
Gilang beserta sasa dan kedua anak mereka,berjalan jalan usai menjemput sasa dari kampus tadi.
Mereka berkeliling kota jakarta mengunakan mobil mewah gilang.
"dad,kita ke restoran dulu yuk"ajak sasa.
"siap momy"jawab gilang.
Gilang melajukan mobilnya menuju salah satu restoran kelas atas.
Sampai di restoran,saat mobil gilang memasuki arena depan restoran.
Semua orang melihat mobil gilang,mobil keluaran terbatas dan hannya orang yg sangat kaya saja yg memilikinya.
Saat gilang keluar dari mobilnya,semua wanita bahkan pria terpana melihat ketampanan gilang.
Wajah gilang yg sempurna dengan otot lengan yg pas berdanding dengan kendaraan nya yg mewah.
Gilang pergi ke kursi sebelah membuka pintu untuk sasa.
Sasa keluar dengan mengendong kedua anaknya,sasa memberikan lili kepada gilang untuk di gendongnya karena ia kesusahan mengendong dua sekaligus.
Sama seperti gilang,saat sasa keluar semua orang lagi lagi terpana dengan keindahan wajah sasa yg bagaikan dewi (emang dewi sih).
Tapi mereka semua terfokus pada dua orang bayi lucu yg wajahnya mirip gilang.
Semua orang yg melihatnya memiliki satu pemikiran yaitu 'keluarga sempurna' itulah pikiran semua orang saat iti.
Gilang yg mengendong lili mengandeng tangan sasa yg juga mengendong nino.
Mereka berdua duduk di meja khusuh yg berada di lantai atas gedung restoran yg sekaligus hotel tersebut.
Sasa memesankan makanan untuk mereka semua,gilang sedang bermain bersama kedua buah hatinya di tempat bermain anak yg ada di restoran itu.
'sungguh sangat beruntung diriku ini bisa memiliki suami seperti dia,dan sekarang aku sudah memiliki dua orang anak yg sangat lucu.
Ayah,apakah kau melihat ku dari atas sana,anakmu sudah menemukan kebahagiaan nya di sini,aku pasti akan mengunjungi kalian di sana 'sasa membatin sembari tersenyum menatap ketiga orang yg paling di sayang dan di cintai nya sedang bermain.
Pesanan mereka sampai,sasa memangil mereka untuk makan bersama.
"sayang,ayo makan"ucap sasa.
"ok mom"jawab gilang mengendong kedua anaknya.
Sasa memangku lili sedangkan nino dudum di bangku khusus bayi.
Lili dan nino makan di suapi sasa,sedangkan gilang yg sedang makan melihat istrinya.
Gilang yg melihat istrinya kerepotan menyuapi anak mereka sampai sampai istrinya itu tak bisa makan makanan nya.
Gilang menyuapi istrinya dengan makanan yg ia makan.
Sasa menerima suapan gilang dengansenang hati,ia tersenyum melihat gilang yg di balas senyuman oleh gilang.
Mereka berempat makan hingga habis lalu menikmati pemandangan kota jakarta dari atas ketinggian.
'aku tidak menyangka hidupku yg dulu sangat buruk,sekarang akan sebahagia ini.
__ADS_1
Aku sudah memiliki segalanya yg aku butuhkan,bahkan aku sudah memiliki sebuah keluarga yg sangat aku cintai.'batin gilang melihat sasa yg bermain bersama kedua anaknya.
Saat tenggah asik melihat sasa dan anaknya mereka bermain.
Gilang teringat sesuatu,ia ingat bahwa satu bulan lagi adalah ulang tahun pernikahan mereka yg kedua.
Ia berencana akan membuatkan kejutan spesial untuk sasa saat hari itu.
Setelah selesai bermain serta menikmati pemandangan dari atas ketinggian.
Gilang mengajak mereka oulang karena hari sudah mulai malam.
Mereka kembali kerumah dan sampai saat malam tiba.
Di rumah gilang,terdapat papa dan mama sasa yg sudah menunggu mereka di dalam.
"halo cucu nenek yg lucu"ucap mama mengendong nino.
"sini llili biar sama kakek"ucap papa.
Tetapi lili yg hendak di berikan kepada kakeknya menolak.
Lili sangat menempel pada ayahnya,lili mencengkram baju gilang dengan kuat.
"sepertinya dia tidak ingin di pisahkan dari dady nya hahah"ucap ibu tertawa di ikuti yg lainnya.
"yasudah,kalian bersih bersih sana,sstelah itu kita makan malam bersama."ucap ibu.
Gilang yg masih mengendong lili pergi kekamarnya bersama sasa sedangkan nino masih di ajak bermain dengan ketiga nenek dan kakeknya.
"bawa aja,mandi bareng sana"saran sasa.
"bareng kamu juga tapi,ya?"ucap hilang mengoda sasa.
"udah punnya dua anak masih aja mesum,kamu ini!"jawab sasa
"hehehe gpp lah,gak ada hubungannya sama anak kalo itu"ucap gilang
Dan sasa pun mengikuti gilang untuk mandi bersama dengan tambahan lili yg ikut.
Sasa yg akan memandikan lili tetapi lili tak ingin di mandikan oleh sasa.
Dan saat gilang ygmemandikannya lili langsung senang.
"haduhh,ini anak cewek nempel banget sama dady nya"ucap sasa geleng geleng kepala.
"wajar kalo anak cewek nempel sama ayahnya,biasanya kan emang gitu"ucap gilang.
Mereka lalu mendi bersama,lili yg sudah selesai mandi pun di pakaikan baju oleh gilang karena tidak mau di pakaikan oleh sasa.
Setelah menganti pakaian mereka turun kelantai bawah untuk makan bersama dengan keluarga di meja makan.
Saat tiba di meja makan,semua orang sudah menunggu mereka bertiga untuk makan.
Nino yg ada di bangku nya,menikmati makanan yg di suapi oleh neneknya.
Dan lagi lagi lili yg akan di dudukan di bangku nya,menolak sampai sampai ia menaggis ingin duduk di pangkuan gilang.
__ADS_1
Huaaaaa huaaaa huaaaaa
Tangisan lili makin kencang di saat ia di dudukan di bangku nya.
"kamu pangku aja lang,mungkin dia maunya sama kamu makan nya"ucap ibu.
Gilang lalu mengangkat lili menaruhnya di pangkuannya.
Dan seperti yg di harapkan,lili langsung diam dan menikmati makan yg di suapi dady nya dengan tenang.
Semua orang yg melihat tungkah lili menggelengkan kepala mereka.
Lili sangat dekat dengan ayahnya,bahkan saat usia nya 5 bulan,lili tidak mau di gantikan pakaian atau popok oleh sasa.
Selalu ingin gilang yg mengantikan nya,dan gilang hannya menuruti nya saja.
Usai makan malam semua orang pergi kekamar masing masing,kecuali lili yg ingin tidur bersama gilang dan sasa.
Nino tidur bersama nenek nya,yaitu ibunya gilang karena nino sangat dekat dengan nenek nya yg satu ini.
Kedua orang tua sasa sudah pamit pulang seusai makan malam tadi.
Di kamarnya,gilang tidur dengan lili yg memeluknya di atas tubuhnya.
Sasa yg melihat lili menjadi cemburu,walaupun lili adalah anaknya sendiri.
"kamu kenapa?"tannya gilang.
"itu,anak kamu yg satu ini ngapain sih tidur di sini,pake peluk peluk segala lagu huh!"jawab sasa kesal.
"kamu cemburu sama anak kamu sendiri?"tannya gilang gemas melihat tingkah sasa.
"gak!"jawab sasa.
Gilang lalu menggunakan lengan nya untuk memluk sasa di sampingnya.
"nahh,sekarang udah adil kan"ucap gilang.
Sasa menganguk sembari tersenyum,sasa menenggelamkan wajahnya di sela sela lengan gilang.
Mereka lalu tidur dengan posisi saling memeluk gilang dengan lili yg nyenyak tidur di atas tubuh gilang.
****up satu dulu ntar kalo ada waktu lanjut lagi,maaf ya temen temen kalo author beberapa hari ini up nya cuma satu atau dua chaoter gak crazy up kayak biasa.
Author masih banyak kesibukan akhir akhir ini,dan banyak lagi kegiatan yg harus author kerjakan.
Jadi maaf ya,tapi teneng aja novel ini akan lanjut sampai tamat entah chapter berapa,kita ikuti saja alurnya sampai akhir cerita.
Selalu dukung author terus ya para readers,karena dukungan kalian adalah bayaran yg setimpal untuk author.
Author gak cari kontrak yg paling penting kalian seneng dan suka sama novel yg author buat itu sudah cukup untuk author.***
Follow ig author @bryanhakim65
Di sana author bakal kasih info tentang novel author.
JANGAN LUOA LIKE,COMENT,VOTE,AND FOLLOW
__ADS_1