
Rasa dingin tiba-tiba terasa ketika gelombang cahaya merah jambu itu sudah menyebar. Suasana di sekitar tiba-tiba mencekam, entah mengapa. Warna gelap malam berubah menjadi ungu dan warna rembulan berubah menjadi merah jambu. Semua itu berubah begitu saja tanpa ada tanda ataupun terjadi. Macam kentut yang tiba-tiba datang ketika dengan jalan bersama doi.
"Mereka benar-benar gagal membunuhnya, yah..." Mary nampak sedih ketika melihat bulan tiba-tiba berwarna merah jambu itu.
Setelah meronta-ronta kesakitan, dia masih terbaring di atas paving kasar, halaman bekas gudang. Dia hampir tak punya tenaga lagi untuk berdiri secara psikologi, karena berduka sesuatu hal yang berhubungan dengan fenomena aneh itu.
Mary kemudian teringat pada Jack yang di dekatnya. Mary tak mengecek keadaan anak itu setelah gelombang merah jambu itu. Karena dia menyimpulkan, bahwa anak itu sudah terkena efek dari sinar gelombang itu.
"Hah, padahal aku ingin membawa anak itu untuk pergi ke tanah tersembunyi. Jika aku melakukannya, akan ada lubang waktu di tempat ia berdiri..."
Kemudian Mary mencoba untuk duduk terlebih dahulu sebelum berdiri.
"Jadi, kau tahu fenomena aneh ini?"
Suara pria baru beranjak dewasa terdengar di telinga Mary. Mary kemudian tersingkap kaget, hampir jatuh terduduk yang kemudian langsung melihat ke sumber suaranya. Alangkah terkejutnya Mary ketika melihat Jack sedang berdiri dengan keadaan sehat tanpa kekuarangan apapun.
"Kau...kau tidak membeku?" Mary berkata-kata gagap melihat Jack.
"Aku tak tahu beku yang kau maksud, tapi aku masih sehat walafiat. Aku tak membeku dan masih dalam keadaan hangat..."
Jack mengangkat tangannya, menunjukkan bahwa dia baik-baik saja. Mary sangatlah terkejut, lalu kembali tenang walau hatinya masih terkejut.
"Kau benar-benar baik-baik saja?"
"Sudah kujawab pertanyaan itu..."
"Apakah kau merasa ada yang aneh dalam tubuhmu, atau apapun itu?"
"Mukaku terasa sakit dan punggungku entah kenapa ada yang menjanggal. Mungkin itu bantingan keras dari mahkluk itu..."
Mary mengangguk-angguk seperti dokter yang ingin mendiagnosis pasien. Dia juga melihat-lihat tubuh Jack atas dan bawah kemudian berkata lagi.
"Tidak ada masalah. Semua baik-baik saja. Tapi, ini kemungkinan pasti dari keadaan dirimu...."
Mary tiba-tiba menatap serius Jack hingga, Jack tak bisa berkata-kata.
"Apakah kau penyihir?"
"..."
Jack tak langsung menjawab pertanyaan itu. Hal itu membuat Mary semakin curiga bahwa Jack adalah penyihir.
"Aku tak bisa terbang dengan sapu, atau membuat garis berwarna hijau seperti yang kau buat tadi. Aku berani sumpah bahwa aku tidak melakukan kedua hal itu."
"Kau tak perlu berbohong. Tidak orang yang punya resistensi pembekuan dari fenomena "None Time", kecuali penyihir dan iblis. Kau sudah dipastikan adalah penyihir, karena aku sudah memastikan bahwa kau bukanlah iblis." Jelas Mary dengan lugas.
__ADS_1
"Aku tak mengakui ini secara penuh dan hanya bertanya. Memangnya jika aku penyihir, apa yang kau lakukan?"
Mary memegang dagunya, seperti berpikir. Dia mungkin memikirkan jawaban dari pertanyaan Jack.
"Ini kejadian langka dan jarang terjadi. Mungkin aku akan mengevakuasi dirimu ke tempat tinggalku, karena fenomena ini membuat situasi semakin gila."
"Tempat tinggalmu? Apakah itu tanah tersembunyi yang kau sebut-sebutkan itu?"
"Benar, tapi aku tak bisa menjelaskannya, karena kami dilarang keras untuk membicarakan tempat tinggal kami diluar daerah. Identitasku sebagai penyihir diketahui orang lain tidaklah masalah. Itu bisa diperbaiki. Tetapi mengetahui bahkan detail terkecil pun itu adalah masalah besar bagi kami."
"Begitu, yah..."
Kemudian Jack terpikirkan pertanyaannya yang teralihkan dengan topik dia masih berdiri, yaitu fenomena apakah ini. Fenomena ini masih menjadi misteri bagi Jack dan perkataan Mary juga membuat Jack menjadi penasaran.
"Sebelumnya kau tadi menyebutkan peristiwa ini dengan sebutan "None Time", kan? Bisa kau jelaskan?"
"Ehm, baiklah. Aku akan menjelaskannya." Dengan baik hati, Mary menjelaskan Jack yang tidak tahu apa-apa.
"None Time adalah sebuah peristiwa mistis dimana kekuatan waktu dipinjamkan untuk syarat sebuah ritual sihir. Biasanya peristiwa ini ditandai dengan bulan berwarna pink, warna gelap malam berubah menjadi ungu tua, dan warna siang menjadi biru. Mahkluk-mahkluk hidup, kecuali yang memiliki ukiran magis akan membeku karena kekuatan waktu sudah diambil."
"Ehm, begitu..."
