
Pagi pun tiba,gilang membuka matanya saat metahari pagi menembus sela sela jendela menyilaukan mata.
Gilang bangun dan melihat sang istri masih tertidur di sampinya sembari memeluk lengan kiri gilang,sasa tidurnya nampak imut seperti anak kecil yg di keloni ibunya.
Di pandangi nya wajah cantik sasa dengan intens,gilang menyungingakan senyum indah melihat wajah cantik sasa,ia lalu membangunkan sasa.
"hey bangun sudah pagi"ucap gilang mengoyangkan tubuh sasa.
Beberapa lama mencoba membangubkan aasa tetapi gilang tak berhasil juga,hingga terpikirkan sebuah ide gi-la terlintas di otaknya.
Gilang membuka selimut lalu turun ke bawah membuka celana sasa yg tak memakai dalaman.
Ia lalu membuka celananya juga memperlihatkan adik kecil yg sudah besar dan tak pantas di sebut kecil melainkan monster.
Setelah membuka celana sasa,gilang memposisikan adiknya pada tempat yg akan di kunjunginya yaitu gua milik sasa yg sudah terpampang jelas tanpa penghalang apapun.
Melihat sasa masih tertidur gilang melaksanakan aksinya,ia memasukan adiknya secara perlahan hingga masuk seluruhnya.
Sementara itu sasa yg tadi tertidur merasakan ada benda besar yg memasuki gua nya dan bermain main di dalam sana dengan sangat cepat.
Ughhh ~
Suara lenguhan keluar dari mulut sasa yg membuat gilang semakin mempercepat gerakan pinggangnya.
Sasa membuka matanya dan langsung terbelalak di saat melihat suaminya sedang memborbardir tubuhnya dengan sangat cepat.
Bahkan sasa secara tak sadar mengikuti permainan suaminya itu dengan di iringi suara desa_han dan suara suara indah pangilan sayang nya pada gilang yg membuat gilang bertambah semangat nya.
"sayang ~ lebih....Uh....lebih cepat...Ahhh ~"ucap sasa.
Sasa sangat menikmati permainan gilang di pagi hari ini,memang sasa sudah sangat menginginkan berhubungan badan dengan gilang setelah pulang kemarin,tetapi karena gilang nampak lelah setelah menerima tugas dari sistem sasa menggurungkan niatnya.
Sekarang gilang bermain main dengan kedua gunung indah sasa yg telah tumbuh semakin besar seriring bertambahnya usia sasa dan seringnya di pompa oleh gilang.
Ahhhh ~ uhh ~
Suara suara indah sasa terdengar di seluruh ruangan,untung saja kamar mereka kedap suara jadi tak sampai terdengar dari luar.
"sayang ~ cium aku....~"ucap sasa membuka mulutnya meminta di cium gilang.
Gilang menuruti kemauan sasa ia mencium bibir sasa dan bermain main di dalamnya dengan naf_su yg tinggi.
Sasa menerima ciuman panas gilang dengan menautkan lidahnya pada lidah gilang lalu mengabsen setiap inci dan sudut mulut gilang.
Sembari terus berciuman,gilang memompa pingulnya dengan kencang tanpa jeda di ikuti tangan nya yg bermain main pada gunung sasa.
__ADS_1
Setelah beberapa lama berhubungan akhirnya mereka keluar bersama sama dengan sasa yg sudah sangat basah dari tadi sekarang lebih basah lagi.
"ahhh keluar ~ "ucap gilang menancapkan adiknya ke dalam gua sasa yg terdalam.
Tak puas dengan hanya sekali bermain saja,gilang mengangkat tubuh sasa ketepi meja rias depan cermin.
Gilang menaruh sasa di atas meja dengan posisi kaki terbula lebar dan sasa menghadap pada gilang.
Tak menunggu lama gilang mamsukan adiknya dan langsung mengoyangkan pinnggulnya dengan kencang di ikuti de_sahan sasa yg menampah semangat nya dalam mengoyangkan pinggulnya.
Ahhhh ~ uhhhhh ~
Lebih ~ cepat uhhhh ~
Berbagai posisi di peragakan mereka mulai dari belakang depan samping sampai mulut sasa pun sudah penuh dengan cairan milik gilang.
Setelah bermain selama 6 jam tanpa henti,dan jam telah menunjukan pukul 12 siang.
Mereka mandi bersama dengan sasa yg di gendong gilang karena sudah tak sanggup berjalan lagi karena kelelahan di gempur habis habisan oleh gilang hingga sasa sempat pingsan tadi.
