
Sudah 2 jam lebih Kandy didalam ruangan operasi, namu doker yang menanganinya belum keluar, Papi Safir sedang mondar-mandir di depan pintu ruangan itu dengan gelisah, ditambah istrinya masih belum sadarkan diri.
Uncel,,,, minum lah dulu, ucap Adzan sambil menyodorkan botol air mineral, percayalah Kandy akan baik baik saja, Dr.Rangga akan melakukan yang terbaik untuk nya.
Kemudian Papi Safir mengambil botol minum itu dan mendudukkan dirinya di kursi sambil meminumnya.
Bagai mana dengan Sheyra dan yang lainya??tanya nya lagi pada Adzan.
Aunty Sheyra kondisinya sudah stabil, setelah dokter memberikan suntikan untuk mengeluarkan racun di tubuh nya dan sekarang sudah dipindahkan ke ruang rawat faviliun bersama yang lainya. jadi uncel tidak usah kwatir semuanya insyaallah dalan kondisi baik, aunty Aisyah juga dijaga sama Bunda disana. ya... mereka menempatkan faviliun, tempat rawat terbaik di RS.Permana
Heeem..... jawab Papi Safir singkat
sambil menatap pintu ruangan operasi itu, berharap segera terbuka dan berdoa princess kesayangan nya baik baik saja. selang beberapa menit pintu itu terbuka dan keluar lah dr.Rangga dengan wajah letih nya, papi safir bergegas berdiri, Bagaimana keadaan Putri ku,,,??dr.Rangga tidak Langsung menjawabnya, dia menghela nafas berat "Peluru itu sudah berhasil dikeluarkan, namun ada beberapa saraf pusat terputus, jika Kandy bisa merespon dengan baik maka 4 jam ke depan dia akan sadar, namu bila tubuhnya menolah rangsangan obatnya, itu bisa mengakibatkan koma, maka butuh waktu untuk membuat Keja saraf nya berfungsih dengan baik" Uncle tidak usah kwatir, secara total tidak ada yang di takutkan, cuma kita butuh sedikit kesabaran, aku tidak bisa memberi rangsangan obat untuknya terlalu tinggi untuk mempercepat kerja obat nya, karena itu bisa menghilangkan memori ingatan nya, jadi kita lakukan secara bertahap.
__ADS_1
Apa aku boleh melihatnya sekarang, tanya Papi Safir, setelah mendengar penjelasan dari dr.Rangga.
Boleh, tunggu Kandy di pindahkan keruang intensif, dan uncle tida bisa lama.
Baiklah... jawab Safir
Setelah itu, para suster mendorong brankar Kandy untuk dipindahkan, dan Papi safir pun mengikutinya bersama dokter.
sedangkan didepan ruangan sudah ada Queen dan bunda Bilqis yang baru datang setelah mendengar Kandy sudah selesai operasi serta Adzan yang memang dari tadi menemani Papi safir, setelah mendengar penjelasan dari Dokter tentang kondisi Kandy. kemudian mereka semua menoleh saat terdengar pintu ruangan rawat Kandy terbuka, dilihatnya papi safir keluar. sebenarnya Bunda Bilqis ingin sekali melihat Kandy, tapi belum diperbolehkan oleh doker.
Uncle, Aunty Aisyah sudah sadar, sebaiknya uncle temui Aunty dulu, biar Queen yang menunggu di sini.
setelah itu Papi Safir pergi menuju faviliun bersama Bunda Bilqis, sesampainya disana dapat dilihat mereka semua sedang dalam pengobatan semua, kecuali Marisa, Zoya, Maria,Abah, Umi, dan anak anak.
__ADS_1
Papi,,,,ucap Mami Aisyah memeluk suaminya, menangisi kondisi anaknya,
Mami,,,,jangan khawatir, percaya lah Kandy kita akan baik baik saja, dia anak yang kuat, kita tunggu saja perkembangan nya 4 jam kedepan, semoga dia bisa siuman, ucap Papi Safir menenangkan istrinya, sedangkan dalam hatinya dia sendiripun begitu khawatir.
Per.. sebaiknya kamu makan dulu, ujar Marisa, sekalian Aisyah juga, kalian belum sama sekali makan sambil menyodorkan nampan berisi nasi dan lauk pauk. kemudian Safir langsung mengambilnya dan mulai menyuapi istrinya bergantian dengan nya.
Sebaiknya aku membawa anak-anak pulang, biarkan mereka dirumah saja, disini tidak baik untuk mereka terlalu lama. dan itu disetujui oleh semuanya. dan akhirnya anak, Marisa,Zoya dibawa ke rumah Bunda Bilqis untuk sementara, karena jika mereka masih di sini tentu istirahat mereka kurang, apalagi usia mereka masih ada usia SMP.
Setelah itu Bilqis dan anak-anak pamit untuk pulang. tapi sebelum pulang, Twins Keanu dan Kiara anaknya Marisa dan Edward yang memang masih usia 14 tahun merengek tidak mau meninggalkan Dady Edward nya yang sedang kondisi sakit, namu setelah dibujuk dan diyakini kalau Dady nya baik baik saja baru akhirnya mau di ajak pulang oleh Bunda Bilqis.
Dady harus janji, kalau Dady tidak akan ninggalin kami dan Momy ucap Twins sambil memeluk Edward dan Marisa.
tentu saja Dady janji, Dady akan selalu sehat dan akan selalu jadi perisai buat kalian, Samapi kalian menjadi sekuat Dady, juga seperti Kak Kandy kalian yang siap melindungi keluarganya ucap Edward pada anak-anak . tentu ucapan Edward itu membuat semuanya terharu, apalagi mengingat bagaimana beraninya Kandy, bahkan dia rela mengorbankan nyawa demi orang orang di sekitar nya
__ADS_1