
Taman pusat kota adalah tempat populer nomor satu di tempat tinggal Jack. Berada di dekat pusat kota, tempat itu tak pernah sepi dengan kunjungan orang lain tak siang dan juga tak malam.
Biasanya mereka berkunjung karena ingin melepas penat dengan kesibukan, berkumpul dengan sahabat atau pacar, atau karena ada acara, seperti pertunjukan band terkenal, tarian jalanan, atau event olahraga marathon.
Tetapi sekarang, tempat itu menjadi sepi seperti kuburan. Karena kekuatan waktu diambil atau disebut juga dengan None Time, waktu semua mahkluk hidup akan berhenti dan membeku menjadi es, tak terkecuali dengan manusia.
Taman ramai itu pun sekarang dipenuhi dengan patung-patung es berbentuk manusia, seperti taman sudah disulap menjadi pertunjukan seni patung es yang minus pengunjung.
Tapi anggapan tidak ada pengunjung juga itu tak sepenuhnya benar. Ada dua orang yang berbeda kelamin sedang berjalan melewati banyaknya patung-patung es itu. Mereka adalah Jack dan Mary yang sedang mencari pintu masuk ke tanah tersembunyi. Sambil memegang D-compass, Mary memimpin pencarian pintu masuk yang secara acak berpindah-pindah.
"Ini...Apakah patung-patung ini adalah manusia?" tanya Jack penasaran.
"Yah, itu sudah pasti. Kekuatan waktu di dunia ini diambil paksa oleh si pembuat ritual itu." Jawab singkat Mary.
"Oh, yah. Kau tidak pernah menyebutkan nama pembuat masalah ini. Siapa dia?"
"Ehm, eh, menyebut namanya adalah hal yang tabu bagi penyihir kelas bawah seperti kami, sehingga kami para pasukan kelas bawah tidak mengetahui nama asli dan hanya tahu julukannya saja. Julukannya Who-man."
"O, itu seperti ada di Harry Potter."
"Harry Potter?"
"Oh...kau tidak tahunya. Yah sudah, lupakan saja."
Kemudian Jack dan Mary terus berjalan melewati banyak patung es berbentuk manusia, mengikuti petunjuk dari D-compass. Mereka terus berjalan hingga sudah melewati patung es terakhir dan tiba-tiba Mary berhenti di depan suatu bangku taman.
"Ada apa?" tanya Jack yang penasaran, mengapa Mary berhenti.
"Kita sudah sampai..."
Kemudian Mary menaruh D-compass-nya dan jarum kompas itu berputar-putar, menandakan bahwa kursi itu adalah pintu masuk ke tanah tersembunyi.
"Eh, jadi Kursi ini adalah pintu masuk?"
Jack terkejut.
"Iya, memang itu yang diarahkan oleh D-compass."
"Apakah kau yakin?"
"Kita langsung buktikan saja jika kompas ini salah."
Kemudian Mary mengeluarkan sebuah kunci berwarna perak dari sebuah ukiran di bagian pinggang jubah. Jack mengetahui dari Mary bahwa itu adalah tempat penyimpanan benda-benda penting nan darurat yang tak boleh hilang. Penyimpanan itu cukup kecil, seukuran isi tas pinggang kecil dan dikhususkan untuk benda-benda kecil.
"[öffne...die Tür zum Himmel]"
Dengan menggenggam kunci perak itu, Mary mengucapkan suatu kata-kata yang asing bagi telinga Jack. Lalu, munculah lubang kecil di bangku taman itu dan dimasukkannya kunci perak itu ke dalam lubang itu, setelah itu diputar hingga berbunyi suara klik.
ZOAMM!!!
__ADS_1
Cahaya putih tiba-tiba muncul di depan Mary dan Jack dari lubang kecil itu. Setelah itu, cahaya putih itu berubah menjadi lubang berwarna hitam.
"Ayo, masuk..." Ucap Mary, menyuruh Jack untuk masuk. Habis itu, Mary masuk duluan.
