
Saat ini gilang dan sasa sedang berada di dalam kamar mereka sembari mengobrol santai.
"gimana permintaan lili tadi?"tannya gilang menggoda sasa.
"aku sih sebenernya pengen punya anak lagi,tapi jangan sekarang"jawab sasa yg sedang menyandarkan kepalanya di dada gilang.
"kalau di pikir pikir kita punnya anak lagi mungkin kita udah tua kali ya kalo dia udah besar nanti "ucap gilang mengelus kepala sasa lembut.
"iya ya,tapi gak tua tua amat lah,sekarang aja umur kita di dunia ini masih 36 tahun"jawab sasa.
"iya,tapi umur kamu aslinya kan udah jutaan tahun hahahah"ucap gilang yg sukses mendapat kan cubitan manja di hidungnya dari sasa.
"aduh duh sakit yank"ucap gilang mengaduh padahal tak terasa apapun cubitan sasa.
"jangan bohong kamu orang gak sakit pasti"ucap sasa.
"dan jangan bahas soal umur aku ya,umur kamu aja mungkin udah milyaran tahun sekarang hahah"ucap sasa membalas ledekan gilang.
Gilang yg gemas melihat istrinya pun langsung mengangkat nya dan membantingnya di kasur.
"ihhh kasar banget sih kamu !"ucap sasa kesal.
"hahahah habisnya kamu imut banget sih,jadi gak bisa nahan aku"jawab gilang.
"i....imut"ucap sasa yg mukanya sudah memerah.
"jangan malu malu kucing gitu,anak udah dua tuh hahahah"ucap gilang.
"ihhh kamu mah,gak lihat orang lagi seneng apa!"jawab sasa kedal.
"eh,kamu seneng aku gombalin gitu?"tannya gilang.
"e....enggak kok"jawab sasa tergagap.
"jangan bohong,nanti cantiknya hilang loh"ucap gilang mengoda sasa.
"iya iya,aku emang suka di gombalin kamu,dan cuma kamu gak sama yg lain!"ucap sasa.
"puas kamu!"lanjutnya.
"puas,aku malah seneng ternyata istriku yg cantik dan imut ini suka di godain sama aku"ucap gilang memeluk sasa bagaikan guling.
Sasa mendusel masuk kedalam baju gilang yg kebesaran hingga wajah mereka berhadapan.
"kamu ini,masih aja pake cara kayak gini"ucap gilang.
"kalo mau minta bilang aja"lanjutnya.
Sasa hannya cenggir membalasnya,lalu gilang secara pro aktif menciumi wajah sasa dan bermain lidah di dalam mulut sasa.
__ADS_1
Gilang menelusuri setiap inci mulut sasa dan di balas sama oleh sasa.
Hingga gilang melepas bajunya di ikuti sasa yg juga melepas baju serta celananya.
Dan mereka hannya mengunakan baju dalam saja,gilang memainkan kedua gunung sasa yg besar menjulang tinggi.
Gilang meremas nya lalu membuka penutup gunung tersebut di susul dengan membuka penutup bawahnya juga.
Di lanjutkan dengan gilang yg menghisap gunung sasa hingga sang empunnya mengeluarkan suara kenikmatan yg sangat merdu di telinga gilang.
"aku udah gak tahan sayang,masukin gih ah ~ "ucap sasa dengan wajah yg bisa kalian bayangkan sendiri.
Gilang lalu memposisikan adik kecilnya di depan lobang goa sasa lalu memasukannya le dalam.
Sudah masuk kedalam seluruhnya hilang lalu mengoyangkan pinggulnya dengan cepat di sertai suara tamparan daging yg bersahutan.
Sasa merasa sangat kenikmatan saat tubuhnya di mainkan oleh gilang,bahkan hingga mengeluarkan suara kenikmatan yg sangat keras.
'sistem,pakai peredam pada kamar ini'ucap gilang.
[BAIK,MEMASANG PEREDAM SUARA]
Lalu sistem memasang peredam tak kasat meta di sekeliling ruangan kamar.
(author kasihan sama sistemnya di panggil cuma buat masang peredam buat orang yg lagi ehem ehem,tapi mau gimana lagi sistem hanyalah sebuah alat yg menguasai alam semesta yg sekarang telah berpindah kepada gilang,sabar ya sistem)
Mereka berdua melanjutkan permainan panas mereka hingga mencapai puncaknya beberapa kali.
Sasa yg di masuki adik kecil gilang di lobang satu nya pun hannya menikmati saja,memang sudah sangat sering gilang bermain di lobang tersebut tetapi bagi sasa masih terasa sakit saat adik kecil gilang masuk.
