Frost Heart

Frost Heart
Obrolan


__ADS_3

Jack dan Dian pergi ke tempat kerjanya setelah sarapan. Di kota Hedgeshade cukup berbeda dengan dunia yang dulunya ditempati Jack dan Dian. Di kota Hedgeshade Jack dan Dian merasa seperti berada di abad pertengahan di Eropa. Cara pakaian penduduknya, rumah-rumahnya, dan kendaraannya sudah hampir seperti di abad pertengahan. Tetapi di sini, ada sebuah kendaraan khusus yang mirip dengan mobil.


Biasanya mobil adalah hal lumrah di kota-kota besar bahkan pedesaan juga ada di dunia Jack dan Dian. Sekarang di Hedgeshade mobil hanya diperuntukkan para bangsawan kelas atas dan saudagar sultan. Mobil bernama "Kereta Sihir" itu sangatlah mahal, sekitar 20000 x gaji Jack dan Dian yang digabung menjadi satu selama setahun. Cara kerjanya sama dengan mobil, tanpa kuda dan berjalan sendiri dengan mekanisme sihir. Cuma bentuknya saja yang berbeda, seperti kereta kuda pada umumnya. Dan untuk para penduduk biasa di Hedgeshade, mereka berjalan kaki, dan kadang-kadang ada yang menggunakan kereta yang ditarik keledai atau kuda.


Kota Hegdeshade adalah satu dari banyaknya kota yang ada di tanah Dracvale. Di kota besar itu terkenal akan kulinernya, terutama bebek bakar asamnya. Selain itu juga, kota Hegdeshade terkenal dengan sebuah tempat bawah tanah yang dipenuhi hewan magis buas. Material dari hewan magis begitu berharga sehingga banyak orang yang berkunjung, membuat berkah kepada penduduk kota Hedgeshade di bidang kuliner dan penginapan. Tempat bawah tanah atau sebutan lainnya Dungeon itu bernama Lover. Mengapa dungeon itu bernama Lover? Jack tidak tahu.


Di tempat baru seperti kota Hegdeshade, Jack tak membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan penduduk kota. Mereka sangatlah menerima orang-orang baru, bahkan orang-orang itu adalah pengungsi dari daerah luar. Jack berpikir setelahnya bahwa prinsip di kota Hedgeshade sama seperti Indonesia, yaitu toleransi dan gotong royong. Jack pun tidak pernah diperlakukan buruk karena dia orang luar, membuatnya berpikir seperti itu.


Ketika Jack dan Dian bertemu dengan persimpangan jalan, mereka berdua berpisah. Lokasi kerja mereka cukup berbeda dan jauh. Tempat kerja Jack berada di dekat pusat kota, sedangkan tempat kerja Dian berada di pinggir kota.


Sambil jalan, Jack menatap sekeliling kota berharap kalau ada hal baru di pagi itu. Suasana pagi itu masih begitu sepi, karena orang-orang masih di rumahnya. Matahari belum terlalu panas dan suasana menyejukkan di pagi itu. Kicauan burung terdengar di telinga Jack, membuat suasana pagi yang tentram dan damai


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya Jack sampai di pusat kota. Pusat dari kota Hedgeshade adalah pancuran bernama "bidadari surga" dan tempat itu lumayan ramai daripada tempat yang dilewati oleh Jack. Mereka yang membentuk keramaian itu adalah para pemburu dari Departemen Pemburuan dan Penjelajahan yang mencari peruntungan di dungeon Lover itu.


Sebagai informasi tambahan, Departemen Pemburu dan Penjelajahan adalah organisasi pemerintah yang bertugas untuk memburu hewan iblis dan hewan magis yang ganas sekaligus menjelajahi tempat-tempat yang misterius di Dracvale, seperti Dungeon Lover. Kata orang yang didengarkan oleh Jack, Dracvale adalah wilayah luas dengan tempat-tempat yang belum dijelajahi secara penuh. Sudah beberapa abad para penyihir telah menempati Dracvale, tetapi Dracvale masih begitu misterius dan aneh bagi orang awam. Salah satunya Dungeon yang misterius tujuannya dan selalu ada di Dracvale.


Di dekat lokasi pancuran itu, ada sebuah kedai bertuliskan di depannya "Happy Time" dengan logo mangkok yang isinya berasap. Itu tempat kerja Jack sebagai pelayan kedai.