Jack sempat ragu untuk masuk, karena itu pertama kali dia masuk ke pintu seperti itu. Tetapi hanya menghela nafas untuk menghilang keraguannya dan masuk ke pintu yang lebih mirip dengan portal di film Avenger seri pertama.
***
Setelah masuk ke tempat itu, Jack melihat bahwa dia berada di sebuah aula besar dengan banyaknya pintu. Dia melihat ada banyak orang di sana yang hilir mudik ke sana ke mari sambil mengikuti suatu gelembung di sana.
"Ehm, tempat apa ini?" Tanya Jack kepada Mary yang berada di sampingnya.
"Ah, sudah lama aku tak kembali ke tempat ini."
"Oi, jawab pertanyaanku..." Jack merasa terkacang menjadi dingin.
Hal itu membuat Mary yang sadar salah tingkah, "Ah, maafkan aku....maklum aku sudah pergi terlalu lama ke dunia luar untuk melakukan sebuah misi dan sedikit rindu."
Kemudian Mary mengajak Jack ke suatu tempat. Setelah berjalan melewati banyak orang, akhirnya mereka sampai ke tempat Mary maksud. Tempat itu sepertinya adalah meja resepsionis, batin Jack ketika melihat orang yang sedang duduk di belakang meja.
Mary dan Jack maju ke meja "resepsionis" yang habis melayani seseorang. Orang itu adalah seorang lelaki dengan memakai kacamata serta di kerah baju kuningnya, ada sebuah dasi kupu-kupu berwarna kuning. Raut wajah Mary sedikit terkejut ketika mengetahui siapa orang di belakang meja. Orang itu juga terlihat terkejut melihat Mary.
"Tak kusangka bisa bertemu denganmu setelah pulang, MJ!" Sapa Mary menggunakan bahasa inggris.
Orang yang dipanggil MJ itu tertawa.
Kemudian mereka bercakap-cakap menggunakan bahasa inggris tanpa adanya bahasa Indonesia sama sekali. Jack menyadari bahwa bahasa resmi di sini adalah bahasa internasional itu.
"Yah, bisa dibilang baik juga tidak, dibilang buruk juga tidak..." Kata Mary dengan nada meragukan.
"Dia memiliki jahitan luka di perut sebelah kanan. Dia akan terkena infeksi jika tak segera diobati dengan serius."
Tiba-tiba Jack berceletuk. Hal itu membuat Mary menatap marah Jack dan MJ berdiri dari tempat duduknya dengan ekspresi sangat cemas.
"Kau terluka, Mary?! Seberapa lebar luka itu?!! Apakah kau merasa demam?! Apakah kau merasa berdelusi?! Ah, sial! Badanmu terasa panas..."
MJ menjadi panik dan memegangi badan Mary yang sepertinya untuk memeriksa tubuh. Mata Mary menggelap, dia sudah menebak bahwa ini akan terjadi. Di sisi lain, Jack merasa menyesal memberitahu keadaan sebenarnya dari Mary ketika tahu apa yang terjadi selanjutnya. Dia kemudian memegang kedua pipi lelaki itu dan berkata, "Aku baik-baik saja, kok. Jadi, jangan panik."
"Tapi, tapi..."
"Sudah-sudah, luka ini adalah luka kecil kok. Tinggal dirawat di rumah sakit, aku akan baik-baik saja...."
Setelah Mary menenangkan MJ, Akhirnya dia bisa tenang. Dia pun berbatuk sedikit sambil membenarkan kacamatanya ketika menyadari bahwa dia diperhatikan oleh orang-orang.
"Siapa dia?" MJ menyadari dengan keberadaan Jack.
"Dia adalah orang luar dari Dracvale. Namanya Jack Zitman..." Mary kemudian mengenalkan diri Jack.
Kemudian Jack mengulurkan tangannya dan mengenalkan diri. MJ tak langsung menyambut tangan itu dulu. Dia menatap tangan Jack yang terulur dengan heran. Tetapi dia tetap menyambut tangan Jack.
