
Mary Goldenhawk, wanita yang diobati Jack sedang bertarung sengit dengan 3 mahkluk hitam itu. Terlihat sebenarnya pertarungan itu tak seimbang. Bukan di pihak wanita itu, melainkan mahkluk-mahkluk tidak ada akhlak itu.
Mereka berulang kali dibuat mundur oleh wanita itu. Wanita itu cukup ahli memainkan pisaunya dan membuat banyak luka goresan pada mahkluk hitam itu. Hingga pada akhirnya, satu persatu mati di bilah wanita itu.
"Huh, akhirnya selesai juga..."
Wanita berambut pirang dengan pakaian kebesaran berdarah-darah itu bernafas lega ketika bisa mengimbangi bahkan mengalahkan mahkluk-mahkluk itu.
Mary merasa dirinya beruntung karena yang datang hanya ada 4 empat Kurokaze. Yang satu sudah dibawa lari oleh Jack, jadi dia hanya melawan 3 mahkluk itu. Namun hal itu membuat janggal Mary, mengapa yang datang hanya 4 saja?
"Ah, aku harus mencari anak itu." Mary teringat Jack yang membawa lari satu mahkluk itu.
Mary lalu memejamkan matanya untuk berkonsentrasi dan tiba-tiba, tubuh Mary bersinar sejenak sebelum meredup.
"[Life Detection]"
Setelah mengucapkan beberapa kata, munculah garis aura yang berantakan mengarah ke suatu tempat. Itu adalah bekas aura kehidupan milik Jack yang sedang berlari. Dalam suatu prinsip, energi tubuh manusia akan terpancar ketika melakukan sesuatu, seperti berlari atau berjalan dan akan membuatnya menjadi aura kehidupan. Semakin keras manusia melakukan sesuatu, semakin kuat energi kehidupan yang keluar dan semakin kuat bekas kehidupannya. Mary berpikir bahwa Jack akan berlari dengan sekuat tenaga sehingga jejak aura kehidupan Jack akan besar dan tak cepat menghilang.
Mary mengikuti garis aura kehidupan itu dengan berlari. Dia terburu-buru karena efek [Life Detection] berdurasi singkat dan dia sudah kehabisan energi untuk membuat hal ajaib itu lagi. Namun dia beruntung bulan membantunya untuk melihat jalanan. Dia akan menggunakan sihirnya untuk menciptakan cahaya untuk penerangan.
"Ehm, disinikah?" Mary sampai di gudang bekas, tempat Jack dan Kurokaze yang dibawa larinya bertarung. Tiba-tiba, sebuah awan menghalangi cahaya bulan dan membuat kegelapan datang kembali.
Mary mendecikkan lidahnya. Dia baru saja sampai ke tujuannya, malah satu-satunya penyinarannya menghilang. Mary menjentikkan jarinya berkali-kali. Setiap jentikan jarinya, ada percikan cahaya yang keluar. Tetapi dia segera menunduk kecewa. Dia berniat untuk menciptakan cahaya dengan hal magis. Tetapi tak bisa, karena sekarang dia sudah kehabisan energi untuk melakukannya.
Dengan terpaksa, Mary berjalan mencari dengan pencahayaan terbatas. Dalam pencariannya, Mary terkadang tersandung ranting bahkan sampai terjatuh. Dia benar-benar marah dan Mary ingin memukul sesuatu untuk melampiaskan amarahnya. Tetapi tak ada target yang bisa dipukul selain paving kasar halaman gudang.
Beberapa menit kemudian, awan yang menghalangi cahaya bulan mulai bergeser dan cahaya bulan sudah mulai nampak. Ketika cahaya bulan mulai nampak, Mary samar-samar melihat seseorang. Seseorang yang sedang duduk dengan satu lutut ditekuk. Dia kemudian mendekati orang itu, berharap bahwa dia adalah orang yang ia cari.
Awan-awan yang menutupi cahaya bulan kian bergeser dan cahaya bulan kian terang. Mary terus mendekati orang itu hingga berjarak beberapa langkah darinya. Wajah orang itu sudah sedikit nampak dan Mary sudah menebak. Ketika bulan kembali bersinar terang sempurna, ketika itu juga wajah orang itu sempurna nampak.
"Kau masih hidup, yah?" Tanya Mary kepada orang itu yang terdengar sarkas.
"Bukan begitu cara bertanya keadaan, nona." Balas orang itu. Dia adalah Jack dengan wajah lebam.
"Ehm, siapa mengganti pakaianku ini? Apakah itu kau?!" Tanya wanita itu dengan sangar.
Jack hanya menghela nafas dan berkata dengan menatap serius Mary, "Aku tak melihat dalaman berenda-renda itu."
PLAKKK!!!
__ADS_1
"Mesum!!!"
Pukulan kritis diberikan di pipi Jack. Mary marah besar karena tingkah tak tahu dosanya Jack dan kemesumannya. Pipi Jack yang tebam karena lebam menjadi lebih tebam lantaran pukulan dari Mary. Jack mengelus pipinya, berharap sakit tamparannya berkurang.
"Mau bagaimana lagi, pakaianmu itu sudah kotor dengan darah. Itu bisa menimbulkan masalah baru pada dirimu." Jack mencoba untuk menjelaskan alasannya dengan santai.
"Misalnya?"
"Tumbuhnya kutil. Biasanya wanita mengagungkan penampilan bukan?"
