
Saat masuk hal yg aneh terjadi pada kamar gilang.
Yg terdapat pembatas antara mereka berdua,yaitu sasa yg tidur di kasur sementra gilang di bawah beralaskan tikar.
Gilang yg melihat hal ini hannya bisa pasrah dan mengehela nafas,sampai suara ibu terdengar dari depan pintu kamar.
"jangan mikir kemana manakamu gilang,ibu gak bakal ngijinin kamu 'nyentuh' sasa sampe umur kalian cukup(anggep 17 tahun udah dewasa lah ya) awas kamu kalo sampe ketahuan ibu!!"ancam ibu gilang.
Gilang yg mendengarnya hannya menggikuti perkataan ibu nya saja,walaupun ia belum berfikiran sampai ke sana,tetapi bila ada kecelakaan mungkin saja bisa terjadi.
Sasa terkekeh mendengar ucapan ibu tadi,ia sebenatnya mau dan siap saja bila gilang akan memakannya kapan saja.
Karena sasa begitu cinta dan sayang pada gilang hingga ia akan memberikan nya ketika gilang mau.
Merasa tak tega melihat gilang tidur di atas lantai beralaskan tikar,sasa meminta gilang tifur bersamanya.
"sayang,sini aja tidur di atas,gpp kok"ucap sasa
"terima kasih sayang,kamu emang pegertian banget sama aku hehe"ucap gilang.
Gilang naik ke kasur lalu menggelus kepala sasa dengan lembut.
Sasa sangat senang di perlakukan seperti itu oleh gilang,ia senang bila gilang memuji atau memanjakannya.
Sasa dulu saat berpisah dengan gilang menjadi orang yg cuek dan jarang bicara bila bersama orang lain,bahkan saat berbicara dengan orang tuanya pun begitu.
Tapi karena bertemu gilang ia menjadi lebih terbuka dan ceria,walaupun bila bersama orang lain masih agak cuek(terbukti saat kemarin ketemu sama haris temennya gilang,tapi saat perkenalan peetama masuk ia sangat ramah karena ia melihat gilang saat itu makanya ia menjadi sangat senang.)
Tetapi beda halnya bila bersama gilang,sasa berubah menkadi orang yg manja dan agak kekanak kankan saat bersama nya,terbuktu seperti saat ini saat akan tidur.
Gilang saat ini sudah akan menutup matanya dan tidur karena sudah mengantuk,sementara sasa menghomel di dalam hati tidak jelas karena kesal.
'gimana sih,belum juga di peluk sama di cium malah tidur dulu,keselll!!!'kesal sasa dalam hati.
Sasa masih duduk sambil bersidakep tangan,lalu menghentakan kakinya ke kasur.
__ADS_1
Gilang yg melihat tingkah sasa paham dan tau apa yg di inginkan sasa saat ini.
Gilang langsung memluk sasa lalu mencium kening lalu bibirnya sekilas,dan membaringkan badan sasa di dekapan nya.
"kalo mau di peluk sama cium bilang aja"ucap gilang terus mendekap sasa.
Sasa sangat senang di perlakuakan seperti itu oleh gilang.
"nyaman"gumam sasa di sela tidurnya di peluakan gilang.
Gilang hannya tersenyum menanggapi gumaman sasa saat tidur.
Mereka pun sama sama tertidur bersama dengan keadaan berpelukan.
..........
Pagi pun tiba.
Pintu kamar gilang di ketuk oleh ibunya untuk membangunkannya.
Tok tok tok
Belum ada balasan dari dalam hingga ibu memutuskan membuka kamar nya.
Dan yg di lihat ibu adalah dua orang yg tidur lelap dalam pelukan masing masing.
Ibu hannya bisa menggelngkan kepala nya melihat kelakuan kedua anak nya tersebut(cieeeee dianggep anak nih ye si sasa hahahah).
"BANGUN UDAH SIANG SEKOLAH KALIAN BERDUA BANGUN"teriak kencang ibu gilang.
Gilang dan sasa langsung terlonjat kaget mendengar suara ibu nya yg teriak tepat di samping telinga mereka berdua.
"ibu,gak bisa pelan apa banguninnya,sakit nih kuping "ucap gilang masih mencoba bangun.
"kalian ini udah di bilangin kemarin sama ibu kalo tidur pisah,ini malah pelukan segala,pake telat lagi"omel ibu pada mereka berdua
__ADS_1
"pasti gilang yg maksa kamu ya kan sa,awas aja nanti ibu hukum kamu"lanjutnya masih menggomel
Gilang yg tak merasa memaksa sasa keberatan akan hukuman ibunya.
Tapi apa daya dirinya tidak bisa membantah omongan sang ibu.
Saat hendak pasrah kena hukum ibunya,sasa berbicara.
"enggak kok bu,gilang gak maksa sasa,malah sasa yg minta gilang tidur di atas"ucap sasa meluruskan.
'sasa emang yg terbaik hehehe'batin gilang senang.
"hufffff kalian masih kecil jangan berlebihan kalo bertindak,tunggu cukup umur dulu baru...."omongan ibu di sela oleh gilang.
"baru boleh bertindak,iya kan bu?"ucap gilang dengan penuh harap,sasa memerah mendengar ucapan pacarnya tersebut.
"iya boleh,asalkan kamu harus tangung jawab nantinya,kalo sampe enggak...Heheheh"ucap ibu di ikuti seringai misterius.
Gilang langsung merinding mendengarnya,ia lebih baik di suruh melawan penjahat daripada ibunya yg dalam mode galaknya.
Sasa langsung memerah lalu menundukan kepala nya karena malu,ia juga senang bisa di anggal oleh ibu gilang yg merestui hubungan mereka,bahkan sampai ke tahap selanjutnya(tau lah apa maksudnya).
Setelah itu mereka mandi lalu mamakai seragam untuk pergi ke sekolah bersama.
Kemarin sasa sudah membawa baju gantinya sebelum pergi ke rumah gilang.
******hehehehe pada banyak yg ngira lain kan ceritanya.
Author gak mau bikin adegan dewasa (r18) karena usia mereka masih sangat muda.
Tunggu aja nanti pasti ada kok.******
Note:ini cuma curhatan author aja ya.Sebenernya kemarin waktu chapter gilang sama sasa jadian,author udah buat adegan dewasa yg sudah ada sekitar 1200 kata,tapi sayangnya gak pernah lulus review padahal author pakai kata kata paling halus,huhhhhh apa boleh buat udah empat kali revisi gak lolos juga chapternya.
Itu juga yg membuat author jadi gak mood buat nerusin cerita waktu itu,sampe dua hari kemudian author nulis ulang dan jadilah cerita dan alur yg berbeda dari yg author buat waktu pertama buat novel ini.
__ADS_1
Jadi ini alur nya berbeda sedikit saja dari cerita yg seharusnya author buat pertama kali.
Kalo kalian mau ntar author ceritain di chapter khusus bagaiman rencana nya author buat alurnya (bukan mau spiler ya,ini cuma sampai waktu alurnya di ganti aja bukan sampe selesai cerita).