Kemudian Jack melihat paving di bawahnya. Dia melihat benda bening berukuran kecil. Ketika Jack melihat lebih dekat, itu adalah semut-semut yang membeku. Jack ingin mengambil semut itu, tapi ditahan oleh Mary.
"Lubang waktu?"
"Aku tidak detil kecilnya sih. Tapi di pelajaran dasar kami, lubang waktu dimana ada celah kecil dimensi. Itu bisa saja menimbulkan sesuatu yang tak terduga. Seperti bencana alam, menghilangnya seseorang, dan munculnya droplogger. Semua itu bisa saja terjadi karena adanya celah lubang dimensi."
Penjelasan dari Mary memang tak masuk akal bagi Jack. Tetapi, dia tetap menerimanya karena tidak mau bertengkar dengan Mary.
Kemudian Jack melihat-lihat sekitar. Meskipun minim pencahayaan, Jack masih bisa melihat sekitar. Dia melihat bahwa pepohonan menjadi berwarna bening, seperti membeku. Jack seperti bermimpi melihat kejadian ini. Dia hanya kagum melihat hal ini.
"Hei, kau menyinggung sebuah ritual sihir yang menyebabkan hal ini. Ritual macam apa itu?" Tanya Jack tanpa melihat Mary.
"Sebenarnya ini tidak bisa kujawab dengan leluasa. Tetapi karena situasi seperti ini, mungkin aku akan memberitahunya..."
Kemudian Mary berbaik hati untuk menjelaskan.
"Aku sedikit mengetahui ritual ini. Namun katanya ritual ini digunakan untuk memanggil seseorang dan orang yang dipanggil konon akan mengancam dunia sihir. Maka dari itu, kami keluar dari tanah tersembunyi kami dan menghentikan ritual itu. Tetapi, bisa kau lihat sekarang. Kami gagal untuk menghentikan ritual sihir itu."
Kemudian Jack mengangguk paham dengan situasinya sekarang. Mungkin dunianya akan diancam dengan bahaya yang tak pernah terjadi sebelum-sebelumnya. Bahaya yang harus membuat kelompok aneh yang hebat dan menamakan diri mereka dengan penyihir itu harus turun tangan.
"Apakah aku bisa memanggilmu dengan Jack? Kau bisa panggil Mary jika kau mau..."
Tiba-tiba Mary meminta untuk saling memanggil dengan nama.
__ADS_1
"Tentu saja. Itu akan mempermudahkan untuk berkomunikasi..." Jack mengiyakan permintaan itu.
"Setelah kejadian ini, apa yang terjadi selanjutnya, Mary? Kau berkata bahwa situasi akan menjadi gila setelahnya, kan?"
"Ehm, kata guru sekolah dasarku, akan bermunculan mahkluk astral berwarna hitam yang akan membunuhmu. Nama mahkluk itu, adalah Jargoneonir...."
"Kata gurumu? Jadi, kau tak pernah mengalaminya. Bagaimana bisa kau mendeskripsikan bahwa situasi ini menjadi gila?" Tanya Jack dengan keheranan.
Mary berseru, "Aku memang tidak mengalaminya, tetapi aku tahu rupa mahkluk Jargoneonir itu. Dia sangatlah berbahaya, karena gerakan yang gesit dan tak bisa dipukul secara fisik atau diserang dengan senjata fisik. Mahkluk itu hanya mempan ketika diserang senjata sihir dan senjata astral yang langka serta kekuatan sihir dari para Nuker."
Kemudian Mary berhenti menjelaskan dan mengambil sesuatu dari kantong jubahnya. Ternyata dia mengambil sebuah kompas dan melihat arah jarum kompas itu berada. Jarum itu berputar-putar tak karuan dan Mary tersenyum melihatnya.
"Ah sudah bereaksi, yah."
Jack penasaran dengan kompas jenis itu lantas bertanya, "Kompas apa itu?"
"Ini adalah D-Compass dan kegunaannya untuk mencari pintu dimensi untuk masuk ke tanah tersembunyi."
"Kau tidak tahu pintu masuk ke tempat tinggalmu sendiri?" Ejek Jack.
"Ehm, Pintu dimensi ini muncul secara acak dan dibutuhkan D-Compass ini untuk menemukan pintu itu." Jelas Mary.
Jarum kompas itu berhenti bergerak dan mengarah ke suatu tempat.
"Ah, sudah ketemu!!!"
Mary menjadi girang ketika jarum itu berhenti. Namun, kembali tenang dan menatap Jack.
"Hei, Jack. Apakah kau mau mengikutiku ke tanah tersembunyi?"
Jack terdiam sejenak sebelum memutuskan. Dia pasti akan memilih mengikuti Mary karena dunia Jack sudah berubah dan kata Mary bahwa akan muncul mahkluk astral sebentar lagi. Jadi, Jack memutuskan...
"Aku akan ikut denganku. Tapi apakah tempatmu tidak terdampak dari fenomena ini?"
Mary tertawa.
"Tempat tinggalku sedikit spesial dan cukup berbeda."
Kemudian Jack mantap pada keputusannya untuk ikut dengan Mary ke sebuah tanah yang tak pernah dijamah manusia biasa. Namun tanpa Jack sadari, keputusannya tak sesederhana yang terlihat, dan akan merubah jalan hidupnya serta akan menemukan jawaban yang selama ini dia cari.
***
*Aku rada aneh dengan penulisan cerita dari chapter ini, entah mengapa. Jika ada yang kurang atau tidak cocok, bisa tulis di kolom komentar. Sedikit masukan masuk akal* anda bisa menolong penulis yang kesepian ini.
Selamat berjumpa lagi pada keesokan harinya**!
__ADS_1