G SISTEM

G SISTEM
Anak panti


__ADS_3

Gilang masih live streaming di temani sasa hingga sore hari tiba.


Sasa turun ke bawah membantu bibi dan ibu memasak untuk makan malam nanti.


Sementara gilang mematiakan live nya lalu pergi mandi.


Setelah mandi gilang menggecek laptop nya melihat e mail dari asistennya.


Waktu makan malam tiba,gilang berjalan menuju meja makan lalu duduk di samping sasa.


Sasa mengambilka makanan gilang layaknya istri melayani suami nya.


"udah cocok ini mah kalo nikah"goda ibu.


"ibu...."sasa merona merah mendegar godaan ibu.


"secepatnya bu"jawab gilang memakan makanannya.


"ibu tunggu "ucap ibu.


Lalu mereka pun makan hingga habis.


Setelah makan mereka semua pergi ke ruang santai keluarga menikmati film yg di di putar gilang.


Sampai suara bell rumah berbunyi,bibi membukakan pintu.


Di depan pintu ada dua orang yg nampak seperti pegawai showroom mobil yg gilang beli tadi siang.


"cari siapa ya pak?"tannya bibi art.


"apa benar ini ruamhnya bapak gilang ramadhan?"tannya pegawai balik.


"benar,ini rumahnya."jawab bibi art.


"maaf menggangu,kami dari showrom mengantarkan mobil yg di beli tadi siang."ucap pegawai.


"sebentar saya panggilkan."ucap bibi art.


Bibi pun menghampiri gilang.


"den,itu katanya mobilnya udah sampai"ucap bibi.


Gilang ditemeni ibu dan sasa pergi melihat ke depan rumah.


Sampai di depan rumah,mereka melihat dua mobil yang satu mobil mewah keluaran terbatas,dan yg satunya mobil sedan keluarga yg lumayan mahal.


"ini kamu yg beli nak?"tannya ibu.


"iya bu,tadi siang aku beli sama sasa."jawab gilang.


"pasti mahal mobilnya,terus kok beli dua,yg satu buat siapa?"tannya ibu melihat lihat mobil.


"yg satu buat orang rumah,kalo ibu atau bibi mau pergi keluar atau belanja,bisa pakai mobil ini"jawab gilang.


"ibu kan gak bisa nyetir"ucap ibu.


"nanti aku cariin supir buat kita"jawab gilang.


Setelah itu gilang membayar lalu memarkirkan kedua mobilnya di garasi rumahnya.


Mereka masuk kembali dan melanjutkan menonton film.


Jam menunjukan pukul 9 malam,sasa hendak pamit pulang ke rumahnya.


"bu,aku pamit pulang dulu ya"pamit sasa.


"kamu pulang dianter gilang,ibu khawatir kalo kamu sendirian"ucap ibu.


"gilang,anter sasa pulang"teriak ibu pada gilang yg berada di kamarnya.


"iya bu"jawab gilang menuruni anak tannga memakai jaket.


Gilang menggeluarkan motornya mengonceng sasa pulang ke rumahnya.


Di jalan mereka berdua berbincang.

__ADS_1


"sa,kalo kamu tinggal di rumahku gimana?"tannya gilang agak berteriak.


"aku sih mau,tapi nanti tannya dulu sama mama."ucap sasa menjawab gilang.


Mereka sampai di rumah sasa dengan selamat,gilang masuk sebentar menyapa papa dan mama sasa.


Setelah selesai gilang pamit lulang karena malam semakin larut.


Saat berjalan pulang,hilang melihat ada anak kecil yg sedang di kejar kejar oleh tiga orang dewasa.


Gilang melihat itu pun menghampiri mereka ikut menggejar.


Ia lalu menghentikan pelarian mereka,gilang mengamankan anak kecil dari kejaran orang orang.


"ada apa ini?"tannya gilang.


"anak ini udah mencuri "ucap salah satu warga.


"kamu mencuri apa?"tannya gilang pada anak itu.


"maaf kak,aku cuma ngambil satu bungkus roti buat makan adik adik "jawab anak itu ketakutan.


"yaudah,ini saya ganti roti yg di curi"ucap gilang menyerahkan uang sebesar 50 ribu rupiah pada pemilik toko yg di curi.


Setelah di ganti para warga yg mengejar anak tadi langsung membubarkan diri.


"kamu kenapa sampe mencuri ?"tannya gilang.


"aku mau kasih makan adik adik,mereka belum makan dari tadi siang kak"jawab anak itu.


"nama kamu siapa?"tannya gilang.


"nama ku wawan kak"jawab nya.


"kamu anyerin kakak ke adik kamu,nanti kakak bantu"ucap gilang.


"beneran kak?"mata wawan berbinar.


"iya,ayo anterin kakak ke tempat kamu"ucap gilang.


Gilang menuntun sepeda motornya berjalan bersama wawan.


Di sana gilang bisa melihat ada tiga orang anak kecil sedang berada di depan gubuk memilah milah sampah bekas.


"kakak udah dateng"ucap salah satu anak perempuan kira kira berusia 5 tahun.


"ini siapa kak?"tannya anak lain nya,anak laki laki berusia kisaran 5 tahunan.


"kakak ini mau bantu kita semua"jawab wawan.


"wawan,kamu dari mana aja sampe malem gini?"suara seorang terdengar dari dalam gubuk.


