G SISTEM

G SISTEM
S2 mecha dan penyiksaan


__ADS_3

Kesokan harinya semua berjalan seperti biasa yaitu para prajurit berlatih berbagai latihan berat yg mereka lakukan.


Anak anak gilang dan teman temannya juga ikut berlatih bersama untuk melatih diri mereka agar kebih kuat.


Sementara itu Gilang dan Sasa sedang menggawasi Sandi dan para orang orangnya yg telah menjalankan aksinya.


Di saat waktu makan siang tiba,semua prajurit berada di kantin menunggu makanan datang.


Makanan pun datang dan semua orang makan dengan lahap karena mereka sangat lelah akibat pelatihan yg sangat berat dialami mereka.


Saat tenggah asik makan,ada sebuah kejadian yg membuat semua orang terkejut.


Yaitu tempat duduk yang isinya semua adalah pasukan yang di ketuai Sandi satu persatu mulutnya berbusa lalu mati dengan kondisi yg sama yaitu mulut berbusa serta telingga mengeluarkan darah.


Hanya tersisa Sandi dan lima anak buah nya yg masih ada di sana.


Sandi sangat terkejut melihat hal ini,pasalnya ia dan para anak buahnya telah berencana untuk meracuni para prajurit lainnya agar mereka mati dan tak dapat menganggu rencana yg mereka buat.


Saat tenggah binggung dengan situasi yg ada,sandi dan anak buahnya di bawa oleh beberapa prajurit yg di pimpin oleh Haris.


Mereka membawa Sandi ke sebuah ruangan yg mana ruangan itu adalah ruangan Gilang dan Sasa sebagai Pimpinan.


Saat sudah berada di dalam ruangan,dapat di lihat Gilang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan memeluk pinggang sasa yg duduk di pangkuannya.


"Apa kau sudah tau kesalahan mu?"tanya Gilang dingin.


"Sa....saya salah apa King?"ucap Sandi ketakutan diiringi keeingat dingin mengalir deras di dahinya,anak buah Sandi juga sama takutnya.


"Bawa mereka ke ruangan"ucap Gilang memberi perintah.


Sandi dan para bawahanya di bawa menuju ruangan tempat dimana Gilang dan Sasa mengintrogasi tahanan,atau lebih tepatnya menyiksa mereka hingga mengaku lalu membunuhnya agar tak membocorkan informasi kepada musuh Gilang.


"Sayang,apakah kamu tak mau memakai teknologi terbaru misalnya Robot untuk melawan para monster?"tanya Sasa memberikan saran.


"Hm… ide yg bagus juga"jawab Gilang.


"Aku akan menyiapkan nya nanti"lanjut Gilang.


"Baiklah,kalau begitu aku mau ke anak anak dulu sekalian mengecek para anggota yg lagi latihan"ucap Sasa berdiri dari pangkuan Gilang mencium sekilas bibir nya.


Gilang lalu memikirkan sesuatu apa yg akan dia buat untuk memperkuat pasukannya,ia berencana membuat sebuah Robot canggih yg bisa di gerakan menggunakan remot.


Tapi itu mungkin memiliki kelemahan yaitu bila Robot itu mati satu saja maka robot lainnya akan ikut mati,sebab semua Robot saling terhubung,apalagi mungkin saja orang yg memegang remot ikut mati juga terkena serangan musuh.


[SISTEM MEMBERI SARAN TUAN MEMBUAT MECHA YG DI KENDALIKAN MANUSIA YG ADA DI DALAMNYA MENGUNAKAN PIKIRAN DAN GERAK TUBUH PENGGUNANYA]


Saat masih memikirkan hal apa yg akan di buat,suara Sistem memberikan saran terdengar di telinga Gilang.


"Maksudmu bagaimana Sistem?"tanya Gilang masih belum terlalu paham.


[TUAN DAPAT MEMBUAT SEBUAH ROBOT YG DIKENDALIKAN MELALUI PIKIRAN SERTA GERAK TUBUH ORANG DIDALAMNYA,HAL INI DAPAT MEMBUAT PARA PRAJURIT TUAN LEBIH KUAT 10 KALI LIPAT DARI SEBELUM MEMAKAI MECHA]

__ADS_1


Akhirnya Gilang paham saran yg diberikan Sistem,Gilang mulai mendesain berbagai jenis Robot Mecha yg akan dia buat untuk memperkuat pasukannya.


Setelah selesai membuat desain dan persiapan bahan-bahan nya yang dia dapat dengan menyuruh anak buahnya.


Gilang mulai membuat Robot Mecha menyuruh para teknisi yang bekerja pada Gilang merealisasikan desain serta konsep Robot yang di buat Gilang.


Setelah selesai urusan Robot Mecha,Gilang menghampiri Sasa membawanya ke ruangan penyiksaan di ikuti anak anak, Haris,dan juga Nana.


Mereka pergi keruangan introgasi dan melihat enam orang sedang dalam keadaan terikat di sebuah tiang.


"Hey! apakah kau mau mengaku sekarang?"tanya Gilang meghampiri Sandi.


"Tak akan pernah,cuih!"ucap Sandi sambil meludah kearah Gilang,tetapi dapat di hindari oleh Gilang jadi tak sampai kena.


"Baiklah,mari kita buat kau mengaku"ucap Gilang membawa alat alat penyiksaan.


"Sayang,aku mau juga dong"ucap Sasa memelas.


"Baiklah,ayo sini"jawab Gilang.


Sasa yang di panggil oleh Gilang segera menghampirinya dengan kegirangan, Sasa sangat senang dengan adegan berdarah ini. Jadi setiap kali Gilang akan menyiksa para tahanan dia akan mengajak Sasa, karena Sasa pernah bilang kepadanya bahwa bermain darah sangat menyenangkan baginya.


Gilang yang mendengar hal tersebut awalnya kaget tetapi beberapa saat kemudian dia tersenyum karna dia sudah tau apa mainan kesukaan nya Sasa. Bisa di bilang bahwa Gilang dan Sasa memiliki jiwa Psikopat akut,tetapi mereka masih bisa mengontrol rasa haus darah yang ada pada diri mereka.


Kembali kagi pada Sasa yang menghampiri Gilang dengan raut wajah yang bahagia. Saat Sasa sudah berada di depan Gilang dia merebut cambuk yang awalnya sedang di pegang oleh Gilang.


“Sayang sini cambuknya” ucap Sasa memerintah.


Sasa yang sudah memegang cambuk tersebut langsung menghampiri Sandi yang sedang terikat di tiang ber bentuk salib dengan tangan yang di rentangkan di kanan kirinya dalam keadaan terikat begitu juga dengan kakinya yang terikat.


Sandi di gantung dalam keaadaan telanjang bulat, Sasa yang berada di depan sandi sambil memegang cambuk dan jangan lupakan senyuman mengerikannya langsung mengayunkan cambuk itu dengan keras kea rah Sandi.


CTARRR


CTARRR


CTARRR


AGRHHH


“HAHAHA SAYANG INI SANGAT MENYENANGKAN” ucap Sasa sambil tertawa bahagia.


Semua yang ada di ruangan itu bergidik ngeri dengan suara tawa milik Sasa. Sedangkan para anak-anak yang melihat kejadian itu langsung keluar karena takut.


Sasa melanjutkan penyiksaanya dengan mengkuliti tubuh Sandi, baru setelah selesai mengkuliti tubuhnya dia meminta kepada Haris untuk dibawakan air perasan jeruk lemon dan di campur denngan garam.


SRET


SRET


ARGHH

__ADS_1


“Haris bawakan air perasan lemon dan tambahkan dengan garam” perintah Sasa kepada Haris


Haris yang di perintahkan langsung menjawab dengan anggukan lalu segera menyiapkan pesanan milik Sasa.


“Arghh…. Stop berhenti apa yang mau kalian lakukan” pekik Sandi saat mengetahui bahwa Sasa menyuruh Haris untuk membawakan air perasan lemon yang di campur dangan garam.


Sasa yang mendangar pertanyaan yang di buat oleh sandi menjadi tertawa sinis.


“Hahaha. Kau bertanya untuk apa? Lebih baik kau menikmatinya saja daan jangan banyak bertanya dengan pertanyaan yang tidak bergunamu itu.”


Setelah Sasa mengucapkan hal tersebut dia langsung memotong lidah milik Sandi menggunakan belai kesayangan nya. Sandi yang kaget dengan gerakan tiba-tiba Sasa langsung memekik kesakitan. Dia ingin menyumpah serapahi Sasa tetapi tidak bisa berbicara dengan jelas lagi.


ARGGHHH


ARGGHHH


Karena dia tidak bisa berbicara dengan jelas lagi dia hanya bisa menyumpah serapahi Sasa dalam hati. Seakan Gilang tau bahwa Sandi sedang menyumpahi Sasa dia kangsung membawa katana yang sangat panjang untuk memotong kedua kaki sandi.


SLASH


PUK!


Bunyi tebasan katana yang di ayunkan oleh Gilang dan di iringi dengan suara jatuhnya kaki milik Sandi. Sandi sangat kaget dengan hal tersebut sampai dia terdiam untuk sementara hingga rasa sakit yang sangat besar sampai menusuk ke ubun-ubunya dia rasakan.


ARGHHH


Belum sampai di situ Sasa yang sudah di bawakan pesanan nya langsung menyiram air lemon dan garam tersebut ke seluruh tubuh Sandi yang sudah tidak memiliki kulit dan kakinya.


ARGHHH


ARGHHH


'sistem beli pil penyembuh agar orang ini tak mati'ucap gilang dalam pikirannya.


[PIL PENYENBUH DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT APA SAJA DAN DAPAT MENGOBATI SEGALA BENTUK LUKA PADA TUBUH MANUSIA]


Sandi yangmerasakan sakit tersebut tidak kuat dan langsung pingsan di tempat dan hamper mengalami kematian. Gilang yang tau bahwa Sandi akan mati langsung membuka mulutnya paksa dan memasukan pill berbentuk bulat dan berwarna putih keperakan.


Itu adalah pil yang dia beli dari Sistem manfaatnya adalah menyembuhkan luka dalam tetapi tidak dengan luka luar, pill itu juga bermanfaat agar orang tersebut tetap sadarkan diri walaupun dia merasa kesakitan dan hampit mati. Pil tersebut akan tetap membuat orang yang meminumnya tidakbisa tertidur atupun mati kecuali kepalanya di pisahkan dari tubuhnya.


……


****Sampai segini dulu nanti lanjut penyiksaan nya di part selanjutnya . kurang banget nggasi masa cambuk sama kulitin,potong lidah,trus potong kaki doang. Sebenernya mau di tambahin yang lebih sadis tapi tiba –tiba otak gue buntu yaudah gitu doang. Oke part selanjutnya bakalan lebih sadis .****


Jangan lupa LIKE gratis ko jadi jangan males.


Follow ig gue : @byanqa_04


@bryanhakim65


JANGAN LUPA LIKE,COMENT,VOTE,AND FOLLOW

__ADS_1


(jadi cewek ngeri amat dah padahal gue kagak sekejam itu bikin adegan psiko,jadi takut sendiri gue cokk,jangan pada manasin dia yg lu pada yg baca,kelar hidup gue ntarr,dasar cewek psiko,tapi gpp heheh)dalam hati


__ADS_2