Gadis Di Ujung Jalan

Gadis Di Ujung Jalan
Aku akan menjaganya


__ADS_3

setelah itu Abah mengabil sandal, dan memakainya ke kaki umi, kemudian Abah menuntun umi untuk duduk di sofa serta memberi air putih untuk umi minum, biar lebih tenang. Abah membersihkan pecahan gelas dulu, umi Jagan kemana mana..!!! kemudian Abah membersihkan lantai tadi dan memastikan tidak ada lagi pecahan gelas yang berserakan. setelah itu Abah menghampiri umi dan Abah duduk di sebelah umi.


Umi kenapa, tanya Abah


apa ada yang menggangu pikiran umi??


Umi tidak tahu, tapi entah kenapa hati umi ngerasa khawatir. coba Abah hubungi Adam sama Aisya, juga Malik sama sheyra, tanya keaadaan mereka ...!!!pinta Umi


ya.. sudah,,,ini Abah telpon mereka

__ADS_1


Abah langsung menghubungi anak-anak nya di Kairo, setelah umi dan Abah berbicara sama Adam dan Aisyah, Alhamdulillah mereka dalam keadaan baik, Abah dan umi juga tidak lupa selalu mengingat kan mereka untuk menjaga diri, setelah itupun telponan melalui Vidio call itu berakhir. kemudian Abah pun menelpon adiknya yaitu Malik dan sheyra, dan kabar mereka pun baik baik saja, Abah pun menanyakan keadaan queen, namu kata adik nya kalau Queen mereka sedang dikantor, kemudian telponan merekapun berakhir. dan tanpa menunda nunda Abah langsung menelpon Queen,namu sudah berapa kali telponan tidak diangkat angkat, entah mengapa hati Abah dan Umi menjadi begitu tidak tenang, kemudian Abah menelpon adik nya kembali dan menjelaskan bahwa Queen mereka tidak bisa dihubungi, Abah pun meminta Malik untuk segera mencari tau kondisi Queen sekarang, diapun menceritakan kekhawatiran Umi. dan dengan patuh Malik pun mengiyakan perintah kakak nya, dia pun ikut khawatir. dan setelah itu sambungan telpon itu berakhir.


setelah itu tuan Malik langsung memerintahkan orang-orang nya untuk mencari tahu tentang kondisi anaknya, tidak bisa dipungkiri dia dan istrinya ikut khawatir seperti Kaka nya.


..............................


stelah menunggu hampir satu jam lebih akhirnya pintu ruangan UGD pun akhirnya terbuka, disertai keluarnya seorang dokter.


melihat itu, Adzan, Kandy dan Petter langsung berdiri dari duduknya, kemudian langsung menghampiri dokter.

__ADS_1


dokter... bagaimana keadaannya sekarang? tanya Adzan degan perasaan tak menentu.


Alhamdulillah, setelah melakukan usaha yang cukup keras akhirnya pasien sudah melewati masa kritisnya dan dalam keadaan baik-baik saja. namun sekarang belum sadarkan diri, kemungkinan sekitar 2 jam pasien baru akan sadar. untuk saja pasien tadi dibawa tepat waktu, jika saja sedikit terlambat, mungkin kami tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien, karena pasien bukan hanya sekedar luka tembak biasa dan kehabisan banyak dara, tapi juga keracunan akibat peluru yang tertembak ke tubuhnya mengandung racun, jelas dokter.


setelah itu perawat pun keluar mendorong brangkar yang diatasnya ada queen untuk dipindahkan ke ruang rawat inap. dan mereka pun mengikutinya Samapi kedalam ruangan yang akan ditempatkan Queen. setah Queen di pindah ketempat tidur pasien yang ada diruangan itu dan dokter memastikan kondisi infus dan alat batu pernafasan berfungsih baik , dokter dan perawat pun meninggalkan ruangan itu.


Adzan melirik jam tangannya, dia melihat sekarang sudah jam tigas oreh, jadi kemungkinan pukul lima Queen akan sadar. dan kemudian didengarnya telphon Queen yang di ambilnya di mobil tadi sudah berdering lagi, setelah dipikir pikir akhirnya Adzan tidak mengangkat telpon itu, namun kemudian mengirimkan pesan kepada nomor yang tak henti henti nya menelpon, yang tertera nama Abah, Papi, kak Adzan dan uncle Pedros. Setelah mengirimkan pesan singkat mereka semua" dalam hati nya mengatakan semoga keputusan nya tidak memberikan kabar kepada mereka semua adalah benar''


sedangkan Kandy yang melihat apa yang dilakukan Adzan, dia hanya bisa geleng-geleng kepala, dia tidak tahu jika keluar perempuan itu tahu, dia bisa bisa di bunuh, menyembunyikan anak perempuan orang yang sedang terluka parah, dengan dalil dia akan menjaga nya.

__ADS_1


__ADS_2