Jack tidak masuk lewat pintu depan kedai. Itu adalah ketentuan pegawai dari kedai itu, dengan alasan pintu depan diperuntukan para pelanggan. Jack harus memutari kedai itu dan masuk pintu belakang kedai untuk pegawai di sana.


"Ah, selamat pagi, Jack."


"Pagi, Jack..."


"Yo, Jack. Sudah sarapan?"


Ketika dia masuk, Jack langsung disapa para pegawai yang sudah sampai duluan. Jack membalas semua sapaan itu dan menyapa yang belum menyapanya. Habis itu, Jack masuk ke ruang makan pelanggan untuk membantu menyusun bangku-bangku makan.


Matahari semakin naik dan sudah waktunya kedai itu dibuka. Banyak orang-orang yang langsung berduyung ke sana untuk sarapan. Atau mereka yang kurang kerjaan, menggoda-goda pelayan cantik di kedai itu. Beruntung di kedai itu ada "anjing buas", sebutan Jack kepada seorang pelayan pria yang memiliki tampang menyeramkan. Dia bisa menggertak pergi orang-orang yang mengganggu pelayan wanita di kedai itu. Semua wanita yang diganggu memuji si pria tampang menyeramkan itu sebagai balasan mengusir orang kurang kerjaan itu.


Setelah beberapa lama bekerja di kedai itu, akhirnya matahari semakin ke ufuk barat, tanda sore sudah datang. Kedai itu akan ditutup pada sore hari dan dibuka kembali pada tengah malam. Pada malam hari, kedai akan disulap sebagai tempat minum-minum untuk para pemburu yang beristirahat dari aktivitas berbahaya mereka. Jack tak mendapatkan jam kerja malam, karena itulah dia langsung pulang ke penginapannya dan beristirahat.


"Jack?"


Ketika Jack berjalan, dia mendengar suara memanggilnya dari arah belakang. Lantas, dia pun menengok ke belakang dimana ada seorang wanita yang amat familiar bagi Jack.


"Kau...Mary, kan?"


"Iya, ini aku Jack. Tak kusangka kita akan bertemu di sini."


"Benar-benar tak disangka-sangka." Jack tertawa. Yang mengobrol dengan Jack adalah Mary, si penyihir (katanya) yang membawa Jack ke Dracvale setelah bencana 3 bulan yang lalu.


"Bagaimana kabar dirimu? Sehat? Apa sudah dilepas jahitan lukanya?" Tanya Jack ketika mengingat dia pernah mengobati (walau tidak berguna juga) dengan menjahit luka Mary.

__ADS_1


"Sudah, dengan dokter klinik. Kata dokter, jahitan luka itu sangat rapi, seperti jahitan ahli medis. Tetapi aku meralatnya kalau itu jahitan dari seorang pemulung dan dia tak percaya. Sebenarnya kamu itu siapa dulunya?"


"Seperti yang kau ketahui, aku dulunya adalah pemulung di pinggiran kota."


Mary merasa kalau Jack menyembunyikan sesuatu dan berniat untuk membongkarkannya. Tetapi, Jack tidak mau memberitahu siapa dulunya.


"Lebih baik kita tak mengobrol di jalan." Kemudian Mary menengok ke kanan kiri untuk mencari tempat yang tepat untuk mengobrol.


"Ah, bagaimana jika mengobrol di sana?" Tunjuknya ke pedagang kaki lima pinggir jalan.


Jack mengangguk. Di pedagang kaki lima itu, Jack dan Mary membeli jajanannya dan mengobrol di sana.


Setelah mengobrol di sana, Jack mengetahui bahwa Mary datang ke sini lantaran berlibur ke rumah pamannya di kota Hedgeshade. Pamannya adalah orang nomor satu di kota Hedgeshade. Itu yang diberitahu oleh Mary, membuat Jack sedikit terkejut. Tetapi Jack tak segan dengan Mary dan tetap berbicara dengan nada santai. Karena memang, keluarga Mary bukanlah keluarga sembarangan.


"Kau itu termasuk keluarga pendiri, kan? Tetapi mengapa kau masuk tentara rendahan?"


Jack ingat sebelum dibawa ke sini, Mary mengaku bahwa dia adalah tentara rendahan. Itu sedikit aneh setelah Jack mengetahui bahwa nama-nama keluarga pendiri tanah Dracvale.


"Memangkah aneh?" Tanya Mary.


"Cukup aneh, mengingat latar belakangmu."


Mary terdiam, tetapi berangsur-angsur dia tertawa.


