Frost Heart

Frost Heart
Masalah semakin runyam


__ADS_3

Angin semilir perlahan-lahan bergerak dari tempat tinggi ke tempat rendah, dan memberikan kesejukan bagi orang-orang yang merasakannya. Di hari itu, matahari bersinar bebas tanpa awan yang menutupinya dan memberikan cahaya kehidupan untuk mahkluk-mahkluk bumi yang nonnokturnal.


Di suatu tempat, di jalanan sepi dari para pejalan, ada sekumpulan anak kecil berumuran 10 tahun yang membentuk formasi melingkar. Mereka tertawa terbahak-bahak, sambil menunjuk ke tengah lingkaran dimana ada seorang anak yang sedang menangis.


Anak yang menangis itu berbadan kecil, dan pakaiannya sungguh berantakan. Dia seperti tersiksa dengan pada hari itu, tetapi tak bisa berbuat apa-apa. Tiba-tiba, sebuah tendangan datang ke wajah anak kecil itu. Tendangan itu berasal dari seorang anak yang paling besar sendiri di kelompoknya.


"Hei, anak haram. Kau lebih baik tak bermain dengan kami. Kami tak mau mendapatkan kutukan karena bermain dengan kami. Lebih baik, kau pergi dari sini!"


Anak paling besar itu mencecalkan kata-kata tercela dan ejekan kepada anak itu. Tak hanya anak paling besar itu, anak-anak lain ikut mencaci maki anak itu. Anak itu diinjak-injak oleh anak yang paling besar itu. Anak paling besar itu tersenyum, seperti menikmati siksaan anak itu.


Anak itu tak bisa berbuat apa-apa dan hanya meringkuk ketakutan. Dia sangat takut, dan berharap ada yang mau menolongnya.


***


Ekspresi Jack sangat keras, dengan diiringi degup jantung yang semakin cepat. Dia seperti terbangun di mimpi paling buruknya dan tak bisa kemana-mana ataupun melakukan apapun. Dia takut, sungguh takut.


"Ternyata di sini penyihir itu berada," ucap mahkluk itu dengan mulut bergiginya yang lebih mirip memamah sesuatu daripada berbicara.


"Hei, kau." Kemudian wanita itu menunjuk ke Jack. "Akan kubukakan jalan untukmu kabur. Dalam hitungan ke 3, kau harus lari tanpa menengok ke belakang," lanjut wanita itu.


"Tapi..."


"Apa yang kau ragukan lagi?!"


Kemudian mahkluk hitam itu membuka mulutnya dengan lebar-lebar, seperti ingin melahap sesuatu. Jack menatap ngeri mulut mahkluk itu, tetapi wanita itu panik melihat hal itu.


"Dia berniat memanggil kelompoknya!!!" Kemudian wanita itu berlari maju ke depan mahkluk itu dengan niat untuk menginstrupsi tindakan mahkluk itu, tapi terlambat.


ROAAR!!!!


Mahkluk itu tiba-tiba mengeluarkan suara keras yang membuat wanita itu berhenti berlari dan menutup telinganya. Jack juga terkena dampak suara keras itu. Dia menutup telinganya dan merasakan bahwa telinganya berdengung untuk sementara waktu.


"Mahkluk apa itu?" Teriak Jack.


"Sudah kubilang, dia adalah KuroKaze, mahkluk iblis pemburu penyihir seperti aku."


"Kau...penyihir?"


"Tidak ada waktu untuk berbicara. Sekarang masalah sudah sangat runyam. Dia sudah memanggil kelompoknya..."


KRAK!!!


Tak lama kemudian, di atas atap terdengar suara-suara retak. Jack dan wanita itu menatap ke atas dengan perasaan was-was. Mereka merasa ada hal berat yang naik ke atap rumah Jack.


"Kita harus keluar dari rumah ini!" Wanita itu langsung menyadari sesuatu dan langsung ingin keluar dari rumah itu. Dia kemudian membuat 1 garis cahaya berwarna merah dan garis cahaya itu masuk ke tubuh sambil berkata, "[Power Boost]"


Lalu, tubuh wanita itu seperti dilapisi aura merah yang tipis dan membuat Jack menjadi terbiasa dengan pertunjukkan sesuatu yang aneh dari wanita itu.


Sambil berteriak, wanita itu berlari maju dan memberikan sebuah tendangan depan kepada mahkluk hitam menyeramkan itu.

__ADS_1


"Heh, hanya penguatan level satu?" Mahkluk itu meremehkan teknik wanita itu dan hanya menahannya dengan satu tangannya. Tetapi wanita itu tak membalas, malah tersenyum melihat dia diremehkan.


Ketika tendangan itu hampir sampai ke tangan mahkluk itu, tiba-tiba terjadi fluktuasi di kaki wanita itu. Semua aura di tubuhnya berkumpul menjadi satu di tendangan kakinya itu. Hal itu mengejutkan mahkluk itu dan ia berniat untuk menarik tangannya, tapi terlambat karena tendangan itu sudah sampai di tangannya.


"Bruh!!!" Mahkluk itu terpental ke belakang, sampai beberapa meter keluar dari rumah Jack.


"Ba-bagaimana....mungkin?" Kata mahkluk itu dengan ekspresi tak percaya.


"Hm! Kau terlalu meremehkan penyihir jaman sekarang." Dalam satu tarikan nafas, wanita itu sudah berada di depan mahkluk itu. "Kau tak menyangka, kan? Aku mengumpulkan kekuatan sihirku menjadi satu ke kakiku dan memberikan kekuatan setara dengan penguatan sihir tingkat 4. Sekarang, selamat tinggal!"


Kemudian, wanita itu memberikan tusukan ke dada mahkluk itu hingga tak bernafas lagi. Lemah, pikir wanita itu setelah mencabut pisau.


"Hei, jangan diam saja! Cepat kau keluar sebelum mereka merobohkan rumahmu." kata Wanita itu sambil melihat ke belakang dimana Jack masih di dalam rumah dengan ekspresi tercengang.


"Apa-" Sebelum Jack melanjutkan katanya, rumah itu sudah bergoyang-goyang, seperti ingin roboh. Jack langsung keluar dari rumahnya, mengikuti instruksi wanita itu.


Tiba-tiba, rumah Jack betul-betul roboh dan rata dengan tanah. Jack terkejut dengan hal itu dan mengeluskan dadanya. Untung saja, batin Jack ketika melihat rumahnya.


"Jangan bersantai dulu, itu baru awal..."


Wanita itu memasang kuda-kuda bertarungnya, menggenggam erat pisau panjangnya dan menatap serius dihadapannya. Jack kemudian melihat arah tatapan dan tersentak sehabis melihatnya.


Ada 4 mahkluk berwarna hitam yang kata wanita itu bernama KuroKaze sedang berdiri di atas reruntuhan rumah Jack. Merekalah yang menyebabkan rumah kecil nan rapuh milik Jack itu roboh. Pemandangan itu benar-benar mengerikan bagi Jack ketika mahkluk-mahkluk menyeramkan itu berkumpul menjadi satu. Jack merasa situasinya saat ini,bagaikan rusa cantik yang dikepung predator jahat.


"Larilah ketika aku menahannya!" Ucap wanita itu kepada Jack.


Jack menggangguk dan bersiap untuk lari. Dia tak bisa menghadapi mahkluk aneh itu. Itu sudah diluar kemampuannya Jack dan hanya bisa menyerahkannya kepada wanita ajaib itu. Kemudian wanita itu maju merangsek masuk ke medan pertempuran.


Namun, tiba-tiba ada hal yang tak terduga terjadi. Salah satu mahkluk itu malah berlari melewati wanita itu dan sisanya berhadapan dengan wanita itu. Tujuan Kurokaze itu adalah Jack yang masih niat untuk lari menjauh. Wanita itu panik melihat keadaan tak terduga itu dan berniat untuk menghalangi mahkluk itu. Tapi tak bisa karena 3 yang lainnya membayang-bayanginya.


"Hei, awas!!!" wanita itu hanya bisa memperingati Jack, berharap dia menghindari mahkluk itu.


Mahkluk terus berlari ke Jack dan Jack sambil berlari pucat melihatnya. Mahkluk itu menjulur-julurkan lidahnya ketika berlari, seperti anjing. Mahkluk itu kemudian menabrak Jack, membuat Jack dan mahkluk itu terpental ke depan lintasan pelariannya.


"Ahh!!!" Dahi Jack mendarat dahulu ketika jatuh. Dia buru-buru bangun lagi dan tak melihat ke belakang. Dia harus kabur dari mahkluk-mahkluk aneh itu. Jack tak peduli dengan teriakan peringatan dari wanita itu dan terus berlari untuk menyelamatkan dirinya. Dia berlari dan terus berlari. Yang dia pikirkan adalah hanya berlari dari Kurokaze yang menyeramkan.


Dia tak tahu sampai kapan dia berlari, tetapi dia tiba-tiba sampai di gudang bekas yang berjarak 10 mil dari rumahnya. Di tempat itulah Jack berhenti mengatur nafasnya. Dia kemudian duduk di ban bekas dekat dengan salah satu gedung. Dia kemudian melihat ke bekas lintasan pelariannya, berharap kalau mahkluk itu kehilangan jejak dan tak menemukannya.


"Hah, hah, hah!! Sial...! Apa yang terjadi sebenarnya?"


Jack hanya menyelamati wanita yang sedang terluka, namun dia berakhir menjadi target mahkluk yang mengincar wanita itu. Kejadian malam itu benar-benar aneh. Mulai dari sang wanita yang mengeluarkan kemampuan aneh, dan munculnya mahkluk hitam menyeramkan yang berakhir dia dikejar salah satunya. Jack dibuat gila pada hari itu dan menganggap bahwa semua itu hanya mimpinya saja.


Jack kemudian menatap ke langit malam.malam itu adalah malam bulan purnama sempurna. Sinar bulan begitu terang pada malam itu, membuatnya pemandangan indah di langit malam yang begitu gelap. Jack cukup berterima kasih dengan bulan, karena dengan sinarnya dia bisa berlari dengan leluasa tanpa takut tersandung.


"Rerrr!!!" Ketika Jack sedang menikmati pemandangan malam, dia mendengar suara menggeram di sampingnya. Jack langsung menengok dan melihat Kurokaze sedang menatap dirinya dengan wajah menyeramkannya.


Jack terkejut setengah mati, dan tiba-tiba mahkluk itu langsung memukul perutnya. Rupanya pukulan mahkluk itu sangatlah keras dan membuat Jack terpental ke samping sambil merasakan bahwa bubur yang ia makan menjadi naik.


Setelah sukses dengan serangan kejutan, mahkluk itu kemudian maju ke arah Jack. Setelah sampai, Kurokaze mengangkat Jack yang tak berdaya dan melemparkannya ke arah dinding gedung, seperti sebuah sampah. Dan tak hanya itu, Jack kemudian dipukuli oleh mahkluk itu dengan membabi-buta ke arah wajah Jack. Jack yang tak berdaya hanya bisa menutupi kepalanya dari pukulan mahkluk itu. Namun pukulan mahkluk itu begitu keras sampai pada pukulan ke-11, Jack sudah susah menahan kesadarannya. Wajahnya sudah bengap dan dipenuhi lebam. Kondisi Jack sudah begitu buruk. Dan di pukulan ke-12, Jack sudah kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


***


Sakit! Benar-benar menyakitkan! Pukulannya begitu menyakitkan. Aku hanyalah seorang pemulung dan hidup tenang, mengapa aku harus menghadapi hal menyebalkan ini?


Saat ini, aku dalam keadaan tak sadarkan diri. Di saat keadaan seperti ini, aku merasa melayang di sebuah tempat yang minim penerangan. Aku sangat sadar dengan apa yang ada di sekelilingku. Tetapi secara bersamaan, aku tak sadarkan diri di dunia nyatanya.


Aku harus keluar dari tempat ini dan mendapatkan kembali tubuhku. Lalu aku akan mencoba melakukan sesuatu pada mahkluk itu dan kabur dari kejarannya.


Yah, itu adalah rencanaku dan sekarang aku tak tahu cara bagaimana aku kembali ke dunia nyata. Jika aku bisa kembali sadar, bagaimana cara untuk kabur dari mahkluk itu. Semua yang kupikirkan adalah kesia-siaan. Aku tak bisa berbuat apa-apa dan aku sangatlah lemah.


"Huh, apa yang terjadi?!" Panik tiba-tiba menyelimuti hatiku ketika sesuatu menyedot diriku. Diriku tak bisa berbuat apa-apa, itu yang membuatku panik. Jika yang menyedotku sesuatu yang berbahaya, aku pasti tak bisa menyelamatkan diriku.


Setelah beberapa menit aku terombang-ambing, aku melihat sebuah lubang hitam


dengan bintik-bintik cahaya yang setiap saat redup dan bercahaya itu tiap beberapa tarikan nafas. Lubang itulah menyedot diriku dan aku tak tahu-menahu lubang itu. Aku hanya pasrah ditarik paksa masuk ke lubang itu dengan memejamkan mata. Jika akan terjadi, maka terjadilah, itu yang kupikirkan saat masuk ke lubang itu.


Namun, aku tak merasakan apa-apa ketika masuk ke lubang itu. Aku kemudian membuka mataku dan melihat sebuah pemandangan tak biasa. 1000 lebih bintik-bintik cahaya yang setiap detik meredup dan kembali terang dibalut dengan kegelapan tak terbatas terbentang luas di hadapanku. Langit-langit dan lantai yang kupijak juga sama dengan kulihat.


Pemandangan ini sungguh tak biasa, tetapi entah kenapa aku tak merasa kaget dengan hal tak biasa itu. Seperti pernah ke tempat ini pada masa lalu.


Ini bukan waktunya untuk menikmati pemandangan. Saat ini aku berada dimana, aku tak tahu tempat apa ini. Ini membuatku agak takut. Aku takut terjebak dan tersiksa di tempat ini sampai aku menemukan ajalku.


"Lebih baik aku jalan saja, siapa tahu aku menemukan sesuatu yang bisa menjelaskan."


Aku kemudian berjalan dengan harapan bisa menemukan sesuatu. Sambil berjalan, aku menengok ke kanan dan ke kiri berharap bisa menemukan sesuatu. Yah, tetap saja yang ada hanya pemandangan sama, yaitu bintik-bintik cahaya yang kerlap-kerlip.


Tetapi tiba-tiba ada sebuah cahaya besar di samping ke kananku. Sontak aku langsung menengok ke kanan dan melihat cahaya terang itu, tak fokus lagi ke depan. Namun ketika cahaya itu hilang dan aku menatap ke depan, ada seseorang dengan wajah tertunduk sampai wajahnya tak terlihat berdiri persis di depan diriku.


Aku terkejut melihatnya, karena kemunculannya tiba-tiba. Tapi aku bisa menenangkan diri dan bertanya kepadanya.


"Hei, namaku Jack Zitman. Apakah kau tahu tempat apa ini?"


"Ini...adalah...salah satu...hatimu." Dia berbicara sangat lambat. Tapi yang membuatku bingung adalah jawabannya.


Hatiku? Tempat ini? Aku bingung dengan hal itu.


"Bisa kau jelaskan?"


"Sulit...menjelaskannya. Tempat...ini...adalah...misteri." Aku menghela nafas kecewa mendengar jawabannya. Ia tidak tahu tempat apa ini dan itu sedikit menghilangkan harapanku. Tapi tak masalah, terpenting ada orang yang bisa diajak mencari cara untuk keluar.


"Hei, bisakah aku tahu namamu?" Aku lalu menanyakan namanya.


"Aku....aku...aku..." Dia mengulangi kata "aku" tiga kali dengan gagap. Setiap dia berkata, dia semakin menundukkan kepala.


"Aku...adalah..." Dan yang terakhir sedikit berbeda dan kepalanya semakin menunduk. Aku menatap intens orang itu dengan rasa penasaran bergejolak.


"...DIRIMU!!!" Kemudian dia mendongak ke depan diriku dan aku langsung terkejut melihat wajah yang sama denganku terpampang di kepala orang itu. Wajahnya sama denganku, tetapi ada mata kirinya berwarna hitam legam tanpa putih.


Belum pulih dengan keterkejutanku, dadaku didorong oleh orang itu dan membuatku serasa terjatuh ke tempat ketinggian. Lantas aku berteriak keras sambil merasakan sebuah sengatan listrik yang ada di dadaku. Itu tak menyakitkan, hanya terasa digelitik saja.

__ADS_1


Aku terus jatuh seperti jatuh dari ketinggian sampai ada sebuah bintik cahaya. Bintik itu terlihat berbeda dari pemandangan-pemandangan itu. Bintik terasa begitu hangat dan perasaan seperti terbebas dari kekangan. Aku mencoba meraih cahaya itu dan tiba-tiba aku tersedot ke cahaya itu.


__ADS_2