Saat mandi tak ada kegiatan lanjutan yg di lakukan oleh mereka karena gilang melihat sasa kasihan sebab sudah sangat lelah meladeni kemauan hasrat suaminya itu.
"aku berharap mempunyai saudara untuk melayanimu dalam hal berhubungan badan dan lainnya"ucap sasa tersenyum yg badanya sedang di bersihkan gilang.
"aku harap kamu memiliki istri lain agar bisa membantuku melayani suami ku yg sangat kuat ini"jawab sasa tersenyum menoleh ke arah gilang yg masih terbengong.
"sudahlah,jangan di pikirkan"ucap sasa membuyarkan lamunan gilang.
Setelah mandi mereka berganti pakaian dengan pakaian santai rumahan.
Turun ke lantai bawah untuk makan karena mereka belum sempat makan sarapan pada pagi tadi karena sibuk berhubungan badan.
Setelah makan gilang mengajak sasa pergi ke taman belakang rumah sembari membawa minim serta beberapa cemilan yg di bawakan oleh para pelayan rumah.
Mereka bersantai di gazebo yg menghadap ke arah taman bunga yg indah.
Sasa duduk di pangkuan gilang sembari menyuapi gilang cemilan yg di bawa tadi.
Saat tenggah asik menikmati waktu berdua sembari bermesra mesraan,gilang mendengar notif sistem.
[ERA KEKACAUAN YG DI SEBABKAN PARA MONSTER AKAN DATANG 2 TAHUN DARI SEKARANG.
DI SARANKAN AGAR TUAN BERSIAP UNTUK MELAWAN MEREKA KARENA INI MENENTUKAN TUAN AKAN BERHASIL DALAM UJIAN YG DI BERIKAN KEKOSONGAN ATAU TIDAK.
BILA TUAN BERHASIL TUAN AKAN DI BERIKAN KEKUATAN KEKOSONGAN SECARA PENUH.
__ADS_1
NAMUN JIKA TUAN GAGAL TUAN AKAN MATI DAN JIWA TUAN TEROMBANG AMBING DI DIMENSI KEKOSONGAN YG DIMANA TAK ADA APAPUN DI SANA]
Mendengar ucapan sistem tubuh gilang menegang seketika,sasa yg merasakan gilang sedang memikirkan sesuatu pun bertanya.
"ada apa?"tanya sasa mendongak menatap wajah gilang.
" 'mereka' akan datang 2 tahun lagi dari sekarang"jawab gilang.
" 'mereka'?apakah era kekacauan?"tanya sasa penasaran.
"benar,para monster yg menyebabkan dunia hancur bila tak dapat di hentikan"jawab gilang.
"lalu,apa yg akan kita lakukan?"tanya sasa.
"mungkin aku akan membuat sebuah pasukan untuk melawan para monster yg akan datang nantinya dengan melatih mereka dengan sangat keras agar dapat mengalahkan para monster itu nanti"jawab gilang.
"ide bagus,aku akan membantu mu mengalahkan mereka semua"ucap sasa tersenyum manis.
"kenapa tak meminta bantuan ayah saja,dia pasti dengan mudah dapat membunuh para monster itu"saran sasa.
"tidak bisa,monster monster itu adalah ujian akhir yg di berikan oleh kekosongan supaya aku dapat menerima kekuatan nya secara penuh.
Dan ayahmu tak mungkin bisa menentang kehendak kekosongan apalagi melawannya"jawab gilang menjelaskan secara detail.
Sasa akhirnya paham,ia mendukung apapun keputusan gilang sebagai istri yg baik harus mendampinggi suaminya apapun yg terjadi.
****yoo up lagi nich semoga para redaers semua pada sehat kagak sakit
Yg minta pindah dunia maaf ya author gk bakal pindah dunia karena author mau buat dunia modern full tapi di bumbui dengan fiksi agar ada action sama sistemnya lebih banyak di setiap chapternya.
Palingan nanti bakal mampir bentar di dunia para dewa tempat asal sasa dan tempat gilang sebelum bereinkarnasi ke bumi.
Author awalnya pengen tamatin nih novel pas chapter sebelumnya tapi karena pada minta lanjut dan ide di kepala author juga masih ada,jadi lanjut ae lah yg penting yakin aja.
Semoga kalian suka dengan plot baru ini.
Yokk yg mau join grup wa para readers dan author bisa chat pribadi dengan follow author nanti kalian minta aja di komen author folback.
Atau juga bisa melalui dm/pesan di instagram yg tertera di bawah ini***
Ig author :@bryanhakim65
Bisa dm author kalo minat,terima kasih.
JANGAN LUPA LIKE,COMENT,VOTE,AND FOLLOW
__ADS_1