Gadis Di Ujung Jalan

Gadis Di Ujung Jalan
Firasat Buruk.


__ADS_3

bismillahirrahmanirrahim


Aku..Aku..tidak bisa


Deg.....jantung Adzan seperti ditimpah beton mendengar jawaban Queen.


kenapa, tanya Adzan lirih,???


sedangkan seluruh orang disana begitu tegang mendengar keputusan Queen


Queen langsung melanjutkan kata kata nya,. aku tidak bisa memutuskan apa apa, memintalah kepada Abah dan Umi, restu mereka adalah segalanya bagiku, tutup Queen sambil menunduk.


semua orang yang tadi sana menjadi sedikit lega, seakan ada sedikit harapan, kini giliran semua orang menatap kearah Abah Syarif dan Umi Syifa seolah menunggu jawabannya.


kemudian Abah dan Umi berdiri menghampiri Adzan, Abah lalu mengangkat bahu Adzan supaya berdiri sambil memeluk Adzan, anak muda menikah itu bukalah perkara yang mudah, tetapi mempersulitkan niat baik pemuda yang baik sepertimu tentu tidaklah benar, Abah memintah mu jadilah imam yang baik untuk putri kami, tuntutan lah dia kejalan yang benar, Abah dan Umi merestui kalian, dan niat baik ini sebaiknya jangan ditundah lama lama, karena itu tidak baik, mendengar itu Adzan langsung memeluk Abah dengan eratnya, setra langsung mencium tangan Abah, Umi,Dad Malik, Mom Sheyra, sedangkan Queen yang masih dipeluk oleh Umi entah mengapa dia menangis haru.

__ADS_1


sedangkan Tuan Ibra dan Bunda Bilqis langsung menghampiri mereka, dan kemudian dia mengeluarkan kontak cincin yang sudah dia siap kan, semua orang begitu menganga melihat kegesitan Bunda Bilqis, Bunda Bilqis dipersilakan untuk memasangkan cincin berlian itu ke jari manis Queen, dan sebaliknya Mom Sheyra memasang Cincin ke jari manis Adzan pertanda bahwa Adzan dan Queen sudah terikat dalam pertunangan.


semua orang disana mengucapkan syukur Alhamdulillah, kemudian Angga mengucapkan selamat pada Adzan dan Queen, Selamat ya... bro...Gue senang akhirnya loh dapat bidadari ini, jaga dia baik baik, dia adik gue satu satu nya, ucap Angga sambil memeluk Adzan, kemudian dia mengelus puncak kepala Queen, kebiasannya.


Mom kami sudah lapar ucap para anak anak,,,apa kami bole makan sekarang,,


ha-ha-ha ha-ha-ha disambut tawa oleh orang-orang dewasa, tentu saja sayang kita bisa makan sekarang.


*


*


*


Tiiiiidaaaaaak.....ucap Kandy ketika bangun tidur, dengan keringat bercucuran, nafasnya memburu seperti habis berlari kencang, mimpi buruk itu seakan nyata, kemudian dia melihat jam di handphone nya, menunjukan pukul 04.30 waktu udara, dia bergegas membersihkan diri kemudian mengambil Air wudhu untuk sholat shubu, dia sholat dengan begitu khusuk, kemudian dia memanjatkan doa dengan memohon perlindungan dan pengampuan untuk nya dak keluarganya, dan dilanjutkan zikir, setelah itu dia mempersiapkan segalanya, karena kurang lebih 2 jam lagi dia akan Samapi di tanah air, tapi karena firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu buruk dia memilih menghubungi pihak pilot melalui alat yang ada disana untuk mengkonfirmasi kalau Meraka akan mendarat ke Pulau Abraham, dan mengabarkan ke pihak bandara jika mereka membatalkan take off di bandara tanah air.

__ADS_1


setelah membereskan semuanya Kandy keluar dari ruangan istirahatnya, dan duduk di kursi penumpang, yang mana disana sudah ada pramugari dan pramugara menyapanya untuk sarapan. setelah selesai sarapan Kandy yang belum bisa menggunakan handphone masih begitu gelisah, dia belum bisa menghubungi orang nya jika dalam posisi seperti ini. dan itu membuat niat pramugara untuk menanyakannya, dan Kandy langsung meminta sarangnya, karena dia tidak ingin sembarangan menggunakan handphone jika itu berdampak bahaya, karena orang orang didalam pesawat ini adalah orang kepercayaannya,


pramugari itu memberikan sinyal kepada pilot jika ada hal genting, dia perlu mengirim sinyal ke Safir Corps yang tentu di tujukan Petter.


Nono muda, kata pilot kita hanya bisa memberi sinyal pesan singkat, cuma dengan kata kunci, 5 kata ucap pramugara itu, Kandy terdiam kemudian, Kirim "Pasukan SS" ucap Kandy.


Hanya itu nona, tanya pramugara itu dan di jawab anggukan oleh Kandy.


itu hanya antara dia dan Petter yang tau maksudnya, dia berharap Petter bergerak cepat, entah mengapa dia merasa bahaya itu begitu dekat, tapi dia sendiri tidak tahu apa, yang dia tau sekarang dia ingin keluarganya aman.


sedangkan Petter yang memang tidak pulang ke apartemen nya, karena semalam dia lembur di kantor, yang baru selesai sholat shubuh memang tidak tidur lagi, dia memilih berolaraha ringan di kamarnya yang Memeng disediakan di ruangan di kantor, karena jika sedang sibuk seperti ini dia jarang pulang, oleh sebab itu, Safir sudah menyiapkan ruang kamar disetiap ruangan untuk orang orang kepercayaan. disaat dia sedang melakukan gerakan ringan seperti angkat barbel, tiba tiba handphone pintarnya mendapat kan sinyal bahaya, dia langsung mengecek nya dan tentu dengan sigap dia menghubungi orang orang nya untuk berangkat ke Pulau Abraham setelah membaca pesan sinyal Kandy, dan tak lupa menghubungi Uncle Jimmy untuk mengantisipasi di perusahaan.


Kini pasukan nya sudah menuju ke pulau Abraham, ada yang mengunakan mobil dan lebih dari separu yang mengunakan pesawat.


Sedangkan di pulau Abraham, semua sedang dalam keadaan tegang, yang mana mereka mendapatkan serangan mendadak, sedangkan jaringan telepon ya sudah terputus, itu berarti mereka tidak bisa menambah pasukannya untuk dikirim kesini.

__ADS_1


DUuuuuuuaar DUuuuuuuaar suara bom mengema.


para anak anak sudah menangis, dalam dekapan ibu nya.


__ADS_2