
Gilang pergi ke bawah menemui keluarganya untuk bersantai di teras rumah.
Sasa yg melihat gilang datang langsung memintanya duduk di samping nya.
Ia lalu merebahkan tubuhnya di pangkuan gilang menyandarkan kepala di dada bidang gilang.
"kamu kenapa sih,makin lama makin manja aja tingkahnya"ucap gilang sembari menggelus perut sasa.
"biarin"jawab sasa.
"kamu semoga sehat sehat aja ya nak di dalem perut momy kamu,jangan nyusahin momy ya"ucap gilang menggelus perut sasa yg masih rata.
"ciap dady"jawab sasa menirukan suara anak kecil.
Lalu datanglah ibu beserta papa dan mama sasa yg mengginap di rumah gilang.
"aduh aduh,kalian ini dimana mana kerjaannya mesra mesraan terus "ucap mama menggelengkan kepala nya.
"biarin,bilang aja mama iri,iya kan?"jawab sasa ketus.
Semua orang hannya menggelengkan kepala dengan tersenyum melihat tingkah sasa.
"kamu yg sabar ya lang,ngurusin anak manja ini"ucap papaenasehati gilang.
"emang kenapa sih pa,orang aku manja nya cuma sama suami aku kok,gilang juga gak keberatan,iya kan yank?"ucap sasa mendongak ke atas melihat wajah gilang.
Gilang menganguk pasrah mendengar ucapan istrinya itu.
Mereka semua berbincang sebentar,lalu hari sudah mulai sore semua orang memasuki kamar untuk mandi.
Para wanita menyiapkan makanan untuk makan malam,termasuk sasa.
Gilang sendiri sedang membuka laptop nya menggecek pesan dari asistennya.
Saat menggecek pekerjaannya,gilang teringat sesuatu.
Ia teringat anak panti yg sudah di tolong nya beserta penggasuhnya.
Selama satu bulan ini gilang belum mengunjungi mereka.
Gilang berencana akan pergi ke panti asuhan untuk menggecek keadaan di sana.
Makan malam telah siap,semua orang duduk di kursi masing masing di meja makan.
Sasa menyiapakan makanan untuk gilang,begitu juga mama yg mengambilkan makanan untuk papa.
Selesai makan mama dan papa pemit pulang ke rumahnya.
Karena sudah larut malam semua orang pergi ke kamar masing masing untuk tidur.
Sasa memeluk gilang erat sebelum tidur.
...............
__ADS_1
Tiga bulan terlewati.
Hari hari berjalan seperti biasanya,gilang yg bekerja dari rumahnya sesekali menggecek pesan dari asistennya.
Kadang ia juga pergi ke kantor untuk bertemu orang orang penting yg ingin secara langsung bertemu dirinya.
Sedangkan sasa sendiri sudah masuk kuliah bersama dengan haris dan nana di kamlus yg sama.
Kampus tempat mereka berkuliah adalah salah satu aset milik perusahaan gilang yg berjalan pada bidang pendidikan.
Sasa masih berkuliah ssperti biasa sampai kandungannya membesar kira kira berusia lima bulan baru ia akan berkuliah secara online.
sasa sendiri tidak terlalu populer di kampunya,hal ini karena sasa selalu berpenampilan biasa tanpa riasan sama sekali.
Bahkan sasa tidak pernah menghunakan pakaian yg mewah atau mahal saat pergi ke kampus.
Walaupun sasa cantik tetapi itu di tutupi sasa dengan sangat baik,sasa menggunakan kaca mata besar serti orang culun untuk menutupi kecantikannya.
Berbeda dengan sasa,kedua sahabatnya yaitu haris dan tunangannya nana,sangat populer di kamus mereka.
Wajah haris yg tampan dan nana yg cantik,(walau di bawah gilang dan sasa ) di tambah keluarga mereka yg kaya,menambah kepopuleran mereka.
Banyak mahasiswa yg iri dengan kedekatan sasa dengan kedua orang yg populer itu.
Sedangkan sasa menaggapi nya dengan acuh dengan wajah dinginnya.
.......
Di kantin kampus,sasa dan kedua sahabatnya sedang makan siang bersama.
"sehat "jawab sasa dingin.