"Ehm, tidak ada bakat, sistem yang kuat, dan gadis jujur. Itu sebuah alasan bagus mengapa dia tak berpangkat tinggi. Dunia ini sungguh menarik..." Batin Jack.


"Oh, yah. Terakhir kali kau tak berpenampilan seburuk ini. Kau nampak lelah dan ada kantung mata hitam di bawah matamu. Ada apa dengamu?" Mary menyadari wajah lelah dan kantuk Jack.


"Oh, ini...."


"Apa kau kurang tidur? Apakah kau kelelahan?"


"Ehm, i-iya. Aku sebenarnya kurang tidur. Tidurku tidak terlalu nyenyak dan tak senyaman sebelum aku ke sini."


"Lho, memangnya kenapa?"


"Aku tidak terlalu tahu. Tapi aku selalu merasa bermimpi buruk ketika aku memejamkan mataku dan tidur. Mimpi itu terasa....nyata. Tetapi aku tak ingat detailnya."


"Apa kau tahu penyebabnya?"


"Aku tidak tahu. Tetapi aku seperti ini setelah berada di Dracvale. Padahal dulu aku bisa tidur nyenyak, walau ada gempa sekalipun. Sekarang, dengkuran kucing saja bisa membangunkanku."


"Apakah mungkin karena ketakutanmu dengan Kurokaze itu?" Mary sedikit tertawa mengingat Jack berlari terbirit-birit ketika dikejar satu Kurokaze.

__ADS_1


"Ah, mungkin saja." Jack hanya menghela nafas mengingat kondisinya.


Pembicaraan mereka berdua berhenti sejenak. Mereka masih menikmati jajanan mereka baru beli.


"Hei, Mary! Apa sore-sore seperti ini kau punya waktu luang?"


"Ehm, iya. Aku sampai bingung mengisinya dengan apa. Memangnya kenapa?"


Jack bernafas lega dan berkata, "Aku dan temanku yang seorang pengungsi ingin masuk ke Rakuen Academy 4 bulan yang akan datang."


Mary kemudian tersedak makanannya sendiri ketika mendengarnya.


"Kau...yakin...masuk ke Rakuen?"


"Memangnya kenapa?


"Apa temanmu dan kamu tidak tahu? Bahkan orang awam pun tahu betapa ketatnya persaingan di akademi Rakuen. Kau akan merasa tersisihkan jika salah langkah."


"Ah...jika kami bekerja keras dan menemukan celah, apakah hal seperti itu bisa menjadi halangan?"


Melihat kepercayaan diri Jack, membuat Mary menggelengkan kepala. Dia sudah tak kuat lagi memberitahu fakta kepada orang keras kepala. Mereka hanya bisa diberitahu ketika fakta itu datang dengan sendirinya.


"Jadi, apa hubungannya dengan waktu luangku ini?"


Jack tersenyum, "Kami ingin kau mengajari kami tentang bagaimana sihir bekerja. Setidaknya sampai kami merasakan mana..."


Mendengar kata-kata dari Jack, membuat Mary kembali tersedak. Namun kali ini hebat. Jajanan yang ia makan keluar dari hidungnya.


"Kau...s-serius?"


"Ya, aku serius."


"K-kau kan penyihir? Bagaimana bisa tak merasakan mana sendiri?"


"Aku tak pernah bilang diriku penyihir, bahkan sebelumnya aku tak tahu apa itu mana jika tak membaca buku perpustakaan..."


"L-lalu, mengapa kau tak membeku di peristiwa None Time?"


"Nah, itu yang kami tak ketahui. Ketika aku tahu bahwa hanya penyihir yang kebal dari None time, kami kemudian mengecek diri ke klinik dan yah, kami bukan penyihir di hasil pengujiannya. Dokter saja bingung mengapa bisa seperti itu, sehingga membawa sampel uji coba ke pusat untuk diteliti lebih lanjut."


Kemudian Mary mencoba untuk tenang setelah mendengar ocehan dari Jack, lalu berpikir tentang Jack dan temannya yang tak bisa merasakan mana, apalagi menggunakan sihir. Mary lalu menghela nafas dalam.


"Melatih merasakan mana tidak terlalu lama, dan juga jika lancar, kau dan temanmu bisa belajar sihir dasar. Aku memang bukan orang yang berbakat dalam sihir. Tetapi sebagai orang berpengalaman, aku mungkin bisa membantu satu atau dua pelajaran."

__ADS_1


Mary menerima perannya sebagai guru.


__ADS_2