Gadis Di Ujung Jalan

Gadis Di Ujung Jalan
Kesepakatan


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang dari berbagai kota dan berbagai negara dengan kesibukan yang menguras tenaga dan pikiran, akhirnya di hari ke 6 Queen bisa pulang ke rumah, dan tentu saja disambut dengan antusias oleh momy dan Dady nya serta Pretty juga Zayn, sekarang mereka sedang duduk diruangan Keluarga, sambil bersanda gurau, dan tentunya Queen melaporkan hasil audit nya selama hampir 6 hari itu, Dad Malik sangat senang mendengarnya, walau tidak bisa dipungkiri dia juga khawatir dengan kesehatan anaknya yang akhir akhir ini kurang istirahat. Setelah membahas urusan perusahaan, Mom Sheyra melanjutkan topik Reuni yang mewajibkan membawa keluarga sesuai kesepakatan dengan sahabat sahabatnya, agar persahabatan mereka tidak terputus setelah mereka tiada nanti. tentu Queen tidak akan menolak keinginan mom nya yang sudah Demangan empat lima. disaat mereka sedang bersandar gurau sambil menikmati oleh oleh yang dibawa Queen, tiba tiba pretty mengadu kesakitan,,,Aaaaauuuu...


sayang kau kenapa....ucap Zayn panik,..??


Ya... Allah nak, kau mau melahirkan ucap Mom Sheyra yang melihat ada cairan yang mengalir di kaki Pretty, mereka semua jadih gaduh seketika.


Mang Ujang siapkan mobil, perintah Dady Malik, sambil mengotak Atik ponsel nya untuk menghubungi rumah sakit, agar mempersiapkan segalanya.


...................


Begitu pula di tempat keluarga Safir yang lagi sedikit beradu argument, karena acara itu bentrokan dengan acara Kandy yang sudah di planning dari tiga Minggu yang lalu,

__ADS_1


Papi...gimana ini, mami pengen baget kenal dan kumpul kumpul sama sahabat papi, pasti serasa mempunyai keluarga besar ucap Mami Aisyah dengan sendu, yang langsung bisa di pahami oleh papi Safir, kalau istrinya merindukan keluarga nya. sedangkan Kandy yang melihat itu langsung angkat bicara.


"Papi dan Mami pergi saja ke acara reauninya, kan ini Bukan Pertunjukan Kandy, ini cuma acara penyerahan piala pada juara yang berikutnya, dan pertunjukan Balap terakhir untuk ngasih semangat mereka, lagi pula acara reunian kalian kan 3 hari, dan itu berarti aku masih bisa menyusul kesana di hari terakhir. ujar Kandy dengan senyum, yang tidak ingin melihat kegalauan orang tua nya.


Ya... Allah Pi...anak kita kok bijaksana sekali siee, ucap Mami Aisyah yang disertai langsung mencium anak nya.


Naaa sekarang masalahnya sudah kelar, sekarang Kandy langsung istirahat dulu, karena besok pagi ada meeting dengan klien dari Australia dulu sebelum berakar ke Amerika, kemudian Kandy langsung mencium pipi Mami dan Papi nya sebelum beranjak dari duduknya. mendingan papi sama mami juga istirahat, Papi ingatin mami, kalau packing jangan Samapi keteteran, kalian reuninya di puncak, itu berarti jauh dari pusat perbelanjaan, Papi sama mami jangan buat para bodyguard kerepotan dengan kebiasaan yang suka lupa bawa ini itu. lusa pagi kalian berangkat, bukan bulan depan, yang dijawab dengan tawa oleh mami papi nya.


Semoga saja bunda, tapi ingat, acara resmi tetap kita mendatang rumah kelurga Malik, jangan Samapi mereka tersinggung. kita cukup berbicara santai saja disana. dan langsung dijawab dengan anggukan oleh Bunda Bilqis.


sedangkan Adzan, dari tadi senyum senyum sendiri, dia berharap ini menjadi awal yang baik untuk menjalin hubungan dengan gadis pujaannya.

__ADS_1


.............


Disudut ruangan, gelap tanpa pencahayaan, seorang masih mendekap photo mendiang istri kesayangan nya, sayang...waktunya sudah tibah, semoga aku bisa membalas semuanya. lirih nya dalam hati


Tok tok tok....


Masuk.....


setelah itu, masuklah seorang lelaki setengah baya, dengan tubuh yang kekar serta berjas hitam rapi.


Tuan...semuanya sudah siap, 500 sudah siaga di posisi, sebaik nya tuan keluar dari kegelapan ini, Nyonya pasti akan sedih melihat kondisi anda. kemablilah seperti Mayer yang begitu dibanggakan nyonya Megan. ucap assitant Mayer sekaligus menyala lampu ruang itu, Mayer masih diam tanpa memberi bantahan kepada orang kepercayaan nya, dan begitu setia.

__ADS_1


__ADS_2