__ADS_1
"Namaku Mike James. Biasanya teman-temanku memanggil diriku sebagai MJ. Oh, yah, aku juga kekasih dari Mary..."
Kemudian Mary menendang pelan kaki MJ dan MJ sedikit meringis.
"Jangan ngawur, sejak kapan aku menjadi pacarmu. Jangan percaya dengan dia, Jack. Aku dan dia hanyalah teman biasa."
Dari pertukaran tadi, Jack memperkirakan bahwa mereka adalah sahabat yang memiliki sejarah panjang.
"Sebenarnya, caramu berkenalan bukanlah sebuah standar di dunia ini, Jack..." Kemudian MJ mengoreksi cara dia berkenalan.
Dalam tanah tersembunyi, mereka yang berkenalan akan saling bertukar hormat dengan cara memegang dada kanan mereka dengan tangan kiri dan menunduk untuk suara pelan atau mendongak untuk suara keras, menyesuaikan kondisi dalam perkenalan.
Jika ada orang yang patut dihormati atau acara resmi, harus berkenalan dengan cara menundukan kepala. Dan untuk mendongakkan kepala, maka itu digunakan untuk orang seumuran, orang berpangkat rendah, dan lain-lain.
"Terima kasih atas infonya..."
"Tidak masalah, jika itu adalah kenalan Mary, pasti orang itu adalah orang baik."
Kemudian MJ kembali duduk ke kursinya dan mengambil benda yang berada di sampingnya. Setelah itu, Mary mengambil sesuatu dari ukiran dari jubahnya. Itu adalah sebuah mendali berwarna perak dan dia lalu menaruh muka mendali itu ke benda yang ternyata adalah scanner.
"Kau mau melaporkan misi, kan?" MJ bertanya kepada Mary. Mary mengangguk dan MJ kemudian mengotak-atik tombol dari benda scanner itu. Lalu, tiba-tiba keluar kapsul dari benda itu.
"Ambil ini..." Kemudian Mary diberikan kapsul itu yang lalu Mary banting kapsul itu ke lantai. Munculah sebuah gelembung bening melayang-layang yang mirip dibawa-bawa oleh orang-orang di aula itu.
"Apa ini?" Jack penasaran memegang-megang gelembung bening itu.
"Itu adalah [Creatures Summon] yang digunakan untuk menunjuk jalan menuju ke pintu teleportasi. Aula ini sangatlah besar dan berisi ribuan pintu-pintu teleportasi setiap pojok aula. Akan memakan banyak tenaga untuk mengatarkan orang-orang ke pintu-pintu teleportasi yang dituju dan Itu sangat tidak efektif. Karena itu, kami menciptakan [Creatures Summon] ini untuk penunjuk otomatis ke pintu yang dituju." Jelas MJ yang lugas.
"Oh, yah. Saat ini para penyihir tertinggi sedang membuat sebuah keputusan untuk para pengungsi. Untuk sementara, kalian akan ditempatkan di sebuah tempat sambil menunggu keputusan dari penyihir tinggi."
"Jadi, kita akan berpisah?" Mary bertanya.
"Memangnya ada apa jika kalian berpisah?" Jawab Jack dengan sebuah pertanyaan.
"Tidak ada, aku hanya bertanya saja..."
Setelah Mary mengucapkan ucapan perpisahan, Mary lalu pergi.
"Kau harus mencari orang yang bisa mengurus bekas jahitanku itu, Mary!" Kata Jack dan dibalas jempol dari Mary yang sudah jauh.
"Ini dia gelembungnya. Kau tahu cara menggunakannya, kan? Ini sama dengan yang dilakukan oleh Mary..."
Kemudian Jack membanting kapsul itu dan keluarlah gelembung yang kemudian menuntun Jack ke pintu teleportasi. Setelah mengucapkan perpisahan, Jack pergi dan meninggalkan MJ sendirian.
***
**Note :
öffne ... die Tür zum Himmel, artinya terbukalah...pintu menuju surga**.
__ADS_1