Mary kemudian mengerutkan dahinya.
"Kau mengejekku, yah? Aku tak semudah itu digerogoti penyakit kulit itu. Lagipula, memangnya aku memikirkan penampilan?"
Mary bertanya kepada Jack dengan sikap berkacak pinggang. Jack ditanya seperti, menatap ke atas dan ke bawah tubuh Mary. Mary memang terbilang cantik untuk wanita seumurannya dan juga terlihat di mata Jack, Mary adalah wanita pengagung penampilan.
"Iya..." Jawab singkat Jack ketika menyimpulkan sesuatu.
Mary berseru sebal dengan sikap Jack. Kemudian situasi keduanya menjadi lenggang dan Mary melihat-lihat sekitar dimana ada satu mayat Kurokaze dengan mulut terbuka lebar.
Mulutnya sepertinya disobek dengan benda tajam dan juga badannya penuh dengan luka goresan. Keadaannya sungguh mengenaskan dan malang.
"Kau berutang penjelasan, kan?" Jack tiba-tiba membuka pembicaraan. "Sinar hijau yang bisa menutup luka luarmu, mahkluk hitam yang tiba-tiba menyerang, dan panggilan "penyihir" yang diberikan oleh mahkluk itu. Kau harus menjelaskannya..."
Mary menatap Jack dan berkata, "Aku akan menjelaskannya, tapi dengan satu syarat..."
"Aku sudah merawat lukamu dan kau meminta hal lain? Kau benar-benar serakah. Baiklah, terserah kau saja."
Kemudian Mary mulai menjelaskan apa yang perlu dijelaskan setelah Jack mengiyakan penawarannya.
"Sinar hijau itu adalah sebuah teknik magis yang digunakan untuk menyembuhkan luka luar dan detoksifikasi. Kegunaannya sangat kecil dan digunakan untuk hal darurat saja. Mahkluk hitam itu sudah kusebut namanya, Kurokaze. Dia adalah anak buah dari musuh penyihir terbesar. Mahkluk kuat dalam hal jumlah, tetapi kekuatan individu mereka begitu lemah. Dan terakhir, mengapa aku disebut "penyihir"? Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku..."
Kemudian Mary menaruh tangan kirinya ke dada kanannya dan mendongakkan kepalanya, menatap ke atas.
"Namaku Mary Goldenhawk, penyihir kelas bawah dari tanah tersembunyi!" Dengan sedikit lantang, Mary memperkenalkan diri.
Melihat hal itu, Jack mengerut dahinya karena perkenalan tiba-tiba dan gestur aneh yang tak pernah Jack lihat ketika orang memperkenalkan diri. Jack kemudian bertanya, "Apakah harus seperti itu memperkenalkan diri?"
"Memangnya mengapa dengan perkenalan seperti itu?" Mary membalasnya dengan pertanyaan.
__ADS_1
Jack menggeleng dan mewajarkan gestur perkenalan seperti itu.
"Tidak afdol jika hanya kau yang memperkenalkan diri. Aku juga akan memperkenalkan diri. Namaku Jack Zitman, salah seorang pemulung di kota ini..."
"Pemulung? Bukankah kota ini tak ada pemulung sama sekali?"
"Iya, memang. Karena kota ini memiliki jaminan sosial terbaik untuk penduduk kotanya. Sehingga tak ada orang susah di sini. Tetapi, beberapa orang tetap menjadi orang susah dengan alasan tersendiri."
"Ehm, menjadi orang susah? Aneh sekali..."
"Ha ha ha, memang. Di sini banyak bosan menjadi orang kaya dan berharap menjadi orang yang susah." Kata Jack dengan tawa garing. "Lalu, apa itu tanah tersembunyi?"
Jack penasaran dengan tanah tersembunyi yang disebutkan oleh Mary.
"tempat itu yang kita akan kunjungi."
"Oh, jadi itu syarat yang kau ajukan itu?" Jack langsung peka.
"Benar, aku akan membawamu ke sana."
"Mengapa?"
"Tentu saja, itu dirahasia-...AAAAAH!!!" Di tengah Mary berbicara, tiba-tiba dia berteriak sangatlah keras. Dia memegang kepalanya seperti mengalami sakit di kepalanya. Melihat hal itu, Jack sedikit panik dan memeriksa tubuh Mary.
"Ada apa, Mary?"
Mary tidak menjawab dan hanya berteriak. Tiba-tiba warna sekitar berubah. Dari warna hitam berangsur-angsur menjadi warna keunguan. Melihat hal ini, membuat Jack menjadi kebingungan. Lalu, Jack mendongakkan kepalanya dan betapa terkejutnya ketika melihat bulan.
"Mengapa? Mengapa bulannya menjadi pink?"
Bulan saat itu berubah warna menjadi merah jambu. Fenomena ini benar-benar tidak pernah terjadi di bumi, entah di planet lain. Sehingga Jack sangatlah terkejut dengan fenomena ini.
"Apakah mereka gagal?" Mary kembali tenang dan tak berteriak lagi.
"Apakah kau tahu fenomena apa ini?"
"Hah, percuma menjelaskannya. Kau akan menjadi membeku ketika gelombangnya disebarkan."
Kemudian dari bulan itu, turun sebuah cahaya berwarna merah jambu. Itu gelombang yang dimaksud oleh Mary. Lalu, gelombang itu menyebar ke kota itu dan seluruh dunia.
__ADS_1