Gadis Di Ujung Jalan

Gadis Di Ujung Jalan
Tanah Air


__ADS_3

Hari ini seorang gadis memakai kacamata hitam serta topi, sepatu Samapi dengan bajua yang semua berwarna putih sedang berdiri di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy Amerika Serikat dia menatap sekitarnya sambil menarik nafas dengan dalam, perasaan baru kemarin aku minginjak kaki ku di Negara ini untuk menuntut ilmu, tetapi tidak terasa itu sudah tiga tahun yang lalu, ya...aku baru saja menyelesaikan pendidikan S 1di 2 universitas segaligus dengan jurusan yang berbeda yaitu jurusan Politik dan Bisnis, aku menyelesaikan nya lebih cepat dari pada mahasiswa umum nya pada usiaku Baru 20 tahun. yang rencana awalnya setelah lulus aku berencana untuk melanjutkan pendidikan S2 ku kenegaraan Belanda tapi semua rencana nya aku batalkan, karena Dady tidak ingin aku meninggalkan Dady dan momy ku terlalu lama lagi di negeri orang, karena aku seorang Azzakia Malik Abraham putri tunggal dari Abraham dan Sheira Ananta Abraham keluarga terkaya se-Asia, yang memiliki banyak perusahaan bergerak diberbagai macam bidang. oleh sebab itu Dady selalu mengkuatirkan ku ketika aku jauh dari mereka, aku dari kecil sudah dilatih ilmu beladiri agar tidak menjadi sasaran empuk dari para pesaing bisnis, Dady dan momy tidak memanggilku dengan nama asli selain itu panggilan kesayangan mereka & memang untuk menutupi identitas ku agar tidak menjadi konsumsi publik selama aku belum menduduki CEO mengganti posisi Dady.


Queen....."(Panggilan dad & mom, serta seluruh anak buah Dady terhadapku)


panggilan itu membuyarkan dari lamunanku, aku menolah, seorang laki laki berbadan tegab,berparas tampan, berkulit aksotis berdiri dibelakang ku dia adalah Zayn orang kepercayaan Dady yang dia pilih untuk menjadi assitant ku dalam segalah hal, usianya lebih tua 7 tahun dari ku, aku memanggil nya kak Zayn.


aku menjawab panggilannya sambil tersenyum,


Iya kak, apa kita bisa berangkat sekarang?

__ADS_1


iya Queen kita bisa berangkat sekarang.


Zayn menyuruh anak buahnya membaya barang barang Queen kepesawat MA air milik keluarga Abraham yang siap lepas landas.


didalam pesawat Queen bertanya pada Zayn


iya Queen tida ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik baik saja.


kak Zayn tau sendiri Dady dan mom slalu tidak ingin aku khawatir, dia selalu menutupi apapun yang terjadi pada mereka, hhhhuuuuuh mereka selalu menganggap ku anak keci, mereka tida kasih tahu pun aku pasti akan tetap tahu, mereka lupa betapa genius nya putri nya ini.

__ADS_1


he..he..he... queen memang tidak bisa diragukan lagi.sepertinya Indra ke 6 mu semakin tajam, ditambah lagi kecerdasan otak mu itu luarbiasa, tidak salah Tuan Besar menginginkan pensiun dini.


ya....itu berarti tugas kakak akan semakin berat jika memang Dady menginginkan pensiun dini, ha...ha..ha...apa kakak lupa kodrat kakak sekarang. kakak yang akan membantu ku menghadapi kejamnya dunia Bisnis, mengelolah segala perusahaan keluarga Abraham, queen tersenyum tipis.


hahaha ya...siapa yang bisa menolak tugas dari Tuan Besar.


setelah itu mereka diam tanpa suara, larut dalam lamunan masing masing.


queen memilih tertidur, karena badannya terasa lelah setelah beberapa Minggu ini dia mengikuti berbagai rangkain kegiatan sebelum acara wisudah nya yang dua hari yang lalu dilaksanakan di dua kampus yang membuat dia sedikit kurang beristirahat, ya .....selama dia menempuh pendidikan nya di Amerika dia tida mau disediakan pengawal ataupun asisten pribadi, jadi segala sesuatu dia lakukan sendiri, Tuan besar hanya bisa menugaskan para pengawal untuk mengawasinya dari jarak jauh, sebenarnya Dady dan mom ny menghadiri acara wisudah nya, tapi setelah acara selesai mereka langsung terbang ke Thailand karena ada pertemuan bisni di sana & akan pulang ke tanah air hari ini juga.

__ADS_1


__ADS_2