G SISTEM

G SISTEM
Pagi panas (18+ dikit doang)


__ADS_3

.....Dosa tangung sendiri,author udah kebanyakan.


Buat dikit aja dulu ntar buat lagi ye kan heheheheh(18+).......


Pagi pun menyinari bumi dengan cahaya terang nya.


Di kamar,gilang membuka matanya lalu ia beranjak ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah mandi gilang menganti seragam lalu turun ke lantai bawah menuju meja makan.


"masak apa hari ini bi?"tannya gilang.


"masak nasi goreng den"jawab bibi menyiapkan makanannya.


"ibu mana bi?"tannya gilang.


"nyonya lagi ke supermarket,katanya beli beberapa bahan buat bikin kue"jawab bibi.


Gilang memakan sarapan nya lalu setelah itu pergi ke garasi mengambil motornya.


Setelah mengambil motor nya gilang melaju ke rumah sasa untuk berangkat sekolah bersama.


Sampai di rumah sasa gilang di sambut papa dan mama yg sedang sarapan.


Ia di suruh masuk oleh art di rumah sasa.


"sasa mana ma?"tannya gilang.


"masih di kamar kayaknya,kamu susulin gih"ucap mama.


"yaudah"balas gilang.


Gilang menyusul sasa ke kamarnya yg berada di lantai atas.


Sampai di depan kamar sasa gilang langsung membuka pintunya.


Di dalam kamarnya nampak sasa sedang berganti pakaian dan hannya memakai dalaman saja.


Sasa yg mendengar bunyi pintu di buka panik,ia lalu mengambil handuk yg ada di kasurnya,lalu berbalik dan melihat gilang mematung melihat tubuhnya.


Setelah melihat bahwa gilanglah yg datang,seketika itu pula sasa menjatuhkan handuknya.


Ia lalu berjalan ke arah gilang dengan berlenggak lenggok yg terlihat sangat seksi.


Gilang yg melihatnya hannya benggong melihat tubuh sasa yg sangat indah serta menggairahkan.


Walaupun sudah sering melihatnya tapi gilang terus saja berdecak kagum pada keindahan tubuh sasa.


"sayang ~ gitu banget lihatnya ufufufufu ~ "ucap sasa dengan gaya centil layaknya milf (astaga,pengen dong kayak sasa satu,manja bisa,jadi milf pun bisa,paket komplit heheheh)


Gilang masih belum sadar dari lamunannya.


"sayang ~ "panggil sasa berada di depan gilang.


Akhirnya gilang tersadar,ia saat ini berhasrat sangat tinggi.


Tapi ia sadar bahwa waktu kurang tepat saat ini.

__ADS_1


"jangan ngegoda aku,aku hukum baru tau rasa kamu"ucap gilang menyeringai.


"hehehehe mana hukumannya"tantang sasa.


Gilang langsung saja menerkam sasa ke dinding.


Di bekapnya mulut sasa menggunakan mulutnya.


Ciuman beralih ke leher jenjang sasa,ciuman yg agak kasar itu mengakibatkan beberapa tanda merah berada di sana.


Tangan nya pun tak tinggal diam,di raihnya dua buah gunung kembar,di remas menggunakan tangan gilang.


Setelah puas meninggalkan tanda merah pada leher sasa.


Gilang beralih kepada dua gunung kembar sasa,di hisapnya pucuk gunung tersebut.


Sasa menggeluarkan suara kenikmatan karena perlakuan gilang.


Bagian bawah sasa nampak sudah sangat basah,sedangkan gilang sudah sangat tegang di bagian adik kecilnya.


Sudah tak bisa menahan hasrat,gilang membuka celana nya.


Sasa yg melihatnya lalu duduk berjongkok,membelai adik kecil gilang dengan tangan lembutnya.


Di masukan nya adik kecil gilang ke dalam mulut sasa.


Gilang memegang kepala bagian belakang sasa lalu mendorongnya masuk lebih dalam ke tenggorokan sasa.


Hingga keluar caiaran putih kental mulik gilang di dalam mulut sasa,sasa meminum hanis semuanya.


"sayang ~ aku udah gak tahan"ucap sasa dengan wajah penuh cairan gilang,nampak semakin seksi.


Posisi mereka saat ini berada di tembok,sasa berada di atas gendongan gilang dan gilang menahan sasa.


Sasa menggoyangkan pinggul nya bersamaan dengan gilang.


Sesekali ia menggeluarkan suara kenikmatan,di tambah tangan gilang juga bermain dengan dua gunung kembarnya sementara mulut nya sibuk memberi tanda pada leher jenjang sasa.


Sampai akhirnya gilang menggeluarkan kembali cairan putih kentalnya ke dalam rahim sasa yg terdalam.


"udah ya,nanti kita terlambat"ucap gilang mengendong sasa ke kamar mandi.


"ihhh ngeselin,masa cuma sebentar"ucap sasa kesal.


"nanti kita lanjut,kamu juga bilang ke orang tua kamu kalo kamu mau tinggal di rumah ku kan?"tannya gilang.


"oh iya,nanti aku bilang."ucap sasa tersenyum.


Sasa membersihkan caiaran gilang yg tersisa yg ada di tubuhnya,ia juga membersihkan cairan yg ada di pucuk adik kecil gilang lebih dulu.


Selesai membersihkan diri,sasa berganti seragam lalu turun ke bawah bersama gilang.


Sasa tidak berjalan melainkan di gendong oleh gilang,ia merasa kelelahan walaupun hannya bermain dua ronde saja bersama gilang.


Sampai di meja makan,di sana hannya ada mama duduk menimmati teh sambil menonton drama di laptop.


"lama sekali kalian"ucap mama.

__ADS_1


"hehehe maaf ma"ucap sasa.


"haduhhhh kamu ini sa,tahan dikit napa,masih pagi udah panas aja"ucap mama dengan nada agak menggoda sasa.


Gilang menurunkan sasa di kursi,mereka langsung merasa canggung mendengar omongan mama.


"ke kenapa ma?"tannya sasa gugup.


"jangan pikir mama gak tau apa yg kalian lakuin,suara kamu itu loh sa,pelanin dikit napa,mama jadi panas sendiri dengernya."ucap mama.


Mereka berdua yg mendengarnya langsung salah tingkah di buatnya.


Bagaimana bisa mama nya terlihat santai anak gadis nya sudah di tiduri oleh laki laki yg belum sah.


"mama gak marah?"tannya sasa.


"asalkan gilang bertangung jawab mama gak marah,juga kalau sampai jadi baby nya juga mama ikut seneng"jawab mama tersenyum.


"dan kalau sampai jadi babynya,kalian haris segera menikah!"ucap mama tegas.


"iya ma"jawab sasa dan gilang bersamaan.


Setelah sarapan gilang dan sasa berangkat ke sekolah bersama.


Sampai di sekolah seperti biasa banyak murid yg iri melihat keromantisan mereka berdua.


Karena masih awal semester,jadi banyak murid baru yg masih kelas 10 yg belum menggenal sasa dan gilang siapa.


Para murid baru itu yg rata rata banyak perempuan melihat gilang yg sangat tampan pun terpesona.


Mereka melihat gilang bak pangeran mengendari kuda putih,bedanya gilang pangeran mengendarai motor hitam.


Sudah tampan,kendaraan nya pun mahal dan keren,itulah yg di pikirkan oleh para perempuan itu.


Sedangkan untuk siswa yg sudah tau bagaimana sifat sasa bila ada yg berani mendekati gilang,hannya bisa berdoa agar para murid baru itu bisa selamat dari cengkraman macan yg nampak tenang itu.


Sifat sasa yg dingin itu membuat banyak orang menggira ia adalah orang yg lemah tak bisa apa apa,tetapi aslinya sebaliknya.


Sasa yg merasakan banyak tatapan menggarah ke gilang dari para perempuan pun geram.


Ia langsung mencium bibir gilang di depan kerumunan murid yg berada di lorong sekolah.


Setelah mencium gilang ia mengandeng lengan gilang,lalu melirik para perempuan tadi dengan senyum menggejek.


Mereka semua yg melihat senyum menggejek sasa kesal,sementara yg sudah tau sasa hannya menunduk takut.


Bell masuk pun berbunyi,semua murid masuk kelas di ikuti guru penggajar.


****astaga,enak bet punnya emak kayak sasa,gilang auto seneng punnya calon mertua kayak gitu hahahah.


Kasih napa satu yg kayak gitu hu hu hu sedih sendiri author hiks hiks.


Yg nasibnya sama coba komen,kali aja bisa dapet jodoh ntar,AMIN.


Author mau mandi sama sarapan dulu bye bye.


PERINGGATAN JAGAIN ADIK KECIL KALIANKALO NGAK BISA BOCOR NTAR HAHAHAH*****

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,COMENT,VOTE,AND FOLLOW


__ADS_2