Gadis Di Ujung Jalan

Gadis Di Ujung Jalan
Gadis di ujung jalan


__ADS_3

Dooor.....Doooor...aaakh.....


memecah keheningan yang sedang sedang aku nikmati. perlahan aku menoleh kesekitar mencari asal suara, taklamah aku dengar suara ricuh gerombolan orang berpakaian serba hitam memegang pistol mengejar seseorang yang bajunya dipenuhi darah, dia berlari mengarah kepada ku.


aku masih terpaku ditempat ku semula, berdiri di ujung jalan di pingir jurang yang menyajikan pemandangan yang begitu indah, aku samar samar melihat nya melambai kepadaku sambil berlari, aku belum begitu jelas melihatnya karena disana memang agak ditutupi kabut tebal. Sura teriakan membuyar dari keterpakuan ku.


jangan biarkan dia lolos, teriak salah satu dari rombongan orang orang itu, Door..dooor dooor.


bos ada orang di sana...kata anak buahnya,


habiskan, Jagan ada saksi mata yang akan menghalangi kita.

__ADS_1


satu tembakan diarahkan kepada wanita itu.


lelaki yang terluka itu berteriak kepada gadis yang terpaku 'pergi ...pergi....


queen yang melihat tembakkan diarahkan kepadanya dengan cepat mengeluarkan pistolnya yang dia simpan di dalam jas yang dia pakai. dia memegang pistol di tangan kiri dan kanan nya, degan sekilat melepas tembakan bertubi tubi kearah orang itu tepat sasaran, tanpa mengeluarkan suara ledakan, karena pistol yang di pakai queen merupakan senjata turun temurun keluarganya yang khusus dirakit untuk keluarga Abraham, dengan kecepatan tembak secepat kilat walau jarak tembak jauh, parah orang orang yang kena tembakan queen terkapar tak berdaya, tapi tetap hidup sebab queen mengarahkan tembakan pada tangan dan kaki nya, masih sekitar perkiraan 20 orang yang tersisa, mereka semua sudah kehabisan peluru nya, sekarang mereka mengepung queen dan laki laki itu yang berdiri dengan sempoyongan.merka menyerang dengan tendagan dari segala arah, beruntung queen mampuh menghindar serangan mereka, setelah itu aku melompat kemudian memutar seperti balerina di udara dengan melepaskan serangan balik kearah Meraka tepat di ulu hati mereka, mereka semua terkapar setelah itu aku keluarkan pistol dari jas ku dan kuarahkan tepat ke kepala bos nya yang masih berdiri dengan angkuh.


aku tidak ada urusan dengan kalian, tapi kalian telah mengusik perjalananku. kalian adalah pasukan tikus yang menyerang orang yang sudah tidak berdaya, sekarang aku kasih kesempatan kepada kalian untuk pergi dari hadapanku atau aku lepaskan tembakan tepat di kepala mu, dan satu lagi sampaikan pada Tuan kalian * Gunakan kekuasaan nya untuk memberi kehidupan, bukan untuk melenyapkan*


queen berjongkok, memperhatikan laki laki yang tak sadarkan diri terkapar di hadapannya , queen membawa nya ke klinik yang tidak jauh dari sana, kemudian menyerahkan identitas laki laki itu kepada pihak dokter yang menangani,


sekitar dua puluh menit dokter itu keluar dari ruangan, menjelaskan kalau pasien mengalami luka tembakan di bagian perut dan pundak kanan serta luka memar pukulan di beberapa bagian, kemungkinan dua jam kedepan baru akan sadar.

__ADS_1


apakan kondisi pasien mengkwatirkn dokter, tanya queen.???


tidak nona, semuanya sudah di obati, palingan pasien perlu perawatan serta intirahat selama satu Minggu.


" baiklah dok, kalau begitu tolong hubungi pihak keluarga pasien untuk menjaganya, segala administrasi sudah saya selesaikan, tolong beri perawatan yang terbaik untuknya, saya tidak bisah menunggu disini karena saya harus melanjutkan perjalanan.


baiklah nona, kalau begitu saya permisi dulu.


setelah kepergian doketer, aku pun melangkah pergi menuju mobil di parkiran untuk mengambil baju ganti, setelah itu aku berjalan menuju masjid yang ada di sebelah kelinik tersebut, dan masuk kearah toilet wanita serta tempat wudhu, untuk membersihkan diri, dan kemudian melaksanakn sholat Zuhur di masjid itu.


setelah sholat queen memanjatkan doa pengampunan serta doa kesembuhan untuk orang yang dia tolong tadi " Adzanly Ibrar" ucap queen dalam hati, queen sempat melihat nama itu di kartu identitas nya.

__ADS_1


__ADS_2