Wanita paruh bawa berusia kisaran 50 tahun keluar dari dalam gubuk,ia berjalan bersama 5 orang anak kecil berusia antara 4 hingga 10 tahun,wawan sendiri anak paling tua diantara mereka wawan berusia 12 tahun.


"maaf,tadi wawan di kejar kejar orang terus di tolong sama kakak ini"jawab wawan.


"kamu ini,udah bibi bilang jangan mencuri lagi"ucap wanita itu memarahi wawan.


"permisi,maaf anda siapa ya?"tannya wanita lainnya berusia kisaran 45 tahunan.


"saya gilang, tadi melihat wawan di kejar orang,makanya saya bantu,terus dia bilang adiknya laper saya menggikutinya sampai ke sini."jawab gilang.


"maaf tuan,tempat kami seadanya saja."jawab wanita itu.


"nama saya bi susan,kalo ini adik saya namanya santi,"ucap bi susan menggenalkan.


Di gendongan bi santi ada anak yg masih bayi dengan keadaan yg memprihatinkan.


"ini siapa bi?"tannya gilang.


"dia kita temukan di depan panti asuhan kita dulu,kita memberi nama kayla padanya."jawab bi santi.


"dia kayaknya di buang oleh orang tuannya,spertinya anak hasil hubungan gelap orang tuananya."lanjut bi susan menimpali.


"terus kenapa kalian tinggal disini,katanya tinggal di panti asuhan."tannya gilang.

__ADS_1


"kita di usir karena tanah bangunan panti asuhan di ambil paksa untuk membangun sebuah gedung."jawab bi susan nampak sedih.


"kalo gitu kalian tinggal di rumah saya yg kosong saja,nanti akan saya buatkan panti asuhan di sana"ucap gilang.


"serius tuan?"tannya bi susan.


"iya,sebelum iti ayo kita makan,sepertinya kalian sangat lapar."ucap gilang.


"sebentar saya telfon dulu."ucap gilang.


Lalu gilang menghubungi asistennya meminta di bawakan mobil yg muat sepuluh orang beserta supir nya.


Setelah menunggu beberapa menit mobil pun sampai,anak anak langsung di suruh masuk oleh gilang beserta kedua penggasuhnya.


Gilang membawa motor nya meminpin jalan menuju sebuah restoran.


Sampai di sebuah restoran,anak anak langsung turun dari mobil lalu masuk dan duduk di meja dalam restoran.


Gilang memanggil pelayan.


"kalian mau pesan apa?"tannya gilang.


"aku mau ayam bakar"ucap wawan.


"aku mau udang"ucap salah satu anak bernama gina.


"aku mau ayam goreng"ucap salah satu anak bernama vani.


"kalian jangan berlebihan"omel bi susan.


"gpp bi,biar mereka pesen sendiri"ucap gilang tersenyum.


"maaf ya tuan"ucap bi susan tidak enak.


Setelah memesan makanan mereka semua makan bersama.


Gilang mekihat bi santi kesulitan makan karena harus menyuapi kayla.


"sini bi,biar kayla sama saya,bibi makan aja"ucap gilang.


"terima kasih tuan"ucap bi santi.


Gilang memangku kayla dan menyuapi nya.


Kayla nampak sangat bahagia berada di pangkuan gilang,sesekali ia tersenyun dan menggoceh tak jelas hingga ketiduran karena kekenyangan makan.


Setelah makan mereka di bawa gilang ke salah satu rumah nya yg tidak di pakai,rumah itu rencanya akan gilang berikan pada karyawannya,tapi tidak di pakai sampai sekarang.


Sampai di sana gilang menyuruh mereka masuk,nampak wajah para anak anak sangat senang melihat rumah baru mereka.


"sekarang kalian tinggal disini,nanti juga kalian akan bersekolah lagi"ucap gilang.


Memang anak anak itu tidak bersekolah karena kekurangan biaya karena kurangnya donatur di panti mereka.


"terima kasih kak"ucap mereka memeluk gilang bersama sama.


"iya,kalian juga udah saya anggep anak saya sendiri"ucap gilang tersenyum membalas pelukan mereka.


"kali gitu saya pamit pulang dulu,bi di dapur udah ada banyak bahan masakan,jadi kalo mau makan tinggal masak aja."ucap gilang.


"terima kasih tuan,hati hati di jalan"jawab bi susan.


Gilang melajukan motornya kembali ke rumah,sampai di rumah gilang melihat ibunya menunghu sambil berkacak pinggang.


"darimana kamu?"tannya ibu menggomeli gilang.


"itu bu,tadi habis aku nganter sasa pulang,di jalan aku ketemu sama anak panti yg teelantar makanya akau tolongin"jawab gilang gugup


"huhhhh yaudah sana tidur,besok sekolah"ucap ibu mengehela nafas.


Gilang langsung pergi ke kamarnya lalu tidur.


*****chapter terpanjang yg pernah author buat,semoga kalian terhibur dengan novel yg aothor buat.


Author makin semangat melihat banyak yg like serta banyak juga komen komen yg lucu lucu.

__ADS_1


Author bakal usahakan setiap saran yg kalian katakan pada author untuk di jalankan******


JANGAN LUPA LIKE,COMENT,VOTE,AND FOLLOW


__ADS_2