"buset nih anak,sama kayak gilang"ucap haris.
"kalo gak ada pawangnya berubah jadi kayak biasa nya,dingin kayak kutub"lanjutnya.
Mereka melanjutkan makan sampai ada sekelaompok mahasiswa perempuan menghampiri meja mereka.
"hey,lo sasa,jangan sok cantik deh lo,sengaja kan lo deketin mereka buat biar lo makin terkenal di kampus ini"ucap salah satu perempuan.
"apaan sih lo,kita temenan sama sasa itu memang keingginan kita "jawab nana kesal.
"kalian itu cuma di manfaatin sama dia,dia itu cuma pengen terkenal doang makanya deket sama kalian"ucap teman perempuan tadi.
"bener itu,dia juga kayaknya cewek murahan,kemarin gue lihat dia ke kamar mandi terus muntah muntah gitu"lanjutnya
"iya,gue juga pernah lihat dia masuk ke rumah sakit pergi ke ruangan khusus kehamilan"sanggah teman satunya lagi.
Semua orang yg berada di sana mencibir sasa,mereka beranggapan sasa perempuan murahhan yg menjual tubuhnya kepada para pria hidung belang di luaran sana.
Sasa yg sedari tadi menahan emosinya pun tidak dapat menahnnya lagi.
Ia langsing berdiri dari bangkunya,menatap tiga orang yg menghinanya dengan pandangan dingin.
__ADS_1
Mereka semua bergidik ngeri melihat tatapan mata sasa yg menggerikan.
Sasa langsung lergi dari sana,ia pergi menuju rumah untuk menenagkan emosinya yg sedang meluap luap.
Ia menelfon sopir di rumahnya untuk menjemput ke kampus.
Sedangkan di kantin,haris dan nana sangat kesal melihat tiga orang tadi.
"kalian telah salah menyingung orang"ucap haris serius.
"asal semua tahu,sasa itu sudah menikah jadi wajar dia hamil"ucap nana menambahkan.
"kalau kalian melihat sifat asli sasa,saya pastikan kalian semua bakal ketakutan melihatnya,apalagi kalo sampe suaminya tahu,habis hidup kalian."ucap haris melangkah pergi beesama nana keluar kantin.
Semua orang sekali lagi terkejut mendengarnya,tiga orang yg menghina menghina sasa tadi tidak menghiraukan ucapan haris dan nana.
Mereka bertiga sangat yakin kepada jabatan ayah mereka yg bisa menggalahkan sasa.
Sekali lagi orang orang yg memanfaatkan jabatan sebagai cara untuk menindas oranglain.
Mereka tidak tau bahwa mereka sedang menggali kuburan untuk dirinya sendiri.
Sasa pulang ke rumahnya dengan muka masih menahan kesal.
Samapi di rumah sasa tidaj menemukan gilang di dalam.
Ia lalu berjalan menuju kamar nya lanhsung meringsut dibawah selimut.
Sebelum meeingsut di atas kasur sasa menghidupkan musik sangat keras hingga memekakan telingga.
Ibu yg mendengar suara musik yg sangat kencang dari kamar gilang dan sasa menghampiri kamar mereka.
Saat membuka pintu kamar,dilihatnya gundukan tertutupi selimut.
Suara musik yg sangat kencang membuat ibu menutup telingga nya.
"sasa,bangun nak"teriak ibu memanggil sasa.
Tak ada jawaban,ibu mencoba membuka selimut yg menutupi sasa tetapi tak berhasil.
Tan kuat dengan suara yg amat keras,ibu keluar lalu menelfon gilang lalu menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan sasa.
Ibu sangat khawatir denga kondisi sasa,di tambah dengan adanya calon cucunya yg menambah kekhawatiran ibu.
****bikin dikit dulu, ntar tambah lagi heheh.
Udah mau mulai nih konflik nya,sesuai permintaan kalian konfliknya tidak terlalu berat(mungkin).
Nanti juga ada plot twist menyangkut gilang.
Selamat membaca.****
Follow juga ig author : @bryanhakim65
__ADS_1
Saya bakal kasih informasi tentang novel saya di sana.
JANGAN LUPA LIKE,COMENT,VOTE,AND FOLLOW