total setelah monster itu hancur dan digantikan suara dari energi portal itu. Kemudian keluarlah mahkluk seperti anjing namun berkepala tiga di portal itu.
"Ha ha ha, terima kasih kalian semua. Dengan Jiwa kalian, kalian telah membantu kembalinya tuanku sang Raja Tanpa Takhta, Lor Drakuen. Ha ha ha..."
__ADS_1
Pemuda itu tertawa terbahak-bahak melihat mahkluk berbentuk anjing berkepala tiga yang keluar dari portal itu. Dia adalah Cerberus, Divine Creatures yang diciptakan kembali dengan sihir. Semua jiwa dari satu wilayah perumahan itu diserap oleh pemuda itu untuk membuat sebuah gerbang pembangkitan Cerberus.
"Aiz...sudah 4000 tahun lebih aku mencari cara untuk membangkitkan tuanku dan sudah banyak sekali aku berekarnasi menjadi banyak orang-orang yang berbeda serta sudah banyak sekali aku merasakan cara-cara mati selama itu. Akhirnya aku bisa menghidupkan lagi, tuanku yang tertinggi. Maafkan saya tuanku yang tertinggi, anda pasti sudah lelah menunggu di penjara itu."
Pemuda itu bernostalgia dan terharu mengingat masa-masa sebelum dia membangkitkan Lor Drakuen itu. Dia pernah menjadi raja yang diperkusi oleh rakyatnya sendiri karena lalim. Dia pernah menjadi gelandangan yang hidup kedinginan dan mati karena kelaparan. Dia bahkan pernah menjadi anak dari seorang raja yang akhirnya mati karena terbunuh pada saat kudeta. Itu adalah masa menyakitkan baginya dan masa itu akhirnya terbayar dengan bangkitnya sebuah monster dari neraka itu.
Kemudian pemuda menengok ke sebuah pohon dekat perumahan itu dan sumringah melihatnya.
"Tidak sopan menguntit orang, tahu! Tunjukkan dirimu dan sampaikan maksud tujuanmu."
Lalu, Munculah seorang wanita berjubah hitam membawa pisau melengkung di tangan kanannya dan ekspresi dingin terpampang dalam wajahnya. Terlihat sebenarnya dia marah dengan tindakan mengorbankan jiwa-jiwa yang tak bersalah dari pemuda itu dan ingin membunuhnya.
"Oh, hanya seorang tikus dari suku Penyihir. Cih, kukira siapa dan untungnya aku tak menyia-nyiakan energi untuk menghancurkan seorang tikus."
"Kau orang ******* yang berhati setan! Apa maksudmu mengorbankan jiwa-jiwa tak bersalah itu?!"
"Heh, seharusnya penyihir harus berkepala dingin agar tidak menjadi iblis yang menyusahkan dunia. Aku jadi ragu, kalau kau hanya penyihir palsu yang sok menegakkan keadilan."
Mendengar perkataan pemuda itu, wanita itu menjadi naik pitam. Dia lalu maju dengan kecepatan tinggi dan memberikan sepuluh tusukan yang mengarah ke dada pemuda itu. Tetapi pemuda itu begitu gesit dan semua serangan itu bisa dihindari dengan mudah.
"Heh, hanya segitu saja kekuatanmu anak kecil. Kau akan mati jika kekuatanmu hanya seperti itu."
"Kau yang mati!!!" Tanpa basa-basi, wanita itu berlari dengan kecepatan yang tinggi. Kali ini, dia tak langsung maju ke depan.
Setiap langkah wanita itu meninggalkan aura hitam di belakangnya dan aura hitam itu akan hilang seiring waktu. Dia berlari mengelilingi pemuda itu dan membuat lintasan acak agar membuat pusing pemuda itu. Setelah menemukan titik lemahnya, pisaunya diayunkan sangat cepat dan itu mengarah ke leher pemuda itu. Namun, pemuda itu terlalu gesit dan menghindari tebasan yang mengarah ke bagian vitalnya.
"Weeek, Tidak kena!" Pemuda itu mengejek wanita sambil menjulurkan lidahnya.
"Itu masih permulaan..." Wanita memperlihatkan sesuatu di bilah pisaunya, yaitu sebuah bangun datar berbentuk pentagon dan mengucapkan sesuatu,
"The Dark Slicer..." Kemudian pisaunya berubah berwarna hitam dan ditebaskannya ke tangan pemuda itu.
"Heh, hanya segitu." Pemuda itu meremehkan kemampuan dari wanita itu.
__ADS_1
"Ha ha ha, kau akan mati..." Kemudian muncul-lah sebuah bayangan gelap humanoid membawa katana di depan pemuda itu dan mulai memberikan seribu tebasan ke badan pemuda itu. Pusat targetnya adalah tangan yang ditebas oleh pisaunya wanita itu, namun itu berdampak pada badan sampingnya sehingga membuatnya terluka sangat parah hingga tak terselamatkan.
