
Disaat ini Adzan berjalan mondar mandir didepan ruangan UGD menunggu dokter memberi penangan terhadap gadis impiannya, selain itu juga pikiran nya sedang khawatir kepikiran keadaan Kandy yang sedang melawan anggota mafia itu sendirian, didalam hatinya selalu berdoa agar Peter cepat tiba di sana.
.........................................
sekarang ketua mafia itu sedang sangat geram, karena targetnya bisa lolos, sedangkan perempuan yang tidak mereka kenal dengan beraninya menantang mengibar bendera perang.
"nona, kami tidak ada urusan dengan nona, tapi nona sudah menggagalkan misi kami, kali ini kami membiarkan nona pergi, karena kami tidak ada waktu untuk meladeni nona, tapi ingat jika kejadian ini terulang lagi, kami tidak akan segan untuk menghancurkan nona. ucap ketua yang memimpin pasukan itu. kemudian dia mengintruksikan seluruh anggota nya untuk kembali.
kita kembali ke markas, bawa seluruh anggota yang terluka ke markas. Instruksi ketuanya.
kemudian seluruh anggotanya membantu teman teman yang terluka, untuk dibawa ke markas besar, karena disana lengkap dengan ruangan pengobatan beserta dokter dan perawat yang disediakan untuk mengobati jika diantara mereka ada yang terluka.
ya...pertempuran itu sepertinya tidak ada yang memakan korban, tetapi kondisi mereka dalam keadaan sekarat akibat luka tembakan.
tidak beberapa lama parang mafia itu pergi meninggalkan lokasi, sekarang tinggal Kandy yang ada disana, dia sengaja menunggu kedatangan Petter, kemudian Kandy mendekati mobil perempuan yang ditolongnya, dia membuka pintu mobil itu, melihat sekilas isinya, dilihatnya kunci mobil itu Mash berada ditempat nya Tampa dicabut, dinyalakannya mobil itu ternyata masih bisa menyala, kemudian dilihatnya isi mobil itu, dia menemukan handphone, dompet beserta identitas lainya. setelah itu dia mendengar suara mobil berdatangan, dia yakin itu Petter dan pasukannya.
*maaf Nona, kami sepertinya sangat terlambat. karena tadi saat akan pergi saya harus kucing kucingan dengan Tuan Besar. ucap Petter sedikit merasa bersalah.
* tidak masalah, aku mengerti. sekarang bawa mobil itu menuju rumah sakit terdekat, ketempat Az membawa perempuan itu. dan jangan lupa bereskan BBC disini. dan satu lagi berepengawasa kepada perempuan itu samapai dia sadarkan diri.ucap Kandy
*nona, biarkan saya mengantar nona pulang, atau salahsatu anggota kita yang mengantar nona.
sebelum menjawabnya, Kandy berpikir sambil melihat area sekitarnya sudah selesai dibereskan anak buahnya.
* sepertinya kondisi di sini sudah selesai dibereskan, sekarang suruh mereka pulang, aku akan ikut dengan mu Samapi rumah sakit, aku sampai lupa kalau mobilku ada disana, jelas Kandy sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
setelah itu, Petter memberikan perintah kepada anggota nya untuk kembali lebih dulu.
setelah itu mereka masuk mobil masing masing, dan melajukan mobilnya dengan tujuan masing-masing.
*didalam mobil yang dikemudikan oleh Peter, nona sepertinya orang yang punya mobil ini bukan orang biasa, Petter memberikan pendapatnya.
* sepertinya begitu, Jawa Kandy singkat.
sekarang Petter dan Kandy sudah sampai diparkiran rumah sakit, dilihatnya ada mobilnya yang terparkir di sana.
kemudian Petter dan Kandy menuju meja receptionis, dan menanyakan pasien yang terluka tembakan, yang dirawat beberapa jam yang lalu. setelah dijelaskan oleh receptionis itu mereka menuju ruangan tersebut.
dari ujung lorong, Kandy bisa melihat apa yang dilakukan Adzan di depan pintu ruangan UGD, dia begitu terlihat begitu khawatir, melihatnya Kandy hanya bisa geleng-geleng kepala.
saat kendy sudah didekat Adzan, dia dengan replek langsung memeluk Kandy.
tentu saja aku akan baik-baik saja, seperti i kau lihat. jawab Kandy.
syukurlah,,,, aku sangat khawatir pada mu, kau tau,,,? aku tidak akan bisa memanfaatkan diriku sendiri, jika terjadi hal buruk kepada mu, ucap Adzan sambil mengelus rambut Kandy.
Huuuuuh.....kau seperti Papi.
Lebaaaaaaaay.....
heeeey,,,,,aku bukan lebay, aku cuma tidak mau kehilangan orang yang bisa aku ganggu setiap hari. alibi Adzan sambil cemberut.
__ADS_1
bagaimana keadaan perempuan itu, apa kata dokter????tanya Kandy
dia masih ditangani oleh dokter, dan sampai sekarang dokter belum keluar dari t UGD. jelas Adzan dengan lesu.
kau begitu mengkhawatirkan nya, apa kau mengenal nya??
dia pernah menyelamatkan ku, dari kepungan anak buah Safiruuuuun, ucap Adzan kesal, aku tidak menyangka Tuhan mempertemukan kami kembali dalam kondisi yang sama, cuma bedanya sekarang dia yang terluka.
huuuuuh,,,enak saja mengubah nama Papi ku, sepertinya kau begitu menyukainya perempuan itu.
kau benar, aku bahkan baru berencana akan mencarinya setelah kesembuhan ku, tapi sepertinya Tuhan begitu baik padaku, tanpa aku mencarinya, Tuhan langsung mengirimkannya kepada ku dengan sendirinya dan dalam waktu begitu cepat.
baiklah kalau begitu kau jaga dia dan jangan sampai dia pergi lagi. peringatan Kandy pada Adzan.
Petter,,,,berikan kuci mobilnya.
setelah itu Petter langsung memberikan kunci mobilnya kepada Adzan.
didalam mobil nya ada identitas perempuan mu, jika menurut mu perlu menghubungi keluarga nya. jelas Kandy.
setelah itu mereka duduk dikursi depan ruang UGD, menunggu dokter keluar dari ruangan itu, dan berharap tidak terjadi apa-apa pada nya.
Kandy sebernarnya ingin pulang, tapi dia tidak tega meninggalkan Adzan sendirian, dan mereka juga belum bisa mengetahui kondisi perempuan yang begitu di sukai Adzan. setidaknya dia akan pulang jika sudah dapat memastikan bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja.
............................
__ADS_1
sedangkan di pesantren, umi sedang membuat teh untuk Abah, saat dia ingin mengantar teh nya ke Abah yang ada di ruang keluarga tiba tiba teh yang dibawah umi jatuh, praaaaaaaaaaank...... astagfirullah halazim, ucap umikaget. gelas yang jatuh pecahan nya berserakan dilantai yang hampir saja melukai kaki umi. Abah yang mendengar sura barang jatuh serta teriakan umi, Abah langsung bergegas melihatnya.
astagfirullah halazim, umi,,, awas jangan Samapi terpijak pecahan gelas ny. umi tetap disana dan jangan bergerak. titah Abah.