Mereka bermain dengan berbagai gaya di seluruh ruangan dan cairan putih kental menempel di seluruh tubuh sasa hingga nampak sangat seksi bagi gilang yg melihatnya.
Hari yg tadi siang pun mulai malam,mereka bermain hingga beberapa jam dan mencapai puncak kenikmatan beberapa kali.
Gilang memasukan cairan kentalnya ke berbagai tempat di tubuh sasa,mulai dari rahimnya yg penuh hingga meluber keluar,lobang bawahnya yg di masuki juga oleh gilang,dan mulutnya yg penuh cairan gilang langsung ia telan semuanya tanpa tersisa.
Seakan tak puas dengan bermain dari siang hingga malam,mereka kembali bermain lagi hingga jam menunjukan pukul 10 malam.
Mereka lalu mandi bersama dan berganti pakaian lalu turun ke lantai bawah untuk makan karena energi mereka terkuras saat bermain tadi.
Saat sampai di bawah gilang dan sasa melihat anaknya dan teman temannya sedang duduk santai di teras samping yg berhadapan langsung dengan kolam renang.
Setelah makan,gilang dan sasa berjalan menghampiri mereka yg sedang bersantai sembari memainkan gitar dan bernyanyi ria.
"eh dady sama momy"ucap lili yg langsung menghampiri dadynya dan memeluknya.
"hey,ngapain kamu peluk peluk hah!?"ucap sasa kesal.
"emang kenapa,gak boleh?"jawab lili.
__ADS_1
"kamu ya,awas kamu uang jajan momy potong setengahnya"ucap sasa mengancam lili.
"yahhhh jangan potong uang jajan aku dong mom"ucap lili memelas pada sasa.
"iya iya momy gak potong kok"jawab sasa.
"terima kasih momy ku sayang"ucap lili memeluk sasa yg di balas oleh sasa.
Mereka lalu bersantai di tepi kolam renang,gilang meminjam gitar yg di pegang nabil.
"bil,sini pinjem gitarnya bentar"ucap gilang.
"buat apa om?"tannya nabil.
"buat di mainin lah,masa buat makan"jawab gilang yg mengundang tawa semua orang.
Nabil memberikan gitarnya kepada gilang lalu gilang menyetel ulang gitar nabil hingga suara nya bagus.
"emeng om bisa nyanyi?"tannya bela.
"kok kamu panggil saya om sih,tadi aja panggilnya kakak"ucap gilang tak menjawab pertanyaan bela.
"ya gak papa sih,kan biar pas aja gitu"jawab bela.
"terserah kamu lah"ucap gilang.
"kalo kalian tannya bisa nyanyi atau enggak,tannya aja sama tante kalian itu"ucap gilang menujuk sasa.
"emang om gilang bisa nyanyi tan?"tannya nina.
"bisa,bahkan dulu waktu tante di lamar sama om kalian dengan nyanyian sambil main gitar di atas gunung"jawab sasa.
"wahhhh ternyata om gilang orangnya romantis juga ya"ucap riski.
"memang romantis banget,bahkan waktu pacaran dulu dia gak pernah melirik cewek lain selain tante"ucap sasa tersenyum.
"emang ada gitu yg mau sama dady,orang mukanya pas pasan juga"ucap nino mengejek.
"jangan salah kamu,mungkin kalo dady gak cinta sama momy mulai dari kecil,udah banyak benget yg mau jadi pacarnya dady kamu,bahkan ada yg sampe mau memberikan tubuhnya sebagai imbalan bila mau menjadi pacarnya."jawab sasa.
"serius mom! gak nyangka sampe segitunya suka sama dady"ucap lili terkejut.
"eh bentar deh,tadi kan tante bilang om sudah cinta sama tante dari kecil kan?"tannya bela.
"iya benar,memang kita itu temen dari kecil,waktu itu ayah nya dady meninggal dan dady anaknya suka sekali di bully sama anak lainnya.
Di saat itulah momy datang ingin berteman dwngan dady,dan ternyata dady itu gak pernah balas mereka yg ngebuli dia karena gak mau membuat masalah buat ibunya yg miskin waktu itu.
Pernah dulu pas sma dady kalian di tuduh mau melecehkan anak majikan ibunya bekerja,dan nenek kaluan atau ibunya dady di pecat bahkan sempat juga majikannya itu menghina nenek kalian.
__ADS_1
Padahal kenyataannya cewek itulah yg ingin melecehkan dady,dia sangat terobsesi pada dady hingga berbuat nekat,dan saat tertangkap dia melimpahkan kesalahan nya pada dady yg saat itu bahkan menampar wajah wanita itu karena tak ingin berhubungan dengan orang yg kotor seperti dia."ucap sasa menceritakan kisahnya dengan gilang.((