"Bagaimana, hah? Ini kekuatan dari [True Magic] milikku. Apakah kau merasakan kesakitan?"
Pemuda yang berdarah-darah itu tersenyum dan membuat wanita itu terkejut karenanya. Lalu, perlahan badan pemuda itu menghilang dan akhirnya wanita itu menyadari bahwa yang selama ini ia lawan adalah clone.
"Ha ha ha, kau wanita yang menarik. Jika saja itu mengenai tubuh asliku, mungkin aku tidak terselamatkan bahkan mengaktifkan segala sihir pertahanan terkuatku dan penyelamat hidupku. Untuk menghormati dirimu, aku akan memberikan sebuah hadiah kepada dirimu."
Kemudian Cerberus yang selama ini tak dipedulikan, mengeluarkan asap di mulut salah satu kepalanya. Hal itu membuat wanita itu berfirasat buruk tentangnya. Dan benar saja, sebuah api berwarna biru muncul di mulut Cerberus itu dan disemburkannya ke wanita itu hingga badan wanita itu tertutup penuh oleh api biru itu.
Pemuda itu melihat bahwa wanita itu sudah hancur dimakan api itu dan mati tersiksa.
"Ha ha ha, itu adalah hadiah terbaik bagi dirimu yang telah menghibur. Badanmu akan meleleh terbakar panasnya api Cerberus dan jiwamu akan tersiksa dengan api cerberus. Benar-benar hadiah sempurna, ha ha ha. Sekarang aku akan pergi dulu, tuanku telah lama menunggu kebangkitannya dan setiap detik sangat berharga. Jadi, selamat tinggal, wanita malang..." Kata pemuda itu dengan mengucapkan selamat tinggal kepada bangkai menurutnya adalah wanita itu.
Kemudian pemuda itu menggambarkan sebuah rune-rune yang dibentuknya menjadi bujur sangkar dan ditaruhnya di badannya dan badan Cerberus.
"[High Teleport]" Kemudian dalam sekejap mata, pemuda dan cerberus itu menghilang. Mereka sudah berteleportasi ke suatu tempat yang jauh.
Ketika mereka berdua berteleportasi, tanah yang tak jauh dari tempat kejadian berdenyut-denyut, seperti ada sesuatu yang memaksa keluar dari tanah itu. Dan beberapa saat kemudian....
DUAAR!!!
Tanah itu meledak dan keluarlah seorang wanita yang tadi berseteru dengan pemuda itu. Dia bernafas tersenggal-senggal dan terlihat sangat kehabisan nafas karena di bawah tanah hampir tidak ada oksigen sama sekali.
Pada detik-detik terakhir, dia mengeluarkan sihir [Void Step] untuk masuk ke dalam tanah dan menghindari api biru itu. Dia meninggalkan jubahnya sebagai pengalihan dan itu berhasil, membuat pemuda itu terlabuhi.
"Apakah itu benaran Divine Creatures? Jika saja Divine Creatures bisa sekuat itu, bagaimana dengan kekuatan pembuat Divine Creaturesnya itu?"
Creatures adalah nama mahkluk berasal dari pembangkitan sihir. Biasanya Creatures normal akan membawa 10% kekuatan pemiliknya dalam pembangkitan mereka. Namun untuk kelas Divine sendiri, mereka akan mempunyai kekuatan sampai 30% dari kekuatan pemiliknya.
Jika saja 30% itu bisa membuat jalanan meleleh dan membuat beberapa rumah hancur, bagaimana kekuatan 100% pemiliknya? Itu membuat wanita tersebut menggigil ketakutan.
"Sepertinya dunia ini sedang terancam bahaya yang cukup besar. Aku harus menghadap ke kepala suku dan melaporkan bahwa ada musuh yang cukup kuat. Dan juga melaporkan seseorang yang akan dibangkitkan oleh pemuda itu..."
__ADS_1
Kemudian dia melukiskan rune-rune dengan membentuk formasi segitiga dan mengucapkan [teleport]. Lalu beberapa tarikan nafas, dia menghilang dari tempat itu.
Beberapa minggu setelah kejadian itu, ada berita yang menghebohkan tentang satu perumahan yang semua warganya mati dengan cara misterius dan aneh. Jika manusia mati dengan rebahan, mereka mati dengan posisi aneh, seperti sedang berdiri, duduk di kursi, memegang minuman, dan lain-lain. Polisi datang ke tempat kejadian dan berspekulasi bahwa mereka mati disebabkan oleh senjata kimia yang diledakan, dilihat dari beberapa bekas ledakan. Namun, mereka tidak menemukan bahwa ada zat kimia yang berbahaya di sekitar tempat itu. Sehingga kejadian itu menjadi misteri yang